Kisah Naira

Kisah Naira
50


__ADS_3

"Fathan hari ini kita akan ke rumah teman papi untuk membicarakan masalah pernikahan kamu dan anak teman papi".ucap papi nya


"Pi sudah aku bilang aku ngak mau aku sudah mempunyai istri dan aku sangat mencintai nya berhenti memaksa ku menikah lagi".ucap Fathan kesal


"Naira sudah ninggalin kamu Fathan dia juga sudah berkhianat berhenti mencintai nya" .ucap papi


''Pokoknya aku ngak mau pi'" .ucap Fathan lalu meninggal kan meja makan


"Kau mau kemana Fathan".teriak papi nya


'"Pergi nemuin istri ku."teriak Fathan kesal


"Jika berani papi akan mencelakai Naira".teriak papi nya marah


"Pi kenapa, sekarang ini Naira membutuhkan ku kita tidak tau alasannya pergi itu apa".ucap Fathan


"Jika kau berani menemui Naira papi akan membuat kau menyesal seumur hidup".ucap papi nya marah


"Bunda kecewa sama papi apa demi kebencian papi pada Naira papi rela mengorbankan kebahagiaan anak sendiri".ucap bunda nya kecewa


#####


"Zahra aku ngak kuat ini menyakitkan" .ucap Naira pelam karna menjalankan kemotrapi nya


"Nyonya harus kuat di luar anak anak sudah menunggu kesembuhan nyonya".ucap Zahra menyemangati


"A.....a.aku tidak kuat Zahrah sakit sekali".ucap Naira


"Nyonya berjuang la demi anak anak dan tuan Fathan".ucap Zahra tak tega


''Kau ini dia kan akan menikah".ucap Naira tersenyum kecil


"Zahra panggil kan anak anak ku".ucap Naira lagi


"Baik la tunggu sebentar."ucap Zahra lalu keluar


Di luar sudah ada anak anak Naira dan mama nya yg menunggu


"Tuan muda tuan kecil dan tuan putri di panggil bunda jangan lupa semangati bunda biar tetap bertahan dan kuat."ucap Zahrah meneteskan air mata


"Apa bunda akan sembuh Zahrah."ucap Tathan


"Tentu saja bunda kan kuat".ucap Zahra dan mereka masuk ke ruangan Naira yg terbaring lemas


"Bunda rindu ayah."ucap Athan


"Sangat."jawab Naira berusaha tersenyum


''Mau aku temuin ayah''.ucap Athan


"Kau ini ,bunda hanya butuh kalian karna kalian kekuatan bunda ".ucap Naira


"Kami sayang bunda jangan menyerah".ucap Tathan


"Iya peluk dan cium bunda dong biar bunda kuat."ucap Naira mereka mencium dan memeluk Naira


"Saya terharu dengan anak anak Naira meski mereka masih sangat kecil tapi mereka kuat dan ngerti yg bunda mereka alami".ucap mama Khaira menghapus air mata nya


"Nyonya Khaira benar demi kesehatan nyonya Naira mereka rela tidak menikmati masa kecil mereka selalu menemani nyonya Naira saat sakit apa lagi tuan Athan bahkan dulu dia sering bertanya keberadaan tuan Fathan dan menemuinya untuk menghilangkan kerinduan nyonya Naira biar cepat sembuh setiap hari saya selalu terharu melihat mereka".ucap Zahra menghapus air mata nya


"Sayang bunda mau tidur kalian peluk bunda ya".ucap Naira


"Iya bun".ucap mereka dan naik ke kasur Naira memeluk nya untuk memberikan kekuatan setelah Naira tertidur mereka keluar menemui dokter Zahra


"Nenek tau dimana ayah".ucap Tathan


"Kenapa sayang".ucap mama Khaira mengelus pipi Tathan


"Mau bertemu ayah".jawab Tathan


"Zahra apa ada nya ayah bunda akan cepat sembuh".ucap Athan


"Tuan muda bunda butuh kekuatan dan kalian la kekuatan bunda".jawab Zahra menunduk mensejajarkan tubuh nya


"Bunda tersiksa Zahrah ngak ada ayah bunda merindukan ayah jika ada ayah pasti bunda akan cepat sembuh".jawab Athan


"Dokter Zahra mau ketemu ayah dimana ayah."'rengek Kiara


"Nenek bisa anter kami ke temu ayah".ucap Tathan


"Nenek ngak bisa sayang nenek harus jagain bunda".jawab mama Khaira


"Zahrah Bagas mana".ucap Athan


"Disini tuan muda".ucap Bagas yg baru datang


"Bagas mau ketemu ayah."ucap Kiara


"Tuan putri nanti aja ya bertemu ayah nya" .ucap Bagas berjongkok


"Sekarang Bagas bunda membutuhkan ayah."ucap Athan


"Aku takut mereka tidak di terima saat ke sana nanti".ucap mama Khai


"Ayo Bagas".rengek Kiara


"Anter kan saja sayang kasian mereka kau tau sendiri kan mereka bisa pergi sendiri jika tidak kita turuti."ucap Zahra


