Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 32 : Pertarungan Besar (2)


__ADS_3

Tapak tangan berwarna keemasan menyerupai matahari runtuh, momentum kekuatan tapak emas itu terasa hendak meruntuhkan seluruh langit, menghancurkan daratan dan gunung di bawahnya. Qin Chen mendongak, ia merasakan getaran hebat di bawah kakinya, ruang-ruang di sekitar tampak mengecil tidak memberikan celah untuk bernapas.


"Ruang hampa, hancur?" Qin Chen tertegun, di depan matanya, ruang hampa hancur!


"Jangan berharap untuk melarikan diri, di saat tangan surga turun, kau sudah tidak mempunyai harapan hidup!"


Qin Chen mendengar itu, ia menyeringai tipis mengangkat energi tubuhnya keluar. "Berbicara omong kosong, kau hidup hanya untuk menunduk kebawah! Jangan menyamakan kedudukan kita setara."


Qin Chen mengepalkan tangannya, ia mengarahkan sarangan ke atas memukul keras ruang di hadapannya.


Awan Penghancur Gunung!


Saat ia mengangkat kehendak ilahi, seluruh langit bergetar hebat.


Wushh!


Bayangan tangan besar keluar dari dalam tanah menembus langit, sesaat kemudian keduanya bertabrakan langsung menciptakan guncangan langit dan bumi, gunung meletus, sungai mengusap, monster-monster berlarian, dan retakan sepanjang mata membuka daratan baru, orang-orang ketakutan melihat langit hitam seperti tintah warna.


"Dewa! Dewa! Dewa!"


"Tolong lindungi keluarga kami."


Meringkuk memeluk masing-masing anggota keluarga memohon kepada yang berkuasa. Sementara pembudidaya di kota melesat menuju tempat pertarungan, mereka penasaran dengan pertarungan ini dan sekaligus merencanakan untuk mendapatkan harta atas kekalahan dua pihak yang bertarung.


Selain itu, badai guntur bergemuruh panjang dari barat hingga timur memecahkan keheningan, awan hitam dengan kilatan petir berputar membentuk pusaran angin, pepohonan dan daratan berputar.


"Pertarungan True Emptiness benar-benar mengerikan, mereka menggunakan hukum untuk saling menghancurkan! Langit gemetaran, dan bumi meringkuk ketakutan, orang-orang memohon pengampunan! Seratus kota menengah hancur, ratusan desa besar menghilang. Dari tempat ini, aku dapat mengamati seberapa mengerikan keduanya bertarung!"


Seorang pria tua berada di puncak menara mengamati pertarungan itu, Qin Chen meliriknya sekilas membiarkan orang itu karena dia tidak mengacaukan pertarungan yang di minta pembunuh bayaran.

__ADS_1


Saat kedua serangan itu beradu satu sama lain, hempasan angin sampai ke kota hingga beberapa kali mengeluarkan denyutan besar meretakkan daratan hingga pada akhirnya meledak melempar puluhan True Emptiness keluar daratan, ledakan itu menyeret kehancuran puluhan ribu kilometer.


Tanah di bawah kakinya hancur membentuk danau besar ketika menahan ledakan itu, ia berada di dalam sana tanpa luka satupun. Meski begitu, ia melayang ke langit memastikan sesuatu di mana ada banyak True Universe tewas, dan True Emptiness sama halnya, tetapi banyak dari mereka masih dengan gigih melawan Qin Chen.


"Bagaimana, mungkin!" Dia gemteran, mengertak dengan kekesalan akan kekalahan melawan monster. "Jangan sia-siakan kekuatan kalian, gunakan Tranformasi Dewa untuk melawan Divine Calamity!" Teriaknya berlanjut memberikan perintah.


Saat ia memberikan perintah kepada bawahannya, deringan suara membuat seluruh dunia merasa terguncang. Keheningan membentuk gelombang padat yang meledak-ledak di langit, tarikan gravitasi semakin kuat setiap waktu menarik apapun yang ada di bumi.


Qin Chen merasakan eskalasi besar di atas sana, itu membuat beberapa hukum alam benar-benar hancur!


Sesaat kemudian, Tranformasi Dewa membentuk masing-masing karakter besar, Qin Chen di bawah melihat dengan tatapan keraguan. Bagaimana bisa mereka mempunyai kekuatan sebesar ini, di tangan mereka hanya memegang beberapa alam semesta, akan tetapi kekuatan yang di tujukan berbeda.


