Kisah Naira

Kisah Naira
52


__ADS_3

"Hah! nyonya kembali lagi seperti 7 tahun lalu dan saya rasa dia tidak ingat bahwa sudah menikah dan memiliki anak".ucap Zahra


"Apa yg harus kita lakukan."ucap Saira memeluk Deon


"Tenang la kak Naira akan ingat lagi tapi itu dia sendiri jika kita memaksa nya keadaan nya akan semakin parah kita harus bersyukur meski ingatan kak Naira hilang tapi kanker nya sudah hilang".ucap Deon


Keluarga Nandana sudah ada di ruangan Naira untuk menemui Naira sedangkan Naira hanya diam dan menatap mereka satu persatu


"Kakak kenapa menatap kami seperti itu'' ucap Saira mulai bosan


"Siapa dia kenapa nempel terus sama Gibran apa kalian melupakan ajaran ayah."ucap Naira dingin


"Kita harus sabar menghadapi kak Naira separuh ingatan nya hilang".bisik Gibran ke Laila


"Dia istri ku kak dan dia sedang mengandung anak ku".ucap Gibran tersenyum


"Kenapa aku tidak ingat kau sudah menikah". ucap Naira dingin


"Sayang itu karna kau lagi sakit".ucap mama nya lembut


"Ada maksud apa mama bersikap seperti ini apa yg mama rencana kan".ucap Naira


"Kak mama udah berubah" .ucap Saira kesal


Cklek


Seseorang wanita masuk dengan gontai dan sedikit khawatir


"Naira".ucap nya mendekat


"Kalisya".ucap Naira.Fathan menemui Kalisya memberi tau keadaan Naira itu kenapa Kalisya menemui Naira


"Gimana keadaan mu ".ucap Kalisya memandang Naira


"Aku baik kau sedikit berubah Sya apa yg terjadi".ucap Naira


"Aku sama seperti dulu Nai" .ucap Kalisya.


"Hanya status ku berubah aku sudah menikah dengan Daffa".ucap Kalisya


"Kau tak mengundang ku".ucap Naira kesal


"Karna kau sakit itu kenapa kau tak ku undang".ucap Kalisya


"Sebenarnya aku sakit apa".ucap Naira


"Cari tau sendiri dong dan juga ada mereka yg menunggu kamu dan itu kau sendiri harus nemuin ".ucap Kalisya


"Jangan bermain Sya katakan siapa."ucap Naira penasaran


"Kejutan dong iya ngak Sai".ucap Kalisya


"Benar banget kak".jawab Saira


"Jika nanti kau pulang dari rumah sakit kasi tau aku, aku akan mengajak mu ke suatu tempat".ucap Kalisya


"Iya "jawab Naira


Selama satu minggu Naira berada di rumah sakit dan di perbolehkan pulang Fathan dan anak anak nya datang saat Naira tertidur mereka bisa mengerti keadaan Naira


"Sayang ayah harus kerja di tempat teman ayah apa kalian mau ikut".ucap Fathan ke anak anak nya


"Iya ayah kami ikut ayah aja".ucap Kiara


"Tapi maaf ya sayang ayah ngak kerja di kantor tapi di restoran karna ayah ngak punya apa apa lagi tapi ayah janji akan bekerja keras."ucap Fathan


"Iya ayah."jawab mereka bersama dan Fathan pergi ke restoran bersama anak anak nya


"Apa kabar kau Fathan". ucap seorang pria


"Baik bro tapi maaf ya aku ajak anak anak ".ucap Fathan


"Tak apa mari ke ruangan ku disana sudah ada istri ku" ucap nya mereka naik ke lantai atas


Cklek


"Sayang Fathan udah datang."ucap nya ke istrinya


"Hai Fathan aku ngak nyangka demi seorang Naira kau rela kehilangan segalanya". ucap nya


"Aku udah pernah kehilangan Naira dan aku ngak mau lagi kehilangan nya aku sangat mencintai nya dan sekarang tuhan menguji cinta kami lagi".ucap Fathan


"Kami turut bersedih dengan keadaan Naira".ucap nya


"Ayah mereka siapa."ucap Kiara


"Mereka sahabat ayah dan bunda sayang itu om Dapit dan itu tante Yira" .ucap Fathan

