Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 93 : Sanctuary


__ADS_3

Seminggu kemudian— Kepala akademi masuk kedalam ruangan Qin Chen. Dimana penampilannya sudah seperti dulu dan bukanlah orang tua, ia tengah duduk di samping jendela menikmati secangkir minuman hangat. Tatapan matanya sedingin kutub utara, ada kesejukan di antara surga dan bumi di matanya. Penampilan luar biasanya dapat memikat bintang-bintang, ia tengah bersantai menunggu esoknya.


"Kepala akademi? Apa ada yang bisa saya bantu sampai-sampai anda secara pribadi ke ruangan saya." Tanya Qin Chen, dia begitu ramah untuk orang tertentu.


"Setelah memberi pengumuman hari libur kepada murid-murid, kami mengandakan pertemuan antara Penyihir Akademi. Dan saya mengundang anda kedalam pertemuan, karena anda adalah orang yang memberikan Artefak kuno."


"Dimana kalian akan bertemu?"


"Sanctuary."


Qin Chen menyentuh dagunya, ia kebiasaan karena mempunyai janggut sebelumnya. "Sanctuary, bukankah tempat Dewi Pencipta kalian berada? Sebagai orang luar tidak mudah di terima oleh Penyihir Akademi sekarang. Bagaimana caramu menangani mereka?"


"Secara keseluruhan pergerakan para Penyihir di bawah perintah Dewi Pencipta. Beliau mengamati, dan memberikan wahyunya pada para Penyihir untuk menjalankan tugasnya. Dan semalam, saya mendapatkan wahyu dari beliau untuk membawa Anda ke Sanctuary."


Qin Chen menyipitkan matanya. "Apa mungkin penyamaranku terungkap? Sebagian besar kekuatan True God di tekan sebaik mungkin." Batinnya.


[Sistem sudah melakukan evaluasi dan tidak ada penyamaran yang terungkap. Kecuali kalau dia merasakan kehadiran orang luar dengan garis kehidupan yang tidak terhubung dengannya.]


"Begitu rupanya, bagaimanapun aku orang luar yang berada di luar garis kehidupan dunia ini sehingga dapat di pahami seberapa mencurigakannya aku."


Qin Chen menoleh kesamping. "Baiklah, aku akan datang ke pertemuan."


"Bagus, mari ikuti saya."


Qin Chen mengikutinya keluar ruangan yang sudah di berikan Terra sewaktu ia masuk kedalam akademi.


***


Halaman utama akademi terdapat banyak murid berkumpul dengan kelompok masing-masing. Mereka datang untuk mendapatkan Poin Kontribusi, dan meningkatkan kekuatan.


Sewaktu Qin Chen berada di sana, semua murid menoleh kearahnya. Hanya dengan kehadirannya, siapapun tidak dapat menolaknya meskipun hanya sedikit menyentuhnya.


"Tuan Valentin begitu populer di kalangan murid-murid akademi." Kata Terra, dia tertawa tipis membicarakannya.


"Hanya beberapa orang polos yang baru mengenal namanya jatuh cinta pandangan pertama. Saya sudah mendapatkan banyak harapan dan tatapan seperti mereka selama di kota, hal ini bukanlah masalah baru bagi saya sendiri."


"Fufuf~ Jadi Tuan Valentin begitu terkenal di kota-kota sampai banyak harapan berdatangan."

__ADS_1


Qin Chen hanya tersenyum tipis, dia mengikutinya masuk kedalam ruangan kepala akademi yang sudah ada satu wanita di sana, dia membawa tongkat berseri bintang merapalkan mantra.


Kemudian lingkaran sihir muncul di bawah kaki mereka memindahkan nya ke Sanctuary!


Sanctuary— semua Penyihir Akademi berkumpul di sana. Elves yang ia maksud berada di kursi pertama di ruangan tersebut, dia di khususkan karena kekuatannya yang terkuat.


Sementara Penyihir Akademi lainnya berada di sampingnya memutar ruangan, itu membuatnya dapat melihat maupun mendengar permohonan dunia.


Terra datang membawa seseorang di sampingnya, ketujuh penyihir langsung menatapnya dengan tidak senang akan kemunculan orang luar di Sanctuary!


"Terra! Apa maksudmu membawa orang luar kedalam Sanctuary! Apa kau mencoba menodai tanah suci Dewi Pencipta!" Seorang Penyihir membentaknya, dia merasa terhina melihat kedatangan Qin Chen kedalam tanahnya.


"Motos, ini atas perintah Dewi Pencipta untuk membawanya kedalam Sanctuary! Jika kau keberatan, maka bertanyalah pada beliau!" Bentak Terra.


"Apa kau mendapatkan wahyu dari Dewi Pencipta?" Tanya penyihir lain.


"Semalam, aku mendapatkan wahyu dari Dewi Pencipta untuk membawanya kedalam Sanctuary! Beliau ingin berbicara dengannya, selebihnya aku tidak tahu apa yang di pikirkan Dewi." Jelasnya.


Pria itu menyipitkan matanya. "Sangat sulit membuat Dewi Pencipta merasa tertarik dengan seseorang. Jika beliau yang memintanya, mungkin dia mempunyai sesuatu yang spesial sampai menarik perhatian Dewi Pencipta."


