
Pukul 20.00 luna yang sudah mengetahui rencana denis memutuskan untuk mengikutinya agar ia dapat mengetahui rahasia denis dan rekan rekannya .
" Malam ini gue harus tau apa yang lo lakuin selama ini ." ( tegas luna yang sudah dari tadi menunggu denis keluar )
Tidak butuh waktu lama denis dan rekan rekannya keluar dari markasnya . Luna yang melihatnya langsung mengikuti kemana denis pergi .
Mobil yang di kendarai denis terhenti di sebuah bar .
" Bar...kenapa mereka kesini ? " ( ucap luna yang terus mengikuti kemana denis pergi )
Seketika langkah luna terhenti melihat tingkah denis yang berubah seakan akan ia sedang mengawasi seseorang .
" Roki gimana rencana kita ? " ( tanya denis )
" Tenang den gue udah suruh mereka berpencar "
" Oke.... tapi kita tetap harus waspada karena orang yang kita hadapi bukan orang sembarangan " ( jelas denis )
Ketika denis masih fokus memperhatian orang yang menurutnya adalah targetnya tiba tiba salah satu rekannya mendatanginya.
" Bos.... kita ditipu , orang yang kita cari bukan di bar ini tapi di bar satunya " ( ucap salah satu rekan denis )
Mendengar perkataan itu denis langsung berlari menuju bar yang di maksud.
" Loh....loh...loh... kenapa mereka berlari " ( ucap luna yang merasa kebingungan apa yang sebenarnya denis lakukan )
Sementara itu ferdi sudah menunggu kedatangan denis , ia juga sudah menyiapkan sesuatu untuk denis . Ferdi adalah salah satu orang yang paling berbahaya di kota A .
__ADS_1
" Bagaimana kejutan gue , baguskan !!! " ( ejek ferdi )
" Apa yang lo rencanakan sekarang brengsek " ( ujar kesal denis )
" Gue cuman mau memperingati loh , jadi gue kasih hadiah kecil buat lo . Liat aja ke halaman belakang"
" Gue gak butuh "
" Liat aja lo pasti suka soalnya hadiah yang gue kasih adalah sesuatu yang bakal lo suka "
" Rok lo sama jeki beresin mereka semua jangan sampai mereka lolos " ( pinta denis yang langsung berlari ke tempat yang di minta ferdi )
Perkelahian pun tidak ter elakan , roki , jeki dan rekan rekan nya berusaha mengalahkan ferdi dan gengnya.
Ketika denis tiba di halaman ia melihat sebuah belati tertancap di perut seseorang dengan begitu banyak mengeluarkan darah , dengan cepat denis langsung berlari mendatanginya .
" Loh pasti baik baik saja " ( ucap denis yang berusaha menarik belati itu )
Luna yang tiba tiba datang menemui denis seketika lemas sehingga membuatnya terjatuh .
" Apa yang lo lakuin denis " ( ucap luna yang masih tidak percaya dengan apa yang sudah ia lihat )
" Kenapa loh disini ? " ( tanya denis yang merasa bingung dengan kedatangan luna )
" Gu..e.... gu..e..." ( gugup luna yang tidak tau harus menjawab apa )
Tiba tiba roki datang untuk menemui denis
" Apa ini den.... " ( tanya roki yang terkejut melihat tangan denis bersimpahan darah )
__ADS_1
"Gue jelasin nanti , ada apa ?"
" Polisi menuju kesini den "
" Kenapa polisi ikut campur "
" Ini pasti jebakan si ferdi "
" Kalo gitu cepet bawa anak anak dari sini jangan sampai ada yang ketangkep "
Mendengar perintah denis , roki langsung melaksanakannya tanpa bertanya lagi .
" Kita harus pergi !!! " ( pinta denis kepada luna yang masih terduduk lemas )
" Jangan sentuh gue sama tangan kotor lo , gue gak mau pergi sama lo " ( ucap luna yang langsung menepis tangan denis )
" Loh bodoh apa gak waras sih , kalo lo masih tetep disini semuanya pasti jadi kacau "
" Gue gak mau pergi sama lo "
Denis yang semakin kesal langsung menarik tangan luna
" Lepasin gue denis "
Tanpa bertanya lagi denis langsung menggendong luna ke atas bahu nya .
" Diem luna....kalo lo masih kaya gini gue sama temen temen gue pasti ketangkep karna lo "
Mendengar perkataan denis , luna langsung terdiam karena ia tidak mau orang yang harus ia jaga ter tangkap oleh polisi .
__ADS_1
#Like and comen kak😁😁
#Jangan lupa kritik sama sarannya ya kak😅😅