__ADS_1


"Kalian sangat tampan dan cantik."ucap Yira


"Tante juga cantik."ucap Tathan tersenyum


"Terimakasih".ucap Yira


"Kalian siapa nama nya".ucap Dapit


"Abang ku Athan dan kakak ku Tathan aku Kiara".jawab Kiara semangat


"Athan tampan sekali".ucap Yira


"Udah tau".jawab Athan dingin


"Hhahaha ! kamu sangat mirip dengan bunda mu."tawa Yira


"Sayang tidak boleh sepertii itu ngak sopan."ucap Fathan berlutut


Cklek


"Hai semua kami datang ".ucap seseorang menjadi pusat perhatian teman nya


"Ingat jangan tunjukin bahwa kalian anak anak bunda nanti bunda sakit lagi."bisik Fathan ke anak anak nya


"Kau".ucap Naira kaget


''Nai kau sudah datang."ucap Yira


"Iya".jawab Naira


"Oh ya Nai mereka udah nikah lho ."ucap Yira


"Kenalin Nai sahabat ku Fathan."ucap Dapit


Kenapa wajah nya kayak ngak asing ya.batin Naira


"Kalian sangat tampan sayang."ucap Naira ke anak anak


"Terimakasih kami tampan seperti ayah kami". ucap Tathan


"Boleh Kiara peluk".ucap Kiara


"Tentu saja boleh".ucap Naira merentangkan tangannya dan mereka berpelukan Naira merasa sesuatu saat melihat mereka


"Mana bunda kalian".ucap Naira melepaskan pelukannya


"Kalian sangat lucu."ucap Naira berdiri


"Fathan aku saranin kau bekerja dengan Naira saja pekerjaan ini ngak layak buat kamu".ucap Dapit


"Dia Fathan Nickoles demi istrinya dia rela ninggalin segalanya karna papi nya ngak mau memaafkan istrinya yg pernah meninggal kan nya."ucap Kalisya


"Aku aja masih belum di izinin bekerja masak harus nerima dia".ucap Naira


"Ck !kau bisa suruh Gibran mempekerjakan nya di kantor Nandana Nai".ucap Kalisya


"Ngak apa kok aku hanya perlu menitipkan anak anak ku".ucap Fathan


"Baik la kau bisa bekerja dengan ku tapi sebagai apa".ucap Naira berpikir


"Sebagai suami juga boleh".jawab Fathan tersenyum


"Situ punya istri kan".ucap Naira


"Kau tidak mendengar apa yg di katakan anak ku tadi jika bunda mereka adalah kau itu berarti kau istri ku" jawab Fathan


Kenapa aku jadi deg degan.batin Naira


"Kau bisa menitipkan anak anak ke aku Fathan dirumah aku ngak ada kerjaan nanti jika kau pulang bekerja kau bisa jemput mereka".ucap Kalisya


"Ngak enak Sya sama Daffa".jawab Fathan


"Ngak apa Fathan".jawab Kalisya


"Apa kalian mau sayang, ayah harus bekerja nanti ayah akan jemput kalian".ucap Fathan


"Dia sahabat ayah dan bunda kalian tenang aja."ucap Fathan


"Iya ayah Athan akan jagain adek adek".ucap Athan


"Kalian sangat pintar".ucap Kalisya


"Sekarang mari ikut Tante".ucap Kalisya


"Iya tante."jawab mereka


"Ayah pasti senang berkerja dengan bunda".bisik Athan

__ADS_1


"Tentu saja".ucap Fathan tersenyum


"Bunda pasti bahagia bersama dengan nya dan pasti bunda akan senyum terus bersama dengan ayah".bisik Athan ke Naira lalu mereka pergi


"Mari ikut saya''.ucap Naira


"'Terimakasih semua".ucap Fathan lalu pergi


"Aku bekerja sebagai apa".ucap Fathan berada di dalam mobil Naira mereka duduk di belakang bersama karna ada supir Naira di depan


