
Naira mulai membuka matanya dan lemas akibat obat bius yg di berikan Deon anak anak nya sudah ada di samping nya dan juga keluarga dan orang orang yg setia menemani nya
"Bunda udah sadar".ucap Kiara senang
"Bunda tak apa sayang".ucap Naira lemah
"Zahra."ucap Naira pelan
"Iya apa nyonya membutuhkan sesuatu".ucap Zahra mendekat
''Liat la dia hanya memerlukan orang lain dari pada kita" .ucap Gibran kesal
"Zahra aku mau pulang kepala ku sakit."bisik Naira
####
"Gimana sayang apa kau sudah mendapatkan hasilnya."ucap Saira bersama Deon di kamar
"Iya sayang liat ini hasil nya".ucap Deon melihat hasil kesehatan Naira dari emailnya
"Aku ngak ngerti sayang."ucap Saira dan Deon hanya bengong
"Sayang kau kenapa".ucap Saira
"Tidak mungkin".gumam Deon
"Jelaskan sayang aku ngak ngerti."ucap Saira
"Disini di jelaskan bahwa kak n...n..Naira m..mengidap kanker otak stadium lanjut."ucap Deon
"Apa! ngak mungkin kak Naira sakit separah itu hiks hiks."ucap Saira menangis dan berlari menemui Naira
"Bagas aku mau pulang tolong bantu aku".ucap Naira
"Iya nyonya".ucap Bagas memegang tangan Naira
"Minggir jangan bawa kakak ku".ucap Saira mendorong Bagas
"Kakak kenapa kakak lakukan ini hiks hiks hiks kakak memang kejam".ucap Saira menangis dan memeluk Naira
"Sayang tenang la".ucap Deon datang
"Ada apa Deon".ucap mama nya
"Anak mama yg bodoh ini mendiamkan penyakit nya anak mama yg bodoh ini tidak memberi tau kita bahwa dia mengidap penyakit kanker otak".ucap Saira marah dan menangis
"A..apa."ucap mama nya memegang dada nya
"Mama" .ucap semua
''Minum lah ma."ucap Deon memberi air putih dan di minum mama nya
"Bunda apa bunda akan pergi karna penyakit bunda kenapa tante menangis mengetahui sakit yg mama alami."ucap Tathan
"Bunda tak apa sayang kalian jangan khawatir ya."ucap Naira meneteskan air mata
"Jangan nangis lagi Athan akan beri kan ayah untuk bunda supaya bunda cepat sembuh."ucap Athan dingin
"Hiks hiks k..kenapa Naira kau memendam nya sendiri."ucap mama nya menangis
"Bagas Zahra ayo kita pulang".ucap Naira
"Liat dari keras kepala kau itu Fathan di bawah pergi oleh papi nya dan akan di nikah kan dengan wanita lain apa kau puas".teriak mama nya mama nya
"Sayang kalian bersama Bagas dulu ya bunda mau ngomong sama nenek."ucap Naira tersenyum
"Iya bun".ucap mereka
"Mau Athan temenin bun '".ucap Athan ragu
"Sayang kau percaya kan sama bunda".ucap Naira
"Iya bun."ucap Athan lalu pergi
Naira hanya memejam kan mata nya menyederkan kepala nya di ranjang tidak ada yg memulai pembicaraan, mereka tau sifat Naira seperti itu jadi tidak ada yg bicara pada Naira
*A*ku mulai bosan dengan kehentingan ini keluarga Nandana tidak hanya cuek dan pemarah tapi juga keras kepala. batin Laila
"Kakak kenapa lakukan ini semua."ucap Laila mendekat menyentuh bahu Naira
"Gimana kabar kamu".ucap Naira tanpa menjawab pertanyaan Laila
"Ngak ada kakak semua nya buruk bahkan saat kepergian kakak, Laila mengandung dan Laila sangat bahagia tapi tuan Pronoto itu menghancurkan semua nya Laila kehilangan anak Laila."ucap Laila mengelus perut nya
__ADS_1
"Maafkan kakak tuan Pronoto pasti dendam sama kakak karna saat itu kakak menolak nya."ucap Naira
"Itu bukan kesalahan kakak ,kakak hanya menolong Laila saat itu dan kenapa kakak pergi."ucap Laila
