
Hati Luna teriris berkeping-keping, hati nya begitu sakit dan sesak setelah melangkah kan kaki ke dalam rumah Denis dimana rumah itu adalah harapan Luna dan danial hidup bersama
" Kenapa lo berhenti? "( tanya kasar denis? "
" Gak papa "( jawab singkat luna yang kembali melangkahkan kaki nya)
" Oh ya... lo bisa tidur di kamar utama, gue di kamar tamu "( ucap kembali Denis)
" Gak usah, gue di kamar tamu aja. Lo bisa tidur di kamar lo sendiri"
" Gak usah debat sama gue ,sana lo pergi bawa sendiri koper lo.Satu lagi , di rumah ini gak ada pembantu jadi lo urus keperluan rumah"
" Emmm.... "(balas Luna menuju kamar utama)
Bagi Denis hari ini adalah hari yang berat bagi nya juga, dalam hati Denis dia tidak ingin orang lain ikut campur kedalam misinya.
" Den.... kapan kita melanjutkan misi kita? "( tanya jeki yang sudah menunggu nya di taman bersama roki)
" Kita biarkan mereka lengah dulu, setelah itu kita mulai kembali tapi gue butuh info orang² yang berkaitan dengan rencana mereka"(jelas Denis)
Waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi, tetapi Denis belum bisa tertidur begitu pula Luna.
07.00
Luna yang belum sempat tertidur memutuskan untuk memasak di dapur.
Setelah selesai memasak dan merapikan makanan di meja makan, Luna yang sudah sangat kelelahan ditambah tidak bisa tidur akhirnya terlelap di meja makan
Denis yang sudah merasa lapar, memutuskan untuk pergi ke dapur untuk memasak , mata nya terkejut melihat makanan sudah siap di atas meja ditambah dengan adanya kehadiran Luna yang sudah tertidur pulas.
" Heiii.... bangun!! "( usik Denis yang bingung harus berbuat apa )
__ADS_1
" hehhh... bentar pagi " ( rengek Luna yang setengah sadar )
" Kalo lo gak bangun, gue bopong lo kekamar "(desak Denis, yang tidak nyaman melihat Luna tertidur dengan wajah imutnya)
Mendengar perkataan Denis, seketika Luna langsung berdiri meninggal Denis
Melihat kelakuan Luna, tanpa Denis sadari ia tersenyum tipis melihat kelakuan Luna yang menggemaskan
Rumah sakit A
" Tunggu... "( ucap Denis menghentikan Luna)
" Ada apa lagi ? "
" Panggil gue sayang!! "( bisik Denis membuat Luna terkejut)
" Lo gila ya? " ( ucap Luna yang langsung mendorong dada bidang Denis)
" Oke... oke.. tapi hanya di depan mereka "
" Hahh... Lo pikir gue seneng gitu dipanggil sayang sama lo, gue jijik denger nya "
" Apa lagi gue "
Tiba² datang salah satu staf rumah sakit
" Sayang... sini dasinya aku benerin "( ucap mesra luna )
" Dengan senang hati "( Balas Denis sembari menarik pinggang indah Luna)
" Pagi buk luna pak Denis? "(sapa salah satu staf rumah sakit)
__ADS_1
" Pagi "( jawab Denis dan Luna)
Setelah melihat staf nya pergi, Luna langsung mendorong kembali dada bidang Denis
" Apa sihh.... gak usah peluk² juga kali "
" Ekting tu harus 100% , agar mereka percaya "( balas Denis sembari meninggalkan Luna )
Setelah urusan nya selesai dirumah sakit, Luna memutuskan untuk ke kampus untuk menyerah kan tugasnya yang sudah menumpuk
Kampus....
" lun.. kok udah masuk? "( tanya naila)
" Gue mau ngumpulin tugas gue, udah numpuk nihh "( balas Luna)
" Lo gak bulan madu sama si Denis? "
" E... e... eee gak ada waktu nai "
" Lun.. kalo ada masalah lo cerita aja sama gue "
" Siap... ngomong ngomong mereka bertiga kemana? "
" Mereka ada praktek di luar "
" Ohh... yaudah anter gue ngumpulin ni tugas "
" Oke.. dehh lun "
Sejenak hati Luna menjadi tenang ketika sudah bersama Naila teman baik nya itu
__ADS_1
#Biasakan like sesudah baca ya kak🙏🙏🙏