
Istana Dinasti Chu—
Perasaan permaisuri begitu intens, ia buru-buru keluar istana dan tertegun bahwa Qin Chen berada di depan lukisan Chu Qincheng. Qin Chen tengah memandanginya, kecantikan menyerupai bulan dan senyuman manis di bibirnya terukir dalam legenda kuno yang menakjubkan bagi surga.
"Apa dia manis?" Permaisuri bertanya, apa Chu Qincheng sangat cantik? Sampai-sampai seorang Divine Calamity termenung memandanginya.
Qin Chen menoleh kesamping. "Dalam beberapa artian benar, dan lainnya di luar kemampuan bulan untuk menyamakan kecantikannya. Secara keseluruhan, dia begitu indah di atas bulan terpancar dengan senyuman bahagianya, apa dia putrimu?" Qin Chen membalasnya, dia bertanya seakan-akan tidak mengenalinya.
"Haha~" Permaisuri tertawa tipis. "Tuan muda benar, dia satu-satunya putriku. Namanya Chu Qincheng, sangat manis menyerupai buah-buahan, dan kecantikannya sebagai bulan itu di atasnya. Sesuai dengan namanya, dia begitu anggun dalam banyak hal untuk di katakan secara langsung."
Senyuman, dan aktingnya sangat alami sampai-sampai Qin Chen akan kesulitan untuk mengkonfirmasinya. "Begitu rupanya, mungkin dia sangat berbeda dari yang aslinya. Hanya sebatas lukisan sudah dapat memberikan gambaran yang luar biasa, bagaimana dengan yang aslinya, aku tidak sabar untuk bertemu dengannya." Balas Qin Chen.
Yan Yuetian di belakangnya hanya diam, di antara dua orang di depannya menyembunyikan masing-masing kesedihan dan kebahagiaan. Dimana Qin Chen bersikap tenang di depannya untuk menutupi kesalahannya, dan identitasnya sebagai suaminya Chu Qincheng.
Sementara Permaisuri menutupi apa yang ia ketahui tentang Qin Chen, di mana di hadapannya adalah menantunya.
"Ngomong-ngomong, kenapa tuan muda datang ketempat ini? Saya mendengar bahwa Anda melakukan perjalanan ke Dinasti Han beberapa tahun lalu. Apa mungkin sudah menyelesaikan masalah dengan dia?" Tanya Permaisuri.
"Belum, aku hanya memberikan balasan pada Kaisar di sana untuk tidak bergerak semena-mena. Dan kedatanganku kemari karena mendengar tentang Kaisar Dinasti Han mengibarkan bendera perang, karena mungkin ada sangkut-pautnya denganku. Karena merasa bersalah membawa Permaisuri dan orang-orang Dinasti Chu, aku akan memberikan beberapa bantuan dalam perang yang akan di hadapin Dinasti Chu kedepannya." Qin Chen membalasnya.
"Begitu, lalu siapa wanita di belakang tuan muda? Jangan-jangan dia wanita tuan muda yang di sembunyikan." Permaisuri penasaran dengan wanita di belakangnya, karena dia hanya mengetahui beberapa orang penting di Heaven Domain dan lainnya hanya orang-orang lewat tanpa di ingat.
"Yan Yuetian. Salah satu Heaven's Ancestor di Dinasti Ma, Pemimpin Heaven's Ancestor, aku menjadikannya bawahanku untuk membantu mengurus sesuatu yang berada di luar kemampuanku."
__ADS_1
Permaisuri yang mendengar itu tertegun, ia mengangguk menanggapinya. "Kemudian, bagaimana kalau kita bicara di ruanganku? Kaisar tengah pergi ke suatu tempat untuk mengurus beberapa masalah, segala sesuatu yang berhubungan dengan istana dan Dinasti Chu, aku yang memegangnya sementara. Tuan muda dapat bertanya padaku, apapun itu termasuk mengenai putriku yang manis."
"Terimakasih."
Qin Chen di bawa ke suatu ruangan yang di mana banyak pelayan yang tengah menyiapkan penyambutan. Kebersihan, makanan, dan minuman yang di sediakan di dapur membuat Qin Chen bingung tetapi tidak bertanya kenapa? Disaat situasi genting ada perayaan yang di adakan, karena ia tidak ingin ikut campur ia mengabaikannya.
Sesampainya di ruangan, Qin Chen duduk dengan tenang di depan Permaisuri.