"Kesampingkan itu dulu, aku meminta kalian semu datang untuk membahas Artefak kuno yang di berikan olehnya. Artefak tersebut mempunyai tulisan kuno yang berhubungan dengan ruang dan waktu."


Semuanya tertegun kecuali satu penyihir yang sekarang tengah Qin Chen tatapan dengan tajam. Dia adalah ras elves yang selama ini Qin Chen cari-cari, untuk mencari tahu tentang putrinya.


Qin Chen berulang-ulang di panggil tetapi tidak ada balasannya, dia tengah fokus menatap ras elves di atas sana membuat Terra sadar bahwa tujuannya untuk bertemu dengan dia.


"Penyihir Cloud Van The Harvesters Apple. Dia adalah orang yang tuan cari selama ini, di antara kami para penyihir, dia adalah yang terkuat menduduki posisi pertama selama bertahun-tahun." Jelas Terra.


Qin Chen merasakan kehadiran seseorang di belakangnya, seluruh penyihir agung berdiri menyambut kedatangan seseorang yang mereka hormati, Dewi Pencipta!


Dewi Pencipta yang mereka maksud sekarang hanya bayangan/jiwa yang di utus untuk ketempat tersebut. Dia melangkah mendekati Qin Chen dengan lambat, lalu berhenti di depan Qin Chen tidak berani mengangkat kepala.


Qin Chen meliriknya. "Melihat seberapa lemahnya energimu, tubuh utama mu sepertinya dalam keadaan yang tidak baik, bukan? Apa alasannya memintaku datang ketempat ini?"


"Seperti yang saya perkirakan, anda bukanlah mahkluk dunia ini." Ucapnya.


Semua penyihir tercengang, dan Terra terdiam tidak dapat bicara setelah mendengar bahwa pria di hadapannya bukanlah orang dari dunia ini.

__ADS_1


"Begitu rupanya, apa penyamaranku terungkap dengan begitu cepat?" Tanya Qin Chen.


"Tidak. Jika saya tidak mengecek garis kehidupan anda, saya mungkin tidak akan mengetahui bahwa anda datang. Setelah menunggu waktu, saya memutuskan mengundang anda untuk membicarakan tentang sesuatu."


"Begitu? Bagaimana jika aku tidak dapat membantu masalahmu yang sekarang." Ucap Qin Chen yang sudah menyadari sesuatu tentang perang yang akan datang dalam waktu dekat.


"Delapan penyihir mungkin tidak dapat menyadari kekuatan anda sebenarnya. Namun saya dapat merasakannya, energi seorang dewa begitu kuat meluap-luap seperti kobaran api yang tertahan dalam diri anda, bahkan energi itu melebihi kapasitas dunia."


Qin Chen tersenyum tipis, wanita di hadapannya benar-benar cukup teliti dalam bicara dan mencari informasi tentangnya. Bahkan delapan penyihir besar tidak dapat merasakan kekuatan Qin Chen yang sekarang.


Itu membuat orang yang sebelumnya sombong langsung terdiam!


"Jika energi anda meluap keluar, dunia ini akan dalam bahaya besar. Anda keberadaan besar dari dimensi lain, sementara saya hanya keberadaan semu di mata anda. Saya dengan tulus meminta anda untuk tidak melakukan pergerakan besar yang dapat mengubah takdir mahkluk hidup."


"Semuanya dapat di atur, aku datang untuk mendapatkan informasi tentang ras elves. Dan tentang distorsi ruang dan waktu yang membawa salah satu ras elves masuk kedalam dimensiku."


Penyihir terkuat membuka matanya!


"Begitu rupanya, beberapa ratus ribu tahun yang lalu, ada garis kehidupan yang menghilang secara tiba-tiba. Apa mungkin dia adalah orang yang anda maksud, dia mempunyai garis keturunan elves dunia ini, apa dia bersama anda?"


"Tidak, dia berada di antara bintang-bintang bermain dengan serigala bulan menungguku menjemputnya. Aku tidak akan mengatakan hal lain, aku datang untuk melihat tanah kelahiran putri angkatku, setelah itu aku akan kembali ke dimensi ku." Ucap Qin Chen.


Dewi Pencipta hanya diam, dan Penyihir terkuat berlutut di sampingnya.


"Menerima perintah Dewi."


"Antarkan beliau ketempat tanah para elves." Ucap Dewi Pencipta.


"Baik."


Qin Chen tersenyum tipis. "Aku tidak menerima keutungan untuk sendiri, apa yang kau butuhkan. Selama tidak berada di luar kekuasaanku, aku dapat membantumu."


"Mengakhiri perang dunia ini." Ucapnya, dia begitu serius. "Jiwa-jiwa yang mati dalam perang selama generasi membuat mereka yang telah mati tidak dapat bereinkarnasi."


"Sebagai satu-satunya Dewi dunia ini, aku merasa tidak berdaya untuk memperbaiki Roda Reinkarnasi dengan kondisiku yang sekarang tengah memberikan energi dewaku pada dunia untuk menahan dari kehancuran. Namun, Raja Iblis yang setara dengan saya memanfaatkan energi tersebut sebagai sumberdaya meningkatkan kekuatan."


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2