
Setelah berusaha mengikuti kedua dokter itu , denis akhirnya mendapatkan rekaman yang ia inginkan .
Denis langsung menghampiri jeki yang sudah menunggunya di mobil
" Bagaimana hasilnya den ? " ( tanya jeki)
" Kita liat dulu rekamannya " ( jawab denis)
Tanpa menunggu lama , denis dan jeki langsung memeriksa rekaman yang mereka dapatkan. Setelah melihat ber ulang ulang rekaman itu , mereka berdua melihat sesuatu yang mereka cari
" Jek lo lihat benda yang berada di kantong jas mereka ? " ( tunjuk denis )
" Itu cuman pena , apa masalahnya ? "
" Memang pena , tapi kenapa mereka hanya membawa pena itu disaat mereka masukbke dalam lift "
" Gue gak ngerti "
" Coba lo lihat rekaman disaat mereka makan , mereka berdua tidak membawa pena tapi lo lihat rekaman sebelumnya disaat mereka ingin masuk ke dalam lift mereka membawa pena itu " ( jelas denis )
Jeki langsung melihat rekaman sebelumnya , setelah melihatnya jeki baru mengerti apa yang dimaksud denis
" Lo bener , jika pena itu kuncinya ? kita harus berusaha mengambil pena itu " ( ucap jeki )
" Oke..... besok pagi kita kesini lagi untuk mengambil pena itu , gue udah punya caranya " ( jelas kembali denis sembari menjelaskan rencana nya )
Rumah Luna
Luna masih tidak percaya atas kematian om nya itu , disaat luna ingin tidur ia memikirkan sesuatu yang ganjal atas kematian om nya itu. Luna pun langsung meninggalkan tempat tidurnya dan langsung mencari sesutu yang mungkin akan menjadi barang bukti
" Gue yakin , pasti ada yang mereka cari disini , tapi apa ? ( ucap luna )
Luna masih berusaha mencari yang ia inginkan . Disaat luna sibuk mencari barang bukti , ia melihat seseorang berada di dedapan rumahnya yang sedang memperhatikan sekitar rumahnya . Dengan berani luna langsung menghampiri orang itu
Dengan cepat luna langsung melintir tangan orang yang ia pikir orang jahat .
" Siapa lo ? " ( tanya luna )
" Ini aku lun " ( teriak mahendra yang kesakitaan karena tangannya dipelintir luna )
" Mahendra ? maaf....maaf , gue gak tahu ini lo . Gue kira orang jahat " ( ucap luna sembari melepaskan tangan mahendra )
" Gak papa kok lun "
" Kenapa lo disini ? "
__ADS_1
" Gue cuman mau melihat keadaan lo "
" Kenapa gak masuk ? "
" Gue gak mau ganggu lo , jadi gue berpikir buat jaga rumah lo "
" Makasih ya dra , tapi lo gak usah khawatir gue bisa jaga diri kok "
" Tetep aja gue khawatir sama lo "
" Ayyy....lo pulang aja , kalo ada apa apa gue pasti telepon lo kok "
" Yaudah kalo gitu , lo jaga diri ya "
" Emmmmm "
Sebelum pergi , mahendra memeluk luna dengan penuh kasih sayang
" Gue pergi !!! " ( ucap mahendra sembari melepaskan pelukannya )
Mahendra pun meninggalkan rumah luna . Tanpa di duga duga denis melihat kejadian itu semua , karena setelah pulang dari rumah sakit S denis memutuskan untuk melihat keadaan luna. Tetapi denis memutuskan untuk tetap di tempat luna karena ia ingin memastikaan keselamatan luna
Pagi Hari
Tidak mau luna mengetahui keberadaannya , denis langsung meninggalkan rumah luna
Pukul 10.00
Luna sudah tiba di rumah sakit A meskipun ia masih berduka cita , tetapi ia harus tetap proposional
dretttttttt........
Chat masuk ke handphone luna
Bos Galak : lun , gue ada kerjaan jadi gue hari ini gak bisa masuk ke rumah sakit
Luna : Oke.... kalo ada masalah lo telpon gue aja ( balas luna )
Rumah sakit S
Denis dan jeki sudah menunggu kedatangan dua dokter yang akan mereka selidiki kembali
" Jek... hari ini kita tidak boleh gagal lagi " ( pinta denis )
" Siap den..... itu mereka " ( tunjuk jeki )
__ADS_1
" Oke....kita mulai !! "
Mereka berdua pun langsung menjalankan rencana yang sudah mereka rancang dengan matang
Denis berpura pura menabrak salah satu dokter itu agar pena yang mereka inginkan dapat mereka tukar dengan merek yang sama
" Maaf dok..... saya tidak sengaja " ( ucap denis sembari menukar pena mereka )
" Lain kali jalan tu pakai mata bukan pakai dengkul " ( sambar sinis salah satu dokter sembari memasukan kembali pena miliknya yang sebenarnya sudah denis tukar )
" Kalo aja gue gak lagi nyamar , udah pasti bonyok lo " ( gumam denis )
" Sekali lagi saya minta dok " ( ucap kembali denis )
Tanpa menghiraukan denis , dokter itu langsung meninggal denis
Akhirnya denis dan jeki dapat mengambil pena itu tanpa mereka ketahui . Dengan cepat denis dan jeki langsung menuju lift dimana mereka mengetahui jika dua dokter itu menghilang tanpa jejak
Lift
" Den.... apa yang harus kita lakukan sekarang " ( tanya jeki )
" Kita masuk dulu kedalam lift , kata lo dua dokter itu tidak pernah muncul di lantai enam meskipun mereka menuju lantai 6 , jadi kita coba dulu " ( jawab denis )
Akhirnya mereka masuk ke dalam lift menuju lantai 6 . Didalam lift mereka mencari cara untuk menemukan kode rahasia
Tanpa disengaja , setelah pena yang mereka bawa di tempelkan ke salah satu bagian tombol pintu , yang sebenarnya terdapat kamera tersembunyi . Akhirnya mereka menuju lantai 7
" Apa ? jadi gedung ini sampai lantai 7 " ( ucap jeki )
" Gue sudah mengira kalo rumah sakit ini gak beres " ( tambah denis )
Lantai 7
Setelah sampai di lantai 7 , denis dan jeki merasa tercengang melihat ruangan itu
" Den , kita harus cepat mencari pakaian dokter sebelum mereka curiga sama kita " ( ucap jeki )
" LO bener , ayo cepat " ( balas denis )
bersambung......
#Jangan lupa like and comen ya kak 😍😍
#Maaf untuk keterlambatan up nya ya kak🙏🙏
__ADS_1
#Semoga kak kak semua masih setia sama novel author