Kisah Naira

Kisah Naira
54


__ADS_3

"Nai bingung semua nya tampak tak asing tapi Nai tidak tau siapa mereka hati Nai selalu mengiginkan mereka tapi tidak dengan logika Nai ".ucap Naira


''Sabar sayang mama ngerti apa yg kamu rasakan" .ucap mama nya memeluk Naira


''Jika benar Fathan adalah suami ku tapi kenapa kalian tidak cerita pada ku ".ucap Naira


''Naira kau baru sembuh jika kami ngomong semua nya apa kau akan percaya jika kami terlalu memaksa kau mengigat semua nya itu akan membahayakan nyawa kamu sendiri".jawab mama nya menangis


"Jangan nangis ma Naira baik baik saja yg perlu Naira tau apa benar mereka keluarga Nai apa bukan".ucap Naira


''Iya sayang Fathan adalah suami kamu'' ucap mama nya dan menceritakan semua nya


''Nai kau mau kemana".ucap mama nya melihat Naira berlari


''Biar aku aja Khai.''ucap bunda menyusul Naira


Naira pergi menemui Fathan dan anak anak nya di rumahnya


"Fathan Fathan."teriak Naira berlari menuju kamar


Brak


"Fathan".gumam Naira


''Nai kau kenapa".ucap Fathan yg bersiap siap akan pergi


''Maafkan aku tidak percaya dengan mu."ucap Naira ke Fathan dan mememluk dengan erat


''Kau kenapa".ucap Fathan


"Maafkan aku tidak percaya pada mu bahwa aku istri mu" .ucap Naira


"Aku aku."ucap Naira kehabisan kata kata


"Aku tau kok aku ngarti bahwa kau sakit meski apa pun yg terjadi aku tetap mencintaimu."ucap Fathan


Naira menjinjit dan mencium bibir Fathan sekilas


''Dari awal entah kenapa saat aku melihat mu ada sesuatu di hati ku entah lah aku tidak tau." ucap Naira


''Kau menggoda ku Nai."ucap Fathan mulai menciumi Naira dan mendorong ke kasur melepaskan kerinduan setelah bertahun tahun Naira juga tidak menolak menerima apa yg di lakukan Fathan setelah melepas rindu dan kelelahan mereka tertidur dengan berpelukkan


🌞🌞🌞🌞


Sinar pagi menyinari sepasang suami istri yg tertidur dengan pulas menganggu tidur itu la yg di lakukan cahaya .


"Egghh".Naira perlahan membuka matanya merasakan ada yg memeluk nya dari belakang dan menoleh ke belakang dan kaget


"Apa yg aku lakukan semalam dasar Naira bodoh kenapa kau makin hari makin bodoh apa Zahra salah operasi kenapa bisa terjadi".gumam Naira masuk ke kamar mandi membersihkan tubuh nya


''Nai kau mau kemana".ucap Fathan melihat Naira sudah siap


"Aku aku hah mau nemuin anak anak".ucap Naira gugup


"Tungguin aku mandi dulu". ucap Fathan mencium wajah Naira sekilas dan masuk ke kamar mandi


''Ayo la Nai ada apa dengan diri mu dia hanya suami mu jangan seperti ini".gumam Naira seperti orang gila


Dret dret dret


"Iya.''ucap Naira menjawab telpon nya


Hade kakak udah cukup malam pertama nya tangan ku mau keriting nungguin kakak anggat telpon ku rindu ya rindu ingat udah tua ."ucap Gibran dengan nada menggoda


"Dasar adik sialan enak aja katain kakak tua dan...dan siapa juga yg malam pertama".ucap Naira berfikir


Hala ngak usa sok ngak tau deh cepetan ke rumah ada yg mau aku dan mama bicarain.ucap Gibran


''Iya sabar".ucap Naira


Tut


Naira turun ke bawah menunggu Fathan selesai bersiap menjemput anak anak mereka yg ada di rumah mama nya


*K*ami sudah menikah apa aku mencintai Fathan setiap aku dekat dengan nya selalu deg degan hhhmmm bikin kepala ku pusing aja.batin Naira


