
Rumah sakit
Seketika danial menutup kedua matanya dengan senyum manis di bibirnya . Luna yang melihatnya tidak ingin menerima kenyataan bahwa danial sudah meninggalkannya untuk selamanya.
" Gak papa danil , kamu tidur aja ya nanti aku bangunin , awas aja nanti kalo aku bangunin kamu gak bangun aku pasti marah loh ( ucap luna sembari diiringi isak tangisnya )
Faisal , raka , mondi , dan naila yang mendengar suara mesin dari kamar danial langsung memasuki ruangan.
" Lun , apa yang terjadi ? " ( tanya faisal )
" Gak papa kok sal , danial cuman tidur sebentar " ( jawab luna yang masih menangisi semua yang telah terjadi )
" Mon , cepat panggil dokter " ( pinta faisal )
Mondipun berlari mencari dokter yang menangani danial . Dengan cepatnya dokterpun tiba .
" Dok , cepat periksa danial " ( pinta naila )
" Maaf pak danial sudah..." ( ucap dokter arya)
Seketika faisal , raka , mondi , naila dan luna terkejut mendengar perkataan dokter arya .
" Gak mungkin , gak mungkin dok...dia hanya tidur sebentar. Iya kan nai....jawab nai?( tanya luna kepada sahabatnya dengan histerisnya )
Naila dan teman temannya hanya menunduk tanpa bersuara sedikitpun.
" Sudah lun , iklaskan danial dia pasti menderita melihatmu seperti ini " ( bujuk naila agar suasana hati luna membaik )
" Tidak....danial belum meninggal . Bangun danil bangun...... " ( teriak luna sembari menggoyang goyangkan tubuh danial yang sudah memucat )
" Pakkkk"
__ADS_1
Tangan naila mendarat di pipi luna dan segera mungkin menyadarkan luna bahwa danial sudah meninggal.
" Aku mohon lun , jangan begini....iklaskan danial lun , dia pasti menderita juga melihat mu seperti ini " ( kecam naila yang menangis juga sembari memeluk temannya yang sangat ia sayangi.
Lunapun memeluk naila dan berusaha menerima dan mengiklaskan danial untuk selamanya.
Luna , teman temannya serta beberapa karyawan rumah sakit menghadiri pemakaman danial . Suasa di pemakaman dipenuhi isak tangis orang orang yang menyayangi danial.
Hari demi hari luna lewati tanpa danial . Ia berusaha kuat dan kembali menjadi luna seperti biasanya .
Sebulan kemudian
Seperti biasanya faisal , raka , mondi , dan naila sudah menunggu luna di depan gerbang kampus.
" Hai teman teman " ( sapa luna )
" Seperti biasa lo pasti telat , dasar ratu siput " ( ejek raka )
Seketika tangan luna melayang ke arah kepala raka , tetapi segera mungkin tangannya terhenti karena mengingat wasiat danial .
" Lo si malah mancing mancing , luna teringat danial lagi kan " ( ucap mondi )
Merekapun pergi mengejar luna dan menghiburnya agar tidak teringat danial lagi.
Setelah pulang dari kampus luna kembali bekerja di restro miliknya.
Restro
Ketika luna sedang sibuk melayani pembeli , salah satu karyawannya mengatakan bahwa ada seseorang yang ingin menemuinya.
" Mba lun , ada orang yang mencari mba luna , orangnya udah nunggu di meja nomor 23 " ( ucap salah satu karyawan luna )
__ADS_1
" Oh iya makasih ya " ( seru luna dan langsung menemui orang yang ingin menemuinya )
" Saya luna , ada apa bapak mencari saya " ( tanya luna sembari menyodorkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya )
" Saya pak hengki pengacara alm. pak danial " ( jawab pak hengki )
" Ohw......silahkan duduk pak , ada apa pak hengki menjacari saya ? "
" Begini mba luna , saya ingin memberitahukan bahwa alm. pak danial mempunyai wasiat yang harus saya katakan pada mba luna "
" Wasiat , wasiat apa pak ? "
" Di wasiat ini alm. pak danial menyatakan bahwa seluruh harta warisannya di berikan pada kakaknya bernama pak denis . Tetapi berhubungan pak denis belum di temukan rumah sakit akan di urus oleh mba luna sampai pak denis di temukan . "
" Mana mungkin saya bisa mengurus rumah sakit sebesar itu pak "
" Mba luna tenang aja , mba luna akan di bantu oleh orang orang kepercayaan alm.pak danial , ibu hanya mengurus hal hal penting yang berhubungan dengan rumah sakit , dan ibu juga mendapat saham 30 % dari rumah sakit alm. pak danial jika pak denis sudah memimpin rumah sakit . "
" Saya akan menjalankan wasiat alm. danial dengan baik tapi soal saham 30 % saya tidak membutuhkannya , saya akan memberikan semuanya pada kak denis "
" Baiklah mba , tapi soal pengalihan 30 % itu harus mendapat tandatangan langsung dari pak denis "
" Saya mengerti "
" Baiklah mba luna , saya permisi . Ohw iya mba luna bisa mendatangi dan memperkenalkan diri di rumah sakit besok pagi . Saya akan mengurus semuanya "
" Makasih pak hengki "
Luna bertekad akan mengurus rumah sakit danial menjadi lebih baik lagi dan akan segera mungkin menemukan denis.
APA YANG AKAN TERJADI JIKA DENIS BERTEMU DENGAN LUNA đ
__ADS_1
#Yok Ikuti kisah mereka
#jangan lupa like and comen ya kkđđ