Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 92 : Ruangan Sihir


__ADS_3

Setelah kelas pemahaman selesai, semua murid di bawa guru masuk kedalam ruangan sihir. "Semuanya, selamat datang di ruangan sihir. Tempat ini mempunyai Artefak kuno yang diciptakan langsung Penyihir Akademi, hanya ada beberapa artefak yang dapat di gunakan untuk pelajaran. Guru membawa kalian semua ketempat ini untuk mempelajari kegunaan Artefak pada kehidupan kita."


Semua murid tercengang mengetahui bahwa mereka berada di ruangan sihir untuk menggunakan salah satu artefak kuno yang di buat Penyihir Akademi. Mereka antusias untuk mencobanya, sementara Qin Chen tampak tidak.


"Kalian sangat berantusias, maka guru akan langsung memanggil nama kalian sesuai dengan absen." Orang pertama kedepan, dia di minta untuk melewati Artefak tersebut.


Dan kemudian, penampilan yang ia sembunyikan terungkap pada publik. Semua orang tercengang mengetahui kegunaan Artefak di depannya dapat menampilkan wujud/penampilan yang sebenarnya.


Artefak tersebut sangat cocok untuk mengetahui apa salah satu dari sekian banyak orang adalah mata-mata demon. Karena dapat mengungkapkan penampilan sebenarnya sama dengan mengungkapkan identitas dirinya sendiri.


"Luar biasa, artefak ini sangat baik di gunakan untuk menjebak seseorang yang tengah menyamar." Ucap salah satu murid di sana dengan gembira mengetahui fungsi sebenarnya artefak di depannya.


"Selanjutnya, Alex Han Graham."


"Tuan muda Alex!"


Beberapa orang bersorak riang mendengar bocah itu maju kedepan, karena dia seorang tuan muda dari keluarga bangsawan. Jelas akan mengundang perhatian murid di kelas.


Saat ia menyebrang gerbang, penampilan sebenarnya terungkap. Tidak jauh berbeda, hanya rambutnya yang berwarna orange di cat berwarna emas untuk terlihat tampan.


Murid di belakangnya bersorak riah mengetahui hal tersebut, penampilan Alex mengundang perhatian gadis-gadis di kelas. Karena dia tampan, sudah pasti bawaan bangsawan.


Dengan angkuhnya dia mengangkat kepala, matanya memberikan permusuhan pada Qin Chen di belakang sana. Karena dia lansia, kemungkinan besar dia adalah orang yang menyamar masuk kedalam akademi dengan menggunakan penampilan tua.


"Selanjutnya, Felicia The Lovefest."


Seorang wanita cantik rupawan, dia yang berada di kereta kuda beberapa hari lalu bertemu dengan Qin Chen. Sekarang ia berada di depan gerbang, semua murid berantusias untuk melihat penampilan sebenarnya Dewi kelas.


Beberapa saat kemudian, ia melangkah menyebrangi gerbang. Dan kemudian cahaya yang menutup tubuhnya perlahan menghilang memperlihatkan kecantikan sesungguhnya Dewi kelas.


Semuanya terpana, termasuk guru yang baru menyadari bahwa Felicia The Lovefest menyembunyikan penampilan sesungguhnya. Dia sekarang tidak sombong, karena tidak ada waktu baginya menyembunyikan penampilan sesungguhnya.


Kebanyakan mereka menyembunyikan sesuatu, setidaknya satu. Sekarang, semua orang mengetahui betapa cantiknya Dewi kelas mereka, Felicia The Lovefest bangsawan kelas atas.

__ADS_1


Setelah itu, ia kembali ke barisannya. Penampilan menawannya tidak dapat di ungkapkan melalui kata-kata. Sementara Alex yang baru menyadari itu, dia tampak jatuh cinta pandangan pertama kepada Felicia The Lovefest.


"Selanjutnya Tuan Valentin."


Semua orang penasaran, mereka penasaran dengan penampilan Qin Chen sebenarnya bagaimana. Dan kenapa ada orang tua masuk kedalam kelas sihir, bahkan kepala akademi mengizinkannya untuk masuk kelas.


Qin Chen mendekati gerbang tersebut, ia berhenti sesaat sebelum masuk.


'Sistem.'


[Meskipun gerbang ini dapat membantu menunjukkan wujud yang sebenarnya seseorang, dengan keadaan tuan sekarang. Tuan hanya mampu bertahan 2 menit dengan penampilan asli tuan.]


Setelah mendengar itu, ia melangkah melewati gerbang.


Semua orang tercengang tidak dapat mengatakan apapun saat mereka melihat penampilan Qin Chen yang sebenarnya. Penampilan itu memikat para wanita, bagaimanapun dia sangat tampan sampai-sampai sulit untuk mengungkapkannya.


