
''Mama."teriak Naira
"Gimana kabar mu."ucap nya
"'Mama aku merindukan mama."ucap Naira
"'Hahaha ! kau tak Merindukan ayah mu".ucap mama nya
"Iya ma aku juga rindu ayah.''ucap Naira
"Baik la aku akan mengirim kamu ketemu sama ayah mu."ucap mama nya menodong kan senyata nya
"Kenapa mama melakukan ini''.ucap Naira Desi selalu tau apa kelemahan Naira
"Membunuh mu".ucap mama nya
"'Baik la ma aku juga sudah lelah hidup selalu di benci mama sekarang tembak aku dengan menatap mata ku."ucap Naira maju lebih dekat dengan mama nya .mama nya tidak bisa menembak naira tangannya gemetar
Dor
Naira terjatuh ke lantai peluru nya mengenai kaki Naira
"Naira".ucap mama nya panik melihat darah Naira
''Aku menyayangi mama pergi la ma ini bukan peluru mama tapi Desi yg menembak".ucap Naira karna di depan Naira ada kaca Naira melihat Desi ingin menembak mama Khaira jadi Naira maju karna Desi ingin membunuh mama Khaira di depan mata Naira
"Kok meleset ya hahhaha ".ucap Desi tertawa dan masuk
"Kau menguji kesabaran ku Desi".ucap Naira berdiri
"Hahaha! kita liat Naira siapa yg bertahan apa kau sanggup melihat mama mu mati di tangan ku".ucap Desi
"Maaf tante kehancuran Naira adalah kematian tante aku harus membunuh tante.''ucap Desi lagi
"Pergi la ma mungkin Saira ada di depan ".ucap Naira dan mama nya pergi
"Kurang ajar kau Naira" .ucap Desi ingin menembak mama Khaira lagi tapi Naira berhasil memukul Desi hingga terjatuh dan Naira lari dengan kaki pincang
####
''Mama kok ada disini."ucap Saira ingin masuk karna Saira menelusuri jalan sepi itu dan ternyata ada mobil penculik tadi
"Mama salah membantu Desi ternyata dia ingin membunuh mama dan Naira".ucap mama nya
"Apa yg mama lakukakan terhadap kak Nai."ucap Saira
"Tadi saat mama ingin menembak Naira."......belum selesai ucapan mama nya Naira berteriak
"Saira pergi la bersama mama, Desi sudah gila."teriak Naira
"Kita pergi bersama kak". teriak Saira
"Kita harus cepat pergi dari sini Desi sudah gila dia tidak waras".ucap Naira menghampiri Saira
"Kaki kakak kenapa".ucap Saira
"'Kaki kakak ngak papa cuman terkena peluru sedikit."ucap Naira
"Kita harus cepat ".ucap Naira
"Naira tunggu."teriak Desi
"Kalian duluan saja biar aku mengalihkan Desi''.ucap Naira
"'Tapi kak". ucap Saira
__ADS_1
"Sekarang Saira."bentak Naira ,Saira menunggu di dalam mobil dan ingin menjemput Naira dengan mobil
"Tapi kakak kamu Sai".ucap mama nya khawatir
"Jika mama khawatir kenapa mama menembak kak Naira ini semua gara gara mama jika mama tidak membantu Desi ini semua tidak akan terjadi."ucap Saira memutar mobil nya untuk menemui kakak nya
''Jika dia ke jalan kau langsung tabrak dia".perintah Desi ke suruhan yg ada di dalam mobil
''Sebaik nya aku lari supaya Desi tidak bisa mengejar ku."gumam Naira berlari
"Sekarang" .perintah Desi saat Naira ingin menemui Saira dan mama nya di sebrang jalan
Bruk
Naira terpental dan mobil itu segera pergi Naira di tabrak dengan kecepatan tinggi
"Kak Nai".teriak Saira berlari menemui Naira
"****** kau Naira hahahh".ucap Desi tertawa puas
"Kakak bertahan aku mohon kak hiks hiks."ucap Saira menangis
"S....Saira a.aku...".ucap Naira tak sanggup bicara
"Kakak tenang aku akan bawa kakak ke rumah sakit."ucap Saira memampa kakak nya masuk ke dalam mobil mama nya hanya syok dan terdiam
"Ma kita ke rumah sakit sekarang". ucap Saira dan mama nya melajukan mobil nya
"S...Saira k.kakak susah bern...afas".ucap Naira lemah
"Tidak kak kakak harus bertahan hiks hiks kakak ngak boleh ninggalin aku hiks hiks" .ucap Saira menangis
"S....Saira.....k.kakak mmau tidur semuanya sudah gelap kakak lelah".ucap Naira mulai melemah dan menutup mata nya
"Kakak bangun jangan tinggal kan aku kak hiks hiks aku mohon hiks hiks."ucap Saira tidak terasa air mata mama nya juga ikut mengalir Saira memeriksa denyut nadi Naira
#####
"Kalian kenapa beramai ramai kesini".ucap Fathan karna Gibran menemukan Dapit dan Nayira di jalan mereka tinggal di rumah yg biasa
"Aku mau jelasin sesuatu Gibran bilang karna aku kamu bertengkar dengan Naira".ucap Dapit
"Aku tak tahu tapi yg pasti aku harus meminta maaf sama Naira".jawab Fathan
