
Kurang lebih lima belas menit mereka saling berbincang bincang luna , faisal , raka , mondi dan naila memutuskan untuk kembali ke restro .
Restro......
" Lun bagaimana ini , masalahnya semakin rumit aja . Gimana kalo mahendra tau kalo lo ada hubungannya sama si denis pastinya dia juga curiga kalo lo komplotannya " ( cemas faisal )
" Gue juga gak tau harus ngapain lagi " ( balas luna)
Disaat mereka sedang merasa khawatir tiba tiba luna mendapat pesan dari mahendra
Massage : Luna gue bahagia hari ini bisa ketemu lo lagi , kita bisa jadi temen kaya dulu lagi kan ?
" Mati gue "
" Kenapa lun ? "( tanya bingung naila )
" Liat ini nai " ( luna sembari menunjukan pesan dari mahendra )
" Gue harus gimana ni ? "
" Bales aja lun , kalo lo gak bales mahendra pasti curiga "
Luna terpaksa mematuhi perkataan naila temannya itu meskipun ia sebenarnya tidak ingin berhubungan dengan mahendra .
Keesokan hari.......
Setelah pulang kuliah luna langsung melajukan mobilnya menuju ke markas denis
" Hai semuanya..... " ( sapa luna kepada rekan rekan denis )
" Luna gue mau bicara sama lo " ( ajak jeki sembari menarik tangan luna menjauhi rekan rekannya )
__ADS_1
" Ada apa jek ? "
" Lo tau kan kejadian malam itu ? "
" Iya gue tau , kenapa emang ? "
" Lo masih tanya , apa lo gak takut sama kita bisa jadi nanti lo juga dicurigai "
" Gue belum yakin kalo denis pelakunya soalnya yang gue lihat itu cuman setengah dari yang gue liat malam itu " ( jelas luna yang berusaha menyembunyikan kecurigaannya karena ia mendapat sebuah pesan dari raka )
Massage : "Lun gue baru dapat sedikit info soal geng denis , yang gue tau kalo mereka belum pernah tersandung kasus kriminal selama ini mungkin baru kali ini mereka dituduh membunuh seseorang , gue yakin mereka bukan geng sembarangan mereka semua dapat menutupi kejahan meraka jadi lo harus lebih hati hati lagi sama meraka ya "
" Baguslah kalo gitu , tapi kayanya lo gak bakal bisa kesini lagi geh lun " ( ucap jeki yang sudah tau apa yang akan dilakukan oleh denis )
" Kenapa emang jek ? "
" Nanti juga lo tau , coba aja datengin si denis tuh dia ada di tempat latihan "
" Maaf mengganggu !!!! ( seru luna membuat roki tersenyum karena ia menduga denis akan mengusirnya kali ini )
" Roki lo keluar dulu " ( tanpa menjawab roki dengan senang hati meninggalkan mereka berdua )
" Kenapa lo masih berani datang lagi kesini bukannya lo tau gue orang kaya mana ? " ( jelas denis )
" Gue belum yakin kalo elo yang bunuh orang itu jadi gue bakal cari tau sendiri" ( jawab luna)
" Suatu hari nanti lo bakal nyesel sama perkataan lo sendiri . Satu lagi mulai sekarang lo gak usah kesini lagi bilangin sama si danial kalo gue udah bahagia sama kehidupan gue sekarang . Gue juga gak bakal ngusik kehidupan si danial sama keluarganya di luar negri "
" Jadi denis belum tau yang sebenarnya , apa aku kasih tau yang sebenarnya ya ? " ( gumam luna dalam hatinya )
" Yang gue tau lo jago seni bela diri , gue mau lo nemenin gue latihan " ( pinta denis membuat luna tidak bisa menolaknya )
__ADS_1
Disaat mereka sedang berlatih dengan serius,luna yang tidak bisa fokus mendapatkan beberapa kali pukulan dari denis
" Kenapa lo gak fokus ? gue tau lo gak mudah kalah kaya gini " ( ucap denis )
" Sebenarnya danial....... " ( belum sempat melanjutkan perkataannya denis yang mendengarnya langsung memotong perkataan luna )
" Gue peringatin lo jangan sebut nama si danial lagi " ( teriak denis yang sangat begitu marah mendengar nama danial )
" Tapi den... danial "
Mendengar perkataan luna membuat denis mengepal tangannya hendak memukul luna tapi tinjuannya itu mendarat di sebelah pipi kanan luna . Kejadian itu membuat luna merasa takut melihat tangan denis menguarkan banyak darah karena memecahkan sebuah kaca besar di belakang luna
" Gue benci ngedenger namanya lo tau kan ? besok jangan pernah muncul lagi dihadapan gue lagi dan soal uang lo , asalkan lo bisa jauh dari gue , gue bakal kasih dua kali lipat dari yang si danial kasih " ( bisik denis membuat mata luna mengeluarkan air matanya )
" Gue gak butuh uang lo " ( jelas luna yang masih mengeluarkan air matanya )
" Mustahil , cewe kaya lo pasti bisa ngelakuin apa aja mungkin lo juga udah ngejual kesucian lo sama om om " ( tambah denis membuat luna langsung menatap denis dengan tajam )
Tanpa kata kata luna yang sudah tidak tahan mendengar perkataan denis langsung meninggalkannya .
Denis yang melihat kaki luna berdarah karena terkena serpihan kaca tidak bisa berhenti memikirkan luna .
" Lun lo kenapa ? " ( tanya jeki penarasan melihat luna menangis )
Tanpa memperdulikan jeki , luna langsung berlari menjauhi markas mereka . Tanpa butuh waktu lama denis juga keluar dari ruangan latihannya .
" Den apa yang terjadi sama tangan lo " ( tanya roki yang semakin bingung melihat mereka berdua terluka )
" Gue pergi dulu " ( ucal denis tanpa menjawab pertanyaan roki )
#Jangan lupa like and comen ya kak👍👍👍
__ADS_1