Kisah Naira

Kisah Naira
45


__ADS_3

Hari ini Naira di perbolehkan pulang tapi harus memakai kersi roda biar Naira tidak kecapekan karna Naira lagi menjalankan terapi


"Nona harus banyak istirahat biar cepat sembuh".ucap Zahra


"Dokter Zahra biar aku yg dorong bunda".ucap Athan


"Aku juga ."ucap Tathan


"Terus aku bantu apa dong.''ucap Kiara


''Kau duduk sama bunda di sini'".ucap Naira dan Kiara duduk di pangkuan Naira


"Zahra biar Bagas bantuin aku ". ucap Naira


"Ingat ya anak anak jaga bunda kalian jangan sampai membuat nya banyak pikiran dan jangan nakal ok".ucap Zahra


"Ok cantik".ucap Tathan


"Jangan genit sama istri ku."ucap Bagas kesal


"Kami pulang ya Zahra titip rumah sakit seperti biasa."ucap Naira


"Iya nona saya ngerti".ucap Zahra .Naira dan anak anak nya menuju parkiran dari jauh Naira melihat seseorang mengendong wanita yg akan melahirkan


Ternyata kau sudah melupakan ku Fathan aku harus ikhlas karna ini keputusan ku ku harap kau bahagia bersama keluarga baru mu.batin Naira masuk ke dalam mobil meneteskan air mata nya


"Bunda kenapa nangis bunda rindu ayah''.ucap Kiara


"Sangat sayang ".jawab Naira


"Bunda jangan nangis ada kami di sini".ucap Athan menghapus air mata Naira


"Kalian tak kan meninggal kan bunda kan".ucap Naira


"Tak kan pernah bunda''.jawab mereka bersama


"'Nona beruntung mempunyai anak seperti mereka".ucap Bagas menjalankan mobil nya


"Terimakasih Bagas sudah setia bekerja dengan saya".ucap Naira


"Iya nona ,nona banyak membantu keluarga saya jadi yg saya lakukan ini ngak ada apa apa".ucap Bagas


''Bunda sini senderan di bahu Athan nanti bunda capek."ucap Athan


"Athan kuat."ucap Naira tersenyum karna anak pertama nya ini selalu bertingkah seperti orang dewasa


"'Kuat dong bunda Athan kan sering makan dan olahraga".jawab Athan


"Baik la bunda sederan ya."ucap Naira menyenderkan kepalanya setiap Naira merindukan Fathan Athan selalu menghiburnya memberikan kasih sayang seperti orang dewasa


"Tathan mau juga dong bang."ucap Tathan


"Kak Tathan jangan manja deh kasian bang Athan".ucap Kiara


"Tak apa jika kau mau juga bisa".jawab Athan membuat Tathan senang


#####


Fathan berlari di lorong rumah sakit membawa ibu yg akan melahirkan


"Letak kan di sini pak".ucap suster dan Fathan meletakkan nya wanita itu di bawah ruang bersalin


"Tuan Fathan Nickoles kok ada disini."ucap seorang dokter


"Dokter Zahra masih ingat saya."ucap Fathan


Gimana ngak ingat setiap saya menemui nona Naira dia selalu memegang foto kamu.batin Zahra


"Siapa yg tidak mengenal tuan".jawab Zahra


"Tempat ini kamu yg urus."ucap Fathan


"Iya tuan saya Bagas dan Andri yg ngurus".ucap Zahra


"Naira nya mana kenapa dia yg ngak ngurus".ucap Fathan


"Tuan merindukan nona Naira apa tuan masih mencintai nya."ucap Zahra tersenyum


"Tidak aku hanya bertanya" .jawab Fathan bohong


"Tuan di sini mengantar istri tuan melahirkan ya".tanya Zahra penasaran


"Maksudnya."ucap Fathan binggung


"Wanita yg di gendong tuan tadi".ucap Zahra


"Seingat ku hanya Naira Nandana istriku dan kami belum berpisah soal wanita tadi aku hanya menolong nya karna saat aku ke kantor dia minta bantuan ku karna akan melahirkan karna suaminya lagi kerja dan dalam perjalanan".jelas Fathan


"Jika nona Naira kembali apa tuan akan menerima nya lagi".ucap Zahra ingin mengetahui isi hati Fathan


"Entah setidaknya dia beri dulu penjelasan kepada ku aku ngak yakin dia mengkhianati ku".ucap Fathan


"Tuan akan terkejut jika bertemu dengan nona Naira dan tuan masih mencintai nona Naira saya doakan semoga tuan bisa kembali dan bertemu dengan nona Naira."ucap Zahra lalu pergi


"Tunggu dokter apa kau mengetahui dimana Naira".ucap Fathan tapi Zahra tak hiraukan


