Kisah Naira

Kisah Naira
19


__ADS_3

"Sahabat."ucap Saira lagi


"Iya aku ngak tau jika Naira mempunyai sahabat selain Kalisyah".ucap Fathan


"Memang cuman Kalisyah sahabat ku". ucap Naira turun dari tangga


"Kakak".ucap Saira menoleh


"Gimana hubungan kau sama Deon".ucap Naira dingin


"Nai''.ucap Fathan


"Maaf.''ucap Naira Singkat


"Emm siapa yg kakak kejar apa memang dia."tanya Saira


"Ngak penting jangan di bahas lagi".ucap Naira


"Kau mau makan apa Fathan biar aku masakin."ucap Naira lagi


"Apa aja yg penting bisa di makan tapi jangan kau kasih racun" .canda Fathan karna Naira berusaha mengalihkan pembicaraan


"Kau tunggu aku liat dulu" .ucap Naira lalu pergi untuk memasak


"Kak Fathan terimakasih".ucap Saira tersenyum lalu pergi ke kamar nya


"Kenapa dia berterimakasih'."ucap Fathan bingung lalu melihat Naira


"'Kau ngapain disini'."ucap Naira melihat Fathat


"Aku bingung mau ngapain Saira ke kamar nya kau memasak ya udah aku kesini aja" .jawab Fathan menyengir


"Sana bantu tukang kebun".ucap Naira santai


"Ya kale Nai'".ucap Fathan


"Serah deh kau tidak mau mandi badan kau bau".'ucap Naira menutup hidung nya


"Enak saja ni ngak bau kan".ucap Fathan menempelkan kepala Naira di dada dan ke tiak nya


"Ih Fathan jorok ".ucap Naira berusaha melepas nya tapi di tahan Fathan


"Ih lepas Fathan awas kau ya".ucap Naira kesal


"Kau ngak akan bisa ngebalas aku".ucap Fathan semakin membekap badan Naira


"Astaga mata jomblo ku ternodai melihat sepasang suami istri ini".teriak Saira ,Fathan dan Naira menoleh di asal suara masih dengan berpelukan


"Biasa aja liat nya apa badan kalian ngak bisa lepas".goda Saira .tersedar dengan posisi Naira mendorong Fathan


Bruk


"Aw...Nai pelan pelan".ucap Fathan menahan pinggang nya yg terbentur


"Maaf maaf aku ngak sengaja."ucap Naira


"Hahaha! biasa aja kak kalian kan suami istri" .goda Saira


"Mending aku mandi saja".ucap Fathan lalu pergi Naira melanjutkan masakan nya


"Kak Nai banyak berubah."ucap Saira tersenyum


"Aku senang kak Nai kayak gini ".ucap saira lagi


"Aku sama kok seperti dulu hanya sesuatu hal yg membuat kakak berubah" jawab Naira


''Jika dulu kakak berubah karna penghianatan dan sekarang kakak berubah karna mencintai kak Fathan aku benar kan".ucap Saira membuat Naira terdiam Naira juga bingung dengan apa yg di rasanya


"Rasakan jangan pikirkan."ucap Saira mengambil apel di dalam kulkas lalu pergi

__ADS_1


Apa benar aku berubah karna mencintai Fathan.batin Naira lalu tersenyum


Setelah apa yg di kerjakan Naira akhirnya selesai juga dan menata nya dia atas meja lalu duduk menunggu Fathan


Kenapa tadi dia berlari ketika melihat ku padahal aku begitu merindukan nya meski dia telah mengkhianati ku. batin Naira


"Kenapa kau bengong".tanya Fathan ada di depan Naira


"Sejak kapan kau ada di sini" .ucap Naira kaget melihat Fathan


"Dari tadi kau bengong aku mencium mu masih tidak sadar."ucap Fathan santai


"Apa!'' teriak Naira


"Kenapa kau teriak aku hanya becanda."ucap Fathan


"Awas jika kau berani" .ancam Naira


"Jika berani kenapa ".tantang Fathan


"Tau aa aku mau makan laper."ucap Naira mengambil kan makan buat Fathan lalu untuk diri nya


"Nai aku ngak yakin."ucap Fathan melihat makanannya


"aakk''.ucap Naira ke Fathan dan Fathan membuka mulut nya Naira menyuapi Fathan


"Gimana.'"tanya Naira


"Ternyata lebih enak jika kau yg menyuapin'".ucap Fathan tersenyum


"Ngak usa ya aku lagi laper ini ma nama nya makan siang menjelang makan malam". ucap Naira memakan makanan nya


"Sama aku laper ini semua gara gara kamu yg tidur begitu saja jadi ngak makan siang deh".ucap Fathan


"Kau makan belepotan".ucap Fathan mengusap bibir Naira karna ada bekas lauk nya


"Ck! kau itu selalu menganggu ku".ucap Fathan kesal


"Menganggu dari mana".tanya Saira santai


"Ngak usa ngak tau deh".jawab Fathan


"Tadi saat Naira masak kau muncul di saat tidak tepat dan sekarang datang lagi."ucap Fathan


