Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 134 : Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

Rohnya kembali kedalam tubuh karena sistem menggunakan otoritasnya untuk menyelematkan Qin Chen. Dalam keputusasaan mendalam, ia bermimpi indah berkat bantuan sistem mengatur dunia mimpi membuat Qin Chen menemukan harapan baru.


Ia menciptakan simulasi di mana Chu Qincheng masih ada, dan tinggal di sebuah rumah di musim dingin pertama mereka bertemu.


Berkat mimpi itu, tubuh Qin Chen yang awalnya gemeteran karena merespon keputusasaan mendalamnya kembali tenang.


[Selamat bermimpi tuan.]


Meski hanya sebuah dunia mimpi yang di sempurnakan sistem, Qin Chen mendapatkan ketenangan meskipun itu hanya kebohongan atau ilusi semata meredakan penyesalan dirinya, ia tidak berharap lebih.


Seminggu berlalu di dunia, ia akhirnya terbangun dari mimpinya.


Qin Chen menyentuh kepalanya, ia merasa pusing dan sakit akan sesuatu. Terlihat di matanya berubah, pupil tajam dan dingin seakan-akan mengeluarkan niat membunuh setiap saat ia menatap orang.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


[Tuan kehilangan kendali atas perasaan tuan sehingga sistem secara paksa membawa roh tuan kembali ke tubuh.]


[Jika sistem membiarkan tuan, maka ada kemungkinan besar roh anda tidak dapat kembali ke tubuh anda karena jarak. Dan beberapa faktor lain.]


Saat ia mendengar penjelasan sistem, ia menyadari bahwa ia kehilangan akal sehatnya sebelumnya. Pada saat itu, ia terduduk diam menundukkan kepalanya, ia melihat lantai dengan perasaan menyesal.


Bahkan saat ia ingin menangis, ia tidak dapat mengeluarkan air matanya. "Bahkan singularitas tak terbatas dunia ini tidak ada satupun petunjuk mengenainya. Aku sudah menelusuri dimensi rendah hingga ke atas di aliran ruang dan waktu tak terbatas selama bertahun-tahun namun hasilnya tidak ada! Seakan-akan dia di sembunyikan oleh Entitas Kuno yang kuat di luar singularitas!"


Meski begitu, ia mencoba menenangkan dirinya dan menyakinkan dirinya sendiri bahwa Chu Qincheng mungkin ada di antara dunia.


"Berapa lama aku bermimpi?"


[Seminggu.]


"Cukup lama, ayo keluar untuk memberi laporan pada Pemimpin Demon-God. Bagaimanpun, aku lupa memberikan penjelasan kepada mereka karena terfokus pada pencarian jejak Chu Qincheng melalui Void Mirror Legacy."


Ia keluar dari ruangan dan bertemu dengan Meng Hongzhi yang baru saja mau mengetuk pintu ruangannya. "Ada apa?"


"Tuan ... Pemimpin Demon-God mengundang Anda untuk keruangannya, beliau khawatir karena Anda sudah seminggu berada di dalam ruangan tanpa memberikan kabar kalau Anda tengah bermeditasi." Meng Hongzhi membalasnya.


Qin Chen mengangguk dan pergi dari sana menuju tempat Pemimpin Demon-God.


Beberapa saat kemudian, ia berada dalam ruangan di mana Pemimpin Demon-God tengah menantikannya, dia duduk di tempatnya sembari menuangkan minuman kedalam cangkir. "Qin Chen, kau datang?" Katanya.

__ADS_1


"Ya, maaf karena telat menginformasikannya karena ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan sebelumnya." Balas Qin Chen.


"Tidak apa-apa, Meng Hongzhi sudah menjelaskan semuanya."


Qin Chen mengerutkan keningnya, ia lalu duduk di depannya. "Begitu rupanya, lalu ada apa memanggilku ketempat ini?"


"Beberapa kelompok mencoba menyelidiki keberadaan mu di klan ini, dan mereka mengirim orang-orang untuk datang dengan maksud tertentu. Jadi aku hanya ingin mengatakan padamu untuk tidak keluar ruangan beberapa waktu kedepan." Jelasnya.


Mendengar itu, Qin Chen mengangguk paham. "Kalau begitu, aku akan pergi keluar untuk beberapa hari kedepan. Ada rencana untuk menyatukan seluruh keluarga pemberontak surga untuk perang yang akan datang."


"Menyatukan?"


"Benar, berdiam di tempat ini tidak akan membantuku menyelesaikan masalah. Meskipun dapat menyelesaikan satu masalah, masalah yang lain akan menumpuk sehingga akan efektif kalau aku mendapatkan dukungan tambahan dari klan pemberontak lain." Jelas Qin Chen.


Pemimpin Demon-God mengerutkan keningnya, ia tahu bahwa sifat Qin Chen ini tidak jauh berbeda dengan orang itu. "Sigh, maka lakukan yang kau inginkan, klan Demon-God selalu terbuka untukmu."


"Terimakasih, setelah selesai aku akan kembali memberikan informasi kapan kita akan bergerak. Dan tentunya, aku akan mencari cara untuk melepaskan kutukan atau segel tersebut." Balas Qin Chen.