"Kenapa rasa ini tak pernah berkurang hati ku bekata kau masih mencintai ku Nai."gumam Fathan lalu pergi

__ADS_1


#####


"Sudah 7 tahun kakak kamu pergi entah kemana mama merindukan nya."ucap mama nya ke Laila


"Laila juga ma" .ucap Laila


"Emm ma maaf jika Naira belum kasi mama cucu Laila masih takut nanti nya Laila kehilangan anak Laila lagi".ucap Laila lagi


"Tak apa sayang mama ngerti kok".ucap mama nya


''Laila merasa bersalah sama mas Gibran karna ketakutan Laila dia ngak punya keturunan".ucap Laila


''Aku ngerti kok sayang jangan bersedih".ucap Gibran memeluk Laila dari belakang


"Mas Gibran" .ucap Laila kaget


"Kayak nya mama harus pergi sebelum jadi nyamuk".ucap mama nya pergi


''Mas ini malu tau mas."ucap Laila


"'Kenapa kembali mas ada yg tinggal".ucap Laila lagi


"Iya cinta mas yg tinggal''.ucap Gibran


"Mas lebay deh".ucap Laila


"Mas" .ucap Laila membalikkan badan nya menghadap Gibran


"Jika mas ingin segera jadi ayah mas bisa kok nikah lagi Laila masih takut."ucap Laila


"Jika kau membahas ini lagi aku akan memaksa mu untuk mengandung".ucap Gibran ingin pergi tapi tangannya di tarik Laila


"Maafkan aku jangan marah''.ucap Laila memeluk Gibran


"Aku tak suka kau menyuruh ku menikah lagi kau sudah cukup bagi ku".ucap Gibran


"Jika itu mau mas aku akan berusaha melawan ketakutan ku".ucap Laila


"Benarkan ayo kita lakukan sekarang".ucap Gibran menggoda


"Mas harus kerja ".ucap Laila malu


"Eh kita udah sering lakukan kenapa kau masih aja malu setiap aku mengatakan itu".ucap Gibran tersenyum


"Malu tau mas."ucap Laila


"Kau ini selalu membuat ku gemes".ucap Gibran


''Mau ikut ngak kau pasti bosan aku merindukan mu jadi kau ikut la aku ke kantor."ucap Gibran


"Mas liat itu anak kemarin kan".ucap Laila karna mereka berhenti di lampu merah


"Dia begitu menyayangi bunda nya sehingga memberikan bahu nya untuk di tiduri bunda nya".ucap Laila kagum


"Kau benar sayang ,sebenarnya aku kesal dengan adik nya dia begitu genit beruntung dia tidak menggoda mu jika iya sudah ku kasih pelajaran dia."ucap Gibran geram


"Hahahah! kau ini mas dia masih anak kecil kau cemburu".ucap Laila tertawa


"Mereka memang bocah tapi tingkah dan pemikiran mereka seperti orang dewasa apa lagi kakak nya mereka sok berkuasa dan memerintah menyebalkan".ucap Gibran


"Iya kau benar aku bertanya tanya apa urusan nya dengan kak Fathan".ucap Laila


"Entah".jawab Gibran


''Mas ingat Zahra dan Bagas kemarin juga ada di sana apa ini ada hubungan dengan kak Naira."ucap Laila


"Zahra dan Bagas siapa mereka."tanya Gibran


"Itu lho mas Zahra itu yg merawat kak Nai dulu dan Bagas anak buah kak Naira yg paling setia."ucap Laila


"Iya mas ingat dia pernah ikut saat acara Deon dulu."ucap Gibran


"Apa perlu kita selidiki mas".ucap Laila


"Iya nanti mas akan menyuruh seseorang menyelidiki hal ini."ucap Gibran


###


Anak anak Naira lagi menunggu jemputan Bagas mereka menunggu di pagar sekolah anak anak yg lain juga pada pulang


"Kak Kiara mau ikut aku ke rumah kita main di sana".ucap teman nya


"Bang boleh ya aku pengen main ke rumah Saras".ucap Kiara


"Boleh kita tunggu Bagas dulu."ucap Athan


"Ye ayo sekarang kita ikut Saras aja."ucap Kiara senang menarik tangan Athan dan Tathan ikut dengan Saras setelah 15 menit mereka sampai di rumah Saras


"Mama Saras pulang".teriak Sarah gembira karna teman teman ikut


"Jangan teriak sayang".ucap mamanya memeluk Saras


"Liat deh ma Saras ngajak teman Saras".ucap Saras


"Kalian."ucap nya


"Aunty cantik."ucap Tathan yg ternyata Saira Saras anak pertama Saira dan Deon ya Deon berjuang demi mendapatkan Saira setelah Deon berjuang keras akhir nya Saira menerima nya

