Kisah Naira

Kisah Naira
06


__ADS_3

Sesuai yg di bilang mama Khaira bahwa pernikahan Fathan dan Naira hanya di hadiri pihak keluarga dan hari ini pernikahan mereka .Naira merenung nasip nya gimana bisa suami nya mencintai orang lain tapi Naira menyakinkan diri nya untuk nerima takdir


"Kakak kenapa bengong" ucap Saira ada di depan Naira


"Kau sejak kapan ada disini."tanya Naira kaget


"Mikirin apa sampai aku datang ngak tau".ucap Saira menatap kakak nya


"Bentar lagi kakak akan jadi seorang istri dan aku bakal selalu kangen sama kakak kangen di hukum kakak kangen sama nona cuek."ucap Saira berlinang air mata


"Kau kan bisa datang menemui kakak jangan nangis lagi" .ucap Naira menghapus air mata Saira


"Wah menantu bunda cantik banget bunda sampai ngak ngenalin nya".ucap bunda yg ada di ambang pintu


"Jadi kakak doang nih yg cantik aku ngak" ucap Saira cemberut


"Iya Naira dan Saira sangat cantik bentar lagi akad nya akan di mulai ".ucap bunda nya tidak berapa lama terdengar suara Fathan yg tegas dan para tama mengucap sah....


"Mari kita turun kebawah."ucap bunda nya mereka turun dan Naira duduk di dekat Fathan mereka saling memasang cincin dan saat Naira mencium tangan Fathan ada rasa di hati Fathan sampai dia mencium kepala Naira jantung nya melari maraton


"Selamat ya sayang kalian sudah sah menjadi suami istri."ucap bunda nya


"Kakak ipar jaga kakak kami ya meski kami ngak suka sama kau tapi mau gimana sekarang kakak udah jadi kakak ipar kami."ucap Gibran serius


"Jangan sampai kau menyakiti kakak ku awas saja nanti jika kau menyakiti nya ".ancam Saira serius


"Apa keluarga Nandana memeng bermuka dingin dan sering mengancam."ucap Fathan kesal .para tamu memberi selamat kepada Naira dan Fathan meraka sudah pulang tinggal keluarga mereka yg ada di situ


Di kamar Naira sudah bekemas karna malam ini Naira sudah tinggal di rumah Nickoles


Cklek


Fathan masuk melihat Naira Merapi kan barang barang nya


"Kau yakin mau menuruti permintaan mama pulang malan ini."ucap Fathan


Udah tau masih nanya.batin Naira


Tok tok tok


Karna melihat Naira sibuk Fathan yg membuka pintu


Cklek


"Apa boleh kami masuk kak".ucap Saira datang bersama Gibran


"Silakan."ucap Fathan mereka masuk mendekati Naira


"Kakak yakin mau pergi malam ini ,ini hal yg konyol karna permintaan mama kakak langsung mengambul kan nya ".ucap Saira cemberut


"Iya kakak akan pergi malam ini."ucap Naira masih dengan aktifitas nya


"Kakak ngak perlu lagi nurut sama mama sekarang ini kakak udah punya suami yg perlu kakak patuhi."ucap Saira yg mengiginkan kakak nya akan nginap beberapa hari


"Saira biar gimana pun mama itu wanita yg melahirkan kakak ,kakak harus nurut sama mama dan jika mengenai suami kakak tau sebagai istri tapi pernikahan ini hanya di dasarkan keterpaksaan bukan cinta ".jelas Naira menghentikan aktifitas nya


"Gimana nanti jika ngak ada kakak siapa nanti yg menghukum kami jika kami berbuat salah."ucap Gibran

__ADS_1


"Kalian ini ,meski kakak jauh tapi kakak akan tau apa yg kalian lakukan jika kalian berbuat salah maka kakak langsung menghukum kalian."ucap Naira memeluk adik adik nya


"Kalian jaga diri baik baik inget jangan terlalu berdebat sama mama berusaha untuk mengalah".ucap Naira dengan mata berkaca kaca


"Iya kak."ucap kedua nya mereka berpelukan


Ternyata dia penyayang juga dengan keluarga nya ngak nyangka aku Naira seperti ini.batin Fathan


"Kak besok aku ingin ikut kakak kerja ya."ucap Saira tiba tiba Naira menatap Fathan karna dia belum bilang apa boleh dia bekerja setelah menikah


"Apa".ucap Fathan melihat Naira memandang nya karna Fathan ngak ngerti maksud nya


"Kak Fathan harus lebih peka sama kak Nai karna bicara pakai mata bukan Pakai mulut.ucap Gibran santai


Bugh


"Aw ...sakit kak''.ucap Gibran memegang lengan nya karna di pukul Naira


"Apa kau pikir kakak ini bisu apa bicara pakai mata."ucap Naira kesal


"Maksud ku apa boleh aku bekerja ".tanya Naira ke Fathan


"Kenapa harus meminta izin tentunya boleh".jawab Fathan cepat


"bunda bilang jika aku mau pergi atau kemana mana harus izin sama kamu."ucap Naira santai


"Ck ck ! SUAMI benar benar."ucap Saira menekan kata suami


"Kenapa ".tanya Naira selesai dengan barang barangnya


"Berarti jika mau ketemu kakak kita harus izin dong".ucap Gibran cemberut


"Jangan banyak senyum barang nya udah siap untuk di bawah pergi".ucap Naira santai