"Sebenarnya semenjak aku mengkhianati Naira aku merasa bersalah sangat karna Naira orang baik aku memutuskan pergi ke luar negri ,saat aku bertemu dengan nya dan dia memaafkan aku begitu saja aku sangat senang beban ku selama ini terangkat aku terlalu senang jadi aku memeluk nya maaf jika aku kelewatan".ucap Dapit
''Iya kak, kak Naira begitu mencintai kak Fathan kakak percaya itu ".ucap Gibran
"Aku....'".belum sempat Fathan bicara
"Kok benda ini bersuara ".ucap Gibran
"Kau harus segera menolong kak Naira dan Saira".ucap Laila
"Baik la ayo".ucap Gibran cemas
"Aku ikut".ucap Fathan mereka pergi berlima
"Kenapa tanda merah nya ke jalan ini."ucap Gibran
"Ini kan jalan rumah sakit keluarga Nandana."ucap Laila
"Mungkin urusan nya sudah selesai dan Naira kembali bekerja di rumah sakit itu". ucap Nayira mereka menuju rumah sakit bersama
"Kak bertahan kak hiks hiks ".ucap Saira menangis dan Naira di bawah ke UGD Saira berlari menuju ruangan Deon untuk menolong kakak nya
__ADS_1
Brak
"Deon".ucap Saira masuk ke ruangan Doen yg ternyata bicara dengan mama nya dan seorang wanita Saira tidak mempedulikan nya yg penting adalah keselamatan kakaknya
"Dasar wanita tidak tau sopan santun ini Deon wanita yg kau cintai kenapa dia menangis kau tak melakukan sesuatu kan Deon."ucap mama nya
"Tante boleh hina saya dan mungkin saya akan melakukan apa pun tapi aku mohon tante".ucap Saira berlutut di depan mama nya Deon
"Saira kau bisa kehilangan harga diri berdiri kau tak pantas melakukan ini".ucap Deon
"Aku mohon Deon aku akan melakukan apa pun aku tak butuh nama baik dan semua ini ku mohon selamat kan kakak ku aku janji akan melakukan apa pun asal kau tolong kakak ku hiks hiks".ucap Saira memohon dan menangis
"Kau tenang Saira kakak mu akan baik baik saja".ucap Deon
"Cepat Deon tadi denyut nadi kakak melemah".ucap Saira
"'Tidak Deon mama ngak izinin kamu menolong wanita ini dan sebentar lagi kau akan menikah dengan dia". ucap mama nya menunjuk wanita itu
"Baik la tidak usa menolong ku" .ucap Saira pergi .saat Naira di depan ruangan UGD terdapat 2 dokter perempuan
"Kalian selamat kan kakak ku". ucap Saira dingin
"Nona kehidupan ada ditangan tuhan kita perlu banyak berdoa'".ucap dokter itu
"Jika kakak ku tidak selamat akan ku hancurkan rumah sakit ini".bentak Saira
"B..baik nona."ucap dokter itu takut melihat kemarahan Saira dokter itu segera menangani Naira
"Kakak".ucap Gibran datang bersama yg lain
"Gimana kak Naira kenapa kakak ada disini dan juga kenapa baju kakak banyak darah".ucap Gibran
"Hiks hiks ka...kak Naira hiks hiks tertabrak dan dia banyak mengeluarkan darah hiks hiks".ucap Saira menangis
"A.....apa yg kau katakan Saira".ucap Fathan merasa lemas dan rasa nya jantung nya berhenti berdetak
"Nona kami harus mendapatkan donor darah nona Naira banyak mengeluarkan darah di tambah tembakan di kaki nya yg di paksa untuk berlari."jelas dokter Fathan mengabari tentang keadaan Naira kepada orang tua nya dan mereka Segera meluncur
"Lakukan yg terbaik dokter."ucap Saira
"Iya nona''.ucap dokter
"Liat la wanita ini menyedihkan sekali" .ucap wanita itu
"Kau benar sayang dia tidak pantas bersanding dengan Deon".ucap mama nya Deon
"Jaga bicara anda nyonya dan tuan Deon wijaya sebaiknya mama tuan pergi dari sini sebelum amarah ku keluar" .ucap Saira dingin seperti kakak nya
"Siapa kau berani memerintah kami".ucap wanita itu Gibran ingin bicara tapi Saira memberi kan isyarat
"Nama ku Saira Nandana tak ada satu pun yg berani menolak perintah ku jika ada yg berani menolak nya akan tau akibat nya."ucap Saira tajam
"Keluarga Nandana."gumam mama Deon yg ketakutan
"Sebaiknya mama pergi dari sini''.ucap Deon mengantar mama nya
"'Apa keluarga Nandana menakutkan seperti itu".bisik Dapit ke Nayira
"Sebelum nya aku tak pernah melihat kak Saira marah mendengar suara nya saja membuat ku takut".ucap Laila ke Gibran
"Jangan takut ini karna kakak Saira sangat menyayangi kak Naira makan nya dia seperti itu ".ucap Gibran, Fathan sangat gelisah karna dokter belum keluar juga
"Fathan gimana keadaan Naira."ucap bunda nya datang lebih cepat dari dugaan
"Naira bun".ucap Fathan tak sanggup
__ADS_1
"Apa ini perbuatan mu Khaira kau sangat tidak waras mencelakai anak sendiri dia lahir dari rahim mu sendiri". ucap papi nya geram
"Maaf".gumam mama khaira