
Naira membuka matanya Naira merasa di perut nya terasa berat saat Naira melihat ternyata tangan Fathan memeluk nya dengan erat Naira membalik kan badan nya dan memperhatikan Fathan
*A*ku ngak tau apa aku benar mencintai mu atau ini hanya rasa lain jika ini cinta aku berterima kasih karna kau mengembalikan rasa dulu tapi aku juga takut jika kisah cinta kita seperti yg sebelum nya kau akan meninggal kan aku dan memilih wanita lain meski ini cinta mending aku memendam nya biar aku saja yg merasakan nya dekat dengan mu saja sudah membuat ku bahagia hanya kau yg bisa mengembalikan senyuman ku dulu terima kasih.batin Naira lalu mengecup Fathan
"Apa kau memiliki sifat mencuri".ucap Fathan membuka mata nya sebenarnya Fathan terbangun saat Naira bergerak tadi
"T....tidak."ucap Naira gugup
"Terus ini apa kau mencuri kecupan ku tanpa seizin ku."goda Fathan
"T...tidak mungkin kau hanya mimpi mana mungkin aku mengecup mu".ucap Naira
"Mengakui apa salah nya kau itu istri ku jadi tak apa jika kau mencium suami sendiri jika kau mencium suami orang itu baru berbahaya."ucap Fathan
"Enak saja apa wajah ku keliatan seperti pelakor ".ucap Naira kesal
"Itu hanya perumpamaan dasar kau itu tukang marah."ejek Fathan dan menjentik kening Naira
"Aw...sakit apa kau mulai melakukan KDRT ".ucap Naira mengelus kepala nya
"Baik la aku akan mengobati nya cup."Fathan mencium kening yg sakit membuat Naira terdiam
"Apa kau mau di ulang lagi".bisik Fathan melihat Naira terdiam
"Awas aku mau mandi".ucap Naira mendorong Fathan biar Fathan tidak mengetahui jika pipi nya memerah karna malu
"Huhuhu duh kenapa nih jantung tenang ok" .gumam Naira di kamar mandi menetralkan jantung nya
Naira sudah siap pergi ke kantor tinggal menunggu Fathan karna Fathan bilang dia akan mengantar kekantor. Fathan masih di ruang ganti
"Fathan cepetan nanti telat".teriak Naira
'"Jika ingin cepet bantuin aku Nai" .teriak Fathan
Cklek
"Astaga lama banget kau ini sangat lelet".ucap Naira kesal melihat Fathan dengan kemeja setengah terkancing dan Fathan asik dengan jam nya
"Jangan banyak bicara cepat bantuin."ucap Fathan
"Dasar pemalas."ejek Naira membantu Fathan sebenarnya Fathan sengaja biar bisa deket deket sama Naira .Naira fokus mengenakan kancingan Fathan tapi Fathan malah asik menatap wajah Naira dan senyum senyum
"Sekarang mana dasi nya."ucap Naira melihat Fathan
"Apa kau sudah gila senyum senyum kayak gitu". ucap Naira lagi
__ADS_1
"Kau cantik."ucap Fathan memberikan dasi nya ke Naira
"Ala gombalan kau ngak mempan sama seorang Naira".ucap Naira sombong
"Apa yg kau lakukan".ucap Naira karna pinggang nya di tarik Fathan dan tangan satu nya mengalung di leher Naira
"Biar lebih ngampang ".jawab Fathan santai jantung mereka sama sama lari maraton mungkin mereka lagi lomba
Sabar Fathan jangan berani kau mencium bibir yg menggoda nya itu bisa bisa Naira akan marah dan kau tidak bisa lagi deket deket sama dia.batin Fathan melihat bibir Naira yg menggoda menurut Fathan
"Selesai."ucap Naira merapi kan kemaja Fathan seakan mengelus bidang dada Fathan
"Apa kau mau menggoda ku".ucap Fathan
"Maksud kau".tanya Naira bingung
