
Setelah tiba di Tanah Rahasia, Qin Chen dan Meng Hongzhi menemukan diri mereka berada di padang pasir yang luas yang membentang sejauh mata memandang. Mereka tidak menemukan tanda-tanda kehidupan di sekitar, kecuali sinar terik matahari Primordial yang memancar di atas.
"Sepertinya kita terpisah dari murid-murid Clan Demon-God. Tempat ini hanya terdiri dari padang pasir sejauh mata memandang. Apakah kamu memiliki peta harta karun atau petunjuk lainnya?" tanya Qin Chen.
"Saya memiliki beberapa peta yang mungkin berhubungan dengan lokasi di sekitar sini. Namun, dengan kondisi saat ini, akan sulit untuk menemukan keberadaan harta karun secara pasti," jawab Meng Hongzhi.
"Berikan padaku," ucap Qin Chen sambil mengambil peta yang diberikan oleh Meng Hongzhi. "Pindai, sistem," gumamnya dalam pikirannya.
Dengan bantuan sistem, Qin Chen mampu melihat lokasi yang tepat dari harta karun pertama yang terletak di padang pasir ini.
Qin Chen membawa Meng Hongzhi ke tempat di mana harta karun pertama terletak. Begitu mereka sampai di sana, Qin Chen mengangkat tangannya dan melepaskan serangan yang kuat ke bawah, menciptakan ledakan besar. Pasir berhamburan di sekitar mereka, dan pada saat itu mereka menemukan sebuah tangga yang menuju ke bawah.
"Ayo, masuklah," ucap Qin Chen.
Meng Hongzhi mengangguk dan mengikuti Qin Chen masuk ke dalam. Mereka menelusuri lorong yang gelap dengan bantuan sedikit cahaya yang dipancarkan oleh Esensi Matahari Qin Chen. Tidak ada jebakan atau formasi yang mereka temui di dalam. Mereka hanya melihat kerangka monster dan manusia yang tersebar sepanjang lorong, hingga akhirnya mereka menemukan sebuah pintu besar di depan mereka.
"Apakah ini pintu menuju harta karun? Menurut peta ini, tempat ini seharusnya menyimpan harta yang berhubungan dengan matahari," kata Qin Chen.
"Apakah kita akan masuk, Tuan?" tanya Meng Hongzhi.
"Ya, di dalam ada harta karun, tetapi kita tidak tahu apa yang tersembunyi di sana. Mungkin ada jebakan atau formasi yang akan aktif saat kita masuk. Tetap di belakangku jika kau ingin tetap aman," jawab Qin Chen.
"Baik," jawab Meng Hongzhi.
Qin Chen mendekati pintu yang terbuka dan mendorongnya untuk masuk ke dalam. Begitu mereka berada di dalam, suasana yang mencekam seperti di dalam makam terasa. Di depan mereka, ada kerangka manusia yang duduk di atas singgasana dengan mengenakan pakaian emas.
__ADS_1
Di belakang punggungnya terdapat lingkaran atau cincin matahari, dan sebuah pedang terletak di samping singgasana. Qin Chen memeriksa sekelilingnya mencari tanda-tanda jebakan atau formasi yang ada di dalam ruangan tersebut, tetapi tidak menemukan apa pun.
"Sebuah pedang, pakaian surgawi, dan cincin matahari. Harta yang luar biasa," gumam Qin Chen. Ia mendekati kerangka tersebut dan melihat bahwa sudah lama kerangka itu terbaring di sana, terabaikan dan tak tersentuh selama bertahun-tahun.
"Sistem, deskripsikan secara singkat."
[Pedang Sinar Dewa: Sebuah pedang megah yang terletak di samping Dewa, memiliki bilah yang panjang dan terbuat dari logam langka yang dipadukan dengan sinar matahari. Pedang ini mengandung kekuatan luar biasa dari matahari dan mampu memancarkan sinar yang membutakan mata serta memotong segala yang menghadang dengan mudah. Ketika digunakan, pedang ini mengeluarkan energi melalui serangan yang meluluhlantahkan, memusnahkan musuh-musuh dengan kekuatan matahari yang tak tergoyahkan.]
[Pakaian Panas Dewa: Pakaian yang dipakai oleh Dewa, terbuat dari serat yang berpadu dengan sinar matahari. Pakaian ini melingkupi seluruh tubuh Dewa dan memancarkan cahaya yang menyilaukan. Pakaian tersebut memberikan perlindungan maksimal terhadap serangan fisik dan energi. Selain itu, pakaian ini juga memungkinkan pemiliknya untuk mengendalikan dan memanfaatkan energi matahari, menjadikannya tak terkalahkan dalam pertempuran. Pakaian ini memberikan kekuatan, kecepatan, dan daya tahan yang luar biasa kepada Dewa.]
[Cincin Kekuatan Surya: Sebuah cincin yang terletak di punggung Dewa, berkilau dengan keemasan dan dihiasi dengan batu permata langka yang bercahaya seperti matahari. Cincin ini mengandung kekuatan matahari yang murni dan memungkinkan Dewa untuk mengendalikan elemen api, cahaya, dan energi. Dengan mengaktifkan cincin ini, Dewa dapat memancarkan serangan energi yang membara, menciptakan perisai pelindung yang tak terkalahkan, dan bahkan mengontrol pergerakan matahari itu sendiri. Kekuatan yang dimiliki oleh cincin ini tak terbatas, memberikan Dewa dominasi mutlak dalam pertempuran.]
