
Di kampus.....
ilustrasi faisal , raka dan mondi
Luna selalu menjadi bahan perbincangan tema - teman kampusnya. Tetapi luna tetap cuek karena selain naila , luna mempunyai tiga sahabat yang selalu ada buat luana ,mereka adalah faisal, raka dan mondi mereka berteman semenjak SMA , semenjak itu juga faisal sudah mencintai luna tetapi tidak pernah ia ungkapkan.
" Lun aku dengar kamu membuat masalah lagi ? " ( faisal yang menghampiri luna yang menyembunyikan rasa cemasnya )
" Gila kamu ya lun " ( sangkut raka dan mondi yang sudah merasa kesal akan sikap luna )
" Ya mau gimana lagi , aku gak bisa liat orang yang lemah ditindas " ( jawab luna dengan simplenya )
" Apa kamu gak inget lun , waktu kita SMA kita semua hampir mati dikejar kejar preman pasar " ( Tanya mondi dengan nada cemas )
" Inget , udahlah jam kuliah udah mau mulai aku masuk dulu ya ? " ( jawab santai luna sembari menarik tangan naila dan pergi meninggalkan mereka bertiga )
Mereka bertiga hanya menggeleng - gelengkan kepalanya melihat sikap luna yang tidak pernah berubah.
Setelah kuliah selesai luna kembali ke restorannya , disana sudah ada danial yang menunggunya. Luna merasa heran melihat danial yang sudah duduk sembari minum kopi tanpa ditemani sekretarisnya.
" Mba luna , pak danial sudah semenjak tadi menunggu mba loh " ( ucap salah satu pelayannya )
Lunapun menghampiri danial yang sedang duduk dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
" Maaf pak menunggu lama , ada apa bapak mencari saya apa masakannya kurang enak ? ( luna yang merasa heran melihat danial )
" Udah tanya nya " ( jawab danial dengan singkatnya yang )
" Dasar es batu , bisa - bisanya dia jawab begitu " ( luna yang menggerutu dalam hatinya )
" Udah cukup pak " ( jawab luna dengan senyum palsunya dan menahan amarahnya )
Danial yang sudah tau sikap luna hanya ingin tau seberapa kuatnya ia bisa menahan kesabarannya setelah melihat ekspresi luna , danial hanya bisa menahan tawanya
" Jadi begini , saya berpikir untuk mengubah setiap menu yang akan kami pesan untuk rumah sakit " ( danial yang mulai menjawab pertanyaan luna dengan nada tegasnya )
" Ahhh.....diubah maksudnya ? " ( luna merasa bingung dan kaget ia berfikir bahwa masakannya tidak enak untuk dimakan)
" Oh..... kalo itu kami bisa siapkan , tapi soal harga mungkin berbeda " ( tegas luna kepada danial )
" Soal harga berapapun kami akan sanggupi " ( danial dengan sombongnya menjawab luna )
" emmm...baiklah pak " ( luna hanya bisa tersenyum palsu mendengar perkataan danial)
Ketika danial hendak bangun kepalanya terasa sakit dan akhirnya dia terjatuh. Luna yang melihat danial kesakitan mulai khawatir
" Pak , bapak kenapa ? " ( luna yang sembari menahan badan danial yang kekar dan tinggi )
" Tolong lun bawa aku ke mobil " ( danial dengan nada lemasnya meminta tolong kepada luna )
__ADS_1
Luna yang mendengar danial menyebut namanya langsung mematung seperti orang yang tersambar petir
" Lun , kamu dengerkan " ( tanya danial yang heran melihat luna yang mematung )
" Iya pak , ayo pak saya bantu jalan " ( luna pun membawa danial dengan memapahnya menuju mobil danial )
Sesampai di mobil luna langsung membaringkan danial yang terus kesakitan
" Bapak sakit apa sebenarnya ? " ( tanya luna kepada danial sembari duduk di sampingnya )
" Bukan apa - apa kok hanya pusing biasa , makasih sudah mengantar saya kamu bisa pergi sekarang " ( jawab danial sembari menahan sakitnya )
" Bapak mau nyetir sendiri? biar saya anter saja ya pak , takutnya nanti di jalan ada apa - apa " ( luna yang tanpa sadar sudah merasa khawatir kepada danial )
" Baiklah , kamu tinggal ikutin GPS nya " ( danial dengan nada lemasnya memberi arah rumahnya pada luna )
Luna langsung melajukan mobilnya. Hatinya mulai merasa cemas melihat keadaan danial yang terduduk lemas di sampingnya.
Ketika luna melajukan mobilnya tiba - tiba kepala danial mendarat di bahu nya , seketika luna kaget dan hatinya berdegup kencang
INGIN TAU CERITA SELAJUTNYA
Ayo like and komen kakak😊😊
Biar tambah semangat up nya🙏
__ADS_1