
"Mama kenapa baru ngomong".ucap Fathan
''Mama udah janji sama Naira ngak ngomong sama siapa siapa''.jawab mama Khaira
''Hanya dokter Zahra dan Bagas mengetahui ke kebenaran nya". ucap Gibran
"Tapi jika benar kak Naira mempunyai sakit parah kenapa dia pergi dari rumah dan harus membuat kesalahan kayak gitu".ucap Saira
"Aku harus mencari tau dari dokter Zahra".ucap Fathan
"Kakak tidak akan dapat informasi karna dari yg aku kenal dokter Zahra itu orang ya setia bertanggung jawab dan amanah".ucap Deon
'"Dokter Zahra juga yg mengurus rumah sakit bersama Bagas dan Andri" .ucap Fathan
"Mas aku merindukan kak Naira aku belum sempat memeluk nya".ucap Laila cemberut
''Iya nanti kita cari tempat tinggal kak Naira."jawab gibran
''Kak Naira hebat bisa melahirkan anak kembar 3.''ucap Saira kagum
"Jika masalah kak Naira mempunyai penyakit parah kalian serah kan pada ku aku akan mencari nya" .ucap Deon
####
Seminggu telah berlalu semenjak pertemuan itu Naira juga hanya di rumah untuk istirahat karna Zahra menganjurkan untuk istirahat
"Bunda kami berakat kesekolah dulu".ucap Athan yg datang dengan adik adik nya
"Anak bunda sudah tampan dan cantik".ucap Naira mencium anak anaknya
"Ya dong".jawab Tathan
"Kalian yg semangat belajar nya."ucap Naira
"Iya bunda.'' ucap mereka
''Maaf ya bunda ngak bisa anter kalian badan bunda lemes bunda harus banyak istirahat".ucap Naira
"Tak apa bunda yg penting bunda cepat sembuh".ucap Kiara
"Anak bunda udah pintar pintar semua."ucap Naira
''Kami berangkat bunda assalamualaikum ''.ucap mereka
"Waalaikumsalam".jawab Naira memperhatikan kepergian mereka
"Ayo Nai kau pasti bisa'' .ucap Naira karna kaki nya tidak bisa di gerak kan
''Susah sekali".gumam Naira bersender di kepala ranjang
''Keadaan ku makin memburuk apa yg harus aku lakukan Fathan juga tidak yakin jika mereka anak nya''.gumam Naira menangis
####
Setelah bekerja di kantor Fathan ingin mencari tentang Naira melalui rumah sakit Nandana .Fathan meluncur ke sana Fathan sudah berada di rumah sakit hampir satu jam tapi Fathan tidak menemukan Naira atau dokter Zahra sampai sebuah mobil datang
"Itu dia ".ucap Fathan tersenyum tapi senyuman nya pudar karna Naira di dorong kursi roda dengan seorang pria yg pernah di lihat nya 7 tahun lalu
"Sial siapa sebenarnya pria itu".ucap Fathan memukul kemudi nya
"Aku harus tenang dan mencari tau".ucap Fathan turun dan mengikuti mereka
''Gimana keadaan nyonya ".ucap Zahra di samping Naira
"Sayang ku ini baik baik saja".ucap nya membuat Fathan kepanasan
"Kau jangan ngomong sembarangan Andri kau mau di pukul tuan muda."ucap Zahra
''Kalian ini entah siapa yg menganjari anak ku satu itu kenapa dia jadi kayak gitu dingin ngak pernah senyum suka memerintah dan suka memukul ".ucap Naira
"Nyonya ingat sebelum bertemu dengan tuan Fathan semua orang tidak ada yg berani mendekati nyonya".ucap Zahra tersenyum
"Iya kau benar Zahra kayak nya Athan meniru sifat ku". ucap Naira tersenyum dan Fathan ikut tersenyum mengingat pertama kali bertemu Naira
" Rasa nya aku ingin menonjok pria itu berani nya dia mendekati istri ku". gumam Fathan
