
Rumah Sakit A
Karena merasa bahagia , luna melupakan bahwa mahendra dan tim nya lah yang memegang kasus pembunuhan di bar malam itu .
Luna merasa khawatir setelah tahu mahendra ingin mengunjunginya ke rumah sakit .
" Astaga.... kenapa gue jadi pelupa gini . Gimana kalo mahendra melihat denis ada disini !!! " ( gumam luna dalam hatinya )
" Ada apa lun , kok kamu kaya khawatir gitu ? " ( tanya raka )
" Mahendra mau kesini " ( bisik luna )
" Lalu ? "
" Ishhh bodoh , lo lupa kalo mahendra lagi menyelidiki kasus pembunahan di bar dan gawat nya lagi mereka pernah ketemu waktu "
" Terus kita harus bagaimana ? "
" Mana gue tahu !! "
" Emmmm..... gimana kalo kita bawa denis ke ruangannya saja jangan sampai mereka bertemu disini " ( pinta raka )
" Oke.... " ( sahut luna )
" Den..... e..e maksud gue pak denis , gimana kalo kita melihat lihat ruangan bapak sekarang ? " ( bujuk luna )
" Panggil gue denis saja , gue risih dengernya !! " ( balas denis )
" E..e...e..basing lah , yang penting kita pergi dari sini dulu " ( ajak luna sembari menarik tangan denis )
Disaat luna berusaha membawa denis keruangannya tanpa sengaja ia berpapasan dengan mahendra .
" Lo !!! " ( ucap mahendra yang langsung melepaskan tangan luna dan denis )
" E....hhh lo lagi " ( balas sinis denis )
" Luna jauh jauh dari bajingan ini " ( ucap mahendra sembari mengeluarkan borgol dari jas milik nya )
" Dra gue bisa jelasin , gue mohon jangan tangkap denis " ( pinta luna sembari menahan tangan mahendra yang hendak memborgol denis )
" Apa maksud lo ? jangan jangan lo sudah tahu kalo bajingan ini pelaku pembunuhan di bar itu " ( tanya mahendra )
" Denis bukan pelakunya..... lo harus yakin sama gue.... emmmmmm " ( jawab luna )
" Gue gak nyangka lo bisa kenal sama bajingan ini , tapi gue tetep harus bawa dia "
" Gimana ini den ? " ( bisik jeki )
" Hubungi ketua , lo urus luna jangan sampai dia ikut campur masalah ini " ( balas denis )
Disaat mahendra ingin kembali memborgol denis , luna kembali menahannya
__ADS_1
" Dra.... gue mohon sama lo , lo bisa bawa denis tapi jangan memborgol dia karena gue gak mau seluruh staf rumah sakit tahu " ( pinta luna yang sangat memohon )
Tanpa menjawab permintaan luna , mahendra langsung memasukan kembali borgolnya kedalam jasnya
" Kalo bukan permintaan luna , gue bakal membuat lo tidak akan pernah melupakan hari ini !! " ( jelas mahendra )
Mahendra pun membawa denis tanpa paksaan
" Lun.... lo disini saja , biar gue yang urus semuanya !! ( ucap jeki sembari menahan tangan luna yang hendak mengikuti denis )
" Gue harus membantu denis keluar " ( balas luna )
" Kalo lo ikut bisa bisa lo menjadi salah satu saksi mereka , kalo itu terjadi lo harus ngomong apa kalo lo melihat denis ada di malam pembunuhan itu . Mereka pasti yakin kalo denis pelakunya "
" Jadi gue harus apa ? "
" Lo percayakan kalo geng kami bukan pelakunya ? " ( tanya jeki )
" Gue percaya , tapi..... "
" Lo tenang aja , sebentar lagi gue bakalan membawa denis pulang "
" Janji.....!!!! "
" Janji "
" Kalo lo butuh pengacara , nanti gue bisa hubungin pengacara gue !!
" Emmmm... lo harus bawa denis pulang " ( teriak luna )
Luna hanya bisa berdoa agar denis secepatnya di bebaskan
" Gimana ini nai , gue baru saja berhasil membujuk denis pulang kerumahnya tapi sekarang ?.... " ( ucap sedih luna )
" Lo tenang saja , kalo denis bukan pelakunya dia bakalan di bebasin . Lo sekarang berdoa saja agar semuanya jelas emmmm " ( jelas naila membuat luna merasa tenang )
Kantor Polisi
Jeki langsung menghubungi pak gun bos besar mereka bahwa denis telah ditangkap oleh polisi kota A
" Hall....bos..... denis ditangkap karena dituduh melakukan pembunuhan di kota A " ( jelas jeki )
" Ditangkap ? kenapa mereka masih melanjutkan kasus ini ? kalian tenang saja kami akan mengurus masalah ini " ( balas pak gun )
Setelah menyelesaikan pembicaraan mereka , pak gun langsung menghungi komisaris kota A . Tanpa berpikir panjang komisaris kota A langsung mendatangi mahendra di kantornya
Disaat mahendra sedang mengintrogasi denis , komisaris yang telah mengetahuinya langsung mendatangi mahendra
" Dimana kapten kalian ? " ( tanya komisaris )
" Didalam.... " ( jawab salah satu tim mahendra )
__ADS_1
Tanpa mendengarkan penjelasan tim mahendra komisaris langsung memasuki ruang introgasi
" Mahendra " ( bentak komisaris )
" Komisaris ?.... kenapa komisaris kesini " ( tanya mahendra )
" Ikuti saya " ( pinta komisaris )
Tanpa menjawab mahendra langsung mengikuti perintah atasannya itu
" Kenapa kamu masih melanjutkan kasus ini hah ? "
" Saya sudah menemukan pelakunya "
" Pelaku ? Apa kamu yakin dia pelakunya !! " ( teriak komisaris sembari memukul meja )
" Itu sebabnya kami sedang mengintrogasinya karena saya tahu dia adalah ketua geng kota A "
" Lepaskan dia !! "
" Kenapa ? "
" Karena dia bukan pelaku sebenarnya "
" Lalu apa siapa pelakunya ? dan siapa sebebarnya si denis ? "
" Kamu akan mengerti setelah mengetahui siapa dia "
" Lalu siapa si denis sebenarnya ? "
" Pokoknya lepasin dia , jangan pernah berurusan dengan geng mereka . Lakukan saja perintah saya !! ( jelas komisaris sembari menepuk nepuk bahu mahendra dan langsung meninggalkannya)
" Siapa denis sebenarnya ? kenapa dia punya dukungan dari kepolisian " ( gumam mahendra )
Ruang introgasi
" Lo bisa pergi " ( ucap sinis mahendra )
" Hahhh.... buang buang waktu saja" ( balas sinis denis )
" Tunggu..... siapa pun lo , jangan pernah mendekati luna apa lagi berpikir untuk mendapatkan hati luna " ( jelas mahendra )
" Mendekati ? tapi gimana malo luna sendiri yang mau deket deket sama gue "
" Apa maksud lo ?"
" Lo tanya sendiri sama orangnya ? " ( balas denis yang langsung meninggalkan ruang introgasi )
Mendengar perkataannya membuat mahendra sangat marah kepada denis
" Brengsekkkk " ( teriak mahendra sembari memukul meja di hadapannya )
__ADS_1
#Ikuti kisah mereka ya kak jangan lupa vote author 🙏🙏🙏🙏