Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 36 : Dinasti Chu


__ADS_3

Bagaimana sikapku saat berhadapan dengan mereka secara langsung?


[ ... ]


Chu Qincheng ...


Saat matanya terfokus pada satu-satunya langit berbintang, kehendaknya runtuh memikirkan keadaan istrinya. Bayang-bayang akan mimpi buruk itu kembali bermunculan mensimulasikan ilusi menyerupai kenyataan. Tatapan matanya kembali bergetar, gelisah penuh keputusasaan dan hatinya berdetak kencang tak terkendali dengan napas tersengal-sengal.


Kemudian dia ragu untuk ke sana, tetapi saat keraguan itu mendalam, Hang Ma memberikan secangkir minuman hangat untuknya. Sementara Tetua dari Dinasti Chu dengan bingung menatapnya di saat Hang Ma menuangkan secangkir minuman hangat kedalam cangkirnya.


Didalam dalam benaknya, dia sendiri kembali bertanya-tanya kepada diri sendiri tentang keadaan Divine Calamity.


Bagaimana bisa dia terpuruk?


Apa yang sebenarnya terjadi? Orang sekuat dan sekaliber dia di buat terpuruk tak berdaya kedalam keputusasaan!


Tetua itu kembali ragu dengan pengamatan matanya, tetapi mata dan kesadaran hatinya tidak pernah berbohong. Mencerna informasi tentang keadaan Qin Chen, dia begitu serius sampai-sampai pandangannya tidak beralih meskipun gunung di samping meledak.


"Tuan muda, minumlah." Dengan dorong halus, Hang Ma memberikan secangkir minuman hangat kepadanya. "Saya harap anda tenang setelah meminumnya, melihat anda sekarang membuat saya tak berdaya untuk menghadapinya."


Qin Chen tersenyum tipis menerima kebaikan Hang Ma, tetapi kehidupan di matanya mengambil kekosongan penuh. Tidak hanya tidak mempunyai kepercayaan diri untuk menghadap kedua orang tua Chu Qincheng, Qin Chen tidak mempunyai wajah untuk bertatapan langsung dengan mereka.


Setenang-tenangnya dirinya sekarang, dia masih merasa bersalah akan semua yang menimpa Chu Qincheng! Bahkan melibatkan putrinya yang berusia delapan tahun.


"Jika saja aku tahu semua ini akan terjadi, aku tidak akan mengambil hari itu untuk mendaki Tangga Surga!"

__ADS_1


Mengingat kembali tujuan dia datang ke Heaven Domain adalah, dia ingin membantu Chu Qincheng untuk menemukan keluarga istrinya, di samping itu dia menyelesaikan masalah pribadinya.


Tetapi sekarang, dia kehilangan satu tujuannya yang menyebabkan Dao Heart terganggu. Mencoba bangkit dan bangkit kembali, tapi semuanya di selimuti bayang-bayang penyesalan menggerogoti hatinya.


Qin Chen menatap keluar, matanya melihat kedalaman Ocean Eternity penuh misteri, ada langit berbintang membentang tak berujung di hadapannya. "Aku hanya tidak mempunyai kepercayaan diri untuk berhadapan langsung dengan mereka nantinya. Tetapi, aku sedikit mempunyai harapan kepada seseorang di sana. Tidak berharap kesempatan ini datang lebih cepat meski aku sedang belum siap menampakkan diriku sendiri di depan mereka."


Tepat di matanya, Hang Ma menemukan emosi dan penyesalan di mata Qin Chen, Hang Ma tidak mengetahui apapun meskipun ada perasaan bertanya dan kesimpulan mendekati permasalahan Qin Chen. Dengan sedikit itu, dia menyadari tindakan Qin Chen bukanlah sesuatu yang bisa di selesaikan begitu saja, ada banyak cobaan dengan dirinya sekarang sebagai Divine Calamity.


"Saya tidak tahu apa yang sedang anda pikirkan sekarang, saya hanya berharap untuk anda tidak menyimpan semuanya sendirian." Dengan demikian, Hang Ma memberikan apa yang ada di benaknya. "Anda mengatakannya sendiri, bahwa ada kesempatan di sana. Mungkin saja, kesempatan itu membuat anda bisa menyelesaikan masalah pribadi anda sendiri."


Aku harap begitu ...


Mungkin.