"Kita ke kantor Nandana". ucap Naira ke sopir nya


"Kita datang dulu ke kantor setelah itu baru tau pekerjaan mu apa".ucap Naira


"Emm istri mu kemana".ucap Naira ragu Fathan hanya tersenyum


"'Di tanya malah senyum."ucap Naira kesal


'"Sory perbannya ingin lepas."ucap Fathan membenarkan perban kepala Naira dengan menatap mata Naira dalam dalam


Shirttt


Mobil mereka berhenti mendadak membuat Naira yg tidak memakai sabuk pengaman terdorong ke depan


Cup


Karna posisi mereka tadi sangat dekat dan rem mendadak membuat bibir Naira menyentuh bibir Fathan dan mata mereka bertemu dan seakan Naira memeluk Fathan dan mengalung kan tangan nya ke leher Fathan melihat mata Fathan penuh kerinduan membuat Naira merasa tidak terkendali dan menempelkan bibirnya ke bibir Fathan . Fathan juga membalas nya dengan kelembutan mereka hanyut dalam ciumannya sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai tidak mau menganggu sopir itu keluar mereka masih menyalurkan kerinduan masing masing Fathan mulai menciumi leher Naira hingga menimbulkan ke merahan dan Naira tersadar dan mendorong Fathan


"Apa yg aku lakukan".ucap Naira merapikan baju nya


''Aku seperti wanita murahan dasar gila kau Naira.''ucap Naira lalu keluar dari mobil bukan nya merasa hina Naira merasa tersipu malu dan senang


''Ada apa dengan ku."ucap Naira ingin masuk ke lift


Bruk


"Aw. "..pekik Naira terjatuh


"Kakak".ucap Gibran membantu Naira berdiri


''Kau jika jalan liat liat Gibran" . ucap Naira


"Kakak kenapa ''.ucap Gibran tersenyum melihat leher Naira karna mereka sudah merencanakan kedekatan Naira dan Fathan tanpa mereka ketahui


"K...kakak ngak kenapa napa".jawab Naira mereka masuk lift bersama sebelum lift nya tertutup Fathan masuk


"Kau kenapa ngikutin aku".ucap Naira deg degan


"Mau bekerja".jawab Fathan


"Maaf soal tadi."ucap Fathan


''Harus nya aku yg minta maaf atas kelakukan kayak wanita hina".jawab Naira menunduk


''Ehm ehm."dehem Gibran


''Oh ya dia CEO di sini kau bisa bekerja dengan nya".ucap Naira


"Maaf kak ,kakak tau sendiri Laila lagi hamil jadi aku pikir kakak mulai la bekerja di sini aku ngak selalu ada dikantor".ucap Gibran keluar dari lift lalu melesat pergi


"Baik la kita ke ruangan ku sekarang."ucap.Naira


Kenapa aku bisa senyaman sama dia dan juga senang ngak biasanya.batin Naira


''Emm apa kita saling kenal sebelum nya."ucap Naira duduk di kursi ruangan nya Fathan juga duduk di depan Naira


'"Iya kita saling kenal bahkan sangat."jawab Fathan tersenyum


''Sedalam apa kau mengenal ku"".ucap Naira penasaran


"Sedalam cinta kita berdua".ucap Fathan tersenyum tulus


Kenapa tidak ada kebohongan disanaa.batin Naira menatap mata Fathan


''Aku tau kau tak percaya dari kau mencium ku tadi aja itu sudah membuktikan bahwa kita suami istri aku tau kau tak kan melakukan hal seperti itu dengan pria lain selain dengan suami kamu sendiri."ucap Fathan Naira juga tidak membenarkan dan menyalahkan


"Sebaiknya aku pergi aku akan bekerja di tempat lain aja".ucap Fathan lalu berdiri dan pergi


"Kenapa sakit sekali melihat nya pergi."ucap Naira meneteskan air mata


"Ada apa dengan ku apa benar dia suami ku dan mereka tadi anak anak ku aku merasakan sesuatu di hati ku".ucap Naira berpikir


''Aku ingat aku kan sering menulis buku harian".ucap Naira mencari buku dan ketemu dan membaca nya satu persatu


''Ini tidak mungkin ".gumam Naira dan kepala nya kembali sakit


"Tenang Nai tenang". ucap Naira menenang kan pikiran nya dan menyimpan nya kembali lalu pergi

__ADS_1


__ADS_2