Memikirkan hal tersebut, ia menggelengkan kepalanya. "Transformasi Dewa?" Ia menyeringai tipis, meski mereka menggunakan kunci terakhir untuk melawan Qin Chen, itu semua hanya memberikan waktu hidup mereka semakin tipis.


"Semua orang dengarkan aku, bunuh Divine Calamity! Berikan kemenangan membawa kepalanya, atas nama surga! Aku memerintahkan kalian untuk membunuhnya, serang!" Katanya.


"Itu hampir menyentuh sehelai rambut," Qin Chen melesat ke depan, ia menginjak orang sebelumnya dengan kaki kanan mendorong kebawah membuatnya tersungkur kedalam tanah.


"Satu tumbang, tersisa empat orang bodoh yang belum mati. Sedangkan yang lain, mereka tengah sibuk mengurus rencana yang akan sia-sia melawanku." Qin Chen membuang napas.


Swoosh! Slash!


Belum sempat Qin Chen merasakan napas, dua puluh pedang menumpuk di atas telapak tangannya. Qin Chen menghalangi serangan kejutan dari belakang, samping dan depan menghenuskan pedangnya masing-masing untuk melukainya.


"Sialan! Seberapa keras pertahanan yang dia punya sampai-sampai tidak memberikan sedikitpun luka!" Bentak seseorang dengan kasar, ia kesal dengan pertahanan Qin Chen begitu mutakhir sampai membuat serangan True Emptiness tidak ada apa-apanya.


"Fokuskan energi kedalam senjata masing-masing, dengan begitu kekuatannya akan meningkat." Jelas ketua di atas sana memberikan arahan kepada muridnya.


Qin Chen melempar senjata mereka ke atas, kemudian berpindah kebelakang dengan gerakan kaki mengayun melempar semua orang kebelakang hingga ratusan mil dari tempatnya.

__ADS_1


"Kang La! Kau hanya mempunyai 70 True Emptiness dengan Tranformasi Dewa, akan aku ingatkan padamu. Sampaikan kapapun, kau tidak akan bisa mengalahkan seorang anak berusia 12 tahun." Ucap Qin Chen memprovokasikan ketua musuh.


"Kau benar, aku kehilangan banyak anak buah sekarang! Akan tetapi, ratusan ribu prajurit tengah menyusul tempat ini, kau tidak akan selamat meskipun memohon ampun pada Penciptamu!"


Qin Chen tertawa terbahak-bahak mendengar perkataannya. "Omong kosong yang mengerikan, aku khawatir kau akan kecewa dengan sikap yang aku punya sekarang." Selepas itu, ia merasakan getaran hebat dari tanah, suara langkah kaki semakin terdengar langkah kuda dan tamu tak di undang mendekati tempatnya.


"Hahahaha!" Kang La mengangkat tangannya, sebuah pedang besar muncul menembus lapisan awan, pedang itu membentang luas menyerupai dunia bawah sampai dimana ia menciptakan kengerian.


Runtuh kebawah menimpanya, dari samping kilatan cahaya melesat mendekati Qin Chen, sama halnya dari belakang, Qin Chen terkepung!


"Jangan biarkan dia lolos dari tempat ini, bunuh dia sekarang tanpa ampun!" Teriaknya dengan keras.


Qin Chen menangkis serangan fatal dari samping, sedangkan di belakang ada pertahanan yang mengurusnya.


"Segel dia! Jangan biarkan tubuhnya bergerak dengan bebas, atau kita semua akan dalam masalah besar melawan Minato sesungguhnya." Jelasnya.


Qin Chen memperkuat fondasi menghancurkan serangan di atas, ia membawa dua orang kedalam cengkraman erat menyeretnya dari tempat tersebut hingga ke tempat lain, tubuhnya hancur berantakan tidak berbentuk kembali.


Menemukan ada harta berharga di bagian saku tangan musuh, "Begitu rupanya, harta surga ini memberikan kekuatan, sebagai gantinya meminta satu tumbal segar." Qin Chen menyentuh dagunya. "Semakin banyak dia membunuh, semakin kuat kekuatan yang akan di berikan harta surga kepada kelompok ini dengan efek samping kehilangan kemanusiaan!"


"Kau menyadarinya, Divine Calamity?!"


Tatapan percaya diri dan angkuhnya tidak pernah menghilang meskipun berhadapan dengan Qin Chen langsung.


...


*Bersambung ...


Note : Besok Crazy Up

__ADS_1


__ADS_2