
Tanpa butuh waktu lama, Denis sudah menemukan markas preman yang berani mengganggu luna.
Brakkkkk
Suara pecahan botol minuman
" Siapa lo brengsekkk "( ucap salah satu preman)
Tanpa menjawab , Denis langsung menghajar preman preman itu tanpa ampun
" Siapa lo sebenarnya? "( tanya kembali salah satu preman yang sudah babak belur)
" Kalo lo berani menyentuh istri gue lagi,gue pastiin lo gabakal ada di dunia ini lagi "( jawab Denis menantang)
" Ampun... bang, kami janji gak bakal nyentuh istri lo lagi bang "( ucap salah satu preman yang sudah tau siapa yang dimaksud denis)
Mendengar perkataannya Denis langsung meninggalkan markas mereka.
Rumah
Setelah sampai di rumah , Denis memberanikan diri untuk melihat keadaan luna. Tanpa luna sadari pintu yang selalu ia kunci, malam itu tidak sempat ia kunci karena luna sangat kelelahan.
" Luna kenapa lo bisa lupa gak ngunci pintu lo, apa lo pikir gue sealim itu... apa sih? gue kok mikir yang aneh aneh "( seru Denis dalam hatinya)
" Mahhh... pahh.. kenapa kalian tinggalin luna sendiri. Luna takut, mah.. pahhh... hehhh "( lirih Luna yang terus mengigau)
Denis yang mendengar kata kata Luna langsung menemuinya.
" Ternyata dia mengigau "( ucap Denis)
" Mah.. pahhh "
" Tenang lun... gue ada disini "( ucap Denis sembari mengelus ngelus kepala Luna dengan lembut)
Setelah melihat Luna tenang kembali, Denis memutuskan untuk keluar sebelum Luna membuka matanya
Pagi hari
Huakkkkkk
" Tadi malam kok berasa ada yang ngelus ngelus pala gue? mimpi kali ya..." ( seru Luna yang baru terbangun)
Setelah selesai mandi Luna bergegas untuk memasak.
__ADS_1
kletekk... kletekkk... kletekkk
" Ngapain lo? " ( tanya Luna yang melihat Denis sedang memotong sayuran)
" Gue lagi nyuci.. udah tau mau masak masih tanya? "( balas Denis)
" Sini.. sini.. ini kerjaan gue, lo duduk aja nanti gue siapin "
" Gue mau masak sendiri "
" Terserah lo aja lahhh... "
Akhirnya mereka berdua masak bersama sama meskipun hanya ada suara benturan pisau dan alat masak lainnya
Ketika Luna menggoreng ikan, ia tidak sengaja menyentuh telinga wajan karena melihat kemampuan Denis memotong sayuran
" Awwwwww.... "
Dengan cepat Denis langsung menarik tangan Luna ke arah keran
" Lo bisa hati hati gak sihhh "
" Apa sihh... "
" Kenapa dia khawatir sama gue? "( batin Luna)
" Mana tangan lo "
Dengan terpaksa Luna menyodorkan tangan
Tanpa Luna sadari,ia menatap tajam wajah Denis.
" Kenapa kalo kaya gini Denis mirip banget sama danil "( batin Luna)
" Jangan lama lama natapnya, nanti suka lagi? "
" Apa sihhh" ( balas Luna yang langsung menarik tangannya "
" Mungkin aja lo udah suka sama gue "
" Gak mungkin... udah lah lo terusin aja masaknya gue mau istirahat "
" Terserahhh... gue bisa sendiri kok "
__ADS_1
Luna pun meninggal kan Denis sendiri di dapur.
" Kenapa hari demi hari gue semakin gak bisa berhenti mikirin luna, apa jangan jangan gue udah suka sama dia? "( batin Denis)
Denis yang mendapat kabar dari jeki bahwa bos besar ingin mengadakan pertemuan, langsung meninggal kan rumah
Markas Besar
Semua orang sudah berkumpul begitu pula Denis dan kedua rekannya
" Kita langsung saja, ini di luar dugaan kita. Rumah sakit s sudah satu lebih langkah dari kita. Mereka berhasil mengedarkan pil Ektra tanpa kita ketahui "( jelas bos besar)
" Gak mungkin, selama ini gue sama tim selalu mengawasi gerak gerik mereka) "( balas Denis)
" Itu yang jadi pertanyaan gue juga, kenapa ini bisa terjadi ? "( bingung bos besar)
" Tunggu... menurut gue ini janggal. Dari yang gue selidiki, eksperimen mereka gagal dan kemungkinan besar mereka mencari sempel baru dan itu butuh waktu. Ini jebakan "( tambah Denis)
" maksud lo den? "( tanya bingung roki)
" Gue yakin ini jebakan agar tim kita menjadi bingung. Perkiraan gue mereka akan mengedarkan pil Ektra palsu ke pasar gelap otomatis mereka berpikir kita akan menyergap, disitulah mereka akan tahu siapa yang selama ini mengawasi pekerjaan mereka "
" Lo bener "( balas bos besar)
" Jadi kita harus bagaimana? "( tanya salah satu tim)
" Kita ikuti cara mereka "( Denis)
" Bukannya kata lo ini jebakan "( jeki )
" Benar, tapi kita jangan melakukan tindakan langsung. Bos tahu kan harus bagaimana? "( Denis)
" Gue tau maksud lo den, gue bakal minta bantuan tim kepolisian agar mereka saja yang mengurus masalah ini "( balas bos besar)
" Emmmm... jadi otomatis mereka akan berpikir bahwa tim kepolisian lah yang selama ini mengawasi mereka "( Denis)
" Oke kalau begitu, sesuai rencana. Sementara ini kita jangan melakukan gerakan sedikit pun, tetapi masih mengawasi gerak gerik rumah sakit S "( bos besar)
" oke bos "
Setelah menyelesaikan diskusi, Denis dan seluruh tim langsung membubarkan diri
#Jangan lupa lika and comen ya kak👍
__ADS_1
#Maaf untuk keterlambatan up nya 🙏🙏