"Sayang ayo berangkat kenapa bengong".ucap Fathan menyentuh wajah Naira


"Hah ! i...iya".ucap Naira gugup lalu mereka meluncur ke rumah mama nya di perjalanan Naira hanya memperhatikan Fathan yg fokus menyetir

__ADS_1


''Aku tau aku tampan" .ucap Fathan tersenyum


"Ge'er kamu."ucap Naira mendorong Fathan hingga mobil mereka oleng


"Awas Fathan".ucap Naira melihat mobil mereka ingin menabrak .Fathan membanting stir nya ke kiri


''Hampir saja".ucap Fathan


"'Kau tak apa kan Nai".ucap Fathan melihat Naira memegang kepala nya


Kakak bangun kak,aku benci Naira sama kamu dasar wanita tidak tau malu.ada lintasan ingatan Naira membuat kepala nya sakit saat dulu pertama kali mereka menikah dan sebuah kecelakaan


"Aaa kepala sakit."ucap Naira menahan sakit


''Nai kau kenapa". ucap Fathan panik


''Tidak usa pegang dan peduli aku tau kau hanya pura pura baik pada ku padahal kau benci pada ku iya kan".ucap Naira dingin


"Naira itu masalalu dan sekarang aku mencintaimu kau harus percaya itu".ucap Fathan takut Naira salah faham


''Kau bisa diam tidak".ucap Naira memegang kepala nya yg terus saja melintas sebuah ingatan


''Kita kerumah sakit dulu ya".ucap Fathan lembut


''Ngak aku mau pulang".bentak Naira


"Baik la baik la ".ucap Fathan bersabar melanjutkan mobil mereka setelah sampai Naira langsung turun dan naik ke kamar nya


"Nai sini dulu mama mau bicara sama kamu dan Fathan''.ucap mama nya


"Nanti aja ma Naira ingin istirahat".ucap Naira ke kamar nya karna kepala nya sangat pusing


''Naira kenapa Fathan".ucap mama nya melihat Fathan


''Kayak nya sedikit ingatan Naira kembali tapi saat pertama kami menikah".ucap Fathan


"Oh ya ma anak anak mana."ucap Fathan


"Mereka di rumah orang tua mu''.ucap mama nya


Di lain sisi


''Aaa sakit sekali aku tidak kuat".teriak Naira karna ingatan nya melintas lagi dan pingsan


######


Naira turun dengan gontai di ruang tamu sudah ada keluarga nya yg bicara serius Naira ikut duduk dan bergabung menyilang kan kaki nya mendengar apa yg mereka bicarakan tidak lupa wajahnya yg datar


"Naira Gibran akan fokus dengan ke hamilan Laila dia tidak bisa selalu ada di kantor untuk sementara waktu mama akan menyuruh Fathan mengurus perusahaan Gibran dan Saira setuju karna kau juga berhak atas perusahaan mama juga akan meminta izin apa kau setuju".ucap mama nya menunggu keputusan Naira


"Iya kak aku ngak mau kejadian dulu terulang kembali."ucap Gibran mengusap perut Laila sedangkan Naira hanya diam dan memandang mereka semua dengan tatapan sulit di arti kan


''Kak gimana apa kakak setuju".ucap Saira melihat tatapan tak biasa Naira


"Mama kenapa tidak bicarain dari awal."ucap Naira dingin


''Iya semalam Gibran baru ngomong."jawab mama nya


''Menurut ku tak apa kak jika kak Fathan mengurus perusahaan".ucap Gibran


"Iya kak aku setuju apa yg di bilang Gibran" .ucap Saira


''Jika aku tidak setuju gimana".ucap Naira santai


"Apa alasan kakak ngak setuju''.ucap Saira kesal


"Tak apa Sai jika Naira tidak mengizinkan."ucap Fathan


"Kak biarin kak Fathan mengurus nya". ucap Gibran


"Tetap kakak ngak setuju".ucap Naira


"Alasannya".ucap Gibran dan Saira bersama


"Aku membenci nya''. ucap Naira dan Fathan rasanya ingin teriak sekeras mungkin Naira bisa berubah


