
Tanpa berpikir panjang luna langsung berlari menemui danial yang berada di UGD. Disana luna melihat danial tertidur dengan alat di sekujur tubuhnya , luna berusaha menguatkan dirinya .
" Maaf danil , aku yang salah udah pergi ninggalin kamu " ( ucap luna sembari memegang tangan danial )
" Lun kenapa kamu disini ? " ( tanpa di sadari luna danial sudah terbangun )
" Kamu udah bangun , aku udah tau semuanya , kenapa kamu gak pernah cerita sama aku ? " (tanya luna yang langsung memeluk danial )
" Ini yang aku takutkan kamu gak bakal pernah mengijinkan aku pergi dari pelukan kamu " ( canda danial sembari tertawa halus )
" Ya kamu masih bisa becanda ? " ( luna yang sembari memukul dada danial )
" Auuu sakit lun " ( senyum danial )
" Ahh...maaf sakit ya " ( sesal luna telah memukul danial )
" Gak kok....lun ? " ( belum sempat danial meneruskan kata katanya luna langsung menutup mulut danial )
" Danil biarkan aku tetap di samping kamu ya , aku mohon " ( pinta luna pada danial dengan sangat memohon )
" Emmmm....aku minta sama kamu jangan pernah lepaskan tangan aku ya lun " ( jelas danial sembari memegang tangan luna )
" Pasti.....tunggu dulu ya aku mau melihat ibu naila "
" Kenapa dengan ibu naila ? "
" Belum tau , katanya ibu naila pingsan "
" Yasudah "
Lunapun meninggalkan danial , ketika ia menutup pintunya luna tidak sanggup lagi menahan air matanya . Ia pun menangis tanpa memperdulikan orang di sekitarnya . Begipun danial ia sangat menderita atas semual hal yang menimpanya .
__ADS_1
Di sisi lain keempat teman luna mencarinya kemana mana .
" Itu luna " ( ucap raka )
" Lun , kamu kemana aja ? " ( tanya naila )
" A...ku bodoh nai , udah ninggalin danial sendirian disaat ia sangat membutuhkan aku di sisinya. ( jawab luna yang langsung ambruk di lantai )
" Nai kamu kenapa ? " ( tanya kembali naila sembari menarik tubuh luna )
" Danial sakit kangker nai , u...murnya " ( luna tidak sanggup lagi melanjutkan kata katanya )
Naila langsung memeluk tubuh luna dan berusaha menguatkan nya. Ketiga temannya hanya bisa menunduk melihat luna sehancur ini.
Luna memutuskan untuk tetap bersama disisi danial meskipun ia tau akan menyakitkan baginya melihat kondisi danial yang semakin hari semakin memburuk.
Satu bulanpun berlalu , luna tetap berada disisi danial . Sesuai dengan yang dikatakan dokter danial masih mempunyai waktu satu bulan lagi .
Rumah sakit
" Pagi...lun bantu aku bereskan barang barang ya ? " ( pinta danial )
" Mau pindah kemana lo ? " ( tanya raka yang mulai dekat dengan pacar temannya )
" Gue mau pulang " ( jawab danial singkat )
" Kamu gak boleh pulang danil " ( ucap luna )
" Aku mau disisa hidup ini , aku bersama orang yang aku sayang dan menghabiskan waktu bersama kalian " ( jelas danial membuat luna semakin menderita dengan perkataan danial )
" Baiklah kalo itu yang kamu inginkan , kita pulang " ( ucap luna )
__ADS_1
" Oke....gimana kalo gue siapin makan malam buat kita semua "( seru mondi )
" Pintar juga loh , gue setuju . Gimana sama lo faisal ?" ( tambah raka yang sangat menyetujui ide mondi )
" Oke lah , yaudah kita berempat yang ngurusin . Oh ya lun kamu jagain danial aja ya" ( pinta faisal )
" Dengan senang hati " ( seru luna )
Merekapun mulai menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan . Luna dan danial mengunjungi danau favorit mereka berdua .
" Udah lama ya kita gak kesini "( luna sembari duduk di pinggir danau diikuti dengan danial )
" Emmmm " ( jawab singkat danial )
" Oh ya , kamu selama ini gak pernah cerita keluarga kamu . Yang aku tau cuman ibu kamu " ( tanya luna )
" Semenjak orang tuaku bercerai , keluarga kami berantakan . Ayah aku pindah ke Spanyol bersama istri barunya . Dan ka..kak " ( cerita danial yang mulai mengingat lagi masalalunya dengan kakaknya )
" Kamu punya kakak ? " ( tanya luna penasaran karena ia selama ini tidak pernah mendengar soal keberadaan kakaknya )
" Punya , tapi kami sudah lama memutuskan hubungan "
" Danil dengar ya , yang namanya hubungan darah itu gak bakalan terputus "
" Aku tau , tapi karena kesalahan kami berdua kami memutuskan tidak saling memperdulikan lagi "
" Kenapa ? "
" Lain kali aku ceritain , yang penting sekarang itu kita berdua "
" Siap pak komandan " ( luna sembari memberi hormat pada danial yang membuatnya tersenyum melihat tingkah luna)
__ADS_1
Mereka berduapun menghabiskan waktu bersama .
# Yok ikuti kisahnya 😍😍😍😍