"Hallo tuan sebelum nona ini menjadi istri tuan dia menjadi kakak ku ya wajar la jika aku mau menemui nya".jawab Saira memakan makanan nya


"Ini lagi makan kenapa kalian ribut ".ucap Naira


"Gibran mana kakak mau ngomong" ucap Naira lagi


"Mungkin bentar lagi pulang kak" jawab Saira


"'Kakak mau ngomong sama kamu dan Gibran".ucap Naira serius


"Makan dulu Nai jika pembicaraan nya serius."ucap Fathan


"'Iya.":jawab Naira setelah itu mereka makan dalam diam setelah makan Naira duduk di sofa bersama Fathan menonton televisi sesekali tertawa dengan perkataan Fathan


"'kak Nai ada disini.''ucap Gibran baru datang


'"Iya kau baru pulang."jawab Naira santai


"Iya kak lagi banyak tugas kuliah."jawab Gibran


"'Kau mandi la setelah itu kembali lagi kesini kakak mau ngomong sesuatu."'ucap Naira serius


"Iya kak"'.jawab Gibran lalu pergi


"'Kau itu ngak bisa apa bicara santai sama adik adik kamu".ucap Fathan

__ADS_1


"Dia sudah melakukan kesalahan yg sangat fatal jadi aku harus menyuruh dia untuk bertanggung jawab jika aku santai bicara nya mereka tidak akan pernah dengerin perkataan ku "jawab Naira


"'Mereka sayang sama kamu pasti mereka akan dengerin apa yg kamu bilang".ucap Fathan


"Jika nanti aku melakukan kesalahan apa yg akan kau lakukan".ucap Naira


"Kesalahan itu sudah sifat manusia apa pun kesalahan kau akan ku maafkan kecuali kau mencintai orang lain dan meninggalkan aku."ucap Fathan serius


"Tapi bukan berarti semua kesalahan mu bisa ku maafkan."ucap Fathan lagi


"Jika kau mencintai ku aku akan mencintai mu jika kau meninggalkan ku aku akan meninggal kan kau juga ".jawab Naira


"Tidak akan".ucap Fathan memeluk Naira


"Tidak akan apa tidak akan mencintai ku atau tidak akan meninggal kan ku" jawab Naira


"'Ngak ada romantis nya".ucap Saira duduk dekat mereka


"Kau lagi."'ucap Fathan kesal


"'Kau ini'".ucap Naira tersenyum


Setelah pertengkaran Saira dan Fathan membuat Naira kadang tertawa Gibran datang


"Udah lama aku ngak ketemu kak Nai sudah banyak berubah aku senang liat nya".gumam Gibran lalu duduk di dekat Saira


"Ada apa kakak mau bicara pada ku".ucap Gibaran tanpa basa basi Fathan mematikan televisi nya dan Naira hanya memberi tatapan tajam ke Gibran


Apa kak Nai udah tau apa yg aku lakukan .batin Gibran


"K...Kakak kenapa".ucap Gibran gugup Naira hanya diam


"Huh! Saira'".ucap Naira setelah menghembuskan nafas nya dengan kasar


"Iya kak'".jawab Saira


"Apa yg harus aku lakukan dengan bocah ini."ucap Naira tajam


"Inget dia adik mu'".bisik Fathan


"Aku tidak akan marah jika dia tidak melakukan kesalahan fatal tapi sekarang dia ngak bisa ku maafkan".ucap Naira dingin


"Maksud kakak".tanya Gibran


"Kau ngak usa sok tidak bersalah aku tau apa yg kau lakukan jadi berhenti seakan tidak terjadi apa apa".ucap Naira


"Apa ini soal wanita murahan itu".ucap Gibran sinis


"Ternyata benar apa yg aku dengar".teriak Naira marah


"Iya kak dia pantes mendapatkan itu semua."ucap Gibran


"Apa masalah mu dengan nya."ucap Naira


"Kak aku mengenal nya di kampus saat aku kenal sama dia aku ingin membunuh nya tapi aku pikir itu terlalu mudah jadi memper***nya untuk membalas dendam karna kakak nya menyakiti kakak" .jelas Gibran membuat Saira dan Fathan kaget


"Kau menghancurkan hidup nya Gibran."teriak Naira masih menahan emosi nya


"Aku puas kak karna kakak nya menghancurkan kehidupan kakak."ucap Gibran


'"Apa kau mau melihat kakak lebih marah pada mu Gibran".ucap Naira berdiri


"Kak dia menghancurkan kehidupan kakak jadi aku ngak terima ".ucap Gibran


"'Sekarang temuin dia bawa dia kesini" .ucap Naira tajam


"'Tapi kak aku ngak mau menemuinya".ucap Gibran


"Sekarang Gibran".teriak Naira marah melihat kemarahan Naira membuat Gibran mau tak mau menemui wanita itu

__ADS_1


__ADS_2