Kisah Naira

Kisah Naira
36


__ADS_3

Naira kembali lagi istirahat saat Naira memejamkan mata nya mama nya masuk dan berdiri di ujung kaki Naira. Fathan mengengam tangan Naira dan mengusap kepala Naira bunda dan Saira duduk di sofa


"Kau tak perlu khawatir keadaan Naira baik baik saja". ucap bunda kepada mama


"Mama kenapa tadi ngak kembali masuk".tanya Saira


"Mama takut jika nanti kakak kamu liat mama dia akan sakit lagi."ucap mama nya


"Kau ini udah tua hilang kan keras kepala mu itu Naira tidak seperti itu meski kau membenci nya dia akan senang dengan kehadiran mu".jawab bunda nya


"Jangan berisik bun Naira baru sandar dan butuh istirahat" .ucap Fathan


"F...Fathan".ucap Naira membuka mata nya


"Iya sayang kau bangun tidur la biar cepat sembuh"ucap Fathan


"A....a..aku laper".ucap Naira berusaha tersenyum


"Kalau begitu makan saja aku gimana."goda Fathan membuat nya dapat tatapan tajam dari Naira


"Kau itu lagi sakit jadi ngak bisa la marah sama aku".ucap Fathan mengerti


"Tak apa kak aku yg akan menggantikan kakak untuk memukul orang tidak waras ini.''ucap Saira.


"Mama".ucap Naira pelan


"Saira bunda tolong bantu aku nyari makan ".ucap Fathan ingin memberikan waktu untuk anak dan ibu itu


"Iya kak".jawab Saira mereka pergi dari ruangan Naira


Mama kenapa ya.batin Naira melihat mama nya tidak biasa


"Emm gimana keadaan kamu".tanya mama nya basa basi Naira hanya diam memandang mama nya


"Emm m.maafkan mama sudah membuat mu celaka dan maafin mama udah salah paham sama kamu mama tak apa kok jika kamu membenci mama karna.".......ucap mama nya terpotong


"Kenapa mama berpikir seperti itu" jawab Naira memotong omongan mama nya


"Aku tak apa ma aku tak pernah membenci mama ini bukan kesalahan mama ini semua perbuatan Desi dia sudah gila dia kekurangan kasih sayang dia iri pada ku karna aku banyak orang perhatian sama aku dia iri sama aku itu kenapa dia terlalu berobsesi menghancurkan aku".jelas Naira dan pelan sebenarnya laper hanya alasan Naira karna Naira ingin berbicara sama mama nya


"Maafkan mama sayang sudah menyia nyiakan kamu".ucap mama nya memeluk Naira dan menangis


"Tak apa ma Naira ngerti kok mama jangan menangis" ucap Naira padahal dia juga menangis karna hari ini hari yg paling ditunggu nya


"Aku ngantuk ma mau tidur".ucap Naira memejamkan mata nya


"Baik la sini biar mama peluk".ucap mama nya mengusap kepala Naira dengan memeluk nya .Naira menangis baru kali ini Naira merasakan kasih sayang seorang ibu yg sesungguhnya


#####


"Aku udah kenyang ma."ucap Naira karna dari tadi mama nya memaksa Naira menghabiskan bubur nya


"Ngak Nai kamu harus banyak makan biar cepat sembuh".ucap mama nya lembut


"Tapi itu ngak enak ma".jawab Naira


"Biar la ma jika Naira ngak mau menghabiskan bubur nya.''ucap Fathan


Cklek


"Oh Naira sayang ku kesayangan ku kenapa tidak ada yg kasih tau aku kau kecelakaan."ucap nya memeluk Naira


"Jika kau memeluk ku kayak gini aku bisa lebih lama di rumah sakit ini".ucap Naira kesal


"Jika kau tak bisa menjaga Naira sebaik nya kau jangan menikahi nya".ucap nya marah sama Fathan


"Oh ho ini pasti karna mak lampir ini kan".ucap nya marah sama mama Khaira dia marah seperti anak nya saja Naira itu


"Kalisya dia mama ku lho". ucap Naira karna sahabat nya satu ini seperti ibu nya saja bisa memarahi siapa saja yg menyakiti Naira dan mama Khaira juga sering kesal dengan kelakuan sahabat Naira satu ini


"Iya iya aku tau sory."ucap Kalisya


"Kau ini ngak pernah berubah".ucap Nayira semenjak mereka mengetahui kesadaran Naira mereka berbondong bondong menjenguk Naira

__ADS_1


"Hei jangan bicara pada ku aku masih marah sama kamu".ucap Kalisya ketus


"Daffa sebaiknya kau cepet cepat deh ngelamar nya karna semenjak dia jomblo dia sering marah marah".ucap Naira ke Daffa


"Sangat sulit Nai menakluk kan kucing garong ini."ucap Daffa


"Apa kau bilang kucing garong enak saja."ucap Kalisya tak terima


"Jangan gitu nanti bisa jadi jodoh lho".ucap Nayira


"Naira belain aku dong jangan ikut ikutan ngebully aku."ucap Kalisya cemberut Naira hanya geleng geleng kepala atas perilaku sahabat nya satu ini


"Sayang mereka kapan pergi nya semenjak kau sadar aku tak punya kesempatan dekat dekat kamu".bisik Fathan


"Sabar aku masih merindukan mereka".bisik Naira


"Kau tak merindukan aku".bisik Fathan


"Aku merindukan kan seperti kau merindukan aku".bisik Naira


"Ehm ehm jangan mulai bisik bisik tetangga nya."sindir Saira


"Yg jomblo diem deh ."jawab Fathan


"Wah kakak ngejek aku asal kak Nai tau ya semenjak kak Nai koma dia seperti orang gila dan menangis sayang bangun dong aku merindukan kamu".ucap Saira meniru kan suara Fathan mereka tertawa melihat Saira menirukan Fathan dan Fathan hanya garut kepala yg tak gatal


