Kisah Naira

Kisah Naira
28


__ADS_3

Suster mulai memeriksa keadaan Nayira karna dia mulai sadar dan menatap Naira dengan tatapan sendu nya Naira hanya diam dengan tatapan tajam nya tapi tidak lupa memeriksa keadaan Nayira membantu suster


"Semuanya normal tidak perlu di khawatir kan" . ucap suster karna dari tadi Naira hanya diam


"Dokter Ira."ucap suster memegang bahu Naira yg bengong


"Dokter tidak apa apa."ucap suster itu


"Tidak sus ,oh ya sus jangan biarkan nona Nayira keluar sebelum melakukan pembayaran" .ucap Naira dingin karna Nayira ingin menahan Nayira biar dia tidak pergi lagi


"Tapi dok kata dokt."....ucap suster itu


"Saya di disini mengambil keputusan suster pergi la".bentak Naira marah


"B..baik dok".ucap suster itu lalu pergi Naira hanya diam memandang Nayira kebiasaan Naira dia tidak akan bicara jika tidak orang mendahului nya setelah 15 menit hening membuat Nayira membuka suara


"Ternyata kau sudah menjadi dokter tapi kau sedikit berubah pemarah dan pendiem".ucap Nayira


"Aku berubah karna perbuatan mu".jawab Naira


"Emm aku minta maaf kejadian 3 tahun lalu."ucap Nayira menundukkan kepala


"Kenapa kau lari jika bertemu dengan ku dan Kalisya".ucap Naira dingin


"Aku salah dan mengkhianati persahabatan kita".jawab Nayira


"Gibran kau sibuk tidak."ucap Naira di balik telpon nya karna Naira akan mempertemukan Laila dan Nayira baru dia akan bertanya kejadian 3 tahun lalu


"Aku lagi di kantor kak".ucap Gibran di telpon


"Kakak lagi kerja di rumah sakit keluarga kita apa kau bisa membawa Laila ke rumah sakit karna kakak merindukan nya".ucap Naira


"Kayak nya cuman Laila nih yg kakak rindukan".jawab Gibran


"Ck!apa kau cemburu".ejek Naira kesal


"Becanda kak,tapi kak jika aku membawa Laila nanti mama bisa marah".ucap Gibran


"Urusan mama biar aku yg urus kau tinggal membawa Laila ke sini bilang sama Laila kakak ada di ruangan xxx ".ucap Naira


"Iya kak aku akan mengantar Laila tapi aku hanya mengantar nya".ucap Gibran


"Tidak masalah".ucap Naira


Tut


"A...apa yg akan kau lakukan pada Laila".ucap Nayira khawatir


"Yg tidak bisa kau bayangkan".ucap Naira tersenyum misterius


"Kau sudah berubah Nai jangan kau hukum adik ku dengan kesalahan ku".ucap Nayira


"Diam".bentak Naira kesal karna sahabat nya ini tidak pernah memahami nya setelah 30 menit menunggu Laila datang dan langsung menuju ruangan yg di bilang Gibran tadi. Nayira hanya bersembunyi di bawah selimut nya karna tidak mau bertemu dengan adik nya


Cklek


"Kenapa lama sekali".ucap Naira ke Laila


"Maaf kak jalanan macet."ucap Laila melepas pelukan nya


"Kakak kenapa memanggil ku kesini".ucap Laila lagi karna mendengar bahwa suasana nya baik baik saja Nayira mengintip sedikit melihat mereka


"Ngak boleh jika kakak kangen."ucap Naira


"Itu siapa kak kenapa dia nutup wajah nya".ucap Laila

__ADS_1


"Hanya pasien kakak mungkin dia malu bertemu dengan mu karna kamu lebih cantik dari pada dia".jawab Naira


"Kakak bisa aja".ucap Laila mulai terbiasa


Kakak sangat merindukan mu Laila maafkan kakak.batin Nayira menangis di bawah selimut nya


"Laila jika kau bertemu dengan Nayira apa yg akan kau lakukan".ucap Naira


"Andai kak'' .jawab Laila tersenyum


"Jika kakak bilang itu kakak kamu gimana".ucap Naira


"Kakak jangan becanda kak Yira ngak ada di kota ini".jawab Laila


"Temui la dia bicara la pada nya".ucap Naira


"Kau nampak kan wajah mu atau aku paksa".ucap Naira dingin Nayira mulai membuka selimutnya


"Kak yira "ucap Laila mendekati Nayira


"M...maafkan kakak Laila."ucap Nayira memeluk Laila


"Kakak kenapa mengusir Laila dari rumah Laila menderita kak tidak ada yg nolongin Laila hidup lontang lantung di jalan dan bersyukur Laila mempunyai teman yg ngizinin Laila tinggal bersama nya".ucap Laila menangis


"Maafin kakak Laila andai kau tau apa yg kakak rasa sekarang, tinggalla bersama kakak kita hadapi bersama".ucap Nayira


"Aku ngak bisa kak".jawab Laila menatap Naira


"Kenapa ngak bisa kau adik ku sekarang kau akan tinggal bersama kakak."ucap Nayira mengengam tangan Laila