"Iya dokter Zahra benar saya percaya kan cucu bersama mu ajak la mereka menemui Fathan


".ucap mama Khai

__ADS_1


"Baik la mari ikut dengan ku kita akan bertemu ayah".ucap Bagas


"Ye ketemu ayah ".ucap Kiara senang dan mereka pergi setelah 30 menit mereka datang di sebuah rumah yg besar


"Bagas apa ayah tinggal disini."ucap Tathan


"Iya tuan kecil kemarin saya menemui tuan Fathan kesini mari kita turun nemui ayah."ucap Bagas turun di ikuti anak anak Naira


Ting nung ting Nung


"Maaf tuan mencari siapa."ucap pembantu


"Nyonya dan tuan Nickoles ada".ucap Bagas


"Iya tuan silakan masuk saya panggil kan mereka dulu duduk la".ucap pembantu


"Bagas kenapa ayah lama". ucap Kiara tak sabar


"Kalian nanti jangan panggil ayah tapi tuan Fathan karna orang tua nya ayah ngak tau siapa kalian ok".ucap Bagas karna nanti pasti ada penolakan dari papi nya


"Cari siapa ."ucap papi turun bersama bunda


"Mereka siapa Bagas". bisik Athan


"Orang tua nya ayah."bisik Bagas


"Kalian sangat mirip dengan anak nenek."ucap bunda mendekat


"Kami tampan ya nek".jawab Tathan


Itu kan orang kemarin dia kenapa kesini dan mereka siapa apa..tapi ngak mungkin.batin bunda Nia


"Kami datang ke sini mau ketemu tuan Fathan apa bisa."ucap Bagas


''Mau apa ketemu dengan anak saya".ucap papi nya curiga


"Ada masalah pekerjaan tuan".bohong Bagas tanpa sepengetahuan mereka pembantu nya memberi tau Fathan


''Bicarakan dengan saya jika ada masalah dengan pekerjaan tidak ada yg bisa bertemu Fathan kecuali dia menikah".ucap papi


"Abang orang ini menyebalkan sekali melarang kita bertemu ayah."bisik Tathan


''Bersabar la Bagas lagi bicara" .ucap Athan


"Tidak bisa tuan saya harus ketemu dengan tuan Fathan karna saya bekerja dengan nya ini nama nya tidak proposional jika tuan yg memeriksa nya".ucap Bagas


"Kau pasti berbohong kata kan mau apa kalian". ucap papi nya marah


"Bagas paksa aja jika tidak mau aku mulai kesal."ucap Athan santai


"Anak anak ayah".teriak Fathan berlari menuju mereka


"Ayah merindukan kalian''.ucap Fathan memeluk mereka


"Siapa mereka Fathan kenapa dia memanggil kamu ayah dan kamu anak."ucap bunda nya penasaran


"Ngak liat kami setampan diri nya".ucap Athan kesal


"Mereka anak anak ku bun".ucap Fathan


"Tidak mungkin."teriak papi nya


"Mereka orang tua ayah".ucap Tathan


"Iya ini kakek dan nenek Nia''.ucap Fathan tersenyum


"Apa boleh kami memaki nya mereka sangat menyebalkan mereka melarang kami ketemu dengan ayah."ucap Athan kesal


"Apa mereka anak kau dan Naira Fathan."ucap bunda nya senang


"Iya bun."jawab Fathan


"Mereka pasti bukan anak kau Fathan mereka pasti anak orang lain mungkin Naira hamil dengan orang lain dan tidak ada ayah nya jadi dia bilang anak kamu kau jangan tertipu".ucap papi


"Jangan sembarangan menunduh nyonya saya ."ucap Bagas emosi


'"Memang kenyataan seperti itu kenapa kau marah".ucap papi nya


''Diam la nama ku Athan Nickoles tidak ada yg bisa menyakiti bunda ku dan kau apa kau menghina bunda ku".ucap Athan kesal


"'Ya benar".ucap Tathan


"Pi meski Naira tidak bilang secara langsung siapa mereka aku yakin mereka anak ku darah daging ku".ucap Fathan


"Kenapa dia tidak memberi tau kita jika dia hamil."ucap papi nya


"Ayah pergi la bersama kami bunda membutuhkan ayah''.ucap Kiara


"Jangan karna kekecewaan dan ego mu kau tidak mengakui mereka cucu kita liat mereka sangat mirip dengan Fathan siapa nama kalian."ucap bunda


"Abang ku Athan Nickoles aku Tathan Nickoles dan adik ku Kiara Nandana".ucap Tathan


"Katakan siapa nama orang tua kalian".ucap bunda


'"Bunda ku Naira Nandana dan ayah ku Fathan Nickoles."jawab Tathan


''Gimana bisa."ucap papi tak percaya


"Ayah ayo nemuin bunda". rengek Kiara


"Tidak boleh"'.bentak papi ke Kiara

__ADS_1


"Hiks hiks abang hiks hiks."ucap Kiara menangis


"Sudah jangan nangis kita pasti bisa bawa ayah kau lupa abang ini Athan Nickoles yg bisa melakukan apa pun".ucap Athan memeluk adik nya


