
3 bulan Naira koma kondisi nya masih sama mereka bergantian menjaga Naira hari ini mereka sibuk semua tidak ada yg menjaga Naira sebenarnya Fathan tidak mau meninggal kan Naira apa lagi tidak ada yg menjaga Naira tapi pekerjaan yg tidak bisa di tinggal kan jadi Fathan berangkat ke kantor tapi Fathan memasang cctv di kamar inap Naira biar Fathan selalu mengawasi Naira
"Sekarang aku mulai takut jika kau tak akan sadar lagi sudah 3 bulan kau koma bahkan dokter menyarankan untuk melepaskan kau membuat ku ingin membunuh mereka aku yakin kau akan sadar".gumam Fathan mengusap layar di mana terlihat naira di sana
Cklek
Seseorang masuk ke ruangan Naira dan memandang Naira hanya terdengar suara monitor detak jantung Naira
Tit tit tit...
"Ini hari terakhir mu".ucap nya sinis
"Kau sangat sulit untuk di kalah kan tapi aku harus melenyapkan kau jika tidak aku yg akan terlenyap".ucap nya membuka oksigen Naira.badan Naira naik-turun karna tidak dapat oksigen
######
Di alam lain
"Dimana ini.'ucap nya
Hahaha
Tawa nya sama dengan yg dirindukan nya dan mencari sumber suara itu
"Ayah bisa aja". ucap seorang wanita dan senyuman nya manis
"Naira".ucap nya mendengar nama nya wanita itu menoleh
"Fathan."ucap Naira tersenyum di samping paru baya
"Kemana kau selama ini ayo kita pulang" .ucap Fathan
"Aku betah di sini Fathan disini sangat damai dan aku juga selama ini bersama ayah."ucap Naira
"Aku membutuhkan mu Naira".ucap Fathan
"Fathan aku akan pergi ikut dengan ayah".ucap Naira mengelus wajah Fathan
"Ngak boleh Naira kami sangat membutuhkan mu ayah aku mohon jangan ambil Naira dari ku aku sangat mencintai nya separuh nafas ku ada bersama nya" .ucap Fathan memohon
"Fathan aku pun mencintaimu tapi aku harus pergi aku lelah sudah Fathan menghadapi ini semua aku harap kau bisa menerima."ucap Naira
"Naira jangan pergi dari ku "ucap Fathan
"Selamat tinggal Fathan".ucap Naira mulai menjauh
"Naira".teriak Fathan
"Naira jangan pergi."teriak Fathan terbangun dari tidur nya yg terdengar suara nyaring
"Ternyata hanya mimpi."gumam Fathan melihat ke arah monitor dan melihat Naira dada nya naik turun dan seseorang dengan tawa nya
"Mati kau Naira."ucap nya
"Naira''.ucap Fathan segera menelpon dan siap meluncur
"Deon cepat ke ruangan Naira sekarang ada orang yg ingin membunuh nya".ucap Fathan mematikan telponnya dan menjalankan mobil nya
Deon berlari dengan beberapa dokter menuju ruangan Naira
Cklek
"Siapa kau".ucap Deon panik melihat keadaan Naira
"Hahaha ! kalian jangan menghalangi kepergian nya biar kan dia tenang" .ucap nya dengan tawa seperti orang gila
"Pasang lagi oksigen nya ".ucap dokter dan Deon menyeret wanita itu keluar
"Kau harus di bawah ke kantor polisi"..ucap Deon
__ADS_1
"Desi kena kau sekarang apa yg dia lakukan".ucap Saira yg baru datang untuk menemani Naira
''Dia melepas oksigen nona Naira".jawab Deon
Plak
"Berani kau menyakiti kakak ku ".ucap Saira menyekik leher Desi
"Saira lepaskan dia kau bisa membunuh nya''.ucap Deon
''Dia berani ingin membunuh kakak ku kenapa aku tidak bisa".ucap Saira dengan amarah nya
"'Deon gimana keadaan Naira."ucap Fathan panik dengan mata berkaca kaca apa lagi tentang mimpi nya barusan
"Masi di periksa oleh dokter tuan".jawab Deon
"Saira berhenti bawa dia ke kantor polisi aku tak kan membiarkan dia bisa keluar lagi ".ucap Fathan dingin
"Iya kak'".ucap Saira
"Kau temani la Saira Deon aku ngak mau nanti nya Saira kenapa napa".ucap Fathan
"Iya tuan."ucap Deon mereka membawa Desi ke kantor polisi dengan bukti yg ada
"'Fathan gimana Naira''.ucap mama nya cemas yg baru datang
'"Naira ngak papa ma ".jawab Fathan menatap Naira yg sulit di artikan
"Apa kau ingin pergi dari ku aku mohon kembali la hari hari ku sepi tanpa ada nya kamu "batin Fathan
"Jangan membuatku takut lagi".bisik Fathan
"Ma aku titip Naira dulu mau keluar sebentar".ucap Fathan lalu pergi setelah kepergian Fathan bunda nya juga datang
"'Sebaiknya kita jangan pernah meninggal kan Naira".ucap mama nya
"Tapi Desi sudah di tangkap".jawab bunda nya
"Biar saya aja sus boleh kan".ucap mama nya
''Ya ngak papa nyonya dan juga perban nya harus di ganti."ucap suster itu
"Iya sus".ucap mama nya
"Saya permisi dulu nyonya jika butuh bantuan panggil saja saya".ucap suster itu lalu pergi
"Sayang mama akan membersihkan tubuh mu anggap saya mama sedang memandikan karna selama ini mama ngak pernah peduli sama kamu mama ngak peduli kau sudah mandi atau belum" .ucap mama nya meneteskan air mata dengan membersihkan badan Naira dengan handuk basa
