
Rumah danial.........
Danial merasa bersalah kepada luna karena membuat ia bersedih . Begitupun luna ia sangat membenci danial yang memarahinya di depan semua staf rumah sakit.
" Maafkan aku lun....kenapa aku selalu gagal menahan amarah ini , kamu memang bodoh danil" ( danial berbicara pada dirinya sendiri dan terus menyalahkan dirinya )
Danialpun terus menghubungi luna sebisa mungkin karena setelah kejadian itu , luna tidak bisa dihubungi .
Rumah luna.......
Suara tangis luna terdengar begitu kuat , ia leluasa menangis karena tante dan pamannya tidak ada di rumah.
" Hehhhh.....kenapa danil....kenapa? aku sangat mencintaimu tapi kenapa kamu tega begini sama aku ? " ( suara tangis luna tanpa henti sehingga membuat matanya bengkak dan pipinya memerah )
Disisi lain danial memberanikan diri untuk menemui luna .
Waktu sudah menunjukan 19.00 danial tiba dirumah luna .
Ting tong....ting tong suara bel rumah membuat luna bangkit dan sesegera mungkin ia mencuci wajah cantiknya.
__ADS_1
" Siapa ? " ( suara lembuat luna berubah menjadi serak , tanpa menghiraukan siapa yang datang luna langsung membukakan pintu rumahnya)
" Seharusnya kamu tunggu dulu siapa yang menjawab , bukan langsung membuka pintunya " ( tanpa berpikir panjang danial menunjukan kekhawatirannya karena luna sembarangan membuka pintu tanpa tau siapa yang datang )
" Kenapa kamu datang ? emang kenapa seterah aku dong " ( sambar luna yang masih membenci danial dengan apa yang ia lakukan padanya )
" Aku minta maaf lun...." ( belum sempat danial meneruskan kata katanya luna langsung menutup pintunya sesegera mungkin danial langsung menghentikannya )
" Aku gak mau denger , pergi kamu....aku benci kamu danil...aku benci " ( tanpa ia sadari air matanya kembali menetes derasnya )
" Dengerin aku dulu lun , aku punya alasan aku mohon biarkan aku masuk " ( danial terus memohon pada luna untuk mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu )
" Maaf lun ...." ( danial langsung memeluk luna sesegera mungkin ia melepaskan pelukannya meskinpun ia sangat menyukai pelukan dari danial )
" Cepat kamu jelasin sebelum aku berubah pikiran " ( luna langsung memalingkan wajahnya karena malu pipinya memerah seperti kepiting rebus )
" Aku sebenarnya tidak mau kamu tau kebenarannya tapi aku yakin mungkin ini yang terbaik . Waktu itu aku berumur 8 tahun , ayah dan ibuku bercerai karena ayah ketahuan selingkuh dengan sekretarisnya . Singkat cerita ibu tidak bisa menerima apa yang sudah terjadi sehingga ia memutuskan untuk bunuh diri , dan kamu tau dia melakukan didepan mataku dia meloncat dari atas gedung rumah sakit " ( mata danial yang sudah memerah membuat luna langsung memeluknya sehingga danialpun berhenti menceritakan kisah pilunya )
" Maaf danil karena aku sudah membuka kisah pilu mu lagi , aku tidak tau...maaf " ( luna merasa bersalah karena sudah membuat danial mengingat kisahnya . Mereka berdua pun saling memeluk dan saling menguatkan satu sama lain )
__ADS_1
" Aku tau lun aku sudah keteraluan sama kamu, tapi kamu harus tau aku melarang siapapun datang ke atas gedung itu karena aku takut apa yang ibuku alami akan terulang lagi " ( seru danial yang langsung memegang wajah luna )
" Aku tau sekarang kenapa kamu bisa semarah itu , tapi kenapa kamu gak cerita sama aku sebelumnya dan kenapa cuman sandra yang tau soal ini ? " ( tanya luna dan langsung melepaskan tangan danial dari wajahnya )
" Aku gak mau orang lain tau betapa sakitnya melihat orang yang sangat kita sayangi meninggal di depan mata kita dan betapa tidak berguna nya aku waktu itu yang tidak bisa menolong ibuku sendiri dan soal sandra waktu itu aku sedang mabuk diatas gedung dan tidak sadar sudah menceritakan semuanya pada sandra " ( jawab danial membuat luna semakin bersalah kepada danil)
" Sekali lagi aku minta maaf "
" Cuman ada satu solusinya " ( tatapan danial membuat luna salah tingkah )
" Apa ? ......."
Danial menarik pinggang luna sehingga membuat wajah mereka saling mendekat . Danial langsung mengecup sekilas bibir luna sehingga membuat luna merasa malu tapi luna menyukai apa yang dilakukan danial . Lunapun membalas ciuman danial , merekapun melakukan nya beberapa kali.
" Aku pulang dulu.....jika lama lama , aku belum yakin bisa menahan diri. ( danial langsung menjaukan wajah nya dari luna )
" Emmmm....hati hati di jalan "
Danialpun bergegas pulang meskipun ia tidak ingin meninggalkan luna .
__ADS_1
# Like nya dong kakak😍😍😍