
Luna yang sangat marah dengan perkataan denis tidak tau harus pergi kemana lagi , kaki nya terus melangkah tanpa tujuan . Denis yang merasa hawatir dengan keadaan luna terus mengikuti kemana ia pergi.
Langkah kaki luna terhenti melihat sebuah bar ia memutuskan untuk menghilangkan beban pikiran nya itu . Tanpa berpikir panjang luna langsung memasuki tempat itu
" Kenapa dia masuk ketempat itu ? " ( pikir denis )
" Mas satu botol miras " ( pesan luna kepada salah satu pegawai bar )
Denis hanya melihat luna dari kejauhan
" Ini minuman nya mba !! " ( ucap pegawai
bar)
Luna langsung meminumnya meskipun ia tidak pernah sekali pun mencobanya.
" Danil sekali lagi aku gagal , aku memang bodoh....bodoh.... " ( ucap luna yang mulai tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan )
Disaat luna sedang tidak sadarkan diri ada seseorang yang ingin mangambil kesempatan kesadaran luna . Ketika laki laki itu hendak memegang pundak luna seketika tangannya dihentikan oleh denis
" Lo mau apa ? " ( tanya denis dengan nada tegas nya )
" Pacar nya ya mas ? maaf udah ganggu " ( jawab laki laki itu )
" Denis kenapa lo di...sini " ( tanya luna setengah sadar )
Disaat luna sedang bertanya ia hendak jatuh dari kursinya dengan cepat denis menangkap dengan kedua tangannya.
" Kenapa lo minum miras kalo lo akan semabuk ini "
" Kenapa lo mau nolong cewe kaya gue hahh?" ( tanya kembali luna )
" Kaki lo terluka , sini guwe obatin dulu " ( ucap denis yang langsung mengangkat kaki luna )
" Lepasin kaki gue " ( brontak luna , tapi dengan sigap denis langsung menarik kembali kaki nya )
__ADS_1
Denis pun langsung mengobati kaki luna . Setelah selesai mengobati luka nya , denis langsung mengendong luna keluar dari bar itu.
Di perjalanan......
" Rumah lo dimana ? " ( tanya denis )
" Rumah.....emmm....e.e...e gak tau " ( jawab luna yang tidak sadarkan diri )
" Sial...... kenapa juga gue bawa lo "
Dengan terpaksa denis membawa luna ke markasnya
Markas.....
" Den kenapa sama si luna " ( tanya bingung jeki melihat luna tidak sadarkan diri )
" Luna lagi mabuk , malam ini dia tidur disini "
" Hahahhhh lo gila ya den , lo bawa cewe malam malam kesini " ( tambah roki )
" Iya iya , tapi tetep aja kalo liat cewe siapa sih laki laki yang bisa nahan hahahhhh " ( ejek jeki dan rekan rekannya)
" Udah lah gue masuk dulu "
Sesegera mungkin denis meletakan luna ke tempat tidur nya . Tanpa luna sadari ia menarik tangan denis sehingga denis hampir menyentuh tubuh luna tapi dengan cepat denis menahan tubuhnya agar ia tidak terjatuh ditubuh luna .
" Maaf...gue bener bener minta maaf " ( bisik luna membuat denis tidak bisa mengontrol tubuhnya )
Tanpa denis sadari ia mulai mendekati bibir mungil luna .
" Apa yang gue lakuin " ( ucap denis yang langsung menjauhi luna )
Setelah merapikan tempat tidur nya denis langsung meninggalkan luna sendiri .
" Awas kalo kalian berani macem macem gue hajar lo semua " ( ancam denis kepada rekan relannya )
__ADS_1
" Ohw..... tenang aja den kita tau kok " ( balas rekan rekan denis )
" roki lo sama jeki cepet masuk ke ruangan gue , ada yang harus kita bicarain " ( pinta denis )
" Oke "
Ruangan denis......
" Sebelum lo mulai ngomong , gue mau nanya sesuatu dulu sama lo den !!! " ( pinta ketus roki yang tidak senang dengan kedatang luna)
" Apa yang mau lo tanyain ? " ( jawab denis dengan nada serius )
" Kenapa lo masih ngizinin cewe itu ada bersama kita , apa lo gak takut misi kita bakal gagal " ( jelas roki )
" Gue tau kehawatiran lo , tapi gue pastiin sama lo luna bukan orang berbahaya bagi tim kita "
" Bagaimana lo bisa yakin kalo si luna bukan mata mata musuh kita "
" Gue yakin , karna kalian juga tau kalo dia cuman disuruh sama si danial buat ngebujuk gue pulang "
" Kita juga tau den , tapi bakal bahaya kalo luna masih bersama kita . Lo juga tau misi kita sekarang sangat berbaya " ( tambah jeki yang merasa hawatir dengan keadaan luna )
" Gue udah pernah ngasih tau sama luna kalo kita orang berbahaya tapi dia masih gak mau ngedengerin ucapan gue bukti nya luna masih berani dateng kesini " ( jelas kembali denis )
" Gimana kalo kita ajak luna masuk ke tim kita kalian juga tau kan kalo si luna jago bela diri " ( saran jeki )
" Gak mungkin , gue gak mau dia dalam bahaya sekarang biarian aja dia berusaha , pada akhirnya juga gue gak bakal ninggalin kerjaan gue sekarang " ( ucap denis )
" Den apa jangan jangan lo ada perasaan sama si luna " ( pikir roki )
" Gak ada sedikitpun setelah apa yang telah terjadi dalam kehidupan gue , gue gak akan percaya lagi dengan kata cinta atau apalah itu"
" Oke kita orang percaya sama lo den tapi tetep aja lo harus berusaha bujuk luna ngejauhin kita kalo enggak gue bakal gunaan cara gue sendiri " ( ancam roki )
#Like , comen and vote ya kak
__ADS_1