Kisah Naira

Kisah Naira
21


__ADS_3

Selama di perjalanan menuju pulang Naira hanya diam dan menatap jalan meski Fathan dan Laila mengajak nya bicara hanya di jawab singkat oleh Naira setelah mengantar Laila ke kos kosan nya Fathan dan Naira pulang


"Sebaiknya aku ngak usa bangunin Naira dia pasti kelelahan hari ini."gumam Fathan setelah sampai di rumah Fathan memang mempunyai kunci rumah nya karna dia sering pulang malam Fathan mengendong Naira ke kamar nya


"Meski sikap mu sedikit kasar tapi kau mempunyai hati yg baik maafkan aku sudah berburuk sangka pada mu."ucap Fathan mencium kening Naira dan menarik selimutnya


######


"Ini dimana".ucap nya


"Naira sayang."ucap paru baya


"A...Ayah."ucap Naira senang dan memeluk orang itu


"Kenapa kamu lakukan itu Naira ayah percayakan keluarga kita dan perusahaan sama kamu tapi kenapa kamu tinggalkan semua nya ayah kecewa sama kamu bukan kah kamu juga pernah berjanji sama ayah setelah ayah pergi kamu akan mengurus semua nya".ucap ayah nya dengan kekecewaan


"Bukan gitu yah Naira ngak ninggalin tanggung jawab, Naira hanya ingin Gibran menjadi seorang laki laki yg bertanggung jawab dan aku rasa Laila orang baik meski Naira tidak bersama mereka Naira akan selalu mengawasi mereka ".jawab Naira


"Kau juga tau mama mu sudah berubah ayah mau kamu kembali kan mama mu seperti dulu lagi tidak seperti sekarang jika kau tidak bisa ikut campur urusan mereka siapa yg akan merubah mama kamu ".ucap ayah nya


"Yah Naira akan berusaha biar keluarga kita tidak hancur tapi percaya la yah Naira butuh waktu Naira sudah lelah yah selalu di benci mama Naira ngak sanggup yah Naira sayang mama seperti Naira sayang ke ayah Naira ngak sanggup liat mama kayak gitu dan Naira rasa dengan perjanjian itu banyak yg akan bahagia meski Naira sakit ".jawab Naira


"Kau salah nak apa kau pikir dengan kau pergi semuanya baik baik saja dengan perjanjian itu mama mu akan berubah itu salah nak yg ada nanti nya mama mu akan menyiksa Laila tanpa sepengetahuan mu papa kecewa atas keputusan kamu kali ini."ucap ayah nya


"Ayah.."ucap Naira


"Ayah marah kecewa sama kamu Nai perusahaan itu ayah bangun dari kerja keras ayah sendiri tapi jika kau mempercakan perusahaan sama Gibra dan Saira itu sama saja kau ingin menghancurkan nya karna mereka tidak punya pengalaman setidaknya kamu bimbing dulu mereka ayah ngak tenang selama keluarga ayah berantakan kayak gini ayah marah sama kamu."ucap ayah nya pergi menuju arah cahaya


"Ayah tunggu Naira yah."teriak Naira mengejar ayah nya


#####


Fathan yg sudah ingin terlelep mendengar sayup sayup suara Naira


"Ayah maafkan aku yah jangan pergi aku ikut yah".ucap Naira berkeringat dingin


"Naira kenapa."ucap Fathan mendekati kasur Naira


"Nai Nai Naira."ucap Fathan membangun kan Naira


"Ayah ayah ".ucap Naira


"Ayaahhhh."teriak Naira membuka mata nya


"Kau mimpi buruk".ucap Fathan


"Fathan hiks hiks apa keputusan aku salah Fathan katakan pada ku kenapa ayah marah sama aku hiks aku hanya ngak sanggup lagi menahan sakit di benci mama dari kecil hiks aku ngak kuat lagi ".ucap Naira memeluk Fathan


