
Satu malam di dataran luas tanpa adanya hutan ataupun gunung, tampak rendah hingga mata memandang di tutup dengan gelombang. Disamping itu, Qin Chen tengah memanggang buruan yang ia dapatkan sewaktu di hutan, monster burung yang mempunyai kualitas daging menyerupai ayam, untungnya masih ada bahan-bahan yang ia simpan dalam sistem sewaktu bersama Chu Qincheng.
"Sebelum senja, kita sudah akan sampai di ibukota dengan kecepatan biasa." Wanita itu mendongak ke atas menunggu daging panggang di sampingnya matang. "Ngomong-ngomong Tuan muda, kenapa anda tidak melakukan penerbangan kesana? Melihat kekuatan tuan muda, tidak butuh waktu lama untuk sampai." Tanyanya.
"Aku hendak menikmati perjalanan."
Ada banyak yang ia kumpulkan dalam perjalanan yang lama ini, mulai kedatangan Orang Suci dan kebangkitan Demon King. Semuanya seperti rencana yang sudah di terapkan begitu lama sebelum kedatangannya, Qin Chen ingin mengetahui siapa dalang semua ini dan membungkam Orang Suci.
"Kalau tidak salah kedatangan Orang Suci untuk menyambut Saintess yang baru dari Dinasti Chu. Saintess ini berada di perbatasan Yu Country sehingga bisa sampai ketempat ini." Jelas wanita tersebut.
Qin Chen menoleh ketempatnya, ia tahu bahwa Saintess yang di maksud adalah gadis itu. Sudah hampir 20 tahun dia tidak bertemu, dan sekarang sudah mencapai Saintess adalah keberuntungan yang luar biasa. Dia tersenyum sembari tertawa terbahak-bahak mendengarnya, menutup sebelah mata menatap langsung ke langit.
"Gadis itu mencapai mimpinya. Saintess Tang Yin Yi, meski kekuatan di bawah rata-rata, dia mendapatkan keberuntungan yang besar mencapai puncak kehidupan dan kenikmatan dunia." Gumamnya.
Ia melempar sebuah botol kepada wanita tersebut membuatnya bingung. "Gunakan bahan-bahan ini untuk kau makan."
Selepas malam, paginya bergegas menyambut kedatangan kehidupan baru. Qin Chen dan wanita tersebut belum di ketahui namanya, karena dia hanya mengenalkan namanya sebagai, Hui. Tanpa nama keluarga ataupun latar belakang. Sekarang berada di tengah-tengah daratan luas, sementara diatas sana terdapat banyak monster terbang mengepakkan sayapnya.
"Kau mau itu?" Tanya Qin Chen sembari menunjuk ke atas sana.
"Monster itu pernah menggila beberapa bulan ini, dan harga dari monster tersebut cukup mahal. Tapi karena membunuhnya membutuhkan banyak pembudidaya abadi terampil, karena monster ini hidup berkelompok dan kekuatan utama mereka adalah elemen angin." Jelasnya.
"Kau mau? Aku dapat memberikannya sebagai bayaran tranportasi ke ibukota."
__ADS_1
Wanita Hui menatapnya. "Saya berterimakasih karena sudah di temani dalam perjalanan, karena tidak ada yang tahu bahaya yang akan datang. Tapi monster ini cukup kuat, dan membayarnya dengan monster membuat saya berhutang karena tidak mempunyai uang kembalian."
"Begitu rupanya ... Bagaimana kau menjualnya, sewaktu-waktu kita bertemu kembali, kau dapat memberikan sebagian uangnya."
Mendengar itu, ia memikirkannya. Qin Chen mengeluarkan sebuah cincin yang dapat menyimpan makhluk hidup. Dimana, ia tengah mempertajam kilatan petir di tangannya. "Hancurkan!"
Kebanyakan burung itu hancur berkeping-keping sewaktu kilatan petir menyambarnya, dan Qin Chen membeku karena hanya mendapatkan 33 monster burung yang seharusnya berjumlah 105. Hui tertawa tipis, ia melihat Qin Chen yang seperti terlepas mengeluarkan kekuatan besar hingga menghancurkan banyak monster.