"Kalian tidak bisa tinggal bersama."ucap Naira santai


"'Dia adik ku tidak ada yg bisa melarang aku tinggal bersama nya".ucap Nayira


"Aku akan bayar semuanya tak perlu bantuan mu lagian meski aku mengusir nya itu aku mempunyai alasan dan sekarang aku akan tinggal bersama nya memperbaiki kesalahan ku nona Naira Nandana."ucap Nayira kesal


"Hahaha ! memperbaiki kesalahan kau sudah terlambat nona Nayira Mecca".ucap Naira dengan tawa nya


"Maksud kamu".ucap Nayira binggung


"Dia yg kau bilang adik sudah menjadi adik ipar ku dan dia akan tinggal di rumah Nandana kau tak bisa mengambil nya".jawab Naira


"Maafin aku kak tidak mencari kakak tapi aku ngak tau ke beradaan kakak aku ngak bisa tinggal bersama kakak karna aku harus ikut dengan suami ku".ucap Laila


"'Tidak mungkin kau tinggal di sana nanti mereka menyiksa mu dan kau Naira kenapa kau tak memberi tau ku" .ucap Nayira geram


''Bukan kah aku sudah memperingati mu saat itu"'.ucap Naira


"Kau hanya bilang jangan perduli kan adik ku aku ngak tau maksud nya apa".jawab Nayira


"Karna aku lagi marah dan kesal sama kamu".teriak Naira


"Sudah la kak aku bahagia kok tinggal disana kak Saira dan mas Gibran baik kok sama aku kakak tenang aja".ucap Laila


"Laila ,Naira ini sudah berubah dia tidak seperti dulu lagi".ucap Nayira


"Kakak kak Naira tidak seperti yg kakak bilang dia sama kok seperti dulu hanya saja dia sedikit pendiam dan pemarah hehe".ucap Laila


"Apa kau lagi mengejek ku".jawab Naira kesal


"'Maaf aku hanya jujur."ucap Laila


"Apa tadi kau di kantor".ucap Naira


"Iya kak tapi tenang saja aku udah izin kok sama kak Saira" .ucap Laila

__ADS_1


"Aku akan bilang sama Saira untuk Menganti posisi mu untuk menjadi asisten sekaligus sekretaris Gibran".ucap Naira tersenyum


Ini Naira yg aku kenal tapi kenapa dia jadi pemarah dan pendiem apa karna aku.batin Nayira


"Ngak usa kak aku sering deg degan saat dekat dengan mas Gibran ".jawab Laila polos


"Hahahaha ! kau ini jujur sekali."tawa Naira


"Itu bagus dong itu bearti kau mulai ada rasa" .ucap Naira lagi


"Tapi kak nanti mas Gibran marah".ucap Laila


"Siapa yg melawan perintah ku apalagi Gibran dia ngak akan berani melawan kakak".ucap Naira


"Sekarang kembali la ke kantor kau sudah lama pergi nya kasian Saira besok aja jenguk nya" .ucap Naira lagi


"Apa boleh kak".jawab Laila


"Boleh dong yg penting kau izin dulu sama Gibran".ucap Naira


"Terimakasih kak".jawab Laila senang


"Iya bentar ya kakak suruh orang buat antar kamu".ucap Naira mengambil hp nya


"Keruangan xxx sekarang ngak pakai lama."ucap Naira di telpon


Tut


"Kau akan pergi lagi."ucap Nayira ke Laila


"Maaf kak aku ngak bisa lama tapi aku janji akan datang besok."ucap Laila


"Urusan mu sama Laila sudah selesai giliran urusan kita belum selesai".ucap Naira


Cklek


"Iya nona."ucap nya


"Deon kau bisa kan mengantar kan Laila ke kantor Nandana".ucap Naira


"Tapi nona saya banyak kerjaan".jawab Deon


"Rumah sakit ini milik ku kau bekerja dengan ku dan aku menyuruh mu mengantar nya apa kau tidak mau."ucap Naira tajam


"I..ya nona saya mau."ucap Deon


"Bagus jangan pernah membantah ku dan perlu kau tau dia ini asisten Saira hanya memberi informasi karna kau mau mengantar nya".ucap Naira


"Benarkah nona apa nanti saya bisa menemui nya".ucap Deon semangat


"Jika dia mau aku beri waktu 1jam untuk kembali lagi kesini".ucap Naira


"Apa tidak bisa seharian nona".ucap Deon


"Kau ini di kasih hati minta jantung yg perlu kau lakukan apa Saira mau bertemu dengan mu karna mama mu sudah menghina keluarga Nandana dan bersyukur mama mu tak dapat masalah".ucap Naira


"Saya yakin nona tidak akan melakukan nya".ucap Deon


"Kau jangan lupa Deon siapa aku Naira Nandana jika ada yg menganggu kehidupan ku aku tak segan menghancurkan nya".ucap Naira tajam


"Sebaiknya saya mengantar nya nona".ucap Deon menelan Saliva nya


"Baik la''.ucap Naira


"Kak aku pergi dulu semoga kakak cepat sembuh".ucap Laila lalu pergi setelah kepergian Laila. Naira duduk di dekat Nayira dengan tatapan tajam nya

__ADS_1


__ADS_2