Kumencintai Kakak Dari Mantan Pacarku

Kumencintai Kakak Dari Mantan Pacarku
Resiko


__ADS_3

Satu minggu kemudian.......


Rumah Denis


Tim denis masih berusaha mencari tempat dimana pembuatan obat terlarang yang sedang mereka selidiki


" Kita sudah mencari info dari beberapa rumah sakit yang terlibat dalam penelitian pembuatan obat itu , tetapi kita belum dapat sedikitpun tanda tanda dari mereka " ( jelas denis )


" Mereka semakin berhati hati semenjak lo menjadi direktur rumah sakit A " ( balas jeki )


" Den bagaimana kita selidiki geng hitam , mungkin kita dapat info dari mereka " ( tambah roki )


" Oke.... malam ini kita pergi ke pasar gelap mereka !! " ( ucap denis )


" Siap.... bos " ( ucap serentak tim denis )


Kampus


Setelah menyelesaikan jam kuliahnya , luna yang akan pergi ke rumah sakit A di jemput oleh mahendra


" Hai.... lun ? " ( sapa mahendra yang baru turun dari mobilnya )


" Cieee...... hubungan lo sama mahendra makin lengket aja ! " ( bisik naila )


" Apa sih lo ? "


" Lun...gue antar lo kerumah sakit ya ? " ( pinta mahendra )


" Emmm..... tapi faisal , raka sama mondi ikut ya ? mereka juga mau kesana " ( pinta luna )


" Sotoy lo.... kita bertiga masih ada jam tambahan kali " ( ejek raka )


" Oh.... gue gak tahu kalo kalian ada jam tambahan " ( ucap luna )


" Ayo lun ? " ( ajak kembali mahendra )


" Gue pergi duluan ya ? " ( pamit luna )


" Siap " ( balas mondi )


Mahendra dan luna pun pergi bersama


" Mon.... kalo udah selesai , lo bisa bantu gue gak ? " ( pinta naila )


Melihat situasi mereka berdua , faisal dan raka sudah tahu bahwa mereka berdua mulai menunjukan perasaan mereka masing masing sebab itu faisal dan raka meninggalkan mereka berdua


" Bantu apa nai ? " ( tanya mondi )


" Ada masalah sama komputer gue , terus gue inget kalo lo jago kalo masalah komputer "


" Yaudah nanti gue bantu "


" Malam ini bisa kan ? "


" Hahhhhh malam ini ? "

__ADS_1


" Kalo lo gak bisa gak papa kok !! "


" Gue usahain "


Setelah selesai membahas itu , mereka berdua kembali melakukan aktivitas masing masing , mondi yang kembali ke kampus dan naila kembali ke restro luna


Rumah Sakit


Setelah sampai mengantar luna di rumah sakit A , mahendra ijin untuk kembali ke kantor polisi


" Lun gue ke kantor dulu , nanti malam gue jemput lo lagi " ( pinta mahendra )


" Emmmmm " ( balas luna )


" Gue barangkat dulu !! "


Sementara itu denis yang tidak hadir di rumah sakit membuat luna merasa khawatir , sehingga luna memutuskan untuk menghubungi denis


" Hallo.... den kenapa lo belum datang ke rumah sakit , lo lupa hari ini ada rapat ? " ( tanya luna )


" Gue sam jeki ada urusan , lo batalin aja kalo enggak lo aja yang pimpin rapatnya , bisa kan ? " ( jelas denis )


" Bisa aja..... tapi lo punya urusan apa ? "


" Lo gak perlu tahu , gue tutup telponnya !!