Apa-apaan ini? Aku sudah mengatakannya untuk mempersingkat.
Qin Chen menoleh ke samping dan melihat Meng Hongzhi yang diam tak bergerak. "Aku hanya akan mengambil Cincin Kekuatan Surya. Sisanya bisa kamu ambil."
Meng Hongzhi terkejut dan menatap langsung ke arah Qin Chen. "T-Tidak, Tuan muda. Harta karun tersebut adalah milikmu, dan aku hanya mengikutimu."
"Ini adalah peta harta karun yang kau miliki. Aku hanya akan mengambil satu barang, dan sisanya boleh kamu ambil sebagai jarahan," jelas Qin Chen.
Namun, Meng Hongzhi masih ragu dan tak berani mengambilnya.
[Tuan, sistem memiliki sebuah ide. Bagaimana jika kamu mengambil Pakaian Panas Dewa, dan aku akan membantu memperkuat fondasi tulangmu dengan menggunakan tulang Dewa yang ada di hadapanmu. Dalam hal persentase, kalian berdua akan mendapatkan keuntungan yang seimbang, 50:50.]
Qin Chen mengangguk. "Baiklah, aku akan mengambil Cincin Kekuatan Surya dan Pakaian Panas Dewa. Sebagai gantinya, aku akan membantumu memperkuat fondasi tulangmu dengan menggunakan tulang Dewa ini. Dengan cara ini, kamu akan bisa memahami kekuatan matahari dan mengeluarkan potensi penuh dari pedang sinar Dewa tanpa adanya penolakan."
__ADS_1
"B-Baik," Meng Hongzhi menjawab dengan ketakutan.
Qin Chen tersenyum tipis, lalu mengambil kedua harta karun tersebut dan menyimpannya ke dalam sistem penyimpanan. "Silakan duduk, aku akan membantumu memperkuat fondasi tulangmu sehingga kamu bisa memiliki tulang Dewa Matahari."
"B-Baik." Meng Hongzhi menurut dengan rasa takut dalam hatinya.
Qin Chen berdiri di depan Meng Hongzhi, yang sedang bermeditasi sedang bersiap untuk menerima Tulang Dewa Matahari. Meng Hongzhi memiliki tekad yang kuat di matanya untuk meningkatkan kekuatannya entah sebuah dendam atau masa lalu yang kelam, Qin Chen dapat melihatnya dan ia memutuskan untuk membantu dengan menggunakan ketrampilan dan pengetahuannya yang mendalam tentang energi dan kekuatan.
Dengan tangannya, ia menarik Tulang Dewa Matahari di belakangnya. Tulang tersebut berkilauan dengan sinar keemasan yang memancar ke segala arah. Ini adalah tulang langka yang berasal dari Dewa Matahari, yang dikatakan memiliki kekuatan yang mampu mengubah struktur dan kekuatan tulang seseorang.
Qin Chen menempatkan tulang Dewa Matahari di depan Meng Hongzhi. Dengan tangan yang tenang dan penuh keahlian, dia mulai memanipulasi energi yang terkandung dalam tulang tersebut. Dia mengalirkan energi yang kuat dan panas ke dalam tubuh Meng Hongzhi, fokusnya terletak pada fondasi tulangnya yang lemah.
Energi matahari yang ada dalam tulang Dewa Matahari berpadu dengan kekuatan vital Meng Hongzhi. Tubuhnya terasa hangat, dan dia merasakan vibrasi energi yang melintas melalui setiap tulang dalam tubuhnya. Kekuatan tersebut memperkuat dan menyempurnakan struktur tulangnya, membuatnya lebih padat, kuat, dan tahan lama.
Selama proses ini, Meng Hongzhi dapat merasakan perubahan yang luar biasa dalam tubuhnya. Dia merasakan kekuatan yang baru mengalir melalui dirinya, memberinya rasa keyakinan dan kepercayaan diri yang lebih besar. Fondasi tulangnya yang diperkuat memberikan landasan yang kokoh untuk pertumbuhan kekuatan dan potensi yang lebih besar.
Setelah selesai, Qin Chen melepaskan tangannya dari tulang Dewa Matahari dan tersenyum puas. "Fondasi tulangmu telah diperkuat dengan kekuatan yang luar biasa. Sekarang, kamu akan mampu menghadapi tantangan yang lebih besar dan mencapai tingkatan kekuatan yang baru," kata Qin Chen dengan penuh keyakinan.
Meng Hongzhi merasa terhutang budi pada Qin Chen atas bantuan yang luar biasa ini. Dia berlutut di hadapan Qin Chen sebagai tanda penghargaan dan mengucapkan terima kasih yang tulus. "Terimakasih banyak Howling Sky Demon-God Chen atas bantuannya."
Qin Chen mengangguk.
...
*Bersambung ...
__ADS_1