Kumencintai Kakak Dari Mantan Pacarku

Kumencintai Kakak Dari Mantan Pacarku
Posisi


__ADS_3

Rumah Sakit A


Karena merasa bahagia , luna melupakan bahwa mahendra dan tim nya lah yang memegang kasus pembunuhan di bar malam itu .


Luna merasa khawatir setelah tahu mahendra ingin mengunjunginya ke rumah sakit .


" Astaga.... kenapa gue jadi pelupa gini . Gimana kalo mahendra melihat denis ada disini !!! " ( gumam luna dalam hatinya )


" Ada apa lun , kok kamu kaya khawatir gitu ? " ( tanya raka )


" Mahendra mau kesini " ( bisik luna )


" Lalu ? "


" Ishhh bodoh , lo lupa kalo mahendra lagi menyelidiki kasus pembunahan di bar dan gawat nya lagi mereka pernah ketemu waktu "


" Terus kita harus bagaimana ? "


" Mana gue tahu !! "


" Emmmm..... gimana kalo kita bawa denis ke ruangannya saja jangan sampai mereka bertemu disini " ( pinta raka )


" Oke.... " ( sahut luna )


" Den..... e..e maksud gue pak denis , gimana kalo kita melihat lihat ruangan bapak sekarang ? " ( bujuk luna )


" Panggil gue denis saja , gue risih dengernya !! " ( balas denis )


" E..e...e..basing lah , yang penting kita pergi dari sini dulu " ( ajak luna sembari menarik tangan denis )


Disaat luna berusaha membawa denis keruangannya tanpa sengaja ia berpapasan dengan mahendra .


" Lo !!! " ( ucap mahendra yang langsung melepaskan tangan luna dan denis )


" E....hhh lo lagi " ( balas sinis denis )


" Luna jauh jauh dari bajingan ini " ( ucap mahendra sembari mengeluarkan borgol dari jas milik nya )


" Dra gue bisa jelasin , gue mohon jangan tangkap denis " ( pinta luna sembari menahan tangan mahendra yang hendak memborgol denis )


" Apa maksud lo ? jangan jangan lo sudah tahu kalo bajingan ini pelaku pembunuhan di bar itu " ( tanya mahendra )


" Denis bukan pelakunya..... lo harus yakin sama gue.... emmmmmm " ( jawab luna )


" Gue gak nyangka lo bisa kenal sama bajingan ini , tapi gue tetep harus bawa dia "


" Gimana ini den ? " ( bisik jeki )


" Hubungi ketua , lo urus luna jangan sampai dia ikut campur masalah ini " ( balas denis )


Disaat mahendra ingin kembali memborgol denis , luna kembali menahannya

__ADS_1


" Dra.... gue mohon sama lo , lo bisa bawa denis tapi jangan memborgol dia karena gue gak mau seluruh staf rumah sakit tahu " ( pinta luna yang sangat memohon )


Tanpa menjawab permintaan luna , mahendra langsung memasukan kembali borgolnya kedalam jasnya


" Kalo bukan permintaan luna , gue bakal membuat lo tidak akan pernah melupakan hari ini !! " ( jelas mahendra )


Mahendra pun membawa denis tanpa paksaan


" Lun.... lo disini saja , biar gue yang urus semuanya !! ( ucap jeki sembari menahan tangan luna yang hendak mengikuti denis )


" Gue harus membantu denis keluar " ( balas luna )


" Kalo lo ikut bisa bisa lo menjadi salah satu saksi mereka , kalo itu terjadi lo harus ngomong apa kalo lo melihat denis ada di malam pembunuhan itu . Mereka pasti yakin kalo denis pelakunya "


" Jadi gue harus apa ? "


" Lo percayakan kalo geng kami bukan pelakunya ? " ( tanya jeki )


" Gue percaya , tapi..... "


" Lo tenang aja , sebentar lagi gue bakalan membawa denis pulang "


" Janji.....!!!! "


" Janji "


" Kalo lo butuh pengacara , nanti gue bisa hubungin pengacara gue !!


" Emmmm... lo harus bawa denis pulang " ( teriak luna )


Luna hanya bisa berdoa agar denis secepatnya di bebaskan


" Gimana ini nai , gue baru saja berhasil membujuk denis pulang kerumahnya tapi sekarang ?.... " ( ucap sedih luna )


" Lo tenang saja , kalo denis bukan pelakunya dia bakalan di bebasin . Lo sekarang berdoa saja agar semuanya jelas emmmm " ( jelas naila membuat luna merasa tenang )


Kantor Polisi


Jeki langsung menghubungi pak gun bos besar mereka bahwa denis telah ditangkap oleh polisi kota A


" Hall....bos..... denis ditangkap karena dituduh melakukan pembunuhan di kota A " ( jelas jeki )


" Ditangkap ? kenapa mereka masih melanjutkan kasus ini ? kalian tenang saja kami akan mengurus masalah ini " ( balas pak gun )


Setelah menyelesaikan pembicaraan mereka , pak gun langsung menghungi komisaris kota A . Tanpa berpikir panjang komisaris kota A langsung mendatangi mahendra di kantornya


Disaat mahendra sedang mengintrogasi denis , komisaris yang telah mengetahuinya langsung mendatangi mahendra


" Dimana kapten kalian ? " ( tanya komisaris )


" Didalam.... " ( jawab salah satu tim mahendra )

__ADS_1


Tanpa mendengarkan penjelasan tim mahendra komisaris langsung memasuki ruang introgasi


" Mahendra " ( bentak komisaris )


" Komisaris ?.... kenapa komisaris kesini " ( tanya mahendra )


" Ikuti saya " ( pinta komisaris )


Tanpa menjawab mahendra langsung mengikuti perintah atasannya itu


" Kenapa kamu masih melanjutkan kasus ini hah ? "


" Saya sudah menemukan pelakunya "


" Pelaku ? Apa kamu yakin dia pelakunya !! " ( teriak komisaris sembari memukul meja )


" Itu sebabnya kami sedang mengintrogasinya karena saya tahu dia adalah ketua geng kota A "


" Lepaskan dia !! "


" Kenapa ? "


" Karena dia bukan pelaku sebenarnya "


" Lalu apa siapa pelakunya ? dan siapa sebebarnya si denis ? "


" Kamu akan mengerti setelah mengetahui siapa dia "


" Lalu siapa si denis sebenarnya ? "


" Pokoknya lepasin dia , jangan pernah berurusan dengan geng mereka . Lakukan saja perintah saya !! ( jelas komisaris sembari menepuk nepuk bahu mahendra dan langsung meninggalkannya)


" Siapa denis sebenarnya ? kenapa dia punya dukungan dari kepolisian " ( gumam mahendra )


Ruang introgasi


" Lo bisa pergi " ( ucap sinis mahendra )


" Hahhh.... buang buang waktu saja" ( balas sinis denis )


" Tunggu..... siapa pun lo , jangan pernah mendekati luna apa lagi berpikir untuk mendapatkan hati luna " ( jelas mahendra )


" Mendekati ? tapi gimana malo luna sendiri yang mau deket deket sama gue "


" Apa maksud lo ?"


" Lo tanya sendiri sama orangnya ? " ( balas denis yang langsung meninggalkan ruang introgasi )


Mendengar perkataannya membuat mahendra sangat marah kepada denis


" Brengsekkkk " ( teriak mahendra sembari memukul meja di hadapannya )

__ADS_1


#Ikuti kisah mereka ya kak jangan lupa vote author 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2