Kumencintai Kakak Dari Mantan Pacarku

Kumencintai Kakak Dari Mantan Pacarku
Penuh Bahaya


__ADS_3


ilustrasi mahendra


Mendengar suara itu mahendra langsung mencari keberadaannya. Dengan cepat denis langsung menarik tangan luna menuju tempat untuk bersembunyi.



" Jangan bersuara kalo enggak kita bakal ketangkep " ( ucap denis sembari memeluk luna )


Ketika luna dan denis bersembunyi mahendra tiba di tempat mereka ketika itu juga luna kaget melihat orang yang mengejar mereka adalah mahendra kakak tingkat luna waktu sekolah menengah pertama .


" Aku yakin mendengar suara dari sini !!! " ( ucap mahendra )


" Denger gue gak perduli sama lo , yang penting sekarang kita berdua gak boleh ketangkep kalo salah satu dari kita ketangkep maka usaha gue selama ini bakal sia sia "


( bisik denis dengan nada serius )


" Tenang aja gue gak bakal biarin lo ketangkep " ( jawab luna )


" Oke...sekarang dengerin gue . Gue bakal pancing polisi itu kearah sana dan lo harus langsung pergi ke arah jalan , disana udah ada mobil warna hitam lo bawa mobil itu ke arah sungai dekat pabrik tua . Lo tunggu gue disana "


" Tapi..."


" Gak ada tapi tapi an kalo lo bener bener gak mau ketangkep ikutin perintah gue "


" Oke kalo itu mau lo "


" Bagus , kita mulai sekarang "


" Hati hati jangan sampai terluka "


Tanpa membalas perkataan luna denis langsung berlari sesuai rencananya , mahendra yang melihat denis langsung mengejarnya .

__ADS_1


" Berhenti kalo tidak pistol ini akan melukaimu " ( kecam mahendra sembari mengarahkan pistol ke arah denis )


" Coba saja kalo bisa " ( jawab denis memasang muka menantang )


Sesuai rencana denis , luna langsung berlari menuju mobil yang akan ia bawa .Dengan cepat ia melajukan mobilnya menuju sungai . Disisi lain denis berusaha berlari agar tidak tertangkap oleh mahendra


" Dorrrrrrr....... "


Suara letusan pistol yang diarahkan kepada denis membuat telinga luna berdengung.


" Astaga apa yang terjadi , jangan jangan de..denis ? " ( ucap luna yang mendengar suara letusan pistol membuatnya lemas dan bergetar )


Luna yang sangat mencemaskan keadaan denis langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Hehhh...lo pikir bisa bunuh gue semudah ini , mustahil !! ( ledek denis yang mendapati luka di tangannya karena ter tembak pistol mahendra )


" Sepertinya gue ketemu ******** yang lumayan juga . Gak sia sia gue ngambil kasus ini " ( jawab remeh mahendra )


Mereka berdua sama sama ahli dalam seni bela diri apa lagi mahendra mempunyai pangkat komisaris yang baru ia dapatkan .


Setelah melihat kemampuan mahendra , denis terpaksa menggunakan bahan ledakan yang ia rancang sendiri .


"Bummm"


Ledakan itu membuat kabut asap tebal sehingga mahendra tidak dapat melihat keberadaan denis .


Bukan hanya ahli dalam seni bela diri denis juga terkenal karena kepintarannya membuat rencana sebulum mengambil keputusan . Setelah meledakan alat nya denis langsung menuju sungai dan mulai berenang menuju keberadaan luna .


Setelah beberapa menit denis sampai di tepi sungai , luna yang melihatnya langsung berlari menuju denis .


" Lo gak papa ? " ( tanya luna yang merasa khawatir melihat keadaan denis )


" Gue gak papa , cepet bantu gue ke mobil " ( jawab singkat denis )

__ADS_1


" Emmm.... tunggu lo terluka kenapa tangan lo berdarah ? " ( tanya kembali luna yang melihat darah becucuran di tangan denis )


" Cuman ketembak sedikit , cepet bawa gue pergi sebelum polisi itu datang "


Dengan cepat luna langsung memapah denis menuju mobil dan membawanya pergi.


" Kita mau kemana ? " ( tanya luna sembari mengendarai mobil )


" Berhenti di depan "


" Hahhh ? "


" Gue bilang berhenti "


" Emmm "


" Turun , lo bisa pulang sekarang . Gue gak bisa bawa lo ketempat rahasia gue " ( jelas denis membuat luna kebingungan )


" Kenapa ? gue janji gak bakal ngasih tau kesiapa siapa , lo bisa pegang kata kata gue "


" Cukup disini , lo gak bisa lebih tau tentang gue lagi karena kehidupan gue penuh dengan bahaya , jadi meningan lo pergi kasih tau si danial kalo gue gak mau nemuin dia "


" Gue gak pernah kerja setengah setengah , jadi biarin gue bawa lo pergi dari sini dan lo juga harus tau kehidupan gue juga penuh bahaya jadi lo gak usah khawatir karna ini udah kerjaan gue " ( jelas luna yang terpaksa berbohong akan kehidupannya )


" Sial , gak ada pilihan lagi . Oke bawa gue pergi "


" Emmm...tapi tunggu dulu darah lo semakin banyak !!! " ( pinta luna yang langsung merobek baju dalam nya )


" Apa yang lo lakuin ? " ( tanya denis yang kaget melihat luna merobek baju dalamnya )


" Udah diem "


Setelah menutup luka denis , luna langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang ditunjukan oleh denis

__ADS_1


#Jangan lupa tinggalkan jejak ya kak👍


#Dukung author supaya semakin semangat melanjutkan ceritanya 😍😍😍


__ADS_2