Rambutnya terurai halus berwarna putih dengan simbol mahkota di keningnya, rumput laut melingkar di kepalanya adalah Artefak kuno yang di buat khusus untuk menampung semesta.


Qin Chen melihat tangannya. Dia kemudian melihat guru kelasnya, "Guru Celis, Artefak kuno ini sungguh hebat, saya penasaran dengan orang yang membuatnya. Karena vitalitas saya mengalami kerusakan cukup parah beberapa bulan ini, dan itu membuat saya menua lebih cepat daripada manusia pada umumnya. Tetapi saya dapat melihat wujud ini meskipun hanya bertahan dua menit, saya berterimakasih."


Celis tidak dapat bicara, dia terpesona dengan penampilan Qin Chen.


"Sepertinya memang benar, butuh waktu untuk mengembalikan penampilanku seperti sediakala." Gumamnya, dia berjalan kembali mendekati rombongan kelasnya yang terdiam melihat penampilan Qin Chen sebenarnya sangat luar biasa.


Setelah dua menit kemudian, penampilannya kembali menua seperti sediakala. Qin Chen hanya diam dan berdiri mendengarkan guru Celis menjelaskan tentang Artefak tersebut.


Dalam beberapa jam, berita tentang Qin Chen meluas hingga ke seluruh akademi. Qin Chen berada di ruangan kepala akademi karena ia di panggil.


***


Didalam ruangan itu, ia duduk dengan tenang menyeduh minuman yang di berikan kepala sekolah. Ada Guru Celis di sampingnya, dia tengah berdiri mendengarkan pembicaraan mereka berdua yang serius.


"Bukannya ikut campur dalam urusan orang, tapi saya penasaran mendengar semua murid di akademi membicarakan tentang anda. Penampilan anda menua sangat cepat dibandingkan manusia pada umumnya, itu menarik perhatian para Penyihir Akademi, termasuk saya."

__ADS_1


Qin Chen menyipitkan matanya, "Beberapa bulan lalu, saya bertarung dengan musuh yang sangat kuat, saya membakar vitalitas saya untuk menggunakan kekuatan terlarang. Setelah itu saya bersembunyi hingga beberapa bulan terlewatkan saya terbangun melihat penampilan saya sudah menua seperti sekarang."


"Kedatangan saya ke akademi untuk bertemu dengan ras Elves, karena ada sesuatu yang ingin di tanyakan. Ini menyangkut dengan putriku." Ucap Qin Chen mengejutkan keduanya.


"Putri? Tunggu, maaf tidak sopan, berapa usiamu?" Tanya Terra.


"Aku tidak dapat bilang, intinya aku mempunyai seorang putri yang berhubungan dengan ras elves."


Keduanya terdiam, sekarang mereka kebingungan. Banyak murid di kelasnya mengatakan bahwa Qin Chen sangat tampan, dan muda sepantaran dengan mereka, tetapi sekarang dia mempunyai seorang putri yang berarti dia menikah di usia berapa?


"Begitu rupanya."


Qin Chen mengeluarkan sesuatu dari sakunya, ia sebuah Artefak kuno yang mempunyai kegunaan untuk melakukan Teleportasi dengan jumlah banyak. Keduanya membeku!


"Saya tidak tahu bagaimana mencari kontribusi untuk menarik perhatian Elves. Yang anda maksud, tetapi dengan ini mungkin akan menarik perhatiannya. Artefak kuno ini dapat melakukan Teleportasi dengan jumlah banyak, tetapi membutuhkan energi yang cukup untuk mengoperasikannya." Ucap Qin Chen, ia menyerahkannya kepadanya.


Terra mengamati Artefak Kuno tersebut, memang benar ada tulisan kuno yang menyangkut tentang prinsip ruang. Dia mendongak melihat Qin Chen, Qin Chen sangat misterius dan bahkan mempunyai Artefak kuno ini.


Satu Artefak itu dapat menyelamatkan umat manusia jika mereka dapat mengoperasikannya.


"Aku akan memberikan itu sebagai kontribusi, karena aku tidak membutuhkannya. Tetapi apa saya bisa bertemu dengannya?"


"Akan saya usahakan."


Qin Chen tersenyum tipis, ia beranjak berdiri dan keluar ruangan dengan kesan misterius membuat keduanya terdiam dengan sikapnya.


"Berikan pesan pada seluruh Penyihir Akademi untuk berkumpul di Sanctuary. Ada sesuatu yang ingin aku bahas di sana tentang Artefak ini."


"Baik!"


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2