__ADS_1


"Kenalin ma ini bang Athan ini kak Tathan dan ini kak Kiara".ucap Saras memperkenalkan teman teman nya


"Hei tampan dan cantik kenalin aunty mama nya Saras panggil aja aunty Saira".ucap Saira tersenyum


"Bang apa kita pergi aja disini ngak ada anak buah bunda".bisik Tathan


"Apa kau senang bermain di sini Kiara" .ucap Athan


"Iya bang Kiara seneng main sama Saras."jawab Kiara


"Tapi dek kemarin kita udah tidak sopan jika mereka culik kita gimana".ucap Tathan


"Tenang ada abang yg akan jagain kalian."jawab Athan memasukkan tangannya di saku celana nya


"Ayo kak kita main".ucap Saras senang Tathan dan Kiara bermain bersama Saras sedangkan Athan hanya mengawasi dari jauh dengan muka dinggin nya


"Kamu tidak ikut main".ucap Saira mengakrab kan diri dengan Athan


"Tidak".jawab Athan singkat


#####


Naira yg di rumah merasa gelisah karna Bagas memberi tau bahwa anak anak nya tidak ada di sekolah


"Maaf nona kami tidak menemukan mereka dari yg informasi mereka ikut sebuah mobil".ucap Bagas menunduk


'"Ya tuhan kemana mereka".ucap Naira menangis


"Saya akan mengerak kan semua anak buah nona tenang la serah kan ini pada saya".ucap Bagas


"'Temukan mereka secepatnya Bagas".ucap Naira dan Bagas segera pergi


"Kalian dimana sayang aku harus ikut mencari mereka apa mereka di culik".ucap Naira ikut mencari bersama Andri


Keluarga Nandana sudah ada di rumah karna sudah jam 4 sore anak anak Naira masih betah bermain di tambah keluarga mereka lengkap


"Kenapa mereka ada disini".ucap Deon


"Mereka berteman sama Saras".jawab Saira


Mereka berkumpul di ruang tamu karna kehadiran anak anak Naira yg menghebohkan rumah Nandana


"Aunty Laila mau jadi kekasih ku".ucap Tathan


"Dia istri ku anak kecil''.jawab Gibran kesal


"'Baik la sayang aku mencintaimu."ucap Laila bermain bersama Tathan


''Sama sayang cinta ku sebesar kamu mencintai ku".ucap Tathan


"Tunggu kamu bisa dari mana kata kata itu."ucap Saira karna seingat Saira kakak nya sering mengucapkan kata kata itu


"Bunda ku sering mengucapkan nya".jawab Tathan


"Sebaiknya kita pulang ini sudah sore nanti bunda nyariin kita."ucap Athan


"Bentar lagi bang masih asik."jawab Kiara


Naira mendapatkan informasi mobil yg membawa anak anak nya sudah di temukan dan segera Naira menunju tempat itu


"Kau yakin Jek ini jalan nya".ucap Naira


"Iya nyonya kemarin juga tuan muda dan adik adik nya datang kesini untuk menemui tuan Fathan".jawab Jek


"Apa yg mereka lakukan".ucap Naira


"Tuan muda ingin meminta bantuan tuan Fathan menyembuhkan nona".jawab Jek


Aku harus bagaimana jika bertemu dengan mereka .batin Naira


Brak


Naira langsung masuk dengan tergesa gesa Naira khawatir dengan anak anak nya meski mereka di rumah keluarga nya


"Bunda".ucap Athan membuat yg di sana kaget karna bertahun tahun mereka mencari Naira tidak di temukan dan sekarang dia datang sendiri


"Sayang apa kalian berniat meninggalkan bunda".ucap Naira memeluk anak anak nya dan menangis


"Tidak bun kami hanya bermain disini" .jawab Kiara


"Tapi kenapa kalian tidak memberi kabar bunda" ucap Naira semakin deras air mata nya karna kerinduan pada keluarga nya tapi Naira menyimpan nya


"Maaf kan kami bunda."ucap Tathan


"Kami tak apa bun Athan jagain mereka bunda jangan nangis ya".ucap Athan menghapus air mata Naira yg semakin deras


"Hiks hiks kalian jangan tinggalin bunda hiks hiks bunda takut jika bunda kehilangan kalian bunda sangat menyayangi kalian".ucap Naira menangis


"Iya bunda kami juga menyayangi bunda seperti bunda menyayangi kami".ucap ketiganya


"Sekarang kita pulang bunda seharian mencari kalian".ucap Naira


"Maaf bunda,bunda pasti capek".ucap Athan


"Maafkan anak anak saya tuan nyonya sudah merepotkan kalian."ucap Naira pura pura tak mengenal


"Sayang kau kembali."ucap mama nya memeluk Naira

__ADS_1


__ADS_2