"Andri kau antar aku sampai sini saja nanti Zahra yg membantu ku aku ngak sudih di pengang oleh playboy kayak kamu ".ucap Naira santai
"Nyonya aku sudah pensiun menjadi playboy".ucap Andri
''Apa ! bukan nya Andri itu anak buah Naira dan nyonya berarti mereka tak memiliki hubungan apa apa terus anak anak itu berarti tapi gimana bisa''. gumam Fathan berfikir
"Yg jelas sebentar lagi suami kecil ku akan datang kau bisa habis karna nya."ucap Naira
"'Aku tak sudih jika di kalahkan oleh tuan muda".ucap Andri lalu pergi
'"Suami kecil siapa dia" ucap Fathan kesel dan ingin pergi
"Zahra keadaan ku makin memburuk apa yg harus aku lakukan ".ucap Naira,yg menghentikan langkah Fathan yg ingin pergi
"Nyonya Naira jangan putus asa berjuang la demi anak anak nyonya dan tuan Fathan".ucap Zahra
"Apa maksudnya" ucap Fathan kembali menguping
"Aku yakin kejadian kemarin sudah mengobati rasa rindu nyonya kan dan apa yg di lakukan tuan Fathan saat di kamar bersama nyonya".ucap Zahra menggoda
"Apa kau menggoda Zahra". ucap Naira yg di dorong oleh Zahra menuju ruangan khusus
"Ngaku aja nyonya pasti tuan Fathan melakukan sesuatu karna aku liat semenjak kita pulang dari rumah Nandana nyonya sering senyum senyum tak menentu ".ucap Zahra
"Apa Naira beneran masih mencintai ku".gumam Fathan masih mengikuti mereka
"Aku sudah gila ya Zahra'' .ucap Naira tersenyum penuh
"'Apa bakal clbk nyonya" .ucap Zahra
"Hei kapan aku mengakhiri hubungan dengan nya aku hanya pergi jadi ngak ada clbk" . ucap Naira
"CLBK bukan cinta lama bersemi kembali tapi cinta lama belum kelar". ucap Zahra cekikikan
__ADS_1
''Kau ini berhenti menggoda ku aku malu nih ".ucap Naira menutup muka nya
"Hahaha! ternyata seorang Naira Nandana bisa malu juga". tawa Zahra
"Kau ini kau lupa jika aku ini seorang ibu dan sudah lama ngak ketemu sama Fathan jelas la aku malu". ucap Naira sudah sampai di ruangan nya
"Pantas aku ngak pernah ketemu sama Naira dia mempunyai ruangan khusus". gumam Fathan
"Zahra kaki ku kaku tak bisa berjalan".ucap Naira
"Nyonya pelan pelan gerak kan kaki nya jangan terlalu di paksa dan rileks aja".ucap Zahra membantu Naira berdiri
"Tidak usa Zahra aku harus bisa sendiri".ucap Naira berusaha sendiri
"Ayo Nai kau pasti bisa".ucap Naira berusaha berdiri dan melangkahkan kaki nya perlahan dan menjauhi Zahra
"Zahra aku mulai lemes ".ucap Naira dan oleng terjatuh Fathan segera menolong Naira biar tidak terjatuh
"Nyonya".ucap Zahra menutup mulut nya karna Naira sudah di bawah dengan tangan Fathan menahan badan Naira supaya tidak terbentur dan badan mereka menempel mata mereka saling memandang dan terkunci Zahra pun hanya menonton
Cklek
Bugh
"Kau ingin membunuh bunda ku ya dengan menindih nya".ucap Athan menendang Fathan sampai tergeletak
''Keras sekali nendang nya''.ucap Fathan mengusap lengan nya yg di tendang
"Athan kau tak boleh seperti itu itu nama nya tak sopan".tegur Naira
"Dia ingin membunuh bunda dengan menindih bunda."ucap Athan kesal
''T..tadi dia nolongin bunda yg terjatuh" .ucap Naira gugup karna jantung nya lari maraton
