Kisah Naira

Kisah Naira
09


__ADS_3

"Besok kan libur jalan yuk bosen".ajak Fathan ke Naira


"Engak ini udah malem".jawab Naira


"Ayo la Nai aku lagi galau nih inikan baru jam 9."ucap Fathan ngotot


"Males Fathan".ucap Naira


"Ayo Nai jangan membantah aku tunggu di bawah ya ya ya ".ucap Fathan memaksa


"Baik la."jawab Naira kesal .Naira bersiap siap dan Fathan menunggu di bawah setelah 15 menit naira turun dengan celana jeans dengan baju kaos di lapisi jaket nya


Kenapa dia bisa secantik dan sekeren itu sih.batin Fatan


"Jadi ngak jalan nya."ucap Naira melihat Fathan bengong


"Eh maaf maaf aku ngak nyangka jika kau secantik ini."ucap Fathan keceplosan


"Apa itu semacam pujian".ejek Naira


"Yuk berangkat".ucap Fathan menarik tangan Naira masuk ke dalam mobil


"Kenapa kau ngak memakai dress aja."tanya Fathan


"Ck! kau mau aku jadi sakit keluar malam malam dengan udara dingin ini memakai dress lagian aku lebih suka sederhana, ini lebih dari cukup menurut ku ".ucap Naira menjelaskan setelah 20 menit mobil nya berhenti


"Ngapain kita kesini."tanya Naira


"Tauran."jawab Fathan keluar dari mobil


"Menyebalkan".gumam Naira ikut keluar dari mobil


"Aku yakin kau belum kan kesini".ejek Fathan


"Sering."jawab Naira singkat


"Benarkah."ucap Fathan tidak percaya


"Dulu aku Saira dan ayah sering kesini untuk mengusir kebosanan kau sendiri pasti sering kesini mengajak cewek kau."ucap Naira tersenyum ke Fathan


"Belum pernah aku ngajak cewek kesini hanya kamu yg pertama ".jawab Fathan


"Terus ngapain kau ngajak aku kesini" . ucap Naira


"Dulu saat aku masih SMA aku dan Daffa sering datang ke sini" .jelas Fathan


"Daffa".ulang Naira


"Iya Daffa Maisan pasti kau kenal ".ucap Fathan


"Ngak inget karna tidak terlalu penting."jawab Naira santai


"Hei perusahaan nya dan perusahaan kau bekerja sama gimana ngak penting."tanya Fathan bingung

__ADS_1


"Mungkin."jawab Naira


"Naira sini mana tangan kau."ucap Fathan di tempat penjual gelang


"Ini kau pakai di kiri dan aku pakai di kanan."ucap Fathan memakai kan gelang couple an yg bertulisan love you


"Apa ini ngak lebay Fathan".ucap Naira menyakinkan


"Kita kan suami istri bunda yg membelikan cincin pernikahan kita dan anggap saja aku membeli kan gelang pernikahan kita atau mungkin nanti sebagai cinta kita."ucap Fathan sambil memakai kan gelang nya


Aku hanya ngak mau Fathan nantinya saat aku mulai mencintai mu kau kembali dengan kekasih mu aku ngak tau rasa apa yg aku miliki sekarang ini aku merasa nyaman saat di dekat kau .batin Naira


"Naik biang lala yuk".ajak Fathan menarik tangan Naira ,Naira hanya pasra mereka menghabiskan malam di tempat keramaian seperti sepasang kekasih


#####


"Mereka pulang karna sudah hampir tengah malam saat mobil mereka sampai di depan rumah Naira tertidur dengan pulas Fathan mengendong Naira masuk ke dalam rumah saat ingin menaiki tangga Fathan berpapasan dengan bunda nya


"Naira kenapa".tanya bunda nya tanpa meluarkan suara


"Tertidur" .jawab Fathan singkat membawa Naira ke kamar nya meletakkan nya dengan pelan


"Lagi marah dan cuek aja sudah cantik apa lagi tertidur kayak gini makin cantik".gumam Fathan menyikirkan rambut menutupi wajah Naira dan menarik selimutnya lalu pergi