Tut....tut...tut...tut


Suara sambungan yang terputus


" Ais.... denis masih saja kaya dulu , dingin nya minta ampun . Gak jauh beda sama danial "( gerutu luna )


Pasar Gelap**


Denis dan tim nya sudah tiba di pasar gelap dimana geng hitam sering melakukan transaksi perdagangan manusia . Mereka kembali melakukan penyamaran sebagai pembeli


" Kita cari geng hitam , ingat mereka semua punya tanda hitam di dekat telinga mereka jadi ketika kalian bertemu mereka selidiki apa yang meraka lakukan " ( jelas denis kepada semua tim nya )


" Oke.... " ( balas seluruh tim denis )


Di perjalanan mahendra yang sedang mengantar luna pulang , mendapat kabar dari tim nya bahwa mereka menemukan pasar gelap yang mereka cari selama ini


" Ada apa dra , keliatannya ada masalah ? " ( tanya luna )


" Tim kami sudah menemukan pasar gelap yang selama ini sudah menjadi tempat transaksi perdagangan manusia "( jelas mahendra )


" Kalo begitu lo harus segera pergi , biar gue turun disini ? "


" Gue gak bakalan biarin lo sendirian di malam malam gini "


" Kalo begitu gue ikut ya ? "


" Gak boleh , tempat itu terlalu bahaya buat lo lun "


" Aiii dra..... gue mohon ya , lo tenang saja gue bisa jaga diri gue kok , ya...ya... ya "

__ADS_1


" Oke.... tapi janji sama gue , lo jangan jauh jauh dari gue "


" Siap kep !!! " ( seru luna sembari memberi hormat kepada mahendra )


Mahendra yang melihat tingkah luna tak henti hentinya tersenyum


Pasar Gelap


Setelah lama mencari , denis menemukan salah satu dari geng hitam yang sedang melakukan transaksi


" Bos..... dimana barang gue ? " ( tanya salah satu geng hitam )


Barang yang dimaksudkan adalah orang yang akan ia beli


" Udah ada di mobil truk putih itu , mana duit gue ? " ( pinta bos penjual barang )


" Nihhhh !!! "


" Wawww..... jiwa ku , hidupku kau wangi sekali !! ( seru bos penjul barang sembari mencium cium uang milik nya )


Denis terus berusaha mengikuti salah satu geng hitam itu


" Hallo bos... kita sudah dapat barangnya , kita bawa kemana ni barang ? " ( tanya salah satu geng hitam kepada ferdi bos mereka )


" Sial.... kenapa mereka tidak menyebutkan tempat tujuan mereka " ( ucap kesal denis )


Dengan cerdik denis menghafal nomor plat mobil mereka


Tanpa di duga duga salah satu geng hitam memberi kabar bahwa polisi ada di tempat itu


" Gawat polisi sudah tahu tempat ini " ( ucap salah satu geng hitam )


" Sial..... cepat pergi dari sini sebelum mereka menangkap kita "


Mendengar pembicaraan mereka berdua , denis langsung menghubungi tim nya agar


cepat pergi meninggalkan tempat itu


Dengan cepat tim mahendra langsung meringkus beberapa orang yang terlibat di tempat itu


Akhirnya beberapa orang yang terlibat itu memberikan perlawanan sehingga tim mahendra hampir kewalahan , karena sebagian dari mereka adalah orang paling berbahaya yang hampir memiliki senjata api



Luna yang melihat kejadian itu , memberanikan diri untuk membantu tim kepolisian


Disaat luna mengejar salah satu dari mereka , ia tidak sengaja melihat orang yang mirip dengan denis . Lalu ia mengikuti orang itu , tetapi tiba tiba ada seseorang dari pasar gelap yang menyerangnya


" Apa lo gak sayang sama nyawa lo , berani baraninya lo masuk ke sarang harimau " ( ucap salah satu orang dari pasar gelap )


" Kita bukti kan saja " ( balas luna )


Dengan berani luna menghadapi orang itu . Merasa terpojok orang itu mengeluarkan belati dari saku celananya


bersambung..........

__ADS_1


#Jangan lupa like and comen ya kak biar author semangat up nya 🙏🙏🙏


#Ikuti kisah selanjutnya ya kak 😍😍😍


__ADS_2