"Kalian akan menyesal melakukan ini.'"ucap Bagas geram


"Bang aku ngak tahan jika dia ngak izinin kita, culik aja ayah".ucap Tathan


"Diam la kau lupa apa yg di bilang bunda jika kita menculik ayah itu menyakiti bunda".ucap Athan kesal


"Kalian memang pintar sayang tenang bukan kah kita Nickoles bisa melakukan apa pun."ucap Fathan senang


"Jadi Kiara ngak ikut".ucap Kiara cemberut


"Ikut dong''.jawab Fathan


"Papi izinin atau tidak aku akan tetap pergi ."ucap Fathan mengandeng anak anak nya


"Jika kau pergi kau tidak akan mendapatkan harta papi dan Naira akan meninggal kan kau lagi."ucap papi nya marah


"Aku yakin pi Naira meninggalkan aku bukan karna harta aku akan tetap pergi".ucap Fathan mengandeng anak anak nya


"Tunggu Fathan bunda ikut.''ucap bunda nya ikut bersama Fathan


"Ayah tau bunda setiap hari selalu merindukan ayah."ucap Tathan


"Oh ya."ucap Fathan semangat


"Kalian tak benci ayah."ucap Fathan


"Tidak ayah bunda selalu bercerita tentang ayah ."ucap Kiara


"Jika bunda kalian merindukan ayah kenapa dia meninggal kan ayah".ucap Fathan di mobil yg di kendarai Bagas


"Biar nyonya nanti menceritakan semua nya tuan kami tidak berhak."ucap Bagas setelah 30 menit mereka sampai di rumah sakit


"Rumah sakit."gumam bunda Nia


"Sebenarnya Naira sakit apa Bagas."ucap Fathan


"Kita masuk aja tuan."ucap Bagas turun bersama mereka menuju ruangan Naira dan di depan sudah banyak orang berkumpul


"Nia hik hiks putri ku Nia".ucap mama Khai menangis dan memeluk bunda Nia


"Naira kenapa Khai".ucap bunda


"N....n.Naira terkena kanker otak dan keadaan semakin memburuk".ucap mama Khai


"Bunda".ucap Athan berlari menemui Naira yg terbaring dengan wajah pucat nya


"Bunda Athan sudah membawa ayah bangun la kita akan sama sama".ucap Athan mendekati Naira


"Tuan muda jangan sembarang masuk nanti menganggu istirahat bunda".ucap Zahra menganjak Athan keluar


"Paman Deon kan dokter juga bantu Zahra mengobati bunda paman".ucap Athan menarik baju Deon


"Iya bunda kalian pasti sembuh tapi butuh waktu ya, banyak la berdoa".ucap Deon


"Boleh aku bertemu dengan Naira".ucap Fathan kaki nya merasa lemas memasuki ruangan Naira


" Tapi jangan terlalu berisik tuan".ucap Zahra mempersilakan Fathan mendekat mengamati wajah Naira yg terlihat pucat tapi tetap tidak mengurangi kecantikan nya


"K....Kau kenapa sayang".bisik Fathan perlahan Naira membuka mata nya


"A.apa kau sudah menikah".ucap Naira hampir tidak kedengaran


"Rasa ku masi sama mana mungkin aku menikah dengan orang lain."ucap Fathan


"Tapi aku ngak mau ketemu sama kamu.''ucap Naira pelan


"Iya kau benar kau pasti tidak mau ketemu dengan ku karna aku tidak punya apa apa lagi aku menolak permintaan papi dan di usur dari rumah karna aku sangat mencintai mu".ucap Fathan hampir menangis


"Kau sedih kehilangan harta mu".ucap Naira


"Aku lebih sedih kehilangan mu".ucap Fathan


"Jika begitu pergi la lupakan aku sebelum semua terlambat".ucap Naira


''Aku harus pergi kemana aku tidak punya apa apa aku hanya punya cinta ku tapi kau mengusir ku."ucap Fathan yg pura pura ingin pergi


"Fathan."ucap Naira dan Fathan kembali lagi


"Jangan tinggal kan aku".ucap Naira menangis


"Tidak akan."ucap Fathan meneteskan air mata nya


"Kau jelak saat nangis".ucap Naira menghapus air mata Fathan


"Di luar banyak orang kau ingin menggoda ku."ucap Fathan tersenyum


"Kau tak pernah berubah."ucap Naira


"Sini fathan aku mau bicara sesuatu".ucap Naira menyuruh Fathan menempel kan telinga nya biar lebih mudah bicara nya


"Aku mencintai mu seperti kau mencintai ku aku merindukanmu seperti kau merindukan ku rasa ini tak pernah berubah sama seperti dulu


l l....l.love you pemalas".ucap Naira


"l love you too pemarah".ucap Fathan mengecup bibir Naira sekilas


"Aku mau tidur apa boleh kau memeluk ku yg bau obat ini."ucap Naira

__ADS_1


"Tergantung kau mau di peluk orang yg tidak punya apa apa ini."ucap Fathan ikut berbaring menghadap Naira


__ADS_2