
Pukul 10.00
Kantor Polisi.......
Mahendra dan tim nya yang sedang sibuk menangani kasus kematian di bar berubah menjadi ketegangan setelah atasan mereka memanggil mahendra.
" Lapor kep , komisaris memanggil kep. keruangannya " ( lapor salah satu anggota kepolisian )
" Laporan diterima !!! " ( sambut mahendra )
Tanpa berfikir panjang mahendra langsung menemui komisaris di ruangannya .
" Lapor dan , kenapa anda mencari saya ? " ( tanya mahendra )
" Duduk dulu.... "
" Siap "
" Saya tahu bahwa kasus pembunuhan di kota A tepatnya di bar , tim kalianlah yang menangani nya "
" Betul komisaris , kenapa anda menanyakan hal itu ? "
" Tutup kasus itu !! "
" Kenapa ? "
" Saya yakin tim kalian bisa memecahkan kasus ini tapi tidak untuk sekarang , lupakan kasus ini dan segera tutup kasusnya"
" Bagaimana saya bisa menutup kasus pembunuhan ini , mungkin saja ada keluarga yang mencari keberadaannya mana mungkin kita bisa menutup kasus ini "
" ....Serahkan ini kepada saya , kalian hanya perlu menutup kasus ini "
" Tapi..... "
" Saya atasan kalian , ikuti semua perintah yang saya berikan "
" Baik , saya mohon undur diri "
" Emmmm "
Dengan berat hati mahendra meninggalkan kantor komisaris
" Ada apa kep ? " ( tanya salah satu tim nya )
" Kita tutup kasus pembunuhan di bar malam itu " ( jawab mahendra dengan berat hati mengatakan kebenarannya )
" Kenapa kep ? " ( tanya kembali tim nya )
" Emang kalian pikir saya ingin menutup kasus ini hahhh " ( bentak mahendra )
" Maaf kep kami hanya bertanya..... "
" Komisaris ingin kita menutup kasus ini jadi kita hanya bisa menurutinya . Tapi dengar , kita akan tetap melanjutkan kasus ini tanpa sepengetahuan komisaris "
" Siap kep "
" Oke baik . Ini kasus baru kita " ( ucap mahendra sembari meletakan berkas berkas baru )
Kampus.......
" Hai temen temen..... !!! " ( sapa luna kepada keempat temannya )
" Hai lun , gimana pertemuan kemarin ? " ( balas naila )
__ADS_1
" Baik kok , emmmm... sal lo sama mondi , lo juga raka bisa bantu gue gak ? " ( pinta luna )
" Lo masih nanya , gue sama mondi dan raka pasti bantu lo sebisa mungkin !!! " ( ucap faisal )
" Kalian bisa bantu gue ngurus rumah sakit danial gak .Gue tau kalian bertiga pasti bisa karena lo semua mahasiswa terbaik di kampus ini ? "
" Hahhhh.... tapi sebentar lagi kita semua akan ditugaskan magang di rumah sakit berbeda " ( jelas mondi )
" Kalian gak usah khawatir , apa kalian lupa kalo gue direktur rumah sakit ternama di kota ini " ( tambah luna )
" Tapi bagaimana cara nya ? " ( tanya kembali mondi )
" Aiss.... gue tinggal rekrut kalian bertiga jadi salah satu dokter rumah sakit gue "
" Lo yakin lun ? " ( tanya raka )
" Gue yakin sama keahlian lo bertiga "
" Baiklah kita bertiga bersedia......!!! "
" Jadi gue udah putusin sementara ini kita tutup restro sampai keadaannya stabil " ( jelas luna )
" Gak perlu lun , apa lo lupa ada satu temen lo lagi yang bisa bantu lo ngurus restro " ( balas naila )
" Lo yakin nai , mungkin kita berempat jarang datang ke restro buat bantu lo "
"......tenang aja lun , gue pasti bisa "
" Makasih naila ku sayang " ( tambah luna sembari memeluk temannya itu )
" Kita juga mau dong dipeluk !!! " ( becanda raka )
" Sini kalo mau gue hajar " ( sambar luna )
Setelah selesai meyakinkan ketiga temannya , luna juga dapat meyakinkan pihak kampus untuk merekrut ketiga temannya .