"Kemudian, apa Permaisuri sudah menyiapkan pasukan untuk menangani ini?" Qin Chen bertanya, dia cukup penasaran dengan persiapannya.
"Tentunya, aku sudah menyiapkan pasukan yang siap berperang dalam waktu dekat ini. Dan beberapa komandan besar akan di tugaskan di masing-masing kelompok untuk memandu mereka dalam perang." Jelasnya, keduanya sangat tenang.
"Bagus." Katanya, ia hanya menutup matanya mencoba merasakan keberadaan seseorang di sana dengan kesadarannya. "Dimana tempatnya akan berlangsung?" Tanya Qin Chen.
"Begitu rupanya, mereka menggunakan sungai tak berujung untuk bertarung. Karena aku melenyapkan daratan besar Dinasti Han, mereka tidak mempunyai tempat untuk berkumpul, dan menggunakan gerbang perpindahan di dekat Yu Country. Seharusnya aku melenyapkan Yu Country, karena ini kekuasaan Kaisar, aku menahan diriku untuk tidak menghancurkannya dan hanya melenyapkan Ancient Realm." Jelas Qin Chen.
"Seperti yang tuan muda katakan, mereka akan menggunakan gerbang perpindahan tersembunyi dekat dengan Yu Country. Dan tentang Yu Country, sudah kami tangani meskipun belum memberikan gerakan. Dan saat mereka membantu Kaisar Surga, saya akan mengambil tindakan tegas terhadap pengkhianatan ini."
"Bagus." Katanya, tidak ada kata lain bagi Qin Chen untuk ikut campur dalam urusan kekuasaan dan wewenang di Dinasti Chu.
Permaisuri menyenderkan dagunya di atas kedua tangannya, menandingi Qin Chen dengan tersenyum-senyum. "Tuan muda, apa anda mau mendengarkan tentang putriku? Aku mempunyai album saat dia anak-anak hingga dewasa menjadi wanita muda yang cantik di kagumi orang-orang di kota." Ucapnya.
Qin Chen tertegun, ia merasa penasaran dan matanya memberikan tatapan tolong beritahu aku semuanya. Tetapi dia menolak kebaikan itu, karena identitas dan namanya sebagai Divine Calamity. "Terimakasih atas tawaran, tetapi ada hal yang harus saya lakukan di tempat ini."
__ADS_1
"Baiklah, karena tuan muda mempunyai urusan penting maka bisa di tunda untuk kapan-kapan." Katanya, ia membalas seakan-akan ingin memberitahu Qin Chen semuanya.
Qin Chen mengangguk, ia beranjak untuk keluar dari ruangan. Tetapi saat ia hendak berdiri, sesuatu menyerupai portal muncul di samping Permaisuri membuat Qin Chen dan Yan Yuetian merasakan tekanan yang sangat kuat dan mengerikan.
Dia langsung menoleh kebelakang, melihat kaisar keluar dengan membawa beberapa rombongan di belakangnya. Saat penampilan mereka terungkap, Qin Chen terdiam merasakan sesuatu yang intens. Ada empat wanita dengan kekuatan setara dengan kaisar surga membuat Qin Chen bertanya-tanya, siapa lagi mereka!
Tetapi itu menggentarkan tubuhnya, seorang Divine Calamity merasakan takut akan sesuatu yang melampaui kematian. Itu menciptakan kebingungan bagi mereka yang datang masuk kedalam ruangan, Venerable Saint dan Hang Ma, bawahan Qin Chen.
Tubuhnya gemeteran, matanya membeku menatap keempat wanita.
"Kaisar, siapa mereka berempat?" Tanya Qin Chen.
Kaisar membeku, dia sudah tahu tentang ini tetapi dia tetap meminta bantuannya. "Mereka Dewa dari dimensi lain, aku ke sana untuk meminta bantuan pada mereka." Ucap kaisar, dia seperti menyembunyikan sesuatu dan itu sangat jelas di mata Qin Chen.
"Begitu? Karena aku tidak mempunyai urusan apapun di sini, kalian bisa mengobrol menyelesaikan masalah Dinasti. Aku hendak ketempatku, ada beberapa masalah yang ingin aku selesaikan sekarang." Ucap Qin Chen.
Dia hendak keluar, dan tiba-tiba suara terdengar.
"Tunggu." Suara itu terdengar hingga ke telinganya. "Mau kemana kamu, Qin Chen? Tetaplah di sini, karena kami datang untuk membicarakan sesuatu padamu " Lanjutnya.
...
*Bersambung ...
__ADS_1