"Apa Naira akan memaafkan aku Nia."ucap mama nya masih mengelap badan Naira
"Naira sangat menyayangi mu dia akan memaafkan mu".jawab bunda nya
"Tapi aku sudah banyak salah sama dia aku sering mukul dia hina dia bahkan aku akan membunuh nya hiks hiks".ucap mama nya masih menyesali perbuatan nya
"Bahkan saat aku ingin donorin darah untuk nya tubuh nya menolak aku takut jika dia tidak bangun lagi karna perbuatan ku lebih baik aku yg menanggung semua ini dengan dia membenci ku aku ngak sanggup liat dia seperti ini".ucap mama nya
"Kamu yg sabar Naira sangat mengharapkan kau menyayangi nya bahkan saat Saira bilang kau sering menyebut nama nya saat tidur dia sangat senang."ucap bunda nya menyentuh bahu mama Khaira
"Aku yakin Naira akan sadar dia anak yg kuat."ucap bunda lagi
"Iya semoga saja".ucap mama nya
#####
"Indah dan damai tempat ini".ucap nya tersenyum
"Naira."ucap paru bayah
"Iya ayah."jawab nya
__ADS_1
"Apa kau tidak mau kembali di dunia mu".ucap ayah nya
"Di sini damai ayah Naira lebih Suka di sini".jawab Naira
"Kamu udah lama ninggalin mereka kembali la nak".ucap ayah nya
"Kau sudah punya kehidupan sendiri suami mu sangat mencintai mu kembali la".ucap ayah nya
"Tapi aku masih betah di sini ayah".jawab Naira
"Ini bukan dunia mu ayah pun harus pergi ".ucap ayah nya
####
"Khaira aku mau ke kantin kau tunggu la di sini".ucap bunda nya lalu pergi
"Sayang sudah 3 bulan kau koma mau sampai kapan kau kayak gini apa kau akan menghukum mama atau kau benci mama".ucap mama nya
"Sudah la ma kak Nai ngak akan suka liat mama kayak gini".ucap Saira datang bersama Fathan
Mama nya keluar untuk menenangkan diri di temani oleh Saira
"Sayang kau berhasil mama sudah menyayangi mu aku dan mama selalu menunggu mu bangun la demi kehidupan kita kedepan demi cinta kita".bisik Fathan
"Bangun la aku bisa jadi tidak waras jika kau lebih lama lagi koma nya ".ucap Fathan mencium pipi Naira sangat lama dan meneteskan air mata di pipi Naira
Naira mulai mengerakkan tangan nya dan mengengam erat tangan Fathan membuat Fathan kaget
"Sayang !ayo kau pasti bisa ".ucap Fathan ingin memanggil Saira tapi pengangan Naira makin erat
"Saira".terik Fathan
"Ada apa kak".ucap Saira masuk bersama dengan mama nya
"Liat ini Naira merespon ku."ucap Fathan bahagia bola mata Naira mulai bergerak dan terbuka menyesuaikan mata nya dengan cahaya memasuki mata nya mengerjabkan mata nya perlahan terbuka sempurna dengan tatapan sayu nya
"Sayang kau sadar".ucap Fathan menciumi wajah Naira yg tidak bergeming Fathan menekan tombol untuk memanggil dokter
"Dokter kakak saya sudah sadar". ucap Saira bahagia
''Kalian tunggu diluar kami akan memeriksa nona."ucap dokter mereka keluar tapi tangan Fathan masih di gengam Naira
"Tak apa aku tunggu di luar nanti aku kembali kau harus di periksa".ucap Fathan tersenyum melepas tangan Naira ,Naira hanya menatap nya dengan mata sayu dan mengalir kan air mata
Jangan pergi Fathan aku merindukan mu dan kenapa semua nya tidak bisa di gerak kan.batin Naira
"Nona bisa dengar kami apa yg nona rasakan".tanya dokter itu Naira berusaha bicara tapi bibir nya kaku naira hanya memberi isyarat mengunakan mata nya.dan dokter mulai memeriksa Naira
"Sus bisa panggil keluarga nona Naira" .ucap dokter suster memanggil mereka masuk Naira menatap Fathan seperti ingin berbicara sesuatu
"Istri saya kenapa dok kenapa ngak bisa gerak dan berbicara."ucap Fathan
"Wajar tuan nona Naira koma selama 3 bulan untuk memulihkan hanya berlu melatih nya nantinya juga bisa".jawab dokter
"Sayang kau mau bicara apa".ucap Fathan mendekati Naira menempel kan telinganya di bibir Naira
"F...Fa.....ucap Naira mengerakkan bibir nya semampu nya
"Iya sayang aku disini."ucap Fathan
"M...ma........ma".ucap Naira karna dari tadi hanya ada Saira bunda nya dan Fathan
''Mama baik baik saja sayang jangan di paksain kau istirahat la".ucap Fathan mencium pipi Naira
"Gimana dok keadaan kakak saya".tanya Saira
"Nona Naira sudah membaik dia hanya perlu istirahat dan juga kita belum bisa memastikan kaki nona Naira yg terkena peluru mungkin sementara belum bisa berfungsi dengan baik tapi nona ngak perlu khawatir itu bisa sembuh hanya harus terapi saja dan juga kita belum memastikan kepala nona yg terbentur apa parah atau tidak".jelas dokter
"Terimakasih dok".ucap Saira
__ADS_1
"Iya nona" .ucap dokter lalu pergi