"Kau mengelus dada ku aku akan tergoda nanti".ucap Fathan
"Otak kau itu mesum banget aku merapikan baju mu bukan menggoda mu."ucap Naira kesal
"Siapa tau, kau ingat saat gibran dan Saira membawa ku Saira bilang seakan kau mau memper***ku".ucap Fathan menggoda
"Ck! mana ada itu cuman salah faham mending kita turun nanti telat sekarang pakai jas nya".ucap Naira mengambil jas yg akan di kenakan Fathan
"Aku lebih suka naira seperti ini banyak ngomong bawel dan sudah mulai tersenyum dari pada yg pertama kita ketemu cuek nya minta ampun di mana mana cowok yg cuek dan pendiem tapi ini malah cewek".ucap Fathan tersenyum
"Aku tidak berjanji tapi aku akan berusaha untuk menepati nya."jawab Naira tersenyum
#####
Di perjalan menuju kantor Fathan tidak hentinya tersenyum membuat Naira bingung
"Apa kau menebar pesona."ejek Naira
"Iya biar kau terpesona".ucap Fathan tersenyum
"Jangan tersenyum seperti itu ".ucap Naira tersenyum
"Kenapa".tanya Fathan bingung
"Nanti aku jantuh cinta ".ucap Naira tersenyum dan memandang Fathan mendengar ucapan Naira membuat Fathan menghentikan mobil nya dan memandang Naira
"Hahaha muka kau lucu seperti itu".tawa Naira
"Kau mengerjai ku".ucap Fathan kesal
__ADS_1
"Lagian kau senyum terus jadi aneh tau ngak kau tidak tersenyum aja sudah membuat ku terpesona."ucap Naira mengendip kan mata nya sebelah
"Berhenti menggoda ku harus nya aku yg menggoda mu karna kau berkata seperti tadi".ucap Fathan kesal
"Apa kau mulai mencintai ku".ucap Fathan yg ingin membalas godaan Naira
"Jawaban ku terletak pada jawaban mu apa kau mencintai ku."ucap Naira sekakmati Fathan
"Nyebelin kenapa aku yg kalah kali ini aku biarkan kau menang lain kali awas aku ngak mau jawab."ucap Fathan melajukan mobil nya lagi
"Kau sendiri bukan yg bertanya dengar kan suara hati mu apa jawaban nya".ucap Naira membuat Fathan terdiam
"Oh ya Fathan aku lupa ngomong sama bunda rencana nya malam ini aku mau nginep di rumah mama boleh ya".ucap Naira lagi
"Nai kau tau kan bunda ngak izinin kau ketemu sama mama kau".jawab Fathan
"Tapi aku merindukan mereka Fathan".jawab Naira
"Baik la aku akan ikut nginep nanti aku jemput kau di kantor".ucap Fathan
"Jika kau menjemput ku apa ngak capek harus bolak balik ngak usa aku bisa jaga diri sendiri".ucap Naira
"Jika aku ngak ikut kau juga engak usa nginep".ucap Fathan tegas
"Serah deh yg penting aku bisa nginep."ucap Naira setelah 15 menit mobil Fathan berhenti di depan kantor naira
"Aku masuk dulu".ucap Naira yg ingin keluar
"Tunggu Nai salim dulu dong."ucap Fathan Naira mengambil tangan Fathan lalu ingin keluar
"Tunggu Nai",.ucap Fathan lagi
"Apa lagi.''ucap Naira kesal
"Cup ! sekarang boleh pergi dan semangat ya kerja nya".ucap Fathan mencium Naira
Aku bisa pingsan jika jantung ku kayak gini.batin Naira
"Ya kau juga'".ucap Naira
'"Kau tidak mau mengecup ku'."ucap Fathan
"Ngerep"'.ucap Naira lalu pergi
"Naira Naira macan betina yg mengemas kan"'.ucap Fathan lalu melajukan mobil nya dengan senyum senyum bayangan Naira selalu ada di pikiran Fathan
__ADS_1
"Ternyata bisa sebahagia ini bisa bersama Naira apa aku mulai mencintai nya".gumam Fathan senyum senyum