Kumencintai Kakak Dari Mantan Pacarku

Kumencintai Kakak Dari Mantan Pacarku
Semakin Dekat


__ADS_3

Rumah Danial.......


Sesampainya di rumah danial , luna langsung membantu danial berjalan menuju rumahnya.


" Pak...keluarga bapak pada dimana kok sepi ? " ( luna yang sembari menengok kiri kanan mencari keberadaan keluarga danial )


" Antar aku ke kamar ku dulu " ( danial yang tak langsung menjawab pertanyaan luna )


" Hahhh....baik pak!!!" ( luna kaget dan gugup mendengar perkataan danial karena selama ini ia tidak pernah masuk ke kamar laki laki , apa lagi dalam keadaan sepi )


Lunapun membaringkan danial di tempat tidurnya , karena tubuh danial yang tinggi dan berat , luna tidak bisa menahannya sehingga luna ambruk diatas tubuh kekarnya danial . Seketika lunapun kembali mematung dan wajahnya mulai memerah.


" Lun...sampai kapan kamu mau di atas "( Danial yang masih bisa tersenyum manis melihat ekspresi luna yang kembali mematung )


" Hahh...maaf pak , badan bapak berat sih jadi jatoh deh" ( luna sembari memalingkan wajahnya yang memerah itu )


" Kenapa muka kamu merah begitu ? " ( tanya danial sembari tersenyum )


" Ka..kamar bapak terlapu panas , wah..gerah ya pak " ( jawab luna sembari gugup menjawab pertanyaan danial )


"Emmm...kamu bisa bantu aku sekali lagi kan lun ? " ( tanya danial memecahkan suasana hening itu )


" Tentu pak , apa yang bisa saya bantu ? " ( jawab luna yang membuatnya penasaran dan membuat hatinya semakin bedegup kencang)


" Tolong telpon dokter arya , ini hp nya "( sembari menyodorkan hp nya pada luna )


" Bisa pa "( Luna langsung mengambil hp nya lalu menelpon dokter arya )


Setelah luna menelpon dokter arya , danial meminta luna untuk pergi meninggalkan nya sendiri.

__ADS_1


" Lun makasih sudah menolongku , kamu bisa pulang " ( danial sengaja menyuruh luna pergi meninggalnya sendiri )


" Iya pak....tapi kalo boleh tau bapak gak sakit parah kan ? "( luna tidak menyadari bahwa dia bisa bertanya seperti itu )


" Gak papa kok lun , ini udah biasa mungkin terlalu banyak begadang " ( jawab danial tanpa menatap wajah luna )


" Kalo begitu saya permisi pulang dulu ya pak?" ( Sahut luna sembari memainkan kedua tangannya )


Belum sempat melewati pintu kamar , danial sudah memanggil nama luna lagi


" Tunggu lun , kamu sekarang boleh panggil aku danil saja " ( danil yang mulai merasakan getaran di dalam hatinya )


" Iya pak " ( seketika jantung luna serasa akan copot sehingga membuatnya berjalan tanpa berkedip )


" aduh..... sadar dong kamu luna " ( luna sembari memukul mukul wajahnya )


" Pagi lun..." ( sahut naila yang sudah menunggunya di depan gerbang )


" Pagi..kemana dia orang ? "( luna yang menanyakan ketiga sahabat laki laki nya )


" Katanya mereka mau nunggu di tempat biasa " ( jawab naila )


Naila dan lunapun masuk ke kampus mereka. Saat mereka berkumpul luna terus melamun mengingat kejadiannya bersama danial.


" Kenapa tuh si luna ? " ( tanya mondi kepada ketiga temannya )


" Iya kenapa tu si luna nai ? ( tanya raka)


" Gak tau , tapi semenjak tadi pagi dia begitu " ( jawab naila yang merasa heran melihat tingkah luna )

__ADS_1


" Jangan...jangan anak itu mulai jatuh cinta " ( sahut mondi yang membuat farhan langsung kaget mendengar perkataan mondi )


" Bisa jadi tu " ( sambar naila yang mersa senang mendengar naila mulai jatuh cinta )


Faisal yang mendengarkan perkataan mereka langsung berdiri dan menepuk bahu luna . Seketika luna tersadar dan mulai merasa aneh karena teman temannya menatap dia dengan begitu tajam


" Kenapa kalian ? "( tanya luna yang penasaran akan raut wajah mereka )


" Harus nya kami yang tanya , kamu kenapa " ( jawab naila sambil menahan tawanya )


" Emang aku kenapa ? ( tanya luna yang semakin penasaran )


" Udah lah lun , kamu gak usah nyembunyiin perasaan kamu kita orang sudah tau , ketara banget tau " ( jawab naila sembari adu tangan bersama teman temannya )


" Ngaco kalian , udah ah aku mau kekantin laper nih " ( luna yang sembari mengambil tasnya )


" Lun....kamu lupa ya kita kan baru makan " ( sahut mondi sembari tertawa terbahak bahak)


" isss sial....bodohnya kamu luna " ( lunapun menjambak jambak rambutnya karena malu ketahuan sedang berbohong )


Ketiga temannya hanya bisa tertawa melihat tingkah laku luna yang berubah karena sedang jatuh cinta .


Tidak dengan faisal , ia merasa cemburu mendengar orang yang selama ini ia cintai mencintai orang lain.


#Nantikan cerita selanjutnya kakak , dijamin ceritanya susah di tebak😊😊


#Like and comen ya kak biar bisa terus up nyaπŸ˜…


#Jangan lupa saran dan kritiknya πŸ˜ƒ

__ADS_1


__ADS_2