Kisah Naira

Kisah Naira
34


__ADS_3

"Maaf".gumam mama Khaira


"Gimana dok keadaan istri saya".ucap Fathan


"Hah !kami sudah mengoperasi kaki nona Naira yg terkena peluru dan kepala nya terbentur sangat keras rumah sakit ini kehabisan stok darah kita harus segera mencari donor darah jika tidak nona Naira akan tidak selamat".jelas dokter itu


"Apa golongan darah istri saya dok".ucap Fathan


"O+ apa ada ibu kandung nya saudara nya nona."ucap dokter


"Golongan darah ku A sama seperti ayah.''ucap Saira


"Aku juga".ucap Gibran


"A ..aku O+ ambil darah ku dokter."ucap mama nya


"Ya pasti la cocok dia kan mak nya."ucap papi. suster memeriksa golongan darah nya dan cocok seratus persen membuat mama nya meneteskan air mata


"Dia benar anak ku aku membenci nya selama 25 tahun".ucap mama nya menangis tersedu


"Nyonya berbaring la dekat nona Naira kita akan melakukan trasusi darah".ucap dokter selama proses pendonoran darah mama nya menatap Naira yg banyak di tempeli alat alat rumah sakit dan tiba tiba suara monitor detak jantung Naira berbunyi panjang


"Dokter jantung nona berhenti organ tubuh nona tidak menerima donor darahnya".ucap suster


"Maaf nyonya sebaiknya nyoya keluar dulu nanti kami akan memanggil nyoya lagi".ucap suster, mama Khaira keluar dengan menangis


"Gimana ma."ucap Saira


"Naira menolak menerima donor darah mama dan jantung nya berhenti hiks hiks hiks".ucap mama nya menyesali perbuatan nya selama ini dan membanyang kan atas perlakuan kejam nya ke Naira


"Ya allah jangan kau hukum diri ku dengan mengambil nyawa nya beri aku kesempatan untuk menebus kesalahan ku".doa mama nya


"Sudah aku bilang ma mama akan menyesal setelah kehilangan kak Naira". ucap Saira


"Ini semua salah mama karna terlalu membenci kakak kamu" .ucap mama nya menangis menyesal


"Aku yakin ini perbuatan Desi."ucap Fathan mengepal kan tangan nya


"Ini juga salah mama yg menembak kak Naira".ucap Saira


"Bukan mama yg menembak awal nya iya tapi mama ngak sanggup dan Desi ingin menembak mama Naira yg menghalangi nya".jelas mama nya


"Nyonya kita harus segera trasusi darah nya".ucap suster itu mama Khaira kembali masuk


"Dokter boleh saya bicara dengan anak saya dulu".ucap mama Khaira


"Silakan nyonya tapi jangan terlalu lama nona Naira harus segera mendapatkan donor darah".ucap dokter


"A...aanak mama yg kuat mama t...tau kau anak yg kuat maafkan mama".ucap mama nya gemetar dan menangis menyentuh kepala Naira yg tertutup perban dan memeluk nya mereka melakukan trasusi darah kali ini tubuh Naira menerima nya


"Gimana dok keadaan istri saya". ucap Fathan setelah Naira di pindah kan ke ruangan inap


"Berkat donor darah itu istri tuan melewati masa kritis nya tapi tuan".ucap dokter


"Tapi apa dok."ucap Fathan


"Istri tuan koma ."ucap dokter itu


"Koma dok kapan istri saya bisa sadar dari koma nya".tanya Fathan berusaha kuat


"Mungkin sebulan setahun atau tidak bangun sama sekali."jawab dokter

__ADS_1


"Apa dok ".ucap Fathan berdiri dan menuju ruangan Naira di sana sudah berkumpul semua orang menunggu kabar dari Fathan


"Sayang apa kau marah pada ku karna kejadian malam kemarin maafkan aku tolong bangun". ucap Fathan