Tanpa mengatakan apapun mengenai kepergian Qin Chen, Pemimpin Demon-God mengajaknya mengobrol dengan topik lain di ruangan tersebut sembari menunggu orang itu.


Selepas mengobrol dengannya, Qin Chen bersiap-siap pergi dari gerbang belakang klan Demon-God. Meng Hongzhi ada di belakangnya, ia memandangi kepergian Qin Chen, bagaimanpun ia sudah banyak menerima bantuan dan masukan dari Qin Chen.


"Ya, aku akan kembali lagi nanti."


***


Hutan Guntur Bumi.


Tempat tersebut sangat besar, dan gemuruh langit terdengar di sepanjang lembah. Diatasnya ada ribuan guntur menyambar tanpa henti menciptakan kengerian, Qin Chen berada di hutan tengah duduk bermeditasi menyerap Esensi Guntur di langit.


"Tidak ada kemajuan. Sepertinya aku tidak bisa menerobos masuk ke lapisan Mid-Class. Bagaimanapun, Pencerahan, Dao Heart dan lainnya belum sempurna dan seimbang di karenakan penyesalan." Gumam Qin Chen sekarang ini.


[Anda sudah mencapai puncaknya. Anda membutuhkan True Avatar untuk bisa menyangkal Tribulation Demon Heart. Dengan begitu, Anda bisa mencari puncak kekuatan tanpa mengkhawatirkan penyesalan.]


"Kau benar." Gumamnya, "Apa aku bisa menjemput putriku sekarang?"


[Tidak bisa, meskipun dengan roh anda bisa menelusuri dimensi rendah hingga dimensi atas. Dengan tubuh anda sendiri, Anda akan mencapai batasnya dan mati di samudra bintang.]


Ia menyentuh dagunya, "Berarti, rohku di lindungi Origin Tree sehingga tidak ada efek samping selain tidak bisa kembali ke tubuh utama kalau terlalu jauh. Sementara tubuhku hanya ada beberapa Bloodline, dan berbagai bentuk ekosistem yang menunjang kekuranganku." Lanjutnya.

__ADS_1


[Benar.]


"Haa ... Heaven's Secret Land masih beberapa minggu sebelum kebuka. Untuk sekarang, aku membutuhkan tempat bernaung. Melintasi langit sepanjang ribuan kilometer menuju klan pemberontak cukup merepotkan, ada banyak monster kuat dan immortal yang mengincar ku meskipun aku baru di tempat ini."


Sembari bergumam sendiri, Qin Chen berjalan di dalam hutan karena ada banyak immortal di atas sana mencari seseorang. Qin Chen menyembunyikan keberadaannya menggunakan kemampuan yang ia punya sejak pertama kali datang ke dunia ini.


"Ledakan!"


Boom!


Qin Chen langsung menoleh ke samping saat suara ledakan terdengar, karena penasaran ia datang ketempat ledakan tersebut. Beberapa saat kemudian, ia tiba di sana dan melihat banyak orang berkumpul di pinggir tebing tengah menciptakan lubang.


"Siapa kau!" Tanya orang itu saat ia menyadari kedatangan Qin Chen, ia mendekatinya dengan tatapan bertanya, tidak ada tanda permusuhan.


"Seorang petualang, aku mendengar ledakan ditempat ini dan mencoba mencari tahu. Kalau boleh tahu, apa yang kalian lakukan?" Tanya Qin Chen, ia membalasnya.


Pria itu menatapnya dengan mata sipit, "Kami seorang pekerja tambang, tempat tersebut adalah tambang mineral batu dewa. Karena manfaatnya sangat besar, kami di minta seorang pengusaha untuk menggalinya."


Qin Chen yang mendengar itu mengerutkan keningnya, "Bisa saya lihat bagaimana bentuk batu dewa yang Anda maksud?" Karena Qin Chen seperti mengenali batu dewa yang dia katakan dan Qin Chen mempunyai tambangnya sendiri.


Pria itu awalnya ragu, tetapi tidak ada niat buruk di mata Qin Chen. Melainkan tatapan penasaran bagaimana bentuk batu dewa, pada akhirnya ia mengeluarkan batu dewa dan memperlihatkan Qin Chen.


Tentunya, pada saat itu Qin Chen terkejut karena batu tersebut sama dengan tambang yang ia dapatkan dengan Chu Qincheng di masa lalu saat mereka berpindah dunia ke dunia dewa. Tempat musuh bebuyutan Qin Chen dan tempat tambang Qin Chen.


"Begitu rupanya, terimakasih banyak karena sudah memberitahukan aku." Balas Qin Chen.


"Sama-sama, lalu apa tuan muda tertarik untuk mendapatkan batu dewa ini?"


"Tidak, aku sedang buru-buru melakukan petualangan. Jadi tidak mempunyai waktu berurusan dengan pengusaha besar. Dan maaf karena merepotkan anda meluangkan waktu untuk mengobrol dengan saya."


"Tidak masalah."


Qin Chen tersenyum, ia melambaikan tangannya dan meninggalkan tempat tersebut.


"Pria aneh." Gumam pria itu kearah Qin Chen.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2