"Kau jangan ngomong kayak gitu aku tau keputusan kau hanya ingin yg terbaik kau jangan menyerah masih ada aku bunda dan papi jangan ngomong kayak gitu lagi kuat la demi diri ku kau janji".ucap Fathan menghapus air mata naira


"Sekarang tidur ya biar aku temani tidur nya".ucap Fathan ,Naira memejamkan matanya dengan Fathan mengusap kepala Naira sampai tidur kembali


####


🌞🌞🌞🌞


Naira hari ini memasak di dapur di bantu pembantu di rumah semalam sebenarnya Naira tidak bisa tidur Naira hanya berpura pura memejamkan matanya


"Kau ngapain Naira di situ" .ucap bunda nya kaget pagi pagi Naira sudah ada di dapur


"Ya masak la bun masak Naira tauran".jawab Naira santai


"Iya bunda tau tapi apa sepagi ini".tanya bunda nya

__ADS_1


"Iya bun tadi Naira bangun nya kepagian jadi Naira masak aja ngak ada kerjaan".jawab Naira


"Tapi bukan nya kalian nginep di rumah mama kamu tapi kenapa ada disini".tanya bunda nya


"Ngak jadi bun ada sedikit masalah jadi aku pulang semalam".jawab Naira berusaha tersenyum


"Bun emmm Naira boleh naya sesuatu."ucap Naira


"Kau mau naya apa tanya aja" .jawab bunda nya


"'Bukan kah seorang ibu kandung selalu menyayangi anak nya jika bunda bilang Naira memang anak kandung mama kenapa mama sebenci itu sama Naira aku hanya bingung aja kenapa mama sebenci itu sama aku."ucap Naira


"Nai ceritanya panjang jika kau tidak ada pekerjaan hari ini bunda akan cerita tapi tidak sekarang tapi percaya la kau itu anak kandung mama mu bunda dari muda mengenal mama dan ayah kamu sampai kamu berumur 2 tahun bunda sendiri yg nungguin mama kamu di rumah sakit saat mama mu melahirkan kan kamu ".jawab bunda nya


"'Ya bun hari ini Naira ngak ke kantor."jawab Naira


"Bunda akan cerita setelah Fathan dan papi kamu pergi."jawab bunda nya


"Terimakasih bun."jawab Naira setelah menyiap kan sarapan Naira kembali lagi ke kamar


Cklek


"Fathan bangun ini udah siang."ucap Naira membangun kan Fathan


"Dasar pemalas" .ucap Naira kesal dan berfikir bagaimana caranya membangun kan Fathan


"Awas kau.'"ucap Naira dan membekap wajah Fathan dengan bantal


"Siapa yg ingin membunuh ku". teriak Fathan di balik bantal


"Istri mu yg ingin membunuh mu."ucap Naira membuka bantal nya


"Apa yg kau lakukan kau ingin menjadi janda muda ".ucap Fathan kesal


"Tidak sepeti itu juga membangun kan ku."ucap Fathan


'"Terus gimana jika kau di panggil ngak nyaut nyaut".ucap Naira


"Seperti ini."ucap Fathan menarik Naira ke pelukan nya


"A..apa yg kau lakukan".ucap Naira gugup


"Bangun kan suami itu dengan kasih sayang".ucap Fathan mengecup bibir Naira


"'Lepas kau harus mandi Fathan ".ucap Naira


"Emm kenapa kau semakin hari semakin cantik aja".ucap Fathan mendekat kan wajah nya lagi Fathan mencium wajah Naira dengan lembut Naira yg terlena dengan perlakukan Fathan hanya memejamkan mata nya Fathan menciumi leher Naira,Naira juga tidak menolak tapi tiba tiba


Cklek


"Nai di bawa.........oh maaf maaf..".ucap bunda nya malu melihat Fathan dan Naira mendengar suara bunda nya Naira mendorong Fathan


