Kumencintai Kakak Dari Mantan Pacarku

Kumencintai Kakak Dari Mantan Pacarku
Dunia Baru Luna


__ADS_3

" Menurut saya penelitian ini sangat dibutuhkan mungkin dengan adanya kegiatan ini kita bisa membuat obat yang dapat membantu orang yang sangat membutuhkan " ( jawab prof.viki )


" Kenapa mereka membicarakan soal obat , pasti ada sesuatu dibalik penelitian ini , dan diantara mereka semua siapa orang yang kami cari selama ini . Orang ini bukan orang sembarangan dia merencanakan dengan matang dengan berkedok pengobatan " ( gumam denis dalam hati nya yang baru memasuki ruangan )


" Baiklah saya setuju penelitian ini " ( ujar pak bobi direktur rumah sakit H )


" Saya juga setuju " ( tambah beberapa direktur rumah sakit )


" Buk luna ini kesempatan kita untuk bergabung dengan rumah sakit S , para direktur yang lainnya juga sudah menyetujui nya "( bisik pak hendri )


" Saya juga setuju " ( tambah lagi luna )


" Baiklah kalo begitu sebelum mendatangani berkas nya para direktur boleh melihat kembali berkas kami " ( jelas pak jogi )


Denis langsung menyodorkan secangkir minuman hangat kepada para direktur rumah sakit.


" Silahkan diminum kopi nya pak " ( pinta denis sambil menyodorkan secangkir kopi hangat )


" Sambil membaca berkas ini , saya sebagai pemegang saham terbanyak kedua di rumah sakit A ingin menanyakan kepada buk luna kapan direktur rumah sakit A yang sebenarnya akan duduk di posisi anda sekarang ? " ( tanya sinis pak gunawan salah satu pemegang saham rumah sakit A )


" Soal itu.... ada sedikit masalah jadi ketua direktur belum bisa menepati posisinya " ( jawab singkat luna yang mulai merasa gugup)


" Saya sebagai pemegang saham tidak bisa menunggu , karena saya tidak yakin rumah sakit A akan bertahan lama lagi apalagi di ketuai oleh siswa jurusan bisnis bukan kejurusan kedokteran "


Denis yang baru mengetahui luna adalah mahasiswa sangat terkejut karena yang dia ketahui luna bekerja dengan danian . Tetapi denis yang mendengar semua tentang luna merasa tidak nyaman mendengar mereka merendahkan luna , denis pun memutuskan untuk keluar dari ruangan itu

__ADS_1


" Jadi buk luna bukan mahasiswa kedokteran kenapa pak danial memberikan posisi ini kepada siswa yang tidak berpengalaman " ( bisik beberapa direktur rumah sakit )


" Yang saya tau buk luna adalah mantan pacar yang sangat pak danial cintai apakah buk luna menjerat alm.pak danial dengan cinta dengan itu pak danial berani memberikan rumah sakitnya untuk mantan tercintanya " ( ejek pak bowo salah satu pemegang saham rumah sakit danial )


" Pak sebaiknya anda bicarakan masalah kita nanti , ini adalah tempat yang bukan seharusnya bapak katakan jadi bapak tidak berhak mengatakan semuanya disini " ( tambah sista asisten pak hendri )


" ....Saya sengaja agar para direktur tau masalah kami mungkin saja ada diantara kita bisa membantu kami karena ini juga demi rumah sakit ternama yang selama ini membantu para pasien . " ( sambar pak bowo)


" Iya juga ya..... " ( ucap beberapa pemegang saham rumah sakit A )


Dengan sabar luna menahan emosinya yang sudah semakin memuncak


" Sabar lun.... sabar " ( gumam luna )


" Kalian bisa berfikir apa saja tapi ingat saya disini sebagai direktur rumah sakit A dengan pemegang saham paling banyak dan juga posisi saya sekarang syah menurut hukum . Alm pak danial yang memberikan posisi nya tanpa paksaan jadi kalian jangan pernah membicarakan posisi saya . Soal layak atau tidak saya sebagai direktur itu hak kalian , tapi mulai sekarang saya akan lebih mendalami posisi saya " ( jelas luna dengan lantang karena luna dan pak hendri sudah mengetahui ini akan terjadi )


Luna hanya bisa menahan emosinya dengan meremas gelas yang ada dihadapannya


" ...Apa benar ? jadi selama ini cinta buk luna hanya untuk memiliki rumah sakit pak danial " ( ucap kembali beberapa direktur rumah sakit)


Amarah luna semakin membeludak setelah mendengar perkataan para direktur yang menganggap cinta nya pada danial adalah cinta palsu .


" Brakkkkkk " ( suara pecahan gelas yang luna hancurkan dengan tangannya ke sebuah meja sehingga membuat tangan luna terluka terkena pecahan gelas )


" Saya ingatkan sama kalian semua , cinta saya pada danial mungkin tidak bisa kalian mengerti . Anda anda semua harus tau meskipun danial tidak memiliki apapun tapi saya luna akan tetap mencintainya apapun yang terjadi " ( bentak luna )

__ADS_1


Setelah mengatakan itu semua luna langsung meninggalkan pertemuan itu dengan tangan penuh darah yang mengalir


" Buk luna tangan ibu ? " ( ucap pak hendri sembari mengikutinya dari belakang )


" Saya butuh sendiri dulu , pak hendri urus saja berkas berkas penelitian . Saya pergi dulu " ( jelas luna )


Luna pun meninggalkan pak hendri


Melihat luna keluar dari ruangan dengan penuh amarah denis langsung menghampiri luna . Betapa terkejut nya denis melihat darah yang bercucuran dari tangan kanan luna


" Buk tangan ibu kenapa ? " ( tanya denis )


Luna tidak mengetahui orang yang tepat didepannya adalah denis yang sedang menyamar


" ....Tidak apa apa mas ini camun luka kecil yang mudah di obati tidak seperti luka di hati saya " ( jelas luna yang tidak bisa menahan tangisannya lagi )


" Ibu duduk dulu , biar saya ambilkan P3K dulu"


" Gak perlu mas , saya pergi dulu "


" Tunggu..... jika kelamaan di obati nanti bisa infeksi " ( jelas denis yang berlari langsung mengambil obat untuk luna )


" Den apa yang lo lakuin ? kita disini bukan untuk mengurus masalah kaya gini " ( bisik roki )


" Lo pergi cari info lebih banyak lagi , nanti gue nyusul " ( balas denis )

__ADS_1


Denis langsung pergi menemui luna tanpa menghiraukan keberadaan roki


#Jangan lupa like , comen , kritik , vote and sarannya ya kak🙏🙏🙏


__ADS_2