Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 182 : Pengorbanan! (7)


__ADS_3

Leviathan menggila dengan raungannya, dan memusatkan kembali kekuatannya, memancarkan radiasi oseanik yang merusak. Radiasi ini dengan cepat merambat melalui udara, mengubahnya menjadi embun, dan kemudian menjadi cairan beracun yang dapat melarutkan apapun yang terkena.


Cairan radiasi tersebut mirip dengan hujan meteor di luar angkasa, meluncur dengan kecepatan tak terbayangkan, siap untuk menyebarkan kehancuran.


Tentunya serangan itu mengarah pada Manifestasi Heaven di depannya, dimana ia mencoba merusak Manifestasi Heaven dengan radiasi yang merusak.


Namun, Manifestasi Heaven itu sendiri adalah perwujudan surga, dan karena itu, ia memiliki pemahaman mendalam tentang pengendalian energi. Dengan satu kepakkan sayapnya, dia mengeluarkan energi pekat yang membentuk perisai kuat di sekelilingnya.


Benturan cairan oseanik dengan keras menghantam perisai, semburan cairan itu menyebar ke segala arah, menghancurkan segala yang tersentuh, sementara perisai itu tetap utuh meskipun dihantam cairan oseanik yang hancur tanpa henti.


Dalam gelombang besar, tubuh Manifestasi Heaven bercahaya terang. Seketika itu juga cairan oseanik yang merusak di murnikan secara instan, itu membuat Leviathan semakin marah!


Bagaimana setiap serangannya seolah-olah mempunyai counternya sendiri sehingga tidak memberikan kesempatan kemenangan baginya.


Bunuh! Bunuh! Bunuh!


Tubuhnya bergetar hebat, niat membunuhnya tidak terkendali. Dalam benaknya, suara-suara memanggilnya untuk membunuh Manifestasi Heaven, membentuk gelombang hantu yang memangsa pikiran logisnya, menciptakan imajinasi yang lebih kuat dibandingkan dengan logika matematika biasa.


Pengorbanan! Pengorbanan!


Bunuh dan hancurkan!


Hancurkan!


Awan gelap yang pekat, gemuruh dan petir-petir menyambar di sekitar Leviathan begitu mengerikan.


Niat membunuhnya tak dapat di bendung lagi, aura gelap yang menakutkan itu keluar dengan kengerian dan teror terhadap kehidupan di dunia.


Dalam gelap samudera yang dalam, aku di lantarkan olehnya ...

__ADS_1


Melalui pintu gerbang abadi menuju dunia tak terbatas ...


Hingga aku berada di wilayah tanpa batas waktu dan ruang ...


Di mana hanya kegelapan yang memerintah segalanya, didampingi oleh kesunyian dan aliran irama misterius yang tidak dapat dipecahkan ...


Di tempat ini, aku merenung dalam kesunyian yang mendalam ...


Mencoba mengungkapkan misteri-misteri yang tersembunyi di dalam pikiran melalui tidur panjangku ...


Sementara di sekitarku, energi-elektromagnetik tak terlihat bergerak dalam harmoni yang meresap kedalam kesadaranku ...


Kegelapan yang pekat mulai membalut tubuhnya, membawanya kedalam jurang kegelapan mendalam selama bertahun-tahun!


Leviathan bergerak dengan kecepatan yang tak terlukiskan, ia seakan berada di mana-mana, membuat Manifestasi Heaven kewalahan untuk mengikuti akselerasi Leviathan. Dalam hitungan detik, Leviathan melancarkan serangan maha dahsyat!


Dalam sekejap mata, Manifestasi Heaven langsung menahannya. Meskipun begitu, pusaran energi melingkar di sekitar mereka menciptakan fenomena luar bisa di langit yang dalam.


Benturan! Benturan! Benturan!


Kekuatan kegelapan yang destruktif memusnahkan segalanya!


Dalam ledakan cahaya yang terang, Manifestasi Heaven terlempar jauh kebelakang menabrak bintang-bintang tak terhitung jumlahnya dan menderita luka-luka serius.


Leviathan yang melihat itu tidak tinggal diam, dia membuat tubuhnya bercahaya terang dengan intensitas kekuatan yang melebihi batas wajar!


Energi membulat seolah-olah akan meledak kapan saja, dengan kecepatan instan mencapai tempat Manifestasi Heaven, dia melepaskan ledakan supermasif ke arahnya!


Pada saat itu, terjadi ledakan yang tidak dapat dibayangkan!

__ADS_1


Dalam ledakan tersebut, sejumlah besar alam semesta yang tak terbatas lenyap! Bintang-bintang padam, planet-planet hancur, dan segala sesuatu yang berada di dalam wilayah samudera berakhir!


Dimensi besar yang berada di sekitarnya mendapatkan dampak dari ledakan tersebut meskipun tidak terlalu parah, namun robekan di langit mereka telah membanjiri energi kekacauan masuk kedalam tatanan langit.


Dalam momen itu, Leviathan mendapatkan pengelihatan mengenai dirinya yang di bawa oleh seorang pria untuk menjaga lautan dalam hingga sekarang.


Kenapa kau meninggalkanku?


Aku tidak meninggalkanmu, aku memberikanmu kehidupan seseorang Leviathan yang sebenarnya.


Di kegelapan yang sunyi dan dalam itu, kehidupan apa yang aku dapatkan selain ketidakpastian yang abadi?


Sekarang, kamu memahaminya, kan? Lihatlah ke belakang ...


Saat dia menoleh kebelakang, pengikutnya yang hadir dalam perang menangisi kepergiannya. Meski mereka sama-sama pergi menuju alam bawah, tempat peristirahatan terakhir.


Apa kamu mulai paham?


Aku tidak mengerti, tapi aku sedikit memahaminya ...


Itu bagus. Jadi mari kita pergi ke tempat peristirahatan terakhir bersama-sama, Leviathan ...


Leviathan tertegun mendengarnya, tetapi tatapan mata makhluk itu tampak bahagia dengan tubuhnya yang masih kecil, dia terbang mengikutinya dari belakang menuju peristirahatan terakhir.


Dan pada saat itu juga, bunga berwarna putih beterbangan di langit membuat ketiga pemimpin klan merasakan bahwa Hai Huang telah pergi lebih dulu sebelum mereka. Mereka bertiga mengepalkan tangan dengan erat, menggenggam perasaan emosional itu.


Qin Chen, yang merasakan hal ini, tidak mengucapkan sepatah kata pun. Karena ini adalah perang, dan kematian sangat dekat dengan mereka, mau tidak mau mereka harus merelakan kenyataan pahit ini.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2