"B.....bunda tadi tadi itu itu itu.."..ucap Naira gugup di campur malu


"Hahahh Nai Nai kau kayak ketahuan lagi bermesraan dengan kekasih mu aja"'. ucap bunda nya malu


"Lain kali jika ingin seperti itu pintu nya di kunci".ucap bunda nya lalu pergi


"Aku aku...''.....ucap Naira deg degan


"Hahaha Nai Nai wajah mu sangat lucu" .ucap Fathan tertawa Naira pergi sepanjang jalan Naira hanya menunduk


"Kau tau pi tadi mama melihat Fathan dan Naira niruin Drakor".ucap bunda nya menggoda Naira

__ADS_1


"Drakor meminum darah itu."jawab papi nya


"Ih papi itu nama nya drakula Drakor itu drama korea kita akan punya cuci lagi."ucap bunda nya


"B...bunda apaan sih".ucap Naira bergabung duduk di meja makan


"Di luar ada laki laki nyariin kamu bunda suruh dia nunggu di ruang tamu".ucap bunda nya


"Kenapa aku ngak liat tadi".tanya Naira


"Gimana mau liat jika kau jalan nunduk nahan malu gitu."ucap bunda nya tersenyum


"Siapa bun nemuin Naira".tanya papi nya


"Ngak tau kata nya Bagas" .ucap bunda nya


"Oh Bagas dia salah satu anak buah ku pi tapi kenapa dia ada disini".ucap Naira


"Temuin sana mungkin ada hal penting".ucap papi nya Naira beranjak pergi menemui Bagas


"Selamat pagi nona maaf menganggu anda."ucap Bagas hormat


"Iya ada apa Bagas bukan kah semalam udah aku jelaskan di telpon dan kau tau dari mana aku disini."ucap Naira serius


"Maaf nona ada sedikit masalah jadi saya menemui nona di sini saya mendapat alamat nona dari nona Saira."jawab Bagas


"Ada masalah apa sehingga ngak bisa di bicarain di telpon."ucap Naira


"Maaf nona saya sudah melakukan yg nona bilang tapi nyonya Khaira menghalangi nya dia ngak mau memberi data data tuan Gibran".jelas Bagas


"Mama benar benar, baik la berikan pada ku data Laila"..ucap Naira dan Bagas memberi kan apa yg di minta Naira


"Saya juga ingin menunjukkan sesuatu nona."ucap Bagas mengeluarkan leptop


"Saya takutnya nanti nyonya Khaira di jebak nona."ucap Bagas menjelaskan apa yg ada di video


"Ehm ehm siapa dia Naira."ucap Fathan duduk di dekat Naira


"Bagas".'jawab Naira singkat Bagas memperhatikan Naira dan Fathan dengan bergantian Fathan merasa kesal


"Jangan melihat Naira dan aku seperti itu dia istriku" .ucap Fathan kesal


"Maafkan saya tuan."ucap Bagas menundukkan kepala


"'Kau ngak sarapan'" .tanya Naira ke Fathan


"Nungguin kamu".jawab Fathan memeluk Naira menghirup aroma Naira


"'Fathan malu ada Bagas".bisik Naira


"'Biarin biar dia tau jika kau milik ku ".bisik Fathan masi memeluk Naira


"Ck ! dia hanya anak buah ku Fathan" .bisik Naira


"Tetap saja aku harus waspada dengan nya kau itu istri ku" .jawab Fathan kesal


"'Serah deh."'jawab Naira


"Nanti saya akan telpon mama, kamu tunggu saja di rumah mama dia akan memberikan apa yg kamu minta."ucap Naira ke Bagas dan memberikan lagi


"Baik nona saya permisi dan selamat atas pernikahannya suami nona sangat mencintai nona".ucap Bagas yg ingin menjabat tangan Naira tapi malah Fathan yg menjabat nya


"Terimakasih dan pergi la".ucap Fathan kesal

__ADS_1


__ADS_2