"Maafkan kakak saat kakak mendapatkan hasil kesehatan kakak dari dokter Zahrah bahwa kakak mengidap kanker otak kakak udah ingin cerita sama kalian tapi saat itu tuan Pronoto membuat masalah mengakibatkan Fathan hampir kehilangan perusahaan nya jika kakak memberi tau nya pasti Fathan tidak akan bisa bangkit dari keterpurukan nya dan akan memikirkan kesehatan kakak,kakak juga ngak mau menambah beban dan menyusahkan kan dia dan kalian tapi kakak sangat bahagia saat kakak pergi dari rumah Zahra memeriksa kakak dan menyatakan kakak hamil mereka la yg jadi kekuatan kakak".cerita Naira
"Itu berarti mereka anak nya kak Fathan".ucap Laila
"Tentu saja ngak liat apa mereka tampan tampan seperti ayah mereka".jawab Naira cepat
"Oh liat ma apa dia pikir setelah suaminya kehabisan uang keluarga Nandana tidak bisa mengobati nya dasar kakak yg bodoh".ucap Saira kesal
"Kakak harus pergi izinkan kakak untuk pergi."ucap Naira
''Kita akan melakukan kemotrapi bila perlu operasi supaya kau sembuh."ucap mama nya
''Ngak ma aku ngak mau nantinya ingatan aku hilang aku ngak mau".ucap Naira
"Deon bicara kan keperluan atau tindakan yg akan kau lakukan bersama dokter Zahra".ucap mama nya
"Ma.''ucap Naira
''Apa perlu kau mama pukul ingin sekali mama memukul mu kau tau papi Firman membawa Fathan pergi untuk menikah kan dengan wanita lain apa kau puas".ucap mama nya
"Lebih baik seperti itu supaya saat aku pergi nanti sudah ada penganti diri ku".ucap Naira meneteskan air mata
"Apa karna kanker itu kau jadi bucin". ejek Saira
"Hanya kau yg mengerti kakak" .ucap Naira menyentuh wajah Laila dan mencari buku di laci mama nya dan menulis sesuatu
"Bagas."teriak Naira
"Iya nyonya".ucap Bagas masuk
"Cari keberadaan Fathan pasti kan dia membacanya surat ini jangan katakan apa apa dan segera la pergi aku ngak mau dia bertanya pada mu".ucap Naira memberikan surat ke Bagas
"Emm boleh saya mengatakan ke tuan Fathan bahwa Naira Nandana selalu mencintai nya dan merindukan nya".ucap Bagas serius
"'Apa kau mengejek ku Bagas".ucap Naira
'"Iya nyonya".ucap Bagas santai
"Zahra".teriak Naira datang la Zahra dan anak anak nya
"Kata siapa kami memikirkan nyonya saat malam kami selalu melakukan supaya mempunyai anak kembar 3 seperti nyonya benar kan sayang".ucap Bagas ke Zahra
"Kenapa kau cerita aku malu".ucap Zahrah
"Bunda apa benar ayah pergi".ucap Athan
"Dia tidak pergi sayang dia hanya melakukan tugasnya kepada kakek".ucap Naira
"Demi kesembuhan bunda aku dan Bagas akan menculik ayah lagi".ucap Athan serius
"Hehehe! maaf nyonya saya tidak cerita waktu itu tuan muda pernah ingin membawa tuan Fathan tapi saya melarang nya".ucap Bagas tertawa kecil
"Kalian sayang bunda".ucap Naira ke anak anak nya
"Jika kalian sayang bunda jangan lakukan ke ayah itu menyakiti bunda".ucap Naira
"Jika bunda ngak ketemu ayah bunda juga tersiksa karna rindu".ucap Tathan
"cucu nenek sangat pintar" .ucap mama Khaira
''Nenek aku mau peluk aunty Laila dia sangat cantik".ucap Tathan
"Enak saja jangan genit pada istri ku".ucap Gibran memeluk Laila
"Kok aunty mau sama dia gantengan juga aku dari pada dia". ucap Tathan sombong
"Kau mengejek ku".ucap Gibra kesal
"Kok bisa kak kau mempunyai anak kayak mereka yg satu dingin suka memukul yg satu genit dan yg satu manja."ucap Laila
"Mereka la hidup ku" .jawab Naira tersenyum
''Sekarang apa kau mau kemotrapi".ucap mama nya
"Pendirian ku tetap sama ma"".ucap Naira
"Kau bisa tiada Nai."ucap mama nya kesal
"Bunda harus kem kem kem apa nek".ucap Tathan berpikir
__ADS_1
"Kemoterapi".ucap mama Khaira
"Bunda ngak boleh tiada bunda harus sembuh Athan ngak mau bunda menolak kata kata nenek."ucap Athan serius dan dingin
"Sayang bicara yg lembut dan senyum saat pada orang yg lebih tua dari kamu".tegur Naira
