Kisah Naira

Kisah Naira
14


__ADS_3

Sudah tiga bulan berlaru dan sudah tiga bulan pernikahan Fathan dan Naira berlangsung tapi tetap tidak ada kemajuan apa lagi benih benih cinta setiap hari Fathan selalu berkata kasar pada Naira bunda dan papi nya hanya menegur tidak mau terlalu ikut campur urusan rumah tangga mereka biarlah mereka menyelesaikan masalah mereka Jihan dan Naufal pindah ke luar kota untuk mengurus perusahaan di sana mereka juga menganjak Nadhira.


"Fathan gimana kamu ajak Naira liburan saja kalian udah nikah 3 bulan jangan kan liburan tinggal sekamar aja ngak mau sampai kapan kalian seperti ini".ucap papi nya di sela sarapan mereka


"Ngak usa pi lagian aku dan Naira lagi sibuk sekarang ini".jawab Fathan cepat


"Ck! alesan aja".ejek bunda nya


"Ok papi ngak maksa kamu liburan tapi kamu dan Naira ngak boleh nolak untuk tinggal sekamar ini keputusan papi".ucap papi nya tegas


"Bunda setuju".ucap bunda nya cepat


"Tapi bun"......ucapan Naira terpotong


"Ngak ada penolakan".ucap papi nya


"Serah deh".ucap Fathan pasra


''Bun".ucap Naira takut


"Ya ada apa Nai ngomong aja" .ucap bunda nya meminum air putih menghentikan sarapannya melihat kegelisahan Naira


"Apa boleh nanti Naira mengunjungi keluarga Naira".tanya Naira menghentikan makan nya


"Tidak ada yg melarang kamu bertemu sama mereka tapi bunda khawatir mama kamu akan nyakitin kamu lagi".ucap bunda nya


"Engak bun aku cuman khawatir sama mereka akhir akhir ini mereka sulit untuk di hubungi dan aku juga merindukan mereka".ucap Naira


"Gimana Fathan apa kamu ngizinin Naira".ucap bunda nya meminta izin


"Serah Naira bun lagian dia udah besar untuk jaga diri baik baik".ucap Fathan menatap Naira sebenarnya Fathan mulai merasa ragu jika Naira sekejam itu tapi Fathan tidak menemukan bukti jika Naira tidak bersalah


"Terimakasih."ucap Naira singkat


Dret dret dret


Ponsel Naira berdering menghentikan obrolan mereka Naira mengerutkan kening nya karna Deon yg menghubungi nya


"Ngak biasa."gumam Naira


"Ya Deon ada apa".jawab Naira


Deon kayak pernah aku dengar nama itu liat disini ada suaminya malah dia ngangkat telpon laki laki pula.batin Fathan


"Maaf nona saya menganggu nona tapi saya mau bilang bahwa nona Saira sudah satu minggu ngak ke rumah sakit banyak keputusan harus di ambil nona dan banyak pekerjaan yg menumpuk".jelas doen di telpon


"Apa kau sudah menelponnya."tanya Naira


"*S*udah nona tapi ngak ada jawaban".ucap Deon


"Biar saya nanti menyuruh Saira ke sana karna saya ngak bisa hari ini saya banyak pekerjaan".jawab Naira

__ADS_1


"Iya nona".jawab Doen


Tut


"Ada masalah apa".tanya papi nya


"Ini pi Saira sudah satu minggu ngak dateng ke rumah sakit membuat pekerjaan di sana menumpuk ngak ada yg memantau."jelas Naira menelepon Saira lagi


"Iya kak."jawab Saira dengan suara serak


"Apa ini".ucap Naira .Saira hanya diam pasti Naira sudah tau jika dia sudah tidak masuk ke rumah sakit


"Dimana tanggung jawab kau sebagai direktur di rumah sakit".ucap Naira tajam


"Maaf kak".ucap Saira


"Jika ada masalah di selesai kan jangan seperti anak kecil kau lampiaskan pada pekerjaan inget kau itu harus memantau rumah sakit memastikan kebutuhan disana lengkap jika kau lalai seperti ini yg ada banyak yg akan di rugikan terutama pada pasien ".ucap Naira dingin


"Maaf kak sekarang ini aku ngak bisa berpikir jernih ada sedikit masalah sama Gibran dan mama maaf sudah mengecewakan kakak".ucap Saira menyesal


"Meski masalah nya seberat apa kau harus samping kan urusan Pribadi dengan pekerjaan kakak tau masalah kau tidak hanya tentang Gibran dan mama tapi Deon juga kan jangan kau pikir kakak pergi dari rumah kakak ngak tau semua nya kau perlu inget kakak hanya pergi dari rumah mengubah status menjadi seorang istri tapi bukan berarti kakak juga pergi untuk mengawasi kalian biar Bagas nanti menjemput mu mengantar ke rumah sakit kau bersiap la ".ucap Naira panjang lebar