"Awas jika kau nyakiti bunda ku".ancam Athan
"Dia tidak akan menyakiti bunda tuan muda percayalah".ucap Zahra membantu Naira berdiri dan duduk di kursi roda
''Bunda kenapa masuk rumah sakit lagi".ucap Kiara
Lagi berarti dia sering masuk rumah sakit apa yg di bilang mama itu benar.batin Fathan
"Bunda tak apa sayang."ucap Naira
"Tuan nguping Pembicaraan saya tadi".ucap Naira
".T.tidak tadi aku lewat tidak sengaja melihat kau terjatuh".ucap Fathan
"Sebaiknya tuan pergi dari sini."ucap Naira
"Jika tidak mau gimana".ucap Fathan
"Tuan harus pergi dari sini pergi la".ucap Naira
"Bukan kah dia pria yg ada di foto bunda".bisik Athan
"B..bukan'."jawab Naira karna anak nya ini selalu mengerti diri nya
"Tak perlu nak bunda baik baik saja dia pergi saja".ucap Naira
"Ok deal."ucap Fathan memberikan tangannya tapi tak di balas Athan
"Sombong amat."ucap Fathan kesal
"Nyonya saya pergi dulu nanti saya balik lagi.''ucap Zahra lalu pergi
Duh kenapa lagi aku masih deg degan.batin Naira
"Bunda Kiara laper."ucap Kiara
"Iya bunda telpon Bagas atau Andri dulu buat anterin makanan."ucap Naira mancari ponselnya
"Tak perlu Kiara mau makan mau ayah temanin."ucap Fathan tersenyum
A..ayah apa dia sudah tau dan apa dia akan mengambil nya tapi tak apa jika nanti aku tiada dia bisa menggantikan aku.batin Naira
"Tidak aku mau makan sama bunda dan mau dengar cerita tentang ayah."ucap Kiara mengeleng
"Nanti aja ceritanya sayang bunda lagi capek".jawab Naira menuju kasur nya
"Bunda biar aku bantu ".ucap Athan membantu Naira
"Tathan ngak mau bantu abang".ucap Naira
"Kak Tathan kenapa diam."ucap Naira karna ngak biasanya anak kedua nya diam
"Tathan takut bun."ucap Tathan yg akan hampir menangis
"Kenapa harus takut."ucap Naira naik ke kasur nya
"Tathan takut bunda pergi ninggalin kami".ucap Tathan
"Sini deh kak Tathan."ucap Naira memberikan tangannya
"Bunda tak kan meninggal kan kalian bunda kan sayang kalian."ucap Naira memeluk Tathan
"Tapi bunda sering masuk rumah sakit Tathan sedih liat bunda sakit."ucap Tathan
"Baik la bunda tak kan sakit lagi Tathan jangan nangis nanti tampan nya hilang."ucap Naira mengelus pipi Tathan
"Dasar cengeng".ejek Athan
"Bunda apa boleh Kiara jalan sama orang ini."ucap Kiara memohon
"Hah !baik la tapi bentar aja nanti bunda rindu sama Kiara."ucap Naira membuang nafas nya perlahan
"Ye terimakasih bunda."ucap Kiara memeluk Naira
"Abang dan kakak ngak mau ikut."ucap Naira mengelus kepala kedua nya
__ADS_1
"Ngak Athan mau jagain bunda Tathan aja yg ikut".ucap Athan
"'Bunda tak apa nanti ada dokter Zahra."jawab Naira
"Boleh Tathan ikut bunda".ucap Tathan
"Iya boleh''.jawab Naira tersenyum Fathan hanya memperhatikan intaraksi Naira dan anak anak nya
"'Bakalan liat cewek cantik lagi".ucap Tathan
"'Kau ini cepat pergi sana nanti tuan itu mau pergi lagi."ucap Naira
"Iya bun".ucap Tathan pergi bersama Kiara dan Fathan.Fathan menoleh memperhatikan Naira lalu pergi
"Bunda akan sembuh kan karna orang yg ada di foto itu sudah ada di sini."ucap Athan mengengam tangan Naira
"Bunda, Bagas bilang orang itu ayah Athan apa itu benar bunda ".ucap Athan