Qin Chen menyeduh minuman itu, dia merasa tenang kembali. Meski ada bayang-bayang penyesalan di matanya, setidaknya dia dapat mengendalikan emosinya. Hang Ma tersenyum puas sekarang, dia tidak dapat membantu secara langsung dengan kekuatan, karena pada dasarnya dia lemah.


Satu hari berlalu— mereka sampai di depan istana besar Dinasti Chu. Dibawahnya, kota besar melingkupi seribu gunung luasnya membuat pemandangan megah di antara langit berbintang. Qin Chen termenung sesaat memandang kota, setelah sampai, dia masih ragu dengan dirinya sendiri untuk bertemu dengan keluarga Chu.


Disaat pintu terbuka, Qin Chen ragu untuk melangkah keluar. Hang Ma mengangguk mengerti, dia membuat Qin Chen kembali tenang dan keluar di sambut ratusan ribu prajurit berlapis armor emas di sepanjang matanya.


Disamping itu, Kaisar Surga berada di depan matanya tengah melangkah mendekati Qin Chen. Disamping, seorang wanita menemaninya di saat pria tua di belakang keduanya tengah mengikuti.


Menghormati orang yang lebih kuat adalah hukum dunia, karena dunia mempunyai hukum yang kuat akan di hormati sebagai Eksistensi besar penguasa. Sekalipun statusnya seorang Kaisar, di hadapan Divine Calamity statusnya hanya seonggok debu melayang.


Kaisar Surga membungkuk menghormatinya, Qin Chen hanya dengan suara pelan membuatnya kembali berdiri.

__ADS_1


"Saya Chu Tianfang, dan di samping saya adalah istri saya, Yuo Zhishui. Sementara di belakang saya adalah penasehat istana sekaligus orang pintar." Ucapnya, Kaisar Surga Chu Tianfang begitu ramah menyambut Qin Chen dan bahkan membawa satu-satunya istrinya.


Qin Chen mengangguk, "Qin Chen." Balasnya.


"Begitu, silahkan masuk tuan muda Chen." Katanya membalas Qin Chen.


Qin Chen tertegun, karena dia langsung memanggil nama belakangnya. Meskipun belum mengenal satu sama lain, sepertinya dia merasa cukup dekat di saat matanya membeku, dia melihat lukisan besar seorang wanita cantik begitu familiar di benaknya terpajang di dalam sebuah ruangan.


Terhenti di sana menatap dengan penyesalan, mereka berhenti melangkah kemudian menoleh, Qin Chen tengah menatap lukisan seseorang di depannya.


"Ah! Dia putri satu-satunya yang kami miliki, namanya Chu Qincheng. Untuk sekarang, dia tidak ada di istana untuk beberapa alasan." Yuo Zhishui melirik Qin Chen tengah menatap lukisan tersebut dengan emosi tak terkendali hendak lepas.


"Begitu ... " Tangannya gemeteran di perhatikan semua orang, dia hendak mengangkat tetapi di tahan karena situasi yang tidak membaik. Yuo Zhishui menyipitkan matanya, dia mencoba mengorek informasi dari mata Qin Chen tetapi disangkal dengan mentah-mentah.


Ternyata benar, tempat ini adalah tempat yang ingin kamu datangin, Chu Qincheng.


Qin Chen kembali melangkah tanpa mengatakan apapun, dia membuat semua orang bingung tetapi tidak bertanya. Hanya Hang Ma yang gemeteran, dia mengingat kembali semuanya dan mencerna baik-baik sembari menggabungkan perkataan Qin Chen sebelumnya.


Dengan reaksi Qin Chen sekarang, dia mulai menyadari sesuatu yang mengejutkan dirinya sendiri, tetapi itu belum cukup untuk membuktikan apa yang ada di benaknya sekarang benar atau salah.


"Apa mungkin, istri tuan muda adalah putri Kaisar Surga Chu Tianfang." Gumam Hang Ma. "Tidak, tidak, tidak, bagaimana itu mungkin? Karena ini masih tanda tanya dan hanya spekulasi sementara."


Hang Ma mengikutinya dari belakang, dia hanya bergumam sehingga tidak ada yang mendengar ataupun menyadarinya. Sesekali memperhatikan Qin Chen, ada emosi dan penyesalan di matanya meluap-luap kembali, itu memperkuat bukti-bukti yang dia cerna sebaik mungkin.


Sampai di mana, mereka semua berada di tempat yang luas.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2