
Tangannya meraih bulan yang memudar seiring waktu berputar. Setiap malamnya, ia sendirian memandangi bulan yang menggantung di puncak langit tengah menangis di samping germelang cahayanya. Selama ratusan tahun, ia menunggu kabar darinya entah darimana datangnya, ia melantukan melodi instrumen musik penenang hati di tepian sungai yang memotong dua daratan besar.
Ditemani tetesan air bulan seribu tahun di era kekacauan, ia memerintahkan bintang-bintang untuk menari di bawah cahaya bulan.
Kesampingkan tentang ini, di belakangnya terdapat banyak orang berpesta sembari menunggu kapal sampai ke dermaga kota. Qin Chen menyebrang daratan tetangga menggunakan kapal penumpang terbesar di tempatnya, dengan kondisinya sekarang ia akan ketahuan cepat atau lambat sewaktu melintasi langit berbintang.
Bagaimana kecepatan dia berada di puncak klasemen cahaya. Mengukurnya dengan angka sama dengan mengukur panjang alam semesta yang berkembang, di tambah ia mempunyai banyak kemampuan yang dapat meningkatkan kecepatan Qin Chen.
Dengan satu langkahnya ia dapat memindahkan dirinya ataupun seseorang ke tempat yang pernah ia lihat. Dengan kemampuan ruang waktunya, ia dapat mempengaruhi lengkungan ruang dan memperpendek jarak yang dia butuhkan dalam melompati ruang.
Semuanya dapat ia atur di saat ia mengkhendakinya. Sayangnya, ia begitu teliti dan tidak seceroboh yang di pikirkan yang dapat memancing kemarahan abadi.
Setengah tahun perjalanan di dalam kapal, ia sampai di tempat tersebut.
***
Dinasti Han—
__ADS_1
Sesampainya di sana, tempat yang tidak pernah ia bayangkan menciptakan pemandangan luar biasa. Sepanjang mata memandang, daratan hijau begitu luas di depannya, dan banyak pulau terapung di mana-mana dengan binatang surgawi.
Deretan bangunan besar sepanjang mata membentuk kota besar begitu megah. Qin Chen, meninggalkan tempat tersebut sembari mengamati kota dan orang-orang di sana, ia memasuki kota yang terdengar riak-riak pedagang kaki lima.
Meskipun tempat ini megah, ada banyak orang-orang dari keluarga bawah di kota. Qin Chen tidak menutup matanya, karena ini lah kekuatan dan kekuasaan, di mana hukum bagi kekuatan berada di puncak dari segalanya!
Qin Chen mencari tempat yang bisa ia tempatkan. "Seharusnya membuat kekacauan tempat ini bukanlah masalah besar. Orang-orang yang memasuki kota dari gerbang utama adalah orang yang mengungsi karena tempat mereka di hancurkan monster. Sekarang, tempat ini menjadi penampungan banyak orang."
Dia berhenti di bagian barat, bangunan dengan konstruksi besar di dalamnya terdapat banyak orang-orang yang berkumpul membicarakan tentang penyerangan monster secara mendadak.
Qin Chen hanya diam memesan minuman mendengar pembicaraan mereka melalui kesadarannya mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kaisar. Bagaimanapun, tempat kaisar tersembunyi di tempat tersebut sehingga menyulitkan baginya mencari tempat tersebut.
Setelah dua jam berdiam diri, ia mendapatkan sebagian informasi.
Sekarang, ia berada di luar bangunan. "Istana kaisar berada di Utara. Empat minggu untuk sampai ke sana, lebih baik istirahat terlebih dahulu lalu besoknya baru pergi. Sayang sekali tidak menikmati tempat ini sewaktu mempunyai waktu luang."
Setelah memutuskan untuk beristirahat, dia pergi ke restoran menikmati hidangan kelas bangsawan di sana. Disampingnya ada keluarga kelas atas berlibur dengan keturunannya. Qin Chen tersenyum tipis mencicipi minuman dan hidangan di sana, ia bahkan menyiapkan makanan penutup.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, ia keluar menghirup udara segar untuk sekian kalinya. Namun, ia merasakan seseorang memata-matainya, bagaimanapun akan merepotkan berhadapan langsung dengan musuh di kota. "Meskipun aura dan keberadaanku di tekan, ada banyak peramal yang merepotkan menunjukkan tempatku berada!"
Walaupun dia dapat menghindari tatapan langsung, tapi banyak peramal yang dapat menunjukkan tempat Qin Chen sekarang. Mereka merupakan pembudidaya dengan keahlian waktu, membaca masa depan atau masa lalu itu sendiri.
Kebanyakan mereka membaca masa depan seseorang dengan satu syarat, usia mereka akan berkurang. Dan setiap meramal Qin Chen, usia mereka akan terpotong seribu tahun sebagai persembahan mengamati masa depan seorang Dewa dengan Otoritas Penciptaan, mendapatkan perlindungan dari Origin Tree, dan mendapatkan sistem super di benaknya.
Qin Chen meninggalkan tempatnya menuju gang sempit, saat di sana orang-orang berdatangan mencarinya.
"Dimana dia? Bukankah dia berlari ke arah sini? Kalian cepat berpencar dan cari dia di sekitar sini, mungkin dia tidak jauh dari tempat ini." Ucapnya.
Ada lima orang berpencar meninggalkan satu orang di sana, Qin Chen di atas mereka menyembunyikan dirinya. Dia turun kebawah memegang sebuah belati lalu menikamnya dari belakang tanpa meninggalkan suara ataupun jejaknya.
"Orang ini." Dia mengamati lambang di bahu kanannya. "Seorang pembunuh bayaran."
Ia membakarnya kedalam kobaran api, kemudian menyembunyikan dirinya kembali. "Peramal sialan itu membaca masa depan, bagaimanapun kekuatanku sekarang tidak dapat memblokir mereka secara tidak langsung." Gumamnya, ia megertak kesal karena baru sebentar sudah ketahuan.
"Saat aku tahu dimana peramal itu berada, akan aku cincang habis mengambil darahnya sebagai sampel kutukan darah!" Qin Chen menunggu yang lain kembali, karena ia akan menghabisi mereka semua agar di masa depan tidak mengganggunya.
__ADS_1
...
*Bersambung ...