"Bunda ku sayang bunda akan sembuhkan kami sedih jika bunda sakit terus karna kami sayang bunda nanti siapa yg akan bersama kami lagi bunda mau kan ikuti kata nenek".ucap Athan lembut dan senyum yg kaku
"Apa ngak bisa senyum nya lebih manis".ucap Naira tersenyum geli
"Bunda Athan sudah berusaha tapi ngak bisa".ucap Athan kesal
"Ok ok bunda hanya becanda sayang".ucap Naira
"'Bunda mau kan ikuti kata nenek".ucap Tathan
"Iya sayang bunda akan lakukan demi kalian." ucap Naira memeluk anak anak nya yg ada di sana merasa terharu dengan intraksi mereka
"Cucu nenek sebaiknya keluar dulu bunda mau istirahat".ucap mama Khaira
"Nenek kami akan temeni bunda istirahat" .ucap Athan
"Ngak apa sayang sudah ada nenek jagain bunda sebaiknya kalian main sama Saras ok ".ucap Naira
"Iya bunda'' .ucap Athan keluar dengan adik adik nya
"Emm mama apa benar Fathan akan menikah dengan perempuan lain".tanya Naira
"Menurut kamu''.ucap mama nya
"Sudah tua ngak usa lagi pakai gengsi".ucap Saira
"Zahra kita bentar lagi pulang".ucap Naira
"Kalian akan tinggal di sini".ucap mama nya
"Tapi ma''......ucap Naira
"Ngak ada penolakan hari ini Deon dan Zahrah mulai mengobati kamu mama ngak mau tau".ucap mama nya
####
"Siapa ya''. ucap seseorang
"Tidak perlu tau saya mau ketemu sama tuan Fathan Nickoles".ucap nya
"Fathan lagi di kurung papi nya ngak boleh ketemu sama orang"".ucap bunda Nia kecewa
"Papi nya dimana".ucap Bagas
"Lagi keluar bertemu sama keluarga yg akan menikah dengan Fathan".jawab bunda nya
"Apakah nyonya merestui mereka".ucap Bagas
"'Meski Naira pernah meninggal kan Fathan saya yakin Naira mempunyai alasan tapi papi nya kecewa sama Naira itu kenapa papi nya ngotot mau nikah kan Fathan lagi".ucap bunda nya
"Saya kesini mau nyampai kan pesan dari nyonya Naira dan saya harus pastikan tuan Fathan membaca pesan nya."ucap Bagas
"Benarkan kenapa kau tak bilang dari tadi sekarang mari ikut saya."ucap bunda nya semangat
Cklek
"Bagas gimana Naira".ucap Fathan semangat melihat Bagas
"Dari pesan nyonya saya harus memastikan tuan membaca surat ini setelah itu pergi ngak ada pertanyaan atau jawaban".ucap Bagas
"Tapi saya takut dengan surut ini."ucap Bagas lagi
"Kenapa".ucap bunda
"Saya takut surat ini akan membuat nyonya Naira menyesal seumur hidup semenjak nyonya Naira membiaya operasi ibu saya saya berhutang budi saya kenal nyonya Naira udah lama dia pasti mementingkan kebahagiaan orang lain dari pada kebahagiaan nya sendiri" .ucap Bagas memberikan surat nya .Fathan membuka surat nya dan membacanya
Dear Fathan Nickoles
Kau merindukan ku hehe! aku ngak tau kau merindukan aku atau tidak ketahuilah rasa mu sama seperti rasa m**u apa pun itu. emm kita belum berpisah lho aku dengar dari mama kau akan menikah lagi baik la ku izinin kau menikah turutila apa yg di bilang papi maaf sudah mengecewakan kalian semua kau pasti ngak percaya kan jika aku mengiklas kan kau nikah lagi hehe kau lupa ya aku ini Naira Nandana yg hati nya ngak bisa di tebak ini waktunya kau bahagia jalani hidup mu dengan bahagia aku doakan kau bahagia selalu kau pasti tidak tau kan yg terjadi pada ku aku baik baik saja jangan khawatir menikah la sayangi istri mu maka aku akan hidup tenang jika kau bahagia jika kau sangat mencintai ku lakukan demi cinta kita**"
"Kenapa tuhan begitu kejam pada ku aku sangat mencintai Naira".ucap Fathan setelah membaca surat nya
"Aku tau Naira lagi sakit parah katakan Bagas apa aku benar".ucap Fathan mencengkram kemeja Bagas
"Saya tak berhak memberi tau tuan".jawab Bagas
"Saya berharap tuan tidak jadi menikah dengan wanita lain."ucap Bagas lalu pergi
__ADS_1