"Kau jelek lho jika nangis."ucap Naira tersenyum


"Dan kau cantik saat tersenyum".ucap Fathan membuat Naira malu


"Ehm ehm masih banyak orang inget."ucap Saira


"Diam napa mau aku panggili dokter Deon".ucap Fathan


"La apa hubungan nya dengan dia ".ucap Saira kesal


"Sayang jangan kau turunkan kecuekan mu sama Saira nanti dia bisa jadi perawan tua."ucap Fathan


"Apa keluarga Nandana itu sering di kenal pemarah dan cuek".ucap Laila polos


Hahahaha.tawa Naira pecah


*A*ku sangat bahagia liat tawa anak ku satu ini maafkan mama sering membuat mu terluka.batin mama nya


"Jangan lupa kau juga sudah menjadi bagian dari keluarga Nandana ."jawab Naira


"Iya kak tapi ya kak kakak dulu sering garang kakak Naira juga menakutkan jika marah dan juga"....ucap Laila melirik Gibran


"Dan juga apa."ucap Gibran


"Ngak apa apa hehehe."ucap Laila menyengir


"Awas kau bilang macem macem aku akan mencium mu". bisik Gibran. Laila sepontan menutup mulut nya dan mengeleng


"Huh ! kak Naira sudah ada suami yg mengisi hari sepi nya Gibran juga ada istri aku kapan dong aku tersiksa melihat kalian".ucap Saira cemberut


"Hei kau jangan lupakan aku".ucap Kalisya


"Tapi kau punya aku".jawab Daffa


"Langsung aja lamar si cerewet ini."ucap Nayira


"Hei diam aku ngak mau ngomong sama kamu."ucap Kalisya


"Ho ho tapi kau udah bicara sama aku gimana".tantang Kalisya


"Wah kau nantang aku ya."ucap Kalisya emosi


"Jika iya kenapa."jawab Nayira tak mau kalah


"Sayang udah dong Naira baru sembuh lagian dia itu sahabat kamu."ucap Dapit


"Tapi aku kesel dia ngak mau ngomong sama aku" . jawab Nayira

__ADS_1


"Kau harus maklumi Nayira gini ni jika efek nge jomblo".ucap Fathan santai


"Kau jangan berani sama dia aku aja ngak berani apa lagi kamu aku ngak mau kamu jadi pasien aku".ucap Naira menakuti Fathan


"Kau serius".ucap Fathan cemas


"Hahaha wajah kau sangat lucu tenang aja kok meski Kalisya marah ada aku".ucap Naira tersenyum


"Sayang".ucap Fathan memeluk Naira dari samping


"Dunia serasa milik berdua."sindir Saira


"Ck ! bisa tidak kau tidak menganggu ku."ucap Fathan


"Sayang mama pulang dulu ya besok mama kesini lagi ini udah sore."ucap mama nya pamit


"Iya ma ngak papa."jawab Naira


"Bareng aja ma."ucap Gibran


"Ya udah mama pulang ya".ucap mama nya mengencup kepala Naira di ikuti Gibran dan Laila Nayira pulang dan mengecup Naira


"Nai aku pulang juga ya."ucap Kalisya


"Iya besok kesini lagi ".ucap Naira


"Iya".jawab Kalisya mencium pipi Naira


"Aku boleh kan cium juga semua orang pamit nya mencium Naira aku juga boleh kan."ucap Daffa mengedipkan mata nya


"Jika berani coba saja".jawab Fathan dingin


"Becanda kale" ucap Daffa pergi


"Kenapa semua orang mencium kamu sih hilang sudah bagian ku."ucap Fathan cemberut


Cup


"Ini cukup".ucap Naira mengencup bibir Fathan


"Kayak nya semenjak kamu kecelakaan otak kamu sedikit bergeser".ucap Fathan mendorong kepala Naira dengan telunjuk nya


"Sakit, luka di kepala ku masih belum sembuh."ucap Naira cemberut


"Ya ya maaf".ucap Fathan berbaring di dekat Naira dengan memeluk Naira sesekali mencium nya


"Apa kalian tidak malu masih ada aku lho".ucap Saira membuka leptop nya


"Sirik aja".jawab Fathan


"Gimana dengan pekerjaan mu Saira". tanya Naira


"Ya gitu deh kak setiap hari janji ku numpuk tapi mereka semua bukan meeting nya membicarakan pekerjaan tapi malah ngajak aku jadi kekasih nya ada juga yg meminta ku jadi istrinya ".jawab Saira lesu


"Itu biasa Saira waktu kakak pertama kali juga seprti itu banyak yg ngajak kakak tapi setelah kakak nunjukin sifat Naira Nandana kakak semua jadi tidak berani dengan kakak".jawab Naira tersenyum


"La sekarang siapa dong''.ucap Fathan


"Naira Nickoles".jawab Naira


"Ternodai sudah mata jomblo ku".sindir Saira


Cklek


"Em maaf menganggu saya boleh memeriksa keadaan nona Naira."izin Deon


"Boleh tapi bisa kau tunggu sebentar aku masih mau memeluk istri ku ".jawab Fathan


"Ngak papa tuan".ucap Deon duduk di sebelah Saira yg berjauhan Saira hanya santai tapi hati nya deg degan apa lagi melihat suami istri itu yg bermesraan


"Deon Saira sangat sibuk dia juga butuh pelindung apa kau mau jadi asisten Saira".ucap Naira memecah kesunyian


"Iya benar tu Deon."ucap Fathan

__ADS_1


__ADS_2