"Aku tak percaya".ucap Deon memicingkan mata nya


"Maksud mu".ucap Naira tersenyum misterius

__ADS_1


"Aku tak percaya jika kakak membenci kak Fathan ada sesuatu yg kakak rencana kan aku bisa baca gerak gerik tubuh kakak dan mata kakak" . ucap Deon menatap Naira


"Menurut mu apa".ucap Naira santai


"Aku tidak tau ".jawab Deon


"Terserah kalian mengambil keputusan nya apa aku tidak peduli".ucap Naira berdiri lalu pergi


"Kau mau kemana Nai mama belum selesai bicara" .teriak mama nya


''Pergi ma".jawab Naira


"Anak itu apa otak nya ikut hilang di operasi ."ucap mama nya


"Di setujui kakak Naira atau tidak aku akan tetap suruh kak Fathan mengurus perusahaan."ucap Gibran


"Aku setuju dengan Gibran."ucap Saira


"Baik la kau ajak Fathan ke kantor".ucap mama nya


"Maaf ma aku ngak mau nanti Naira marah gimana."ucap Fathan


"Udah nanti biar kami bicara sama kak Naira".ucap Gibran


''Sayang aku ajak kak Fathan dulu ke kantor" .ucap Gibran


"Iya hati hati''.jawab Laila tersenyum mereka pergi ke kantor Nandana


''Kakak pakai dulu ruangan kak Naira karna ruangan ini ngak pernah di pakai semenjak kak Naira pergi."ucap Gibran


"Iya tapi Naira ngak akan marah kan sama aku".ucap Fathan


"Ngak akan kak".ucap Gibran tersenyum Fathan mulai mengerjakan pekerjaan nya karna beberapa hari Gibran tak mengerjakan nya jadi tugas nya akan di bebankan kepada nya


"Huh! banyak banget".gumam Fathan mulai fokus. Fathan pulang sudah tengah malam dengan penampilan berantakan karna dengan pekerjaan nya di lihat nya Naira yg tertidur dengan pulas.fathan berbaring dan memijet batang hidung nya karna pusing karna kerjaan .Naira membuka mata melihat keadaan Fathan yg berantakan Naira hanya menghela nafas nya dan mengambil baju Fathan


''Jika tidak mampu jangan di paksakan".ucap Naira membantu Fathan duduk


"Nai maaf menganggu mu tidur".ucap Fathan


"Sini biar aku bantu ganti baju nya kayak nya badan kamu sedikit panas."ucap Naira meletakkan tangannya di wajah Fathan


"Tidak aku cuman ke lelahan".ucap Fathan


"Ngak usa ngeles".ucap Naira membuka kancing kemeja Fathan


''Nai''.ucap Fathan


"Hhmm".Naira mendongak wajah mereka sangat dekat


''Maafkan aku yg kau fikirkan itu tidak benar".ucap Fathan menatap wajah Naira


"Kita liat aja nanti".ucap Naira tersenyum


"Anak anak mana."ucap Fathan


"Kata nya di rumah bunda Nia" .jawab Naira


"Apa kau sudah makan".ucap Naira


"Sudah tadi ''.ucap Fathan


"Sebaik nya kau istirahat nanti kau sakit."ucap Naira membantu Fathan berbaring mengecup wajah Naira


"Istirahat la ".ucap Naira kembali berbaring


"Aku ngak ngerti dengan Naira sekali cuek marah marah baik dan seperti dulu lagi''.gumam Fathan


*K*ita liat aja besok.batin Naira dan tersenyum


Nai...


hhmm


"emm aku boleh peluk kamu".ucap Fathan


hhmm


Ada persetujuan dari Naira,Fathan segera memeluk Naira dari belakang dengan erat tidak butuh lama Fathan sudah tertidur karna kecapekan. Naira membalikkan badan nya

__ADS_1


"Maafkan aku".ucap Naira mengusap wajah Fathan lalu memejamkan matanya menghirup aroma Fathan yg menenangkan nya


__ADS_2