
ilustrasi mahendra
Mendengar suara itu mahendra langsung mencari keberadaannya. Dengan cepat denis langsung menarik tangan luna menuju tempat untuk bersembunyi.
" Jangan bersuara kalo enggak kita bakal ketangkep " ( ucap denis sembari memeluk luna )
Ketika luna dan denis bersembunyi mahendra tiba di tempat mereka ketika itu juga luna kaget melihat orang yang mengejar mereka adalah mahendra kakak tingkat luna waktu sekolah menengah pertama .
" Aku yakin mendengar suara dari sini !!! " ( ucap mahendra )
" Denger gue gak perduli sama lo , yang penting sekarang kita berdua gak boleh ketangkep kalo salah satu dari kita ketangkep maka usaha gue selama ini bakal sia sia "
( bisik denis dengan nada serius )
" Tenang aja gue gak bakal biarin lo ketangkep " ( jawab luna )
" Oke...sekarang dengerin gue . Gue bakal pancing polisi itu kearah sana dan lo harus langsung pergi ke arah jalan , disana udah ada mobil warna hitam lo bawa mobil itu ke arah sungai dekat pabrik tua . Lo tunggu gue disana "
" Tapi..."
" Gak ada tapi tapi an kalo lo bener bener gak mau ketangkep ikutin perintah gue "
" Oke kalo itu mau lo "
" Bagus , kita mulai sekarang "
" Hati hati jangan sampai terluka "
Tanpa membalas perkataan luna denis langsung berlari sesuai rencananya , mahendra yang melihat denis langsung mengejarnya .
__ADS_1
" Berhenti kalo tidak pistol ini akan melukaimu " ( kecam mahendra sembari mengarahkan pistol ke arah denis )
" Coba saja kalo bisa " ( jawab denis memasang muka menantang )
Sesuai rencana denis , luna langsung berlari menuju mobil yang akan ia bawa .Dengan cepat ia melajukan mobilnya menuju sungai . Disisi lain denis berusaha berlari agar tidak tertangkap oleh mahendra
" Dorrrrrrr....... "
Suara letusan pistol yang diarahkan kepada denis membuat telinga luna berdengung.
" Astaga apa yang terjadi , jangan jangan de..denis ? " ( ucap luna yang mendengar suara letusan pistol membuatnya lemas dan bergetar )
Luna yang sangat mencemaskan keadaan denis langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Hehhh...lo pikir bisa bunuh gue semudah ini , mustahil !! ( ledek denis yang mendapati luka di tangannya karena ter tembak pistol mahendra )
" Sepertinya gue ketemu ******** yang lumayan juga . Gak sia sia gue ngambil kasus ini " ( jawab remeh mahendra )
Mereka berdua sama sama ahli dalam seni bela diri apa lagi mahendra mempunyai pangkat komisaris yang baru ia dapatkan .
Setelah melihat kemampuan mahendra , denis terpaksa menggunakan bahan ledakan yang ia rancang sendiri .
"Bummm"
Ledakan itu membuat kabut asap tebal sehingga mahendra tidak dapat melihat keberadaan denis .
Bukan hanya ahli dalam seni bela diri denis juga terkenal karena kepintarannya membuat rencana sebulum mengambil keputusan . Setelah meledakan alat nya denis langsung menuju sungai dan mulai berenang menuju keberadaan luna .
Setelah beberapa menit denis sampai di tepi sungai , luna yang melihatnya langsung berlari menuju denis .
" Lo gak papa ? " ( tanya luna yang merasa khawatir melihat keadaan denis )
" Gue gak papa , cepet bantu gue ke mobil " ( jawab singkat denis )
__ADS_1
" Emmm.... tunggu lo terluka kenapa tangan lo berdarah ? " ( tanya kembali luna yang melihat darah becucuran di tangan denis )
" Cuman ketembak sedikit , cepet bawa gue pergi sebelum polisi itu datang "
Dengan cepat luna langsung memapah denis menuju mobil dan membawanya pergi.
" Kita mau kemana ? " ( tanya luna sembari mengendarai mobil )
" Berhenti di depan "
" Hahhh ? "
" Gue bilang berhenti "
" Emmm "
" Turun , lo bisa pulang sekarang . Gue gak bisa bawa lo ketempat rahasia gue " ( jelas denis membuat luna kebingungan )
" Kenapa ? gue janji gak bakal ngasih tau kesiapa siapa , lo bisa pegang kata kata gue "
" Cukup disini , lo gak bisa lebih tau tentang gue lagi karena kehidupan gue penuh dengan bahaya , jadi meningan lo pergi kasih tau si danial kalo gue gak mau nemuin dia "
" Gue gak pernah kerja setengah setengah , jadi biarin gue bawa lo pergi dari sini dan lo juga harus tau kehidupan gue juga penuh bahaya jadi lo gak usah khawatir karna ini udah kerjaan gue " ( jelas luna yang terpaksa berbohong akan kehidupannya )
" Sial , gak ada pilihan lagi . Oke bawa gue pergi "
" Emmm...tapi tunggu dulu darah lo semakin banyak !!! " ( pinta luna yang langsung merobek baju dalam nya )
" Apa yang lo lakuin ? " ( tanya denis yang kaget melihat luna merobek baju dalamnya )
" Udah diem "
Setelah menutup luka denis , luna langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang ditunjukan oleh denis
__ADS_1
#Jangan lupa tinggalkan jejak ya kak👍
#Dukung author supaya semakin semangat melanjutkan ceritanya 😍😍😍