Setelah menyelesaikan jam kampus nya , luna sesegera mungkin melajukan mobil nya untuk kembali menemui denis
Markas Denis
" Jek...denis ada ? " ( tanya luna )
" Di ruangannya " ( jawab ketus jeki yang sudah mengetahui bahwa luna telah membonginya selama ini )
" Ada apa sama jeki ? tidak seperti biasanya dia seperti ini " ( gumam luna )
"....Yaudah gue masuk dulu ya.... ? " ( jawab kembali luna )
" Emmmm..... "
Ruangan denis
Sejak dari tadi denis sudah menunggu kedatangan luna karena ia sudah mengetahui kebenaran tentang nya selama ini .
" Akhirnya lo datang juga.... " ( sambut denis dengan tampang sinis )
" Kenapa lo nunggu gue ? " ( balas luna yang tidak mengetahui denis sudah mengetahui segalanya )
" Jelasin apa maksud dari berkas ini...? " ( bentak denis sembari melemparkan berkas biodata luna )
Luna yang merasa bingung langsung membuka berkas yang denis tunjukan
__ADS_1
" Jadi lo udah tau tentang gue ?..... "
" Hahhhh....lo masih tanya ? sekarang jelasin apa sebenarnya motif lo selama ini ?...." ( bentak kembali denis sembari mencengkram kedua bahunya )
" Gue gak ada maksud apa apa den , gue cuman mau lo pulang kerumah "
" Untuk apa.... uang ? "
" ....e...e...e. " ( luna yang tidak bisa menjawab pertanyaan denis )
" Gak bisa jawabkan , karena lo punya segalanya direktur rumah sakit , rumah bagus , restoran , mobil mewah , sahabat dan lo juga mahasiswa terbaik jadi apa yang danial janjikan sama lo hahhh ?...."
" Gue sama danial..... " ( jawab luna dengan mata berkaca kaca )
" Jawab luna ?...... " ( bentak kembali denis sembari memukul tembok yang berada di belakang luna )
" Sebelum di akhir hidupnya gue udah janji kalo gue bakal bawa lo pulang kerumah " ( jawab luna terpaksa mengatakan kebenarannya )
" Di akhir hidupnya ? maksud lo apa ? " ( tanya kembali denis yang benar benar tidak bisa berfikir dengan jernih )
" Danial sudah meninggal.....hahahahh..... " ( jawab luna yang langsung menangis )
" Bohong...." ( ucap denis yang tidak menyangka adik satu satunya telah meninggal )
" Gue gak bohong , rumah sakit yang lo maksud sebenarnya milik danial yang harus gue kasih sama lo "
" Cukup luna.... gue gak mau denger lagi "
" Ini kenyataannya denis , gue tahu kalo lo pasti sedih kalo tau kematian danial "
" Hahhh lo pikir gue sedih ? gak mungkin , gue sekarang bahagia karena orang yang selama ini gue benci sudah mati "
" Lalu kenapa lo nangis ?... "
" Ini air mata kebahagian gue "
" Kenapa lo sangat membenci danial hahhh ?"
" Lo gak perlu tau , lalu kenapa lo mau bantu si danial ?
" Karena kami ber enam sudah berteman lama , jadi kami sudah berjanji akan bawa lo pulang " ( jelas luna yang tidak ingin denis tau kalo ia adalah mantan danial karena luna takut denis tidak menyukai orang terdekat danial )
" Gue gak akan pulang...."
" Aku mohon den , kabulin permintaan terakhir danial.... gue mohon sama lo !!! " ( pinta luna sembari memohon )
" Roki.... roki cepat masuk " ( perintah denis )
Dengan cepat roki memasuki ruangan denis
" Ada apa den ?..... " ( tanya roki )
" Bawa luna keluar , jangan pernah biarin dia masuk kesini !!! "
" Oke....ayo lun... !!! "
" Gue gak mau , lepasin gue..... " ( teriak luna )
" La harus ikut gue , kalo enggak denis akan lebih murka lagi " ( jelas roki )
Dengan berat hati luna meninggalkan markas denis
#Jangan lupa like and comen ya kakπππ
__ADS_1
#Dukung author supaya up nya tambah semangatπππ