
"Apa kau lapar ".tanya Fathan
"Setelah makan kau kembali la ke kantor kau meninggal kan kantor sudah lama".ucap Naira merapi kan rambut nya
"Ngak ada kerjaan lagi di kantor 2 hari lagi aku akan ke luar kota apa aku mau ikut".ucap Fathan
"Ingin nya seperti itu tapi aku harus mengurus rumah sakit di sana tidak ada yg mengurus maaf ."ucap Naira
"Tak apa kau urus la rumah sakit banyak orang yg membutuhkan kau di sana."jawab Fathan beranjak menuju keluar kamar dengan mengandeng tangan Naira
"Berapa lama kau disana."tanya Naira
"Sekitar satu minggu"'.jawab Fathan
" Aku yakin kau tak kan bisa tahan rindu.ucap Naira bercanda
''Kau juga''.jawab Fathan
"Siapa bilang kau lupa jika aku ini nona cuek aku tak rindu dengan diri mu"".ucap Naira santai
"Baik la kita buktikan siapa yg paling merindukan ".tantang Fathan dan memajukan wajahnya ingin mencium Naira tapi bibir Fathan di sentil Naira dan berlari
"Aw...awas kau Naira".ucap Fathan mengejar Naira dan menggelitiki Naira
"Hahaha Fathan berhenti aku ngak tahan jangan balas aku dengan ini."ucap Naira menghindar
"Aku tak peduli kau akan ku hukum".ucap Fathan
"Hahhah ampun Fathan ini geli aku ngak tahan."tawa Naira
"Bunda tolong aku" .teriak Naira di ruang tamu bunda nya yg ada di dapur berlari mendengar teriakan Naira
''Ada apa Nai."ucap bunda nya panik
"Fathan bunda hahaha hentikan dia ini geli".ucap Naira menahan perut nya
"Fathan'".ucap bunda nya menjewer telinga Fathan
''Aw ....bunda sakit."ucap Fathan menahan telinga nya
"Sekarang angkat kaki mu dan tarik telinga mu."ucap bunda nya marah
"Bunda aku bukan anak sekolahan."jawab Fathan
"Ini hukuman jika tidak bunda akan memukul mu pakai tongkat mak lampir".ucap bunda nya Fathan terpaksa melakukan nya dengan cemberut dan kesal
"Hahaha kau kayak ketahuan menyontek".tawa Naira lepas
"Bunda dia mengejek ku."ucap Fathan
"Ini hukuman karna kau berani menganggu anak bunda."ucap bunda nya garang
"Terimakasih bunda udah belain Naira."ucap Naira memeluk bunda nya dan tersenyum
"Iya sayang''.jawab bunda nya mencium Naira dengan sayang dari pintu depan Saira memperhatikan Naira yg belum pernah Saira lihat kebahagiaan kakak nya
Jika mama tidak membenci kak Nai mungkin setiap hari kak Nai akan se bahagia ini dan lebih baik mama tidak menganggu kehidupan kak Nai lagi aku sangat bahagia kak Nai bisa tertawa se bahagia ini.batin Saira
"Kak Naira''.panggil Saira dan Naira menoleh
"Saira ,Laila ''.ucap Naira merentangkan tangan nya biar di peluk Saira berlari memeluk kakak nya
"Aku rindu kakak hiks hiks".ucap Saira menangis memeluk Naira
__ADS_1
"Jangan nangis kan udah ketemu sama kakak".ucap Naira
"Kak Fathan".ucap Saira mendekat ke Fathan dan Naira mendekati Laila yg hanya diam di pintu
"Terimakasih banyak kak kakak udah kembali kan kakak ku seperti dulu lagi ".ucap Saira meneteskan air mata
"Kakak mencintai kakak kamu dan kakak akan buat dia bahagia kau jangan khawatir tentang kakak kamu sebaiknya kamu fokus dengan keluarga dan perusahaan ayah".ucap Fathan
"Kalian ngapain kesini apa mama ngak marah".ucap Naira datang bersama Laila
"Engak kak mama izinin kok kan perjanjian nya berlalu setelah Laila menikah sama Gibran".jawab Saira
"Ya kak besok pernikahan gibran dan Laila aku yg mengurus semua nya dan aku sengaja mempercepat pernikahan mereka."ucap Saira lagi
"Saya berharap nona bisa hadir" ucap Laila canggung
"Aku akan datang jika bunda dan Fathan ngizinin".ucap Naira
"Tentu saja kita akan datang".jawab Fathan
"Kau ngizinin aku".ucap Naira senang
"Tentu saja mereka masih keluarga kamu sayang".jawab Fathan
"Terimakasih" jawab Naira memeluk Fathan
"Pernikahan nya di Kua kak ".jawab Naira
"Pasti mama kamu yg minta kan."ucap bunda kesal
"Tak apa bun yg penting sah bun" .jawab Naira
