
Setelah menghabiskan waktu bersama , luna dan danial menuju restro luna dimana faisal ,raka , mondi dan naila sudah menyiapkan makan malam bersama .
Restro
" Dateng juga , kirain lupa " ( ejek raka sembari merapikan meja makan )
" Maaf udah nunggu lama , tadi gue sama luna...." ( belum sempat melanjutkan perkataannya naila langsung menyambar)
" Udah...udah yang pentingkan kalian berdua udah datang , sekarang lest go kita makan " ( sambar naila yang langsung mencairkan suasana )
" Iya nih cacing di perut gue udah pada demo"( tambah mondi )
Merekapun makan dengan tenangnya , hanya ada suara sendok yang bertabrakan dengan kerasnya piring . Kemudian danialpun memberanikan diri untuk memulai percakapan .
" Gue sekarang bisa tenang , karena orang yang paling gue cinta bisa gue titipin sama orang orang seperti kalian " ( ucap danial yang membuat luna dan teman temannya terharu )
" Kamu ngomong apa sih danil ? " ( jawab luna sembari melanjutkan makannya agar bisa menyembunyikan kesedihannya )
" Ya iya lah , sebelum ada lo kita sudah ada satu sama lain , iya kan lun ? " ( seru raka mencairkan suasana haru )
" Iya kali " ( jawab singkat luna sembari tersenyum lebar )
" Aku bahagia lun , kalo kamu bahagia dan semoga kamu menemukan pengganti aku yang lebih baik lagi " ( seru danial dalam hati kecilnya )
Merekapun larut dalam kebahagian , tanpa disadari mereka berenam tertidur pulas di restro luna sampai pagi .
" Kok udah pagi !!! " ( seru luna yang mulai membuka mata nya yang langsung terkejut melihat bahwa mereka masih di restro miliknya )
" Danil...danil bangun , nai bangun nai , farhan , raka , mon , yahh kalian semua bangun ini udah pagi " ( teriak luna membuat danial dan teman temanya terkejut )
" Pagi....loh kita kok masih disini " ( bingung luna sembari mengucek ngucek matanya )
" Santai kali , kita pasti lupa pulang gara gara kekenyangan masakan gue " ( sahut raka yang langsung tidur kembali di sofa )
" Jijik gue dengernya " ( jawab mondi )
" Lun , kalo gitu aku pulang dulu ya ? " ( sahut danial )
__ADS_1
" Aku anterin ya , kamu kan belum sehat "
" Kamu aja belum mandi , nanti jalannya gak kelihatan loh " ( canda danial membuat keempat temannya tertawa )
" Issss awas kalian . Gak papa kok danial aku raupan dulu , tunggu aku di mobil ya ? "
" Ya udah sana " ( danial langsung menuju mobilnya sembari menunggu luna datang )
Luna pun mengantarkan danial kerumah miliknya , sementara teman temannya membersihkan restro luna .
Rumah danial
" Danial kamu pucat banget , kita kerumah sakit ya ? " ( ucap luna sembari menyentuh wajah danial )
" Gak papa kok lun , yang penting sekarang ada kamu , aku udah bahagia " ( jawab danial sembari mencium tangan luna )
" Yaudah aku pulang dulu , nanti aku bawain sarapan buat kamu "
" Emmmmm.....hati hati ya "
Luna bergegas pulang , karena dia khawatir meninggalkan danial sendiri dirumah nya .
Luna lansung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada danial .
" Aishhh....kenapa kamu suka bikin aku khawatir danil " ( ucap luna dengan nada ter engah engah karena berlari )
" Maaf lun , aku udah bikin kamu khawatir . Aku mau ceritaiin masalah aku dan kakakku " ( jelas danial )
" Di rumahkan bisa danil "
" Aku hanya ingin buat kenangan indah sama kamu lun , udah sini duduk gak usah marah marah lagi . Aku kan baik baik saja "
" Yaudah ceritain "
" Dulu kami adalah keluarga bahagia ,ayah dan ibu ku sangat menyayangi kita berdua . Tetapi semenjak ayah dan ibu sering meninggalkan kami untuk bisnis , kakakku mulai berubah dan bergaul dengan orang yang salah sehingga ia di keluarkan dari sekolahnya . Semenjak itu ayah dan ibu membeda bedankan kami berdua , kejadian itu membuat kakaku kecewa dan semakin membecinku . Tapi aku masih sangat menyayangi kakakku karena sebenarnya dia orang yang baik .Saat itulah kakakku meninggalkan rumah dan memutuskan semua hubungan dengan kami bertiga . Kejadian itu semakin memperburuk keluarga , kemudian ayah dan ibu pun bercerai dan kamu sudah tau kelanjutannya ." ( jelas danial)
" Lalu kamu tau dimana kakak mu sekarang "
__ADS_1
" Aku sudah mencarinya kemana mana tapi gak ada hasil , ohw iya kamu mau kan bantu aku cari kakak kandungku ? "
" Tentu ... nama kakak mu siapa ? "
" Denis "
" Aku pasti menemukan kakakmu , kamu tenang aja " ( jelas luna yang tidak menyadari danial mulai menutup matanya di bahunya )
" Danil....kamu tidur ? danil...danil...danil . Bangun danial kamu gak boleh tinggalin aku seperti ini danil ( Luna semakin histeris melihat danial semakin memucat )
Luna langsung memanggil ambulance dan sesegera mungkin menghubungi teman temannya.
Rumah sakit
Sesampai di rumah sakit danial langsung di bawa ke UGD.
" Lun , apa yang terjadi ? " ( tanya naila bersama ketiga temannya )
" Aku gak tau , tiba tiba danial pingsan "
" Buk lun , pak danial mencari ibu " ( ucap salah satu suster )
" Danil , kamu gak papa kan " ( tanya luna yang tidak henti menangis )
" Lun dengerin aku , kamu harus bahagia "
" Kamu ngomong apa sih danil "
" Gak....kali ini dengerin , kamu harus bahagia tanpa aku , jangan salahin diri kamu , cari laki laki yang benar banar sayang sama kamu dan satu lagi tolong carikan kakak aku , janji ya lun....emmm" ( ucap danial dengan suara lemahnya )
" Janji " ( jawab luna dengan terpaksa )
" Aku sayang kamu " (ucap danil sambil mengecup kening luna )
Danialpun menghembuskan napas terakhirkali nya dan hanya meninggalkan kenangan indah bagi luna dan teman temannya.
SEMOGA LUNA BISA MOVE ON YA SAMA BABANG DANIAL 😢😢😢
__ADS_1
# Ikuti kisah selanjutnya ya
# Like and comen ya kak 😍😍😍