
Mahendra dan tim nya berusaha menangkap geng ferdi dan denis , tetapi tidak ada satu pun dari mereka tertangkap karena mereka sudah mengetahui kedatangan mahendra .
" Lapor dan , sekali lagi mereka sudah mengetahui kedatangan kita " ( lapor salah satu tim mahendra )
" Sial..... pasti ada mata mata di sekitar kita " ( duga mahendra yang semakin kesal )
" Lapor dan , ada orang yang meninggal di halaman belakang " ( lapor kembali salah satu anggota tim mahendra )
Mahendra yang mendapat laporan dari tim nya langsung mendatangi TKP .
Sementara itu luna dan denis sudah berhasil keluar dari bar sehingga denis langsung bisa membawa luna ke markas mereka .
Markas denis.....
Roki , jeki dan rekan rekannya sudah semenjak dari tadi menunggu denis tiba di markas .
" Syukurlah den loh gak ketangkep " ( ucap bahagia jeki setelah melihat kedatangan denis )
" Tapi kenapa cewe abal abal ini sama lo den"( tambah roki yang bingung melihat kedatangan luna bersamanya )
" Nanti gue ceritain , gue mau bawa luna kedalam dulu " ( jawab denis yang langsung membawa luna kedalam , dimana luna masih terdiam karena tidak percaya melihat semuanya dengan mata nya sendiri )
" Denis jelasin semuanya apa yang sebenarnya terjadi malam ini " ( pinta luna memohon kepada denis )
" Gak ada yang perlu gue jelasin , sebaiknya lo istrihat aja malam ini disini " ( ucap denis yang tidak ingin menjelaskan semuanya )
" Apa maksud loh , jadi apa yang gue liat "
" Emmm....seperti apa yang lo liat , gue pernah peringatin lo kalo gue bukan orang baik "
__ADS_1
" Gue bakal cari tau semuanya , liat aja nanti "
" Terserah loh "
" Gue mau pulang "
" Ini udah malam , loh tidur aja disini ada banyak kamar kosong bisa lo tempatin "
" Gue gak butuh " ( ucap luna langsung meninggalkan markas denis )
Melihat luna meninggalkan nya , denis merasa gelisah memikirkan keadaan luna .
" Sial.... gimana kalo di jalan dia ketemu sama preman " ( gumam denis )
Tanpa luna sadari di perjalanan denis selalu mengikuti luna sampai ia tiba di rumah nya .
Rumah luna.....
" Danial aku minta maaf , aku gagal membuat denis berubah dan membawa nya pulang . Aku gagal....gagal..." ( ucap luna yang merasa bersalah tidak dapat memenuhi janjinya )
Setelah selesai membersihkan tubuh nya luna langsung membaringkan tubuhnya . Ketika luna hendak menutup mata nya handphone nya berbunyi
" Ting...ting..ting...ting "
Luna pun melihat pesan yang ia dapatkan dari mondi
Massage : Lun gue udah cari tau tentang kasus denis . Yang gue tau mahendra memang lagi nanganin kasus si denis . Terus parahnya lagi kasus baru nya malam ini , geng nya dicurigai membunuh seseorang di sebuah bar di kota A .
Di tempat lain mahendra yang menangani kasus pembunuhan di sebuah bar mulai mencari bukti kejahatan denis . Dari hasil forensik telah di temukan sidik jari seseorang yang belum di ketahui siapa pelakunya .
__ADS_1
" Lapor dan , saya sudah mencari tau tentang geng yang kita tanganin " ( ucap salah satu tim mahendra )
" Lalu ? " ( tanya singkat mahendra penasaran)
" Yang saya dapatkan bahwa geng di kota A dipimpin oleh orang yang bernama denis , mereka sudah lama mendirikan markasnya kurang lebih lima tahun . Tapi tidak ada satu pun catatan kriminal yang mereka lakukan . Mereka hanya geng biasa . " ( jelas tim mahendra )
" Aku yakin mereka penjahat propesonal . Perintahkan semua tim untuk memeriksa semua orang yang datang ke bar malam ini "
" Siap dan "
Pukul 08.00 luna yang sudah siap untuk pergi ke kampus tidak sengaja mendengar berita di tv nya bahwa ada pembunuhan di sebuah bar di kota A tadi malam .
" Orang itu meninggal , apa mahendra sudah mengetahui siapa pelakunya . Gue harus cari tau sendiri apa benar denis dalang dari kejadian ini "
Ketika luna hendak pergi tiba tiba bel rumah nya berbunyi
Ting....Tung...Ting...Tung
" Sebentar " ( ucap luna sembari membuka pintu rumahnya )
" Pagi mba....kami dari pihak kepolisian ingin mba memberi kesaksian kedatangan mba tadi malam di bar seperti di rekaman cctv ini " ( jelas salah satu tim mahendra sembari menunjukan rekaman cctv )
" Ohw boleh pak " ( balas luna yang menahan rasa gugup nya agar para polisi tidak mengetahui kebenarannya )
" Kalo begitu mba bisa datang nanti siang ke kantor kami "
" Baik pak "
" Kalo begitu kami pergi "
__ADS_1
#Ikuti kisah selanjutnya di episode yang lebih menarik
#Jangan lupa dukung author dengan like , comen , vote , saran and kritiknya kak 🙏🙏🙏