
"Zahra apa Fathan sudah pulang."ucap Naira pelan
"Sudah dia tidak ada di sini lagi".jawab Zahra
"Zahra tinggal kan aku dengan anak anak aku ingin bicara sesuatu sama mereka".ucap Naira
"Iya kalau begitu aku permisi dulu".ucap Zahra lalu pergi
"Sayang sini deh tiduran sama bunda."ucap Naira dan anak anak nya berbaring di dekat Naira
"Kalian mau tau siapa ayah kalian".ucap Naira mengusap kepala anak anak nya
"Iya bun."ucap mereka
"Bunda akan cerita ayah kalian adalah tuan Fathan Nickoles pria tadi bunda pergi dari rumah karna bunda mengidap penyakit kanker otak saat itu ayah kalian mengalami kerugian yg sangat besar sampai perusahaan nya akan bangkut bunda ingin di samping ayah kalian tapi dengan penyakit yg bunda derita tak memungkin kan karna bunda akan membebani ayah kalian bunda tau ayah kalian sangat mencintai bunda jika bunda sakit dia akan mengkhawatirkan bunda nanti dia ngak bisa bangkit lagi dari keterpurukan nya bunda ngak mau nyusahin mereka dan menjadi beban mereka dan saat bunda pergi dan Zahra memeriksa ternyata bunda mengandung kalian setiap waktu bunda tersiksa karna merindukan ayah kalian tapi bunda bisa apa".jelas Naira dengan berderai air mata
"Ayah kalian ngak tau saat itu jika bunda mengandung kalian itu kenapa ayah tidak mengenal kalian dan kalian jangan terlalu berharap dengan ayah terima saja apa yg akan ayah kalian lakukan kalian sayang ayah''.ucap Naira
"Iya bunda kami sayang ayah dan bunda".ucap Kiara memeluk Naira dengan erat
"Bagi dong pelukan bunda nya."ucap Tathan cemberut
"Bunda berjanji la akan sembuh demi kami dan ayah".ucap Athan
"Iya bunda janji".ucap Naira memeluk anak anak nya
####
"Fathan kau kenapa kayak ngak tenang gitu". ucap mama nya melihat Fathan
"Ngak papa ma Fathan hanya ngak nafsu makan".ucap Fathan
"Emm Deon jika kita sering kecapean lumpuh dan muntah sakit kepala itu kenapa".tanya Fathan
"Itu seperti gejala kanker otak kak tapi lebih jelas nya kita harus memastikan dengan memeriksanya atau merontgen nya".jawab Deon membuat Fathan terkejut dan bangkit
"Ma aku pergi dulu ".ucap Fathan mengambil kunci mobil nya dan pergi menuju rumah sakit.Fathan menuju kamar Naira dengan mengedap gendap
"Apa benar Naira pergi dari ku karna penyakit nya itu tapi kenapa."gumam Fathan pelan pelan membuka pintu kamar
"Dasar ceroboh".gumam Fathan dan tersenyum melihat anak anak tidur di samping Naira
"Kayak anak kucing aja".gumam Fathan tersenyum
"Aku merindukan mu meski kau meninggal kan ku cinta ini masih sama".gumam Fathan Dan Fathan mempunyai ide. Fathan mengangkat satu persatu anak nya dan memindahkan mereka di sofa
"Huh !ternyata mereka berat juga''.gumam Fathan dan berbaring di dekat Naira
"Kau milik ku sayang kau tak kan ku lepas."ucap Fathan mengelus kepala Naira sesekali mengecupi pipi Naira
"Nyenyak banget tidur nya".gumam Fathan Naira berbalik memeluk Fathan merasakan kenyaman dalam pelukan Fathan membuat Naira tidur pulas Fathan ikut tertidur
####
Matahari mulai bersinar tapi Fathan dan Naira belum terbangun Naira tertidur dengan meringkuk di dalam pelukan Fathan dan tangan Fathan menjadi bantal nya wajah nya di benam kan di bidang dada Fathan dengan menghirup aroma Fathan membuat tidur Naira makin pules sedang kan Fathan tertidur dengan memeluk Naira dengan posensif
Cklek
Zahra ingin memeriksa keadaan Naira kaget apa yg di lihat nya Zahra menahan tawa nya melihat intraksi suami istri itu yg tertidur sedangkan anak anak mereka menonton berdiri di ujung kaki mereka dengan tangan di silangkan di dada
Foto aa.batin Zahra mengambil gambar mereka lalu pergi tidak mau menganggu kebahagiaan mereka
"Eghh".Fathan mulai membuka mata melihat wajah Naira yg tertidur pulas karna di peluk nya