''Nanti bunda cerita jika ada Tathan dan Kiara."jawab Naira
"Cie ada yg rindu nya terobati ni ye."ucap Zahra masuk
"Apa sih Zahra''.ucap Naira malu
"Athan mau tau sesuatu ngak" .ucap Zahra
"Zahra jangan aneh aneh."ucap Naira
"Apa Zahra".ucap Athan santai
"Athan tau kenapa bunda sering memeluk foto orang tadi".ucap Zahra
''Zahra."ucap Naira
"Kenapa Zahra."ucap Athan penasaran
'"Itu karna orang itu ayah Athan yg bunda Athan cinta sayangi dan rindukan bunda Athan pasti senang banget tuh di temuin sama dia apa lagi sempet di peluk".ucap Zahra
"Zahra tak bohong kan berarti Athan udah temuin ayah".ucap Athan antusias
"Iya benar Zahra ngak bohong."ucap Zahra
''Tapi kenapa ayah nyebelin Zahra bunda bilang ayah baik".ucap Athan
"Tapi Athan senang kan".ucap Zahra
''Iya Zahra aku seneng ketemu ayah karna dengan adanya ayah bunda akan cepat sembuh."jawab Athan
"Athan mau tinggal bersama ayah."tanya Naira
"Jika bunda sembuh kita akan tinggal bersama sama".jawab Athan
"Baik la biar aku periksa dulu bunda nya Athan biar cepat sembuh".ucap Zahra memeriksa Naira
"Athan bisa keluar dulu".ucap Zahra dan Athan keluar menunggu di luar
"Nyonya harus menjalani kemoterapi jika tidak sembuh saya terpaksa mengoprasi nyonya."ucap Zahra
''Tapi Zahra aku ngak mau di operasi dan kemoterapi nanti ingatan ku akan hilang dan aku ngak mau itu Zahra".ucap Naira
"Hanya itu jalan supaya nyonya sembuh".jawab Zahra
"Kalau begitu biar la aku begini dan ngak usa sembuh".jawab Naira
"Gimana dengan anak anak jika kau tak sembuh". ucap Zahra kesal
'"Mereka punya ayah biar la mereka bersama ayah nya".ucap Naira
''Tapi nyonya kau harus sembuh jika begini kau akan tiada ".ucap Zahra
"Aku ngak mau Zahra nanti aku kayak mama yg ngak tau masalalu ku pokoknya aku ngak mau."ucap Naira ngotot
"'Naira Nandana."ucap Zahra kesal
"Zahra "ucap Naira karna kesal Zahra pergi dari kamar Naira dan duduk tidak jauh dari Athan dan menutup wajah nya dengan tangannya
"Zahra bunda tak apa".ucap Athan
"Hiks hiks Zahra tak sanggup hiks hiks" ucap Zahra menangis karna Naira lebih baik mati jika harus ingatan nya hilang
"Dokter Zahra Naira kenapa" .ucap Fathan baru datang
"Kenapa kau menangis."ucap Fathan panik dan berlari masuk ke kamar Naira
"Nai kau jangan tinggal kan aku lagi .ucap Fathan memeluk Naira
"Lepas "ucap Naira menghapus air mata nya
"Kau masih hidup lalu kenapa Zahra nangis aku kira kau tiada dan aku ngak mau kau pergi lagi dan kembali la bersa.".....ucap Fathan tak henti nya bicara
"Fathan berhenti".ucap Naira kesal karna Fathan tak pernah berubah jika khawatir
"Akhirnya sandiwara kau berakhir juga". ucap Fathan
"Pergi dari sini aku ngak mau liat kamu''.ucap Naira
Houk houk
"Nai kau kenapa" ucap Fathan karna melihat Naira muntah
"Zahra."teriak Naira
Hoek hoek
Zahra segera membantu Naira ke toilet dan kembali lagi
"Berbaring la kau sangat keras kepala" .ucap Zahra
"Katakan aku masih marah sama kamu".ucap Zahra
__ADS_1
"A...aku ngak mau Fathan disini aku mohon''.ucap Naira pelan
"Hah! tuan sebaiknya pergi dari sini."ucap Zahra mendorong Fathan keluar dan mengunci pintunya