"Apa kau memerintah ku."ucap Fathan kesal


"Jika kau tidak mau ya sudah aku bawah sendiri aja ".ucap Naira kesal


"Ok ok ,aku yg bawa."ucap Fathan mengalah


"Sepertinya kakak ipar kita suami yg terzholimin".ucap Saira tersenyum mengejek


"Ngak adik ngak kakak semua nya nyebelin".ucap Fathan membawa barang Naira ke bawah


"Sebenarnya aku masih ngak rela meski kak Fathan orang yg baik tapi kan cinta nya milik orang lain aku ngak mau nanti kakak sedih."ucap Gibran


"Kalian tenang aja kakak akan baik baik aja meski Fathan mencintai orang lain kakak ngak peduli yg terpenting kebahagiaan kita bersama".ucap Naira memeluk adik adik nya


"Jangan kebanyakan drama tuan putri cepat pergi dari sini aku sudah muak dengan drama mu".ucap mama nya sinis


"Mama jangan mulai deh".ucap Saira males untuk debat dengan mama nya Naira mendekat mama nya


"Ma aku pergi dulu jaga kesehatan mama".ucap Naira lembut


"Tentu saja aku akan selalu sehat karna aku ngak akan liat kamu".ucap mama nya sinis


"Ma apa boleh aku peluk mama untuk pertama dan terakhir kali nya". ucap Naira penuh harap dan ingin memeluk mama nya tapi

__ADS_1


Brak


"Jangan pernah memeluk ku".ucap mama nya mendorong Naira sampai terjatuh


"Mama".teriak Saira


"Kakak ngak papa".ucap Gibran membantu Naira berdiri


"Apa ada yg sakit kak".tanya Saira cemas


Rasa sakit ku tidak sebanding sakit hati ku.batin Naira


"Aku ngak papa mending kita turun mungkin Fathan dan bunda udah nungguin kita".ucap Naira lalu turun kebawah


"Kakak pergi dulu ya jaga diri kalian."ucap Naira


"Ma aku pergi".ucap Naira lagi


"Udah cepat pergi dari sini."ucap mama nya sinis


"Naira udah jadi menantu ku dan aku akan menyayagi nya ngak kayak kamu".sindir bunda nya mereka pergi meski Naira ngak rela meninggal kan rumah itu tapi Naira harus nerima itu semua sepanjang jalan Naira hanya diam meski di ajak bicara bunda Naira hanya menjawab singkat sesampai di kediaman Nickoles


"Fathan bawa barang barang Naira masuk bunda mau bicara sama Naira dulu".ucap bundanya


"Iya bun."jawab Fathan


"Ayo sayang kita bicara di kamar bunda dulu ."ucap bunda nya mereka pergi ke kamar bunda Nia


"Selamat datang Naira di kediaman papi maaf tadi papi ngak nungguin kamu karna cucu papi sangat rewel."jelas papi nya


"Cucu maksud nya".tanya Naira bingung karna setau Naira hanya Fathan anak mereka


"Iya cucu Fathan mempunyai kakak perempuan dan sudah menikah mempunyai anak" .jelas papi nya


"Kenapa dia ngak dateng tadi."tanya Naira


"Itu semua karna mak lampir itu yg ingin pernikahan di percepatan jadi nya mereka ngak bisa datang karna mereka ada di luar negri".jelas papi nya


"Dia mama ku p...pi."ucap Naira canggung


"Oh ya bun tadi bunda mau ngomong apa" .ucap Naira lagi


"Bunda dan papi mutusin kami ngak akan memaksa kamu bunda tau kalian menikah karna terpaksa dan bunda juga tau bahwa Fathan mempunyai kekasih tapi bunda banyak alasan untuk menikah kan kalian yg pertama karna kekasih Fathan itu wanita tidak baik bunda ngak mau masa depan Fathan rusak karna wanita itu yg kedua saat kau berumur 2 tahun ayah kamu pernah bilang sebelum kami pergi jika suatu saat nanti dia udah tiada dan mama mu masih membenci dan tidak nerima kamu dia meminta anak laki laki kami menikahi kamu dan bunda juga senang mempunyai menantu kayak kamu jadi bunda ngak akan memaksa kalian untuk tidur bersama bunda hanya ingin kamu nyaman tinggal di rumah yg sederhana ini".jelas bunda nya


"Dan itu juga demi ngelindugi kamu dari mak lampir itu."ucap papi nya


"Bun rumah ini lebih besar dari rumah ayah yg penting penghuninya saling menyayangi meski rumah nya gubuk itu akan terlihat bahagia dan papi walau sejahat apapun mama Khaira sebenci apa dia sama aku dia tetap orang yg melahirkan ku aku sangat menyayangi mama."ucap Naira lembut


"Seperti yg bunda bilang tadi apa boleh Naira tidur di ruang lain tidak bersama Fathan".ucap Naira takut yg benar saja seorang Naira bisa takut tapi bukan takut di marahin tapi takut nanti bunda dan papi yg menyayangi nya tidak suka dengan ucapan nya dan membenci nya


"Sebenarnya papi ingin kalian tidur bersama dan memberikan cucu yg lucu" .ucap papi kecewa


"Papi ! bunda juga berharap tapi kebahagiaan Naira jauh lebih penting dari pada keinginan kita ,kita harus terima keputusan Naira dan Fathan".ucap bunda nya


"Terimakasih bun pi".ucap Naira karna merasa kasih sayang orang tua yg sebenarnya dan lengkap


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa comen and like dan terimakasih


__ADS_2