"Bersyukur dia belum bangun kok bisa dia tidur senyenyak ini".ucap Fathan ingin berdiri dan melihat tatapan ketiga bocah itu yg dingin
"Apa kau mau mengambil bunda kami dengan memindahkan kami tidur di sofa dan kau tidur bersama bunda".ucap Athan dingin
"T..tidak".jawab Fathan
"Sekarang kau pergi kami tak kan rela jika kau mengambil bunda kami."ucap Tathan
"Ck ! menyebalkan."ucap Fathan mencium wajah Naira
" Jangan cium bunda kami".teriak mereka bersama dengan marah mendengar teriakan membuat Naira terbangun dengan melihat wajah Fathan di dekat nya dengan tersenyum
"Selamat pagi sayang"':.ucap Fathan mencium wajah Naira lagi berkali kali
" Jangan cium bunda ku jika tidak kau akan rasakan akibatnya".ucap Athan dingin
"Bodoh amat dia istri ku".ucap Fathan mempererat pelukan nya
"Apa yg kau lakukan."ucap Naira kaget dan mendorong Fathan dan ketiga anak nya langsung memeluk Naira
"Pergi jangan berani mengambil bunda kami".ucap Tathan
''Enak saja meluk meluk bunda kami dengan tertidur".ucap Kiara
__ADS_1
''Apa! dengan tertidur berarti semalam kau sangat lancang".ucap Naira kesal
''Sayang tenang ada aku''.ucap Athan mencium wajah Naira dan berdiri
''Aku suami kecil nya dan kau berani memeluk nya dan mengambil nya".ucap Athan berdiri di depan Fathan
"Hahaha ! yg benar saja dia istri ku."ucap Fathan tertawa
Bugh
"Berani kau tertawa."ucap Athan menendang Fathan
''Athan sudah kemari la".ucap Naira lembut
"Bunda tak apa".ucap Athan
"Tidak emm apa kau tau suami itu apa".ucap Naira
"Tau suami itu harus menjaga dan melindungi seperti Bagas ke Zahra".ucap Athan
"Sebaiknya kau pergi tuan".ucap Naira
''Jangan menganggu kehidupan ku".ucap Naira lagi
"Aku tak kan pergi sayang aku akan kembali."ucap Fathan ingin mencium Naira lagi tapi dapat tatapan tajam dari Athan
"Ok ok aku pergi".ucap Fathan lalu pergi
"Bunda tidak merindukan kami lagi".ucap Tathan
"Kenapa, bunda selalu rindu sama kalian".jawab Naira
"Kenapa bunda kayak senang gitu bisa tidur sama ayah".ucap Tathan
'"Hahaha ! anak anak kau aja tau jika kau senang dekat dengan nya''.ucap Zahra tertawa di ambang pintu
"Bunda juga tidur nya memeluk ayah aku ngak mau aa ketemu sama ayah nanti ayah ambil bunda dari kami".ucap Kiara
"Liat ini".ucap Zahra menunjukkan ponselnya
"Maaf bunda ngak tau".ucap Naira mengulum senyum
"Tuh kan bunda senang."ucap Kiara cemberut
"Hahaha! kalian ini ada ada saja bunda kalian senang karna bunda kalian mencintai ayah kalian jelas la dia berbunga bunga".ucap Zahra
"Berhenti Zahra menjelaskan hal dewasa pada anak anak ku liat la mereka ngak pernah merasa masa kecil nya karna aku mereka harus menemani ku di rumah sakit."ucap Naira
"Makan nya kau cepat sembuh".ucap Zahra
"Nyonya ada sedikit masalah."ucap Zahra serius
"Athan Tathan Kiara mending kalian mandi sekarang bunda mau bicara sama dokter Zahra."ucap Naira mereka pergi
"Emm nyonya Khaira meminta hak nya di rumah sakit ini".ucap Zahra
"Rumah sakit ini masih atas nama tuan Ahsan Nandana dan nyonya istrinya jadi otomatis rumah sakit ini milik nya" .ucap Zahrah
"Iya aku lupa jika rumah sakit ini masih atas nama ayah"ucap Naira
"Pagi ini mereka mengundang kita buat sarapan di rumah nya untuk membicarakan nya semalam nyonya Khaira menelpon saya dan membicarakan semua nya".ucap Zahra
"Ini pasti akal akalan mama buat ketemu sama aku". ucap Naira
"Kau Andri dan Bagas datang la ke sana" .ucap Naira
"Mereka ngak mau jika bukan nyonya Naira yg datang."ucap Zahra
"Kalian datang saja aku pertimbangan kan dulu mau pergi atau tidak di tambah dengan kondisi ku seperti ini".ucap Naira
"Baik kami akan pergi jika ada apa apa telpon saja saya."ucap Zahra lalu pergi meluncur ke rumah Nandana bersama Andri dan Bagas