"Fathan Naira kenapa".ucap bunda nya mengelus bahu Fathan


"Naira koma bun dan tidak tau kapan sadar nya".jawab Fathan memeluk bunda nya


"Kau yg kuat sayang Naira juga ngak mau liat kau kayak gini".ucap bunda nya


"Sayang dengar bunda ngeremehkan aku dia kira aku ngak kuat , bangun nanti siapa yg ngebanguni aku siapa yg membantu aku nanti siapa yg memarahi ku bangun pemarah dan liat la air mata ini jika kau bangun pasti kau mengejek ku".ucap Fathan mengengam tangan Naira semua orang pergi memberikan waktu untuk Fathan


"Masak dokter jadi pasien ngak lucu kan nanti akan ada berita nona Naira Nandana pemarah itu mengalami koma ternyata bisa sakit juga ".ucap Fathan dengan tetesan air mata nya


"Fathan sebaiknya kau istirahat biar mama yg jagain Naira".ucap mama nya


"Tidak akan ku biarkan". ucap Fathan


"Kak papi kakak memanggil di luar ingin bicara sebaiknya kakak temui dulu biar aku yg jagain kak Naira".ucap Saira


"Baik la aku tinggal dulu jika ada perubahan segera kabari kakak". ucap Fathan lalu pergi


"Saira maafin mama sudah buat kakak kamu seperti ini".ucap mama nya


"Sudah la sebenarnya aku sangat marah sama mama tapi mama juga nolongin kak Nai dengan mendonorkan darah mama ".ucap Saira


"S...sayang nya mama bangun maafin mama sudah menyia nyiakan kamu mama sayang sama kamu."ucap mama nya mencium kepala Naira dengan lama


"Mama bisa tunggu di luar aku mau bicara sama Saira". ucap Fathan masuk


"Iya mama pergi dulu". ucap mama nya lalu keluar


"Aku bingung harus memulai dari mana."ucap Fathan


"Sebelum papi melaporkan kejadian ini ada yg melaporkan nya dan mama menjadi tersangka kita harus bagai mana".ucap Fathan serius


"Hah !meski mama membantu Desi tapi aku percaya jika mama tidak menembak kak Naira dan juga penabrakan ini pasti Desi yg berbuat".ucap Saira


"Kau tenang saja mama tak kan di tangkap percaya kan sama aku" .ucap Fathan


"Kita harus menangkap Desi kak aku ngak mau Desi berbuat ulah lagi".ucap Saira


"Kau benar tapi yg pasti kesembuhan Naira dulu".jawab Fathan


"Biar aku yg menangkap Desi."ucap Saira


"Apa kau yakin."ucap Fathan


"Kakak ngeremehkan aku".ucap Saira


"Ngak gitu''.jawab Fathan cepat


"Sayang apa keluarga mu itu memang pemarah ya" ucap Fathan bicara dengan Naira tapi yg di ajak hanya memejamkan mata nya


Satu bulan sudah berlalu semenjak kejadian kecelakaan itu Naira juga belum ada kemajuan dia masih betah dengan memejamkan mata nya dan di bantu alat penunjang kehidupan Fathan sengaja belum tidur karna besok ulang tahun Naira. Fathan ingin mengucap kan yg pertama


"Tinggal 5 menit lagi."ucap Fathan semangat. kadang Fathan ngomong dengan Naira tidak hentinya bercerita tentang hari nya Fathan juga menciumi Naira meski tidak ada respon dari Naira Fathan berharap ciuman nya akan menjadi semangat buat Naira


"Tepat ,selamat ulang tahun sayang semoga kau cepat sembuh."ucap Fathan mencium kepala Naira


"Sekarang kita tiup lilin nya."ucap Fathan saat Fathan menyalakan lilin

__ADS_1


"Ayo sayang tiup lilinnya."ucap Fathan mengengam tangan Naira angin malam berhembus memadamkan lilin nya


"Wah sayang alam pun mendukung ku".ucap Fathan .Fathan meletakkan kue nya di atas meja


"Seharusnya kita merayakan ulang tahun mu dengan meriah tapi ini kau hanya terbaring".ucap Fathan mengengam tangan Naira dan meletakkan di bidang dadanya tangan Naira merasakan detak jantung Fathan sehingga jari kelingking bergerak Fathan merasakan sentuhan di dada nya meskipun kadang tidak terasa


"Sayang kau sudah sadar".ucap Fathan menatatap mata Naira tapi tak kunjung terbuka sampai Fathan tertidur satu ranjang dengan Naira