Namun dengan 33 monster ini sudah di bilang banyak. "Jangan berekspresi seperti itu, tuan muda. Mendapatkan 33 monster sudah di katakan sangat banyak, karena mereka dapat memanipulasi angin membuat pembudidaya sulit untuk menjangkaunya."
"Begitu?" Ia melempar cincin tersebut ke langit menghisap monster yang sudah di kalahkan kedalamnya. "Sekarang cincin penyimpanan ini untukmu, kau dapat menyimpan makhluk hidup di dalamnya, tentunya ada batasan dalam menyimpan. Aku kekurangan bahan untuk memperluas, seharusnya hanya dapat menyimpan 100 makhluk hidup di dalamnya."
"Terimakasih banyak tuan muda, saya akan menjualnya sewaktu di ibukota."
***
Gerbang besar di samping sungai melingkar menutupi kota besar di tengah-tengah, ada istana besar mengambang di langit. Qin Chen berpisah dengan Hui, karena dia hendak ke tempat dia berada untuk menjual buah-buahan. Sedangkan Qin Chen, ia mengamati kota mencari Tang Yin Yi yang katanya ada di tempat ini karena di undang langsung oleh Orang Suci.
Qin Chen tidak menghalanginya, karena masa depannya dia lah yang memilih bukan Qin Chen. Sekalipun Orang Suci adalah musuhnya. Sambil mencarinya, ia duduk di samping orang-orang kota yang membicarakan Festival Saint yang di adakan beberapa hari kedepan.
"Paman, apa Festival Saint begitu meriah?" Qin Chen bertanya kepada seorang pria di sampingnya.
"Huh?" Dia melihat dengan bingung. "Sepertinya kau orang luar bocah, akan aku katakan padamu. Festival Saint sangat di nantikan banyak orang-orang. Karena kedatangan seorang Saint sama dengan berkah bagi kota ini."
__ADS_1
"Jadi begitu, lalu apa ada hal yang menarik?"
"Saat Festival Saint di adakan, akan ada fenomena besar yang menarik energi langit dan bumi. Fenomena ini dapat di manfaatkan sebagai kesempatan bagi pembudidaya untuk menerobos, karena itu akan ada banyak pembudidaya hebat akan berkumpul di berbagai tempat memanfaatkan kesempatan ini." Jelasnya.
Qin Chen hanya tersenyum tipis, ia mengangguk memahaminya. 'Jika banyak orang, maka rencananya akan merepotkan. Melawan banyak orang di kota dan itu ada Tang Yin Yi di dalamnya membuatku kesulitan untuk mengunakan kekuatan skala penghancur."
Ia meninggalkan tempat tersebut mencapai bangunan sepi dan duduk di sana mengamati orang-orang di kota. "Seperti yang paman itu katakan, setiap waktu orang-orang kuat berkumpul. Ada banyak True Emptiness dan True Universe berkumpul di berbagai tempat. Satu kekacauan dapat mengundang perang besar di hari perayaan Saintess."
Memikirkan itu, ia menahan dirinya karena ini hari perayaan Tang Yin Yi. "Menyerah saja lah. Setelah perayaan selesai, baru bertindak." Gumamnya.
Saat ia hendak menutup matanya, ia merasakan hawa menjijikkan muncul di istana. Buru-buru keluar menatap dari ruangan, cahaya surgawi turun dari langit menampilkan dua orang suci dengan sayapnya begitu putih menyerupai malaikat.
Sayangnya, malaikat lebih anggun dari pada orang-orang di sana!
"Melihatnya membuat moodku hilang, memuakkan!"
Meskipun orang lain tidak dapat melihat kebenarannya, Qin Chen dapat dengan jelas melihat kegelapan di tubuh mereka. Itu di tutupi kekuatan suci sehingga tampak murni dan tidak dapat di lihat oleh Dewa biasa selain keturunan langsung Demon Tyrant.
Karena hanya matanya yang dapat menemukan kebenaran ataupun kebohongan itu sendiri secara langsung tanpa perantara siapapun. Qin Chen kembali ke tempatnya menunggu hari esok di mana Festival Saint di adakan.
"Kuharap ini cepat berakhir!" ia menutup matanya.
...
__ADS_1
*Bersambung ...