"Selamat datang di rumah Nandana ayo masuk kita sarapan bersama''.ucap mama nya senang
''.Naira mana."ucap nya
''Sebaiknya kita masuk aja dulu nyonya."ucap Bagas sebelum sarapan mereka duduk di ruang tamu Fathan turun dengan wajah berseri seri dan ikut bergabung
"Senang banget tuh muka ngak kayak biasa nya."ucap Gibran
"Iya dong."ucap Fathan tersenyum
"Naira dan anak anak nya mana".ucap mama nya
"Maaf nyonya kami hanya di suruh untuk datang oleh nyonya Naira untuk mewakili nya".jawab Zahra
''Tidak bisa bukan kah kesepakatan nya sudah jelas Naira sendiri harus datang jika tidak saya akan mengambil ahli rumah sakit itu".ucap mama nya kesal
__ADS_1
''Aku tau nyonya Khaira menyuruh kami datang bukan untuk membicarakan masalah rumah sakit tapi ingin bertemu dengan saya".ucap Naira datang bersama anak anak nya Kiara dan Tathan mengengam tangan Naira memberi nya kekuatan sedangkan Athan mendorong kursi roda nya
"Kakak kenapa ".ucap Saira
"Nyonya datang".ucap Bagas
''Anak anak ku menyuruh datang".jawab Naira
"Bunda pasti senang bisa liat wajah ayah kan."bisik Tathan
"Diam la kau atau tidak aku akan menghanjar mu."ucap Athan
"Katakan apa yg harus kami lakukan supaya rumah sakit itu menjadi milik kami". ucap Naira
"Bunda jika rumah sakit itu menjadi milik mereka gimana bunda."ucap Athan
"Kau seperti orang asing".ucap mama Khaira
"Baik Gibran bawa kakak kamu ke kamar mama."ucap mama nya serius
"Tidak paman tak boleh membawa bunda". ucap Tathan
"Anak kecil kami ngak akan nyakiti bunda kalian" .ucap Gibran
"Lepas kan nyonya kami".ucap Bagas meronta
''Apa yg kau lakukan" ucap Naira mulai cemas
"Bunda."teriak Athan
''Kalian tenang bunda ngak kenapa napa."ucap Fathan memeluk mereka
''Ayah tak kan mengambil bunda dari kami kan".ucap Tathan
''Jadi kalian benar anak anak ayah".ucap Fathan
"Kalian tak kan pernah tau apa yg di rasa nyonya Naira jadi tolong lepaskan."ucap Zahra mereka naik dan menuju kamar mama Khaira
"Baring kan".ucap mama nya
"Kalian mau apa."ucap Naira itu memang kamar mama nya tapi kamar itu ada beberapa alat rumah sakit
"Tenang sayang kami tidak akan menyakiti mu kau terlalu keras kepala dan kau juga ngak mau cerita apa yg terjadi".ucap mama nya mengelus kelapa Naira
"Lepaskan aku ma anak anak ku membutuhkan ku aku janji akan menjauh dan menyerah kan rumah sakit".ucap Naira
"Sekarang bilang apa benar kau meninggal kan Fathan karna kau sakit parah".ucap mama nya
"Tidak aku meninggal kan nya karna aku tidak mencintai nya".jawab Naira
"Kau memang anak mama yg keras kepala" .ucap mama nya tersenyum
''Deon lakukan".ucap mama nya
"Deon jangan! menjauh lepaskan aku".ucap Naira memberontak tapi Deon tak peduli
"Mama kenapa lakukan ini".ucap Naira lemas dan tak sadarkan diri Deon mulai melakukan tugasnya
"Kembali kan bunda ku".teriak Athan
Cklek
"Bunda" teriak Athan berlari menemui Naira di ikuti adik adik nya
"Sebenarnya apa rencana mama".ucap Fathan
"Nya ada papi nya den Fathan di bawah".ucap pembantu Fathan dan mama nya turun
"Papi di sini."ucap Fathan
"Ayo Fathan kau ikut papi pulang" .ucap papi nya
"Ngak pi Fathan mau bersama Naira".ucap Fathan
"Untuk apa Fathan papi sudah lama menahan nya Naira sudah meninggal kan kamu saat kau terjatuh buat apa kau bertahan".ucap papi nya
"Aku mencintai Naira pi".jawab Fathan
"Papi akan carikan wanita yg lebih baik dari Naira dan papi akan menikah kan kau dengan wanita lain".ucap papi nya
""Bawa dia".ucap papi nya ke bodyguard nya
"Tunggu Firman kau tak bisa membawa Fathan".ucap mama
"Maafkan aku Khaira anak mu yg memulai dan meninggal kan anak ku" .ucap papi
"Lepas tidak''.ucap Fathan tapi dia di bius sehingga tak sadarkan diri dan di bawah oleh papi nya
__ADS_1