"Ehm ehm kayak nya ada kemajuan".ucap bunda nya di luar kamar Naira


"Bunda ngagetin aja."ucap Fathan kaget


"Habis dari mana" .tanya bunda nya


"Cerita cerita gimana."ucap bunda nya penasaran


"Bunda kepo deh udah aa aku mau tidur ngantuk bun" .ucap Fathan pergi ke kamar nya


####


Sinar pagi membangun kan tidur Naira .Naira kekamar mandi untuk mandi setelah itu keluar dengan pakai celana di bawah lutut dan baju kaos


"Pagi bun".sapa Naira menuang kan air lalu meminun nya


"Semalam jalan ke mana sama Fathan" tanya bunda nya tersenyum


"Ke pasar malam bun nemenin Fathan kata nya bosen di rumah karna cewek nye selingkuh".jawab Naira polos


"Astaga anak itu kapan mau percaya bahwa wanita itu tidak baik lagian sudah punya istri masih berhubungan dengan wanita lain".geram bunda nya


"Kepercayaan memang sulit untuk di dapat bunda".jawab Naira memakan sarapan nya


"Bunda nya yg bilang masak dia ngak percaya."ucap bunda nya


"Pagi bun".ucap Fathan mencium pipi bunda nya


"Kau itu sudah mempunyai istri Fathan seorang suami istri harus menghargai perasaan masing masing Naira istri kamu itu berarti dia tanggung jawab mu meski Naira memiliki hasil sendiri tapi kamu berhak menafkahi nya dan juga belajar mencintai nya ".jelas bunda nya

__ADS_1


"Cinta itu ngak bisa di paksa bun".jawab Fathan


Ini la yg ku takut kan untuk mencintai Fathan terlalu menyakit kan.batin Naira menertawakan diri nya sendiri


Dret dret dret


Ponsel Naira berdering menghentikan sarapan nya Naira mengambil nya dari no tidak di kenal yg menelpon nya tapi tidak diangkat karna merasa tidak penting dan meletakkan ponsel nya di samping nya


"Kenapa tidak di jawab sayang ".ucap bunda bingung


"Paling dari kekasih nya bunda".ejek Fathan


"Ngak penting bun dari no ngak di kenal yg pasti bukan kekasih ku karna aku tidak memiliki kekasih tapi suami."ucap Naira menyinggung Fathan


"Angkat saja siapa tau penting."ucap bunda nya Naira menuruti apa yg di katakan bunda nya dan meletakkan ponsel nya di telinganya tapi tidak bicara


"H...halo."ucap nya takut


"Jika tidak ada yg di bicara kan jangan menelpon ku".ucap Naira dingin


"Maaf nona saya dokter Deon."ucap nya ternyata Deon


"Ada apa ".ucap Naira


"*N*ona saya mau cuti beberapa hari karna ada kematian dari kerabat jauh saya apa boleh."tanya Deon


"Kenapa harus bertanya hal sekecil itu pada ku kamu bisa bertanya kepada Saira."bentak Naira


"Maaf nona jika bisa nona bisa menggantikan saya karna banyak pasien yg saya tinggalkan itu kenapa saya menelpon meminta izin".ucap Deon di sebrang telpon


"Saya turut berduka cita atas meninggal kerabat jauh kamu dan kamu pergi saja nanti saya yg akan mengurus nya".ucap Naira


"Terimakasih nona."ucap Deon


Tut


"Siapa sayang."tanya bunda nya


"Dokter Deon bun".ucap Naira berdiri untuk bersiap siap


"Kadang diem kadang cuek kadang marah marah kadang lembut kayak bunglon aja."gumam Fathan


"Bun aku pergi dulu".ucap Naira dengan pakaian biasa tapi memegang tas dokter


"Kenapa harus izin sama bunda kamu kan punya suami izin sama suami dong".ucap bunda nya


"Kau mau kerja di hari libur ini."ucap Fathan


"Ngak aku harus mengunjungi rumah sakit di sana membutuhkan ku".jawab Naira santai


"Lain kali aja ya hari ini aku mau ajak kau jalan."ucap Fathan


"Ngak bisa Fathan lain kali aja ya" .ucap Naira lembut

__ADS_1


"Ya udah kau hati hati di jalan."ucap Fathan memberikan tangannya untuk di salam


"Salim Naira".ucap Fathan mengerti kebingungan Naira dan Naira mencium punggung tangan Fathan lalu pergi


__ADS_2