"Iya kak".ucap Saira pasra


Tut


Setelah itu Naira mengetik kan pesan ke Bagas salah satu kepercayaan nya untuk menjaga keluarga nya


"Kenapa lagi dengan mak lampir itu apa dia buat masalah lagi".ucap papi nya


"Bunda juga penasaran apa yg dia lakukan".ucap bunda nya


"Hah! aku juga kurang tau bun semenjak kematian ayah mama jadi banyak berubah bahkan mama sering keluar malem begitu pun dengan Gibran setiap mama marah marah Gibran selalu melampiaskan kemarahan nya dengan ugal ugalan dan dia juga sering dateng ke cltub malam."jelas Naira menghembuskan nafasnya


"Kasian Saira harus mengurus mak lampir dan anak nya".ucap papi nya


"Apa kau ngak mau membantu Naira Fathan".ucap papi nya


"Pi bun aku berangkat dulu".ucap Fathan menyalamai orang tua nya dan mendekati Naira


"Apa kau melupakan tugas sebagai istri".ucap Fathan tegas membuat Naira mendongak kan kepala nya


"Bukan kah kau sendiri yg bilang malu memiliki istri seperti ku".ejek Naira


"Hari ini mood ku sedang bagus".ucap Fathan tersenyum dan Naira mengambil tangan Fathan untuk menyalami nya


"Semoga masalah mu cepat selesai".ucap Fathan lalu pergi membuat Naira terdiam


"Cie ada kemajuan nih ye".goda papi nya


"Apa sih pi."ucap Naira malu

__ADS_1


"Papi ngak boleh goda Naira".ucap bunda nya


"Terimakasih bunda."ucap Naira tersenyum


"Karna mungkin kita akan punya cucu baru dari Fathan dan Naira."ucap bunda nya semangat


''Bunda."ucap Naira makin malu membuat bunda dan papi nye tertawa


"Sudah bun kasian Naira di sini ngak ada suaminya".ucap papi nya


"Nai mending kamu berangkat nanti telat nanti malam aja lanjut menggoda kamu nya".ucap bunda nya cekikikan


"Bunda mah gitu mending aku berangkat aja."ucap Naira lalu pergi


"Pagi nona".sapa Laila membuka pintu mobil


"Kamu sakit wajah mu pucat sekali".ucap Naira di dalam mobil


"T..t.tidak nona m.mungkin saya kecapekan karna saya tidak bisa tidur".ucap Laila gugup meski hampir berbulan bulan kerja sama Naira. Laila merasa canggung dan takut dengan sikap Naira


####


Cklek


"Aku kembali."ucap nya semangat membuat Fathan kaget


"Daffa."ucap Fathan kaget


"Aku sudah mengetahui kebenaran yg kau minta beberapa bulan yg lalu".ucap Daffa bangga beberapa bulan lalu Fathan menceritakan semua kepada Daffa dan akhirnya Fathan memutuskan mencari kebenarannya


"Gimana ".tanya Fathan penasaran


"Ternyata itu semua ngak benar aku juga periksa rekaman cctv di Apertemen Desi disana ngak ada Naira yg datang rekaman nya juga utuh yg ada seorang wanita ya mungkin seumuran dengan Naira datang melabrak Apartemen Desi setelah satu jam kedatangan seorang pria dan soal foto Naira mengandeng seorang laki laki di sebuah Club itu memang benar tapi kau jangan berpikir buruk dulu Naira membawa adik nya yg mabuk berat."jelas Daffa memberikan sebuah bukti dan semalam dia juga mengikuti Desi dan merekam yg di lakukan Desi


"Apa ini benar".ucap Fathan tak percaya


"Tentu mana ada video bisa di edit aku ini sahabat mu Fathan jadi ngak mungkin la aku menipu mu udah ku bilang Naira lebih baik dari pada Desi" .ucap Daffa


"Aku harus bertemu dengan Desi".ucap Fathan geram karna Desi sudah menipu nya


"Hei aku yg menyelidiki nya jadi aku harus ikut."ucap Daffa ikut bersama Fathan untuk ke Apartemen Desi saat mereka ingin turun dari mobil. Desi ingin pergi dengan seorang cowok yg ada di rekaman itu


"Dasar wanita hina".teriak Fathan


"Hei Fathan."ucap Desi santai


"Apa ini".ucap Fathan


"Ck! ayo la Fathan pernikahan itu membosankan dan kau sudah menikah dan sedikit waktu dengan ku demi pekerjaan bodoh itu" .ucap Desi sinis


"Aku ngak nyangka Desi dan kenapa kau tega menfitnah Naira."ucap Fathan marah

__ADS_1


"Aku punya dendam pribadi dengan dirinya ".ucap Desi geram


"Kesalahan terbesar ku pernah mencintai mu mulai detik ini rasa ku hilang begitu saja."ucap Fathan lalu pergi bersama Daffa


__ADS_2