####


🌞🌞


Fathan telah memakai pakaian rapi dan sarapan di samping Naira menunggu kedatangan mama dan bunda nya untuk menjaga Naira


Cklek


"Kau sudah rapi Fathan".ucap bunda nya datang bersama mama Khaira


"Awas sana".ucap bunda nya berdiri di sebelah kanan naira dan mama nya berdiri di sebelah kiri


"Bunda apaan sih".ucap Fathan kesal


"Sayang selamat ulang tahun ya kau tidak mau bangun dan mengucapkan terimakasih".ucap bunda nya mencium kening Naira masih terbalut perban


"Hah! Naira sayang maafin mama ini kali pertama mama ngucapin ulang tahun dengan mu selamat ulang tahun ya sayang semoga bahagia selalu dan cepat sembuh".ucap mama nya menciumi wajah naira tangan mama nya yg ada di samping Naira merasakan sesuatu Naira mengaitkan kelingkingnya di jari mama nya


"F...Fathan Naira mengaitkan kelingkingnya nya di jari mama".ucap mama nya senang


"Iya gitu deh ma semalam juga seperti itu Fathan kira Naira akan sadar ternyata ngak Naira kayak badan nya merespon apa yg kita bilang dan lakukan tapi jiwa nya tak mau bangkit".jawab Fathan lesu


"Ala itu aja cengeng."ucap Saira di ambang pintu


"Kau ini selalu sirik dan menganggu ku" .ucap Fathan kesal


"Hai kak selamat ulang tahun pasti semalem kakak merasa terganggu karna orang tidak waras ini selalu bicara sama kakak untung dia orang yg kakak cinta jika tidak akan ku bikin dia seperti perkedel."ucap Saira mengecup pipi Naira


"Kalian ini kenapa mengambil bagian ku semua".ucap Fathan cemburu karna dari tadi mereka mengecup Naira


"Kak aku ingin bertanya tentang pekerjaan".ucap Saira duduk di sofa


"Aku kira kau akan bertanya kak bagaiman rasa nya setelah menikah".sindir Fathan


"Wah kakak mau ku bikin seperti perkedel."canda Saira


"Kau ini''.ucap Fathan tersenyum mereka tersenyum dengan tingkah Saira galak seperti kakak nya senyuman Saira berubah karna seseorang yg datang


"Maaf semua menganggu pagi nya saya mau memeriksa keadaan nona Naira".ucap Deon melirik Saira.Saira yg tadi nya tersenyum berubah menjadi serius tapi santai dan mengalihkan pandangan nya dengan ponsel nya


"Engak aku ngak suka dokter laki laki memeriksa istri ku".ucap Fathan mengerti perubahan wajah Saira


"Saira kau kan punya hak atas rumah sakit ini kenapa kau tidak mengeluarkan dia dari rumah sakit ini".ucap Fathan


"Kak dia bekerja dengan kak Naira hanya kak Naira yg bisa mengeluarkan nya".ucap Saira santai


"Panggil kan saja dokter Zahra biar dia yg memeriksa kakak ku ".ucap Saira masih pokus dengan ponselnya


"Ho ho liat ma anak mama satu ini gimana mau cepat dapet jodoh jika bicaranya seperti itu sama cowok lagian Saira tinggal kau yg belum menikah".ucap Fathan


"Kak Naira pernah bilang yg terpenting kebahagiaan keluarga dan masalah cinta jika dia jodoh kita akan bisa bersama yakin la itu meski kita seburuk apa dia akan menerima kita ".jawab Saira


"Liat sayang kau mengajari hal yg tidak baik sama Saira dia bisa jadi perawan tua".ucap Fathan mendeketi Naira lagi

__ADS_1


"Enak saja aku masih muda kale baru 24 tahun".jawab Naira


"'Kau tunggu apa cepat panggil dokter Zahra apa kau mau nunggu kakak ku sekarat baru ingin memangal dokter."ucap Saira dingin karna Naira kesal dan marah mama Deon tidak mengizinkan merawat Naira apa lagi Deon akan di jodohkan oleh mama nya


__ADS_2