
Setelah melakukan penyamaran , mereka langsung mencari bukti kejahatan mereka selama ini
Akhirnya denis dan jeki sampai di sebuah ruangan , dimana ruangan itu terdapat beberapa orang yang sudah dibius untuk percobaan obat terlarang mereka
" Siapa mereka semua ? " ( tanya jeki )
" Gue juga gak tau , cepat ambil beberapa obat itu sebelum ada orang masuk " ( perintah denis )
Setelah mendapatkan beberapa obat yang terdapat di ruangan itu , denis dan jeki memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit S karena pengamanan ruangan itu sangat ketat
Rumah denis
" Jek lo bawa obat ini ke markas besar suruh mereka teliti obat apa ini sebenarnya , gue mau ke rumah sakit gue dulu " ( perintah denis )
" Oke den..... " ( jawab jeki )
Markas besar
Sebagaimana perintah denis , jeki langsung membawa obat itu ke markas besar untuk mereka teliti
" Bos.... kami sudah mendapatkan apa yang kita cari , tapi kita semua belum mengetahui banyak tentang mereka " ( jelas jeki sembari memberikan obat yang mereka curi )
" Gak papa , yang penting sekarang kita punya obat yang mereka kembangkan . Sekarang lo bisa pergi , oh ya bilangin sama denis jangan pernah menunjukan kelemahannya kepada siapa pun !! " ( jelas bos besar )
" ....Bos becanda ya ? bukannya denis gak pernah punya kelemahan " ( balas jeki )
" Gue selalu mengawasi kalian , akhir akhir ini gue lihat si denis semakin dekat dengan wanita yang bernama luna "
" Mereka hanya rekan bisnis , gak mungkin juga denis suka sama si luna "
" Semoga saja si denis tidak akan melakukan kesalahan kali ini , jika dia sampai mencintai seseorang maka dia harus siap untuk kehilangannya "
" Maksud bos ? "
" Sudahlah.... lo katakan saja sama si denis "
" Baik bos.... "
Jeki pun meninggalkan markas besar
Rumah sakit A
Disaat denis tiba di rumah sakit A , ia langsung mencari luna karena denis tahu luna masih sedih setelah kematian om nya . Disaat denis mencari luna ia melihat luna sedang menangis . Dengan cepat denis langsung menghampiri luna
" Kamu kenapa lun ? " ( tanya denis )
__ADS_1
" Gak papa kok den !! " ( jawab luna sembari menghapus air matanya )
" Hari ini lo bisa nangis sepuasnya lun , gue bisa temenin lo "
Tanpa berpikir panjang luna langsung memeluk denis sembari menangis sekencang kencangnya
" Huwaaaaaaa........ " ( suara tangis luna )
" Gak papa lun , menangis lah sepuasnya " ( Ucap denis )
Tanpa luna sadari ia merasa nyaman di pelukan denis
" Maaf den , gue gak sadar " ( ucap luna yang langsung melepaskan pelukan denis )
" Gak papa kok lun " ( tambah denis yang juga merasa gugup )
" Kenapa lo ke sini ? bukannya lo ada kerjaan "
" Udah beres kok "
" Kalo boleh tahu , lo kemana aja pagi tadi ? "
" ....E...e.....e..e... ke rumah jeki nemenin dia ketemu orang tua nya "
" Yaudah ayo kita pergi "
Tanpa denis sadari , hati nya mulai terbuka untuk luna
Rumah denis
Pukul 20. 00
Setelah menyelesaikan urusannya di rumah sakit , denis langsung pulang ke rumah
" Bagaimana jek ? " ( tanya denis )
" Beres den , markas besar sedang meneliti obat yang kita curi dari rumah sakit S " ( jawab jeki )
" Kapan kita ke rumah sakit S lagi den , kali ini gue mau ikut " ( sambar roki )
" Kita susun rencana dulu , kita tidak bisa asal masuk kesana soalnya penjagaan mereka sangat ketat "( balas denis )
"....den bagaimana kalo dokter itu tahu kalo pena nya sudah kita tukar " ( ucap jeki )
__ADS_1
" Semoga saja mereka mengira kalo pena mereka tertukar "
" Bagaimana kalo mereka mulai curiga ? " ( tambah roki )
" Sebab itu kita harus cepat kembali kesana sebelum mereka menyadari nya " ( jelas denis)
" Bagaimana kalo besok pagi kita kesana lagi ? kita cari dalang yang merencanakan ini semua " ( ucap roki )
" Lo bener juga , bagaimana menurut lo den ?"
" Oke.... kalo begitu besok kita kesana lagi "
" Oh ya den.... gue punya pesan dari bos besar " ( ucap jeki )
" Apa ? " ( tanya denis )
" Bos bilang lo jangan pernah menunjukan kelemahan lo "
" Maksud lo ? "
" Bos udah tahu kalo lo deket sama luna "
Mendengar nama luna , seketika hati nya mulai tersentuh
" Lo tahu kan , gue sama luna cuman rekan kerja dia juga yang bantu kita selama ini "
" Gue tahu , lo juga gak bakalan suka kan sama si luna ? "
Mendengar pertanyaan jeki , membuat denis merasa bingungan menjawab pertanyaan denis
" Jangan jangan lo suka sama si luna lagi den ? " ( tambah roki )
" Itu gak benar kan den ? kalo lo benar benar sudah jatuh cinta sama luna , bos besar bilang kalo lo harus siap kehilangan dia " ( tambah jeki )
Seketika tangan denis langsung mengepal mendengar penjelasaan jeki
" Gue gak mungkin jatuh cinta sama siapa pun , tujuan gue cuman satu yaitu memberantas orang orang yang bisa menghancurkaan sebuah keluarga " ( jelas denis )
" Syukurlah...... kalo lo gak pernah cinta sama si luna , gue cuman takut kalo si luna kenapa kenapa karena misi kita kali ini " ( tambah jeki)
Denis hanya bisa menyembunyikan perasaannya yang mulai menyukai luna karena ia tidak ingin luna terluka karena dirinya
bersambung........
#Jangan lupa like and comen ya kakπππ
__ADS_1
#Ikuti terus kisah merekaπππ