"Kakak ngerti pasti kau menginginkan pernikahan yg di handiri semua orang kakak janji nantinya mama sendiri yg akan membuat resepsi nya".ucap Naira tersenyum
"Tentu saja tapi yg penting cinta kita".bisik Naira
"Jangan mulai bisik bisik tetangga nya".ucap Saira
"Sirik aja".ucap Fathan
"Apa kalian mau ikut kakak makan ."ucap Naira menarik tangan Saira dan Laila
"Aku di tinggal".ucap Fathan mengikuti Naira
"Kak Fathan jauh jauh sama kak Naira kami mempunyai waktu terbatas bersama kak Naira kakak enak 24jam bersama kak Naira la kami."ucap Saira sendu
"Baik nona Nandana kalian duduk disini saya akan melayani kalian".ucap Fathan memberikan waktu pada mereka
"Emang kau bisa".ejek Naira
"Kau meremehkan suami tampan mu ini".jawab Fathan
"Buktikan saja tuan Nickoles".ucap Saira
"Baik la'' .jawab Fathan mengambil makanan
"Kakak ngak nyangka kau bisa melakukan nya datang menemui kakak bersama Laila."ucap Naira
"Kakak bilang kakak menyayangi Laila jadi aku pun sama kakak tenang saja kakak berbahagia la bersama kak Fathan aku yg akan melindungi dan menjaga Laila dan Gibran".ucap Saira
"Nona ngak usa khawatir."ucap Laila masih canggung
"Kau ngak usa canggung gitu Laila panggil aja kakak".ucap Naira tersenyum
__ADS_1
"K...Kakak makin cantik jika sering senyum."ucap Laila
"Istri siapa dulu dong".ucap Fathan datang membawa makanan bersama bunda nya
"Maaf jika kakak dulu sering marah sama kamu dan sering diem "ucap Naira
" Ngak apa kak" jawab Laila
"Ayo makan'."ucap bunda nya
"Gibran kenapa ngak ikut" .tanya bunda nya di sela makan
"Dia ada kuliah tan mungkin kami pulang nanti dia akan jemput".jawab Saira
"Mama mu itu apa memang mau anak anak nya menikah tanpa di ketahui orang bunda ngerti jika pernikahan Fathan dan Naira karna dia membenci Naira ini pernikahan Gibran dia memeng keterlaluan".ucap bunda nya
"Hah !aku tau tan mama ngak bisa di bilangin dia sangat keras kepala di tambah semenjak kakak Naira pergi dari rumah mama makin marah marah melampiaskan kemarahan nya pada ku dan Gibran."jelas Saira
''Mengapa mama seperti itu".ucap Naira
"Ngak tau kak mama sering nyebut nama kakak saat tidur".ucap Saira
"Ya la dia itu yg melahirkan Naira yg pasti dia merindukan Naira ".jawab bunda
"Benar kah bunda".ucap Naira antusias
"Kalau begitu aku mau ketemu sama mama."ucap Naira semangat
"Kau ini semangat sekali".ucap Fathan
"Iya la ini pertama kali mama merindukan ku".jawab Naira
####
Hari ini pernikahan Gibran dan Laila hanya di hadiri pihak keluarga kedua nya Gibran mengucapkan ijabkabul seiringan dengan tetesa air mata Laila
"Kau tau saat kau menuruni tangga saat itu membuat ku terpesona".bisik Fathan ke Naira
"Aku tak percaya karna saat itu kau mencintai orang lain atau saat ini pun begitu".bisik Naira
"Kau tak percaya aku mencintai mu sangat".ucap Fathan
"Percaya" .jawab Naira singkat
"Kau akan selalu milik ku".bisik Fathan menarik pinggang Naira
"Banyak orang'' .bisik Naira lalu mendekati pengantin nya
"Laila aku mau bicara sama Gibran dan Saira."ucap Naira serius mereka duduk tidak terlalu jauh dari mereka
"Sekarang kau sudah menjadi seorang suami kakak harap kau bisa menerima Laila dia anak yg baik".ucap Naira ke Gibran
"Aku akan berusaha untuk mencintai nya kak".jawab Gibran
"Kakak harap kalian ngak akan mengecewakan kakak kau juga Saira berjuang la".ucap Naira
"Iya kak'' .jawab Saira
"Kemarin kakak bertemu sama Nayira tapi sebelum itu kakak bertemu dengan Desi dia bilang permasalahan 3 tahun lalu itu dia yg perbuat tapi kakak belum bicara sama Nayira kakak harap kau Gibran jangan lakukan kesalahan lagi yg membuat mu menyesal seumur hidup" .ucap Naira
"Itu bearti kak Nayira tak bersalah".ucap Gibran
"Salah ngak nya Nayira itu tidak berpengaruh sama Laila dan kau harus ngebantu Saira mengurus perusahaan sambil kuliah ini karna kau harus menafkahi Laila".jelas Naira
__ADS_1
"Iya kak".jawab Gibran dan Naira memeluk adik adik