
Rumah Denis
Pukul 16.00
Luna sudah tiba di rumah, ia langsung membersihkan dirinya dan segera merapikan rumah tidak lupa juga membuat makan malam .
Ting... tong
Bel rumah berbunyi....
Tanpa berpikir panjang Luna sesegera mungkin membuka pintu rumah nya
" Ternyata lo...!! "( ucap Luna)
" Lo pikir siapa ? "( balas Denis, yang langsung Masuk kedalam rumah)
" Gue udah siapin makan malam buat lo "
" Hemmmm.... "
" Ishhhh... ada ya orang kaya gini? "( gerutu Luna, sembari memanyunkan bibirnya)
Aaaaaaaa..... ( teriak Luna)
" Luna..... "( Tanpa berpikir panjang Denis langsung berlari menuju kamar Luna)
" Ad...a apa? "( tanya Denis yang ter engah engah )
" Ada cicak " ( jawab polos Luna )
" Hahhh? Lo ini bisa gak sih, gak bikin orang khawatir "( balas Denis yang meresa kesal)
" Ya gimana lagi gue takut kok sama cicak, terus kenapa juga lo khawatir sama gue "
" E... lo.. "( ucap Denis yang langsung meninggal kan Luna)
" Anehhh " ( balas Luna)
Keesokan pagi....
Seperti biasa Luna menyiapkan sarapan untuk Denis.
Denis mulai terbiasa dengan keadaan rumah, apa lagi ditambah dengan kehadiran Luna
Gue udah masakin makanan kesukaan lo, hari ini gue pulang terlambat soalnya ada jam tambahan ( Pesan Luna di selembar kertas)
__ADS_1
"Jaman sekarang masih aja pake yang ginian " ( ucap Denis setelah membaca surat dari Luna)
Mengetahui Luna tidak ada dirumah, Denis mengundang jeki dan roki untuk membahas rencana mereka yang tertunda
Tanpa butuh waktu lama mereka berdua sudah tiba di rumah Denis
" Den.... lo gak papakann? " ( tanya jeki)
" Emang gue kenapa? "( balas Denis)
" Lo sama Luna? "( tambah roki)
" Gak usah bahas Luna, sekarang kita fokus sama misi kita "
" Oke lah... dengan adanya pernikahan kalian, para direktur rumah sakit S tidak lagi mencurigai kita "( ucap jeki)
" Tapi kita jangan terlalu lengah, kita harus lebih berhati-hati lagi "( tambah roki)
" Gue setuju... Besok gue ada kunjungan kerumah sakit S, gue bakal alih kan perhatian mereka.Lo sama jeki cari yang kita butuhkan "( tambah Denis)
Pukul 20.00
Malam itu hujan lebat membuat Denis khawatir karena Luna belum juga pulang. Denis mencoba untuk tenang tapi hati nya menolak. Disaat Denis ingin membuka pintu rumahnya, ia dikejutkan oleh kedatangan Luna dengan keadaan basah kuyup.
" Lo kenapa basah kaya gini, mana temen lo? "( tanya Denis yang merasa khawatir)
" Lo tuli apa gimana? "( marah Denis yang merasa di acuhkan)
" Apa peduli lo, gue mau basah basahan, mau sakit itu gk ada hubungannya sama lo "( jawab Luna )
Tanpa berpikir panjang , Denis langsung menarik bahu Luna dengan tatapan tajam
" Terserah lohh.... "( balas Denis yang langsung melepaskan bahu Luna dengan kasar)
Denis pun langsung duduk di sofa, begitupun Luna langsung ke kamar mandi
Setelah beberapa menit, Luna keluar dari kamar mandi. Malam itu cuaca sangat lah ekstrim, siapa pun mengalami kedinginan apalagi Luna yang kehujanan.
Badan Luna menggigil, ia memutuskan membuat teh. Denis yang tidak tega melihat Luna kedinginan langsung mengambilkan selimut tebal dan langsung menarik Luna ke sofa
" Lo duduk aja, biar gue yang buat teh "( ucap Denis yang langsung menyelimuti Luna dengan selimut)
Luna yang melihat perhatian Denis merasakan bingung dengan apa yang dilakukan Denis.
" Nihhh... teh lo "
__ADS_1
" Makasih "
" Gue tanya sekali lagi kenapa temen temen lo gak mengantarkan lo kerumah? "
" Gue yang nolak... tadi sebelum pulang gak hujan jadi gue mutusin buat naik taksi tapi ditengah jalan taksi nya mati jadi gue mutusin buat jalan karena sudah dekat tapi malah hujan " ( jelas Luna panjang kali lebar)
" Lo bisa telpon gue kan, apa susahnya"
" Gue gak ada kepikiran nelpon lo "
Mendengar penjelasan Luna , Denis langsung ke dapur membuat kopi.
Tidak berapa lama, Denis menghampiri Luna lagi. Matanya terperanjat melihat Luna semakin menggigil, Denis pun langsung menaruh kopinya .
" Lun... lo kenapa? "( panik Denis sembari menyentuh jidat nya yang sudah dingin seperti es batu"
" Dingin.... di.. ngin "( lirih Luna)
Dengan cepat Denis membawa Luna ke tempat tidurnya. Denis merasa bingung apa yang harus ia lakukan
" Gue harus gimana? " ( ucap Denis sembari menyelimuti tubuh Luna)
Sekarang dalam pikiran Denis terlintas bertanya ke internet , dengan cepat Denis langsung membuka HP nya dan bertanya ke internet.
" Bagaimana cara agar seseorang yang menggigil dapat kembali ke suhu normal? "
Internet pun menjawab : Gunakan selimut tebal, pastikan si pasien mendapat kehangatan yang cukup, jika suhu si pasien masih tinggi pastikan ada seseorang yang dapat menghangatkan tubuhnya contohnya merangkul tubuhnya "
" Semua udah gue lakuin, tapi merangkul tubuh Luna apa gue bisa " ( pikir Denis yang kebingungan)
" Dingin... den "( lirih kembali Luna)
" Maafin gue lun.. mungkin ini cara terakhir nyelametin lo tapi gue janji gak bakal macem-macem "
Tanpa berpikir panjang Denis langsung membuka pakaian nya, hanya tersisa ****** *****.
Semua lampu Denis matikan, dengan gugup Denis membuka baju Luna hanya menyisakan baju dalamnya.
" Lo pasti bisa den.. "( gugup Denis yang sudah merasa kepanasan)
Dengan cepat Denis langsung merangkul Luna dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut tebal.
Tanpa disadari mereka berdua merasakan kehangatan masing-masing
#Like and comen kkđ
__ADS_1
#Ikuti kisah baru mereka