
Setelah mengetahui denis lolos dari kejarannya mahendra merasa kesal karena baru pertama kalinya ia gagal dalam misinya.
" Sial....baru pertama kalinya aku gagal dalam menangkap ******** , liat saja nanti aku pasti menemukan mu secepatnya " ( ucap mahendra yang merasa gagal )
Mahendrapun meninggalkan tempat itu dengan keadaan penuh amarah.
Setelah beberapa jam denis dan luna tiba di tempat denis dan teman temannya tinggal.
" Itu mobil bos !!! " ( tunjuk salah satu anggota geng denis )
" Tolong bantu gue " ( pinta luna pada rekan rekan denis membuat roki terkejut melihat luna )
" Ada apa sama denis " ( tanya roki sembari memapah denis )
" Dia tertembak "
" Apa !!! Jeki siapkan alat alat " ( pinta roki pada jeki , jeki juga adalah rekan denis ia ahli dalam pengobatan )
" Apa yang mau lo lakuin , seharusnya kita bawa denis ke rumah sakit " ( tanya luna yang merasa bingung )
" Nanti gue kasih tau , sekarang jangan banyak tanya denis perlu perawatan " ( jelas roki )
Jeki langsung merobek baju denis dan sesegera mungkin menyuntikan anti septik padanya .
" Tunggu....tunggu apa yang lo lakuin , jangan sembarangan kasih obat " ( tanya kembali luna )
" Lo gak usah khawatir jeki udah biasa mengobati denis , kamu lihat aja kemampuannya "
Jeki mulai mengobati denis , ia mulai mengeluarkan peluru dalam tangan denis .
" Aku tau sedikit soal pengobatan , bukannya kalo mau mengoprasi harus pake obat bius dulu agar tidak terlalu sakit " ( luna yang terus bertanya pada jeki )
__ADS_1
" Kami kehabisan obat bius , roki cari es batu kita butuh secepatnya , detak jantung denis mulai tidak teratur "
" Jek....cepat ambil pelurunya gak usah cari es batu , gue bisa nahan " ( ucap denis yang mulai sadar )
" Oke....ini mungkin agak sakit , lo bisa tahan kan ? " ( tanya jeki )
" Gue gak selemah itu , cepet..... " ( pinta kembali denis )
" Den....lo gila ya ? ini bahaya tau " ( ucap luna)
" Gak usah dengerin dia jek...cepet !!! ( ucap denis yang tidak mendengarkan perkataan luna )
Jekipun mulai mengambil pisau bedahnya . Sedikit demi sedikit pisau bedah jeki mulai merobek tangan denis .
Luna yang melihat denis menahan rasa sakitnya hanya bisa meremas meramas tangannya karena ia tau betapa sakitnya yang denis rasakan.
" Gue keluar dulu...." ( ucap luna yang tidak bisa melihat denis terluka )
Setelah hampir tiga puluh menit jeki keluar dari tempat tidur denis .
" Lo gak usah khawatir , denis udah biasa ngadepin kondisi kaya gini " ( jelas jeki )
" Maksud lo ? jadi denis pernah kaya gini juga"
" Hemm...emang lo pikir orang orang kaya kita ni hidup enak "
" Tapi denis gak papakan ? "
" Bentar lagi juga sadar kok , oh ya nama lo siapa ? baru kali ini gue liat cewe di markas denis "
"Kenalin nama gue luna....disini gue ditugasin buat ngebawa denis pulang "
__ADS_1
" Hahhhh gue gak salah denger "
" Gak kok , jadi lo tau tentang keluarga denis "
" No comen....Oh ya lo bisa panggil gue jeki "
" Emmm...yaudah gue mau liat denis dulu "
Luna yang melihat keadaan denis merasa bersalah karena dirinya alasan denis terluka.
" Maafin gue den....kalo aja gue gak dateng , lo pasti sudah bisa lari sama temen temen lo " ( ucap luna yang merasa menyesali )
" Sekarang lo baru sadar kalo lo salah " ( jawab denis yang sebenarnya sudah sadar dari tadi )
" Lo.....lo..sudah sadar kenapa lo gak ngomong dari tadi ? "
" Kenapa lo belum pergi ? "
" Gue gak bisa pergi sebelum liat lo sadar , oh ya jangan nyuruh gue buat nyerah begitu saja . Gue pasti bawa lo pergi dari kehidupan gelap lo sekarang "
" Lo bisa berbuat semau lo , tapi jangan harap lo bisa bawa gue pergi "
" Liat aja nanti , yaudah gue pulang dulu . Nanti besok gue kesini lagi dan jangan lupa kartu lo ada di gue "
" Maksud lo "
" Gue punya bukti semua kejahatan lo , jadi lo baik baik aja sama gue . Oke kalo gitu gue pergi dulu "
Lunapun meninggalkan denis
" Dasar cewe licik , liat aja nanti lo pasti nyesel pernah ketemu gue "
__ADS_1
#Yok ikuti kisah selanjutnya kak😍😍😍